
Terdengar suara ayam bersahutan menandakan hari sudah akan menjelang pagi. Laras terbangun dan melihat jam dinding di kamar nya menunjukkan pukul lima pagi. Lalu laras pun segera bangun dari tempat tidur nya kemudian pergi menuju dapur untuk membuat gorengan yang akan di jual nya nanti. Itu lah rutinitas Laras setiap pagi.
Setiba nya di dapur Laras melihat ibu nya sedang meracik dan mengaduk adonan tepung untuk gorengan nya.
"Ibu kebiasaan deh ,pasti ngga mau bangunin Laras". Ucap Laras
"Ngga Ibu bangunin kan Laras juga sudah bangun sendiri kan ini". Jawab bu Siti sambil tersenyum
"Ya iya bu ,, tapi kan beda . Kalau Ibu bangunin lebih awal Laras kan bisa bantuin Ibu dari tadi". Ucap Laras
"Ya sudah,, kan ngga perlu di permasalah kan juga nak. Mending sana kamu goreng tempe sama tahu nya, ini udah jadi adonan tepung nya". Ucap bu Siti
Tanpa berlama-lama lagi Laras pun langsung menggoreng semua bahan yang akan ia jual nanti.
Diri nya berharap hari ini gorengan nya akan habis terjual lagi seperti kemarin. Supaya Laras bisa membeli beras dan juga lauk yang enak buat Bapak Ibu nya.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Semua gorengan Laras pun juga sudah jadi semua , Laras juga sudah mandi dan bersiap-siap untuk segera berangkat menjajakan gorengan nya ke pasar.
"Pak,bu..Laras berangkat jualan dulu ya ke pasar, doa kan Laras semoga gorengan Laras hari ini bisa habis lagi". Ucap Laras seraya mencium tangan ke dua orang tua nya secara bergantian
"Amin.., semoga gorengan hari ini habis lagi. Ibu sama Bapak akan selalu doain Laras". Ucap bu Siti
"Semangat jualan nya ya nak, yakin hari ini laris manis". Ucap pak Sugeng menyemangati anak nya
"Siap pak,bu.. Laras berangkat ya, Assalamualaikum". Ucap Laras
"Walaikumsallam". Ucap pak Sugeng dan bu Siti bersamaan
Setiba nya Laras di pasar , diri nya langsung berteriak menjajakan gorengan nya.
"Gorengan,,gorengan , Tahu, tempe, pisang, singkong , ayo silahkan gorengan nya di jamin enak. Gorengan,,gorengan". teriak Laras semangat
__ADS_1
Sudah sekita setengah jam Laras berkeliling menjajakan gorengan nya, tapi belum ada satu pun yang membeli nya.
Laras merasa lelah ,kemudian ia duduk sebentar untuk mengumpulkan tenaga nya lagi.
Di tengah-tengah Laras beristirahat datang seorang Ibu yang ingin membeli gorengan nya.
"Tahu sama tempe nya masih dek". Tanya Ibu tersebut ke pada Laras
"Masih bu , mau beli berapa? satu biji nya seribuan." Jawab Laras
"Ibu mau tempe nya lima sama tahu nya juga lima ya dek". Ucap Ibu ibu itu
"Iya bu siap". Ucap Laras sambil membungkus pesanan Ibu tersebut
"Ini dek uang nya pas sepuluh ribu ya". Ucap ibu ibu itu sambil menyodorkan uang sepuluh ribu ke pada Laras
"Iya bu terimakasih banyak". Ucap Laras
Laras melangkahkan kaki nya menyusuri pasar sambil terus berteriak menjajakan gorengan nya.
Hari sudah hampir sore namun gorengan Laras belum ada yang membeli nya lagi. Laras sudah begitu lelah berjalan dan menahan lapar.
