
Sesampai nya di rumah Laras meletakkan wadah dagangan nya di meja , lalu memanggil Ibu nya. Namun tidak ada sahutan dari Ibu nya. Dan Laras baru ingat kalau Ibu nya pasti menyusul Bapak ke ladang nya pak Cipto untuk membantu Bapak di sana.
Setelah Laras sadar bahwa Ibu nya tidak ada di rumah, kemudian diri nya langsung pergi menuju dapur dengan membawa barang belanjaan nya. Lalu dia mencuci beras untuk selanjut nya ia masak. Namun Laras tidak memasak semua beras nya, ia sisa kan setengah nya untuk makan nanti malam. Laras harus bisa berhemat. Bagi nya sangat lah sulit untuk bisa membeli beras dan telur setiap hari.
Dengan semangat Laras memasak dan menggoreng telur yang telah ia beli tadi. Perasaan Laras begitu bahagia bisa makan enak bersama ke dua orang tua nya. Meskipun hanya dengan lauk telur dadar. Kerena bagi Laras dan orang tua nya telur adalah lauk yang sangat spesial.
Jika boleh memilih , Laras tidak ingin hidup serba kekurangan seperti ini. Tapi apa mau di kata , semua nya sudah ada porsi nya masing-masing, sudah mempunyai takdir nya masing-masing.
Mengeluh tidak akan bisa merubah apa pun ,malah hanya akan membuat hidup semakin susah.
Yang hanya bisa kita lakukan adalah berdoa dan juga berusaha. Sang Pencipta tidak pernah tidur , dan roda pun akan terus berputar. yang di bawah tidak akan selama nya terus di bawah , jika kita mau berusaha keras maka kita akan bisa berada di atas, dan menikmati hasil nya bersama orang-orang yang kita sayangi.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas. Terlihat pak Sugeng dan bu Siti baru saja pulang dengan wajah yang sangat lelah sekali.
Mendengar suara ke dua orang tua nya pulang Laras langsung segera ke luar dari kamar nya untuk menemui Bapak dan Ibu nya.
"Bapak, Ibu kenapa siang sekali pulang nya? biasanya jam sebelas sudah pulang". Tanya Laras
"Iya Laras, soal nya tadi yang kerja di ladang nya pak Cipto cuma Bapak sama Ibu saja, jadi akhir nya selesai nya agak siang". Jawab pak Sugeng
Mendengar jawaban dari Bapak nya membuat hati Laras sedih. Laras melihat Bapak Ibu nya bekerja berat setiap hari ber panas-panasan di sawah milik orang. Sangat ingin rasa nya Laras bisa merubah keadaan keluarga nya menjadi lebih layak. Laras hanya bisa berdoa suatu saat nanti diri nya bisa merubah perekonomian keluarga nya dan membahagiakan orang tua nya. Semoga itu bisa terkabul suatu saat nanti.
"Ya sudah kalau gitu Bapak sama Ibu bersih-bersih diri dulu. Setelah itu kita makan siang sama-sama. Hari ini Laras masak nasi dan goreng telur, soal nya gorengan Laras habis terjual di borong sama bu Ambar tadi pagi". Ucap Laras
"Alhamdulillah...nak , rejeki kamu hari ini sayang ,kita bisa makan enak sama-sama". Ucap bu Siti senang
__ADS_1
"Sudah ngga sabar nih Bapak pengen cepat-cepat makan masakan anak Bapak yang cantik ini". Ucap Bapak yang juga tak kalah senang
"Iya pak ,bu..kita makan sama-sama. Sekarang Bapak sama Ibu bersih-bersih diri dulu di belakang, biar Laras siapin piring di meja makan". Ucap Laras
Kemudian Laras pun dengan semangat menyiapkan hidangan nya di meja makan
Nasi putih, telur dadar, dan juga tak lupa air putih untuk minum.
Sebenar nya Laras sudah menahan lapar dari tadi , namun ia tahan karena Laras ingin makan bersama dengan ke dua orang tua nya.
Tak berapa lama orang tua Laras pun sudah selesai bersih-bersih diri dan langsung menuju meja makan yang di sana sudah ada laras menunggu.
"Ayo sini Bapak sama Ibu duduk, biar Laras yang ambil kan buat Bapak sama Ibu". Ucapan Laras sembari meletakkan nasi dan telur dadar di piring Bapak dan Ibu nya.
Pak sugeng dan Bu Siti sangat lah bangga mempunyai anak seperti Laras. Tidak pernah sedikit pun mengeluh tentang ke adaan, dan juga sangat lah penurut dan tidak pernah membuat orang tua nya susah. Laras sungguh anak yang sangat berbakti dan juga cantik.
Iya,, sama-sama bu, Laras juga sayang banget sama Ibu dan Bapak juga. Ya udah ayo kita lekas makan pak ,bu?". Ajak Laras
Lalu mereka bertiga pun makan bersama-sama dengan lahap nya.
Sebenar nya uang upah hasil kerja pak Sugeng dan bu Siti tidak lah banyak, uang tersebut hanya cukup untuk membayar kontrakan saja. Karena rumah yang kini di tempati mereka bukanlah milik mereka sendiri. Jika mereka sampai telat membayar uang kontrakan, maka sang pemilik rumah tidak segan untuk mengusir mereka.
Sedangkan hasil jualan gorengan Laras tidak lah seberapa, karena tidak setiap hari gorengan Laras bisa habis. Sering sekali Laras hanya membawa uang lima belas sampai dua puluh ribu saja, itu pun belum untuk modal jualan esok hari.
Dan jika gorengan nya tidak habis, maka Laras akan memberikan nya ke tetangga sekitar rumah nya secara gratis.
__ADS_1
Setelah selesai makan Laras pun membereskan piring dan gelas kotor kemudian membawa nya menuju dapur untuk ia cuci.
"Sini Laras Ibu bantuin, biar Ibu aja yang cuci piring-piring kotor nya". Ucap Bu siti ke pada Laras
"Jangan bu , ngga usah biarin Laras aja yang cuci semua nya. Ibu istirahat aja sama Bapak". Ucap Lara menolak.
Karena Laras tidak ingin Ibu nya semakin kelelahan.
"Ya sudah kalau gitu, Ibu istirahat sebentar ya nak?, capek sekali badan Ibu". Ucap Bu Siti
"Iya bu,, Ibu istirahat aja , ini biar Laras yang kerjain. Ibu tidur siang biar tenaga nya pulih lagi". Ucap Laras
Lalu bu Siti pun pergi menuju kamar untuk beristirahat. Karena merasa badan nya sangat lelah. Sedang kan pak Sugeng sudah terlihat terlelap di kursi kayu di ruang tengah bersama radio kecil kesayangan nya.
Laras pun membereskan meja makan dan mencuci semua piring dan juga gelas kotor.
Dan untuk nanti makan malam Laras masih memiliki simpanan beras dan juga telur.
Memang sengaja Laras sisihkan untuk nanti makan malam, setengah liter beras dan dua butir telur. Menu yang sama yang akan Laras sajikan untuk makan nanti malam. Tidak jadi masalah yang terpenting bisa makan enak malam nanti.
Setelah selesai dengan pekerjaan nya, Laras pun menuju ke kamar nya untuk beristirahat.
SELESAI JUGA BAB 2 NYA ..
***TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA 😊
__ADS_1
NANTIKAN BAB SELANJUTNYA YA***