
Waktu sudah menunjukkan sore hari. Laras terbangun dari tidur nya dan melihat jam sudah pukul empat sore. Laras terkejut ternyata tidur siang nya lama sekali.
Lalu Laras pun keluar dari kamar nya , dan melihat Ibu nya sedang menyapu halaman. Laras pun menghampiri Ibu nya.
"Kenapa Ibu tidak membangunkan Laras , sampai se sore ini Laras baru bangun". Tanya Laras kepada Ibu nya yang sedang sibuk menyapu.
"Ibu tadi lihat tidur kamu lelap sekali nak, jadi Ibu biarkan saja kamu tidur ,sampai kamu bangun sendiri". Jawab bu Siti
"Lain kali bangunin Laras ya bu. Laras kan juga harus bersih-bersih." Ucap Laras
"Memang mau bersih-bersih apa?, semua nya sudah Ibu bersih kan. Mending sekarang kamu mandi sana". Pinta Bu siti
Kemudian Laras pun masuk ke dalam rumah untuk segera mandi. Sebelum mandi Laras menuju kamar tidur nya terlebih dahulu. Lalu ia membuka lemari baju nya dan mengambil wadah berbentuk tabung bekas tempat biskuit. Kemudian Laras membuka nya. Terlihat di dalam nya terdapat uang pecahan sepuluh ribu, lima ribu ,dan juga dua ribuan cukup banyak. Ternyata selama ini Laras diam-diam menabung sedikit demi sedikit tanpa sepengetahuan ke dua orang tua nya selama kurang lebih setahun ini. Karena Laras suatu saat nanti ingin memberikan sesuatu barang untuk orang tua nya dengan uang yang dia tabung. Hati Laras senang sekali melihat uang nya sudah mulai terkumpul banyak , sudah tidak sabar diri nya ingin cepat-cepat memberikan sesuatu untuk ke dua orang tua nya.
Kemudian Laras memasuk kan tabungan nya lagi ke tempat semula ,kemudian bergegas untuk mandi.
Setelah Laras mandi dan ganti baju, ia langsung menuju ke halaman rumah menghampiri Ibunya yang sedang duduk di kursi teras rumah.
"Sudah selesai mandi nya nak?". Tanya bu siti ke pada Laras yang sudah duduk di samping nya.
"Sudah bu..
Laras ko ga lihat Bapak dari tadi bu ,Bapak kemana?". Tanya Laras
"Bapak tadi bilang mau jalan-jalan sore. Paling sebentar lagi juga pulang". Jawab bu Siti
"Ibu sih ngga bangunin Laras , jadi nya ga bisa ikut Bapak jalan-jalan sore deh". Sesal Laras
__ADS_1
"Besok-besok kan juga masih bisa sayang jalan-jalan nya sama Bapak. Besok sore kamu ajak Bapak jalan-jalan lagi". Ucap bu Siti
"Iya deh bu.
O,iya buat makan nanti malam Laras masakin telur lagi ya?". Ucap Laras
"Loh,,emang kamu masih punya persediaan telur ya nak"? . Tanya bu siti
"Masih ada sisa dua butir bu, Tadi pagi kan Laras beli nya seperempat, jadi total telur nya ada 4 . Yabg dua udah Laras goreng tadi pagi. Yang dua lagi mau Laras masak buat menu makan malam". Jawab Laras
"Pintar sekali anak Ibu berhemat. ini nih calon istri yang banyak di cari laki-laki , bisa mengatur masalah keuangan pasti nanti nya". Canda bu Siti
"Ibu bisa aja deh. Kan Ibu juga yang ngajarin Laras buat bisa berhemat, apa lagi keadaan susah kayak gini". Ucap Laras
"Maafin Ibu ya Laras ,kalau Ibu sama Bapak ngga bisa nyenengin Laras , ngga bisa nurutin apa yang Laras pengen. Ibu sama Bapak cuma bisa kasih cinta dan sayang buat Laras,juga doa yang baik supaya suatu saat nanti hidup Laras bisa bahagia ,punya masa depan yang indah, bisa mendapat kan suami yang bisa buat Laras bahagia". Ucap bu siti dengan mata berkaca kaca
Mau hidup kurang dan sesusah apa pun ngga jadi masalah buat Laras , Laras sudah terbiasa seperti ini. Yang terpenting buat Laras itu Laras bisa terus sama Ibu dan juga Bapak. Itu lah kebahagiaan Laras saat ini dan selama nya.
Ibu jangan sedih ya , kalau Ibu sedih Laras juga bakalan ikut sedih". Ucap Laras sambil memeluk Ibu nya.
Lalu mereka berdua pun berpelukan. Dalam hati bu Siti diri nya merasa sangat-sangat bahagia terhadap Laras yang selalu mengerti keadaan orang tua nya.
Di tengah adegan mereka berpelukan pak sugeng ternyata sudah pulang dan merasa bingung melihat istri dan anak nya berpelukan.
"Ada apa ini kok pada berpelukan, sedih banget kelihatan nya". Tanya pak sugeng
"Ngga ada apa-apa kok pak , kita berdua emang lagi pengen berpelukan aja." Jawab Laras se ada nya supaya Bapak nya tidak terlalu jauh bertanya
__ADS_1
"Beneran ngga ada apa-apa ini, ngga bohong kan sama Bapak?".Tanya pak Sugeng tidak percaya
"Iya beneran pak ngga bohong Laras.
Ya sudah kalau gitu Laras masuk dulu ya , Laras mau masak nasi sama telur buat nanti kita makan malam". Ucap Laras
"Iya Laras ,masak nya yang enak ya kayak yang tadi