Dengan langkah kaki yang berat Laras pulang ke rumah. Sebelum pulang , Laras mampir ke rumah tetangga nya untuk memberikan sebagian gorengan nya yang tidak laku. Sebagian lagi akan ia makan bersama ke dua orang tua nya. Di karenakan hari ini Laras tidak bisa membeli beras dan juga telur lagi untuk makan. Uang yang ia dapat sepuluh ribu tadi akan ia gunakan untuk membeli tepung terigu supaya ia bisa berjualan lagi besok.
Sesampai nya Laras di rumah, Laras langsung di sambut Bapak Ibu nya . Tak tega rasa nya melihat Bapak Ibu nya yang berharap jualan nya hari ini habis.
"Gimana nak jualan nya hari ini ,habis atau tidak? ,kenapa sampai sore baru pulang?". Tanya bu Siti
"Jualan Laras masih bu, hari ini cuma laku sepuluh ribu, maafin Laras ya bu,,pak, hari ini kita ngga bisa makan enak lagi". Jawab Laras sedih
"Ya sudah kalau ngga habis nak, kenapa harus minta maaf. Mungkin memang belum rejeki nya hari ini". Ucap bu Siti mencoba menghibur anak nya
__ADS_1
"Bapak juga lagi ngga pengen makan nasi nak. Bapak lagi pengen makan gorengan nih". Ucap pak Sugeng yg juga ingin menghibur anak nya.
" Ya sudah sekarang Laras pergi mandi. biar Ibu yang bawa ini ke belakang". Ucap bu Siti sambil mengangkat nampan yang berisi gorengan
Laras pun tanpa berkata apa-apa langsung berjalan menuju ke belakang untuk mandi. Hati nya sungguh sangat sedih sekali.
Selesai mandi Laras kemudian menyiapkan sisa gorengan nya ke piring dan meletakkan nya di atas meja makan.
Laras tidak mau terus-terusan menampakkan kesedihan nya di hadapan orang tua nya. Yang ada malah akan membuat orang tua nya ikutan bersedih, Laras tidak mau itu terjadi. Laras harus terus bisa semangat. Diri nya yakin besok akan lebih baik dari hari ini.
Malam pun menjelang , mereka bertiga terlihat menikmati makan malam mereka meskipun hanya dengan gorengan sisa jualan Laras.
yang terpenting bagi mereka malam ini bisa makan dan tidur nyenyak tanpa harus menahan lapar.
Laras merasa heran karena melihat Bapak nya hanya makan satu gorengan saja , dan juga wajah Bapak nya terlihat sedikit pucat.
"Bapak kenapa cuma makan sedikit, Bapak sakit?". Tanya Laras cemas
"Bapak cuma lagi ga nafsu makan nak, kepala Bapak sedikit pusing, mungkin masuk angin". Jawa pak Sugeng
"Iya nak Bapak mu masuk angin, tadi sudah ibu kerokin, semoga besok udah baikan". Ucap bu Siti
"Ya sudah kalau gitu Bapak istirahat aja , buat tidur pak. Besok biar Laras belikan obat". Ucap Laras
"Ngga usah di belikan obat nak ,uang dari mana juga. Besok juga pasti sembuh". Ucap pak Sugeng
"Kalau gitu ayo Bapak istirahat sekarang, Laras anterin Bapak ke kamar". Ucap Laras sambil menggandeng Bapak nya menuju kamar
Laras pun berjalan sambil menggandeng Bapak nya menuju kamar. Menyuruh Bapak nya beristirahat lalu menyelimuti nya.
Dalam hati nya Laras berdoa supaya Bapak besok sudah kembali sehat lagi. Laras tidak mau melihat orang tua nya sakit.
__ADS_1
Tak terasa air matanya jatuh dengan sendiri nya , Laras benar-benar tidak tega melihat Bapak nya sakit. Dengan keadaan perekonomian keluarga nya yang serba kekurangan, Laras bingung harus berbuat apa. Yang Laras bisa lakukan hanya lah berdoa untuk kesembuhan Bapak nya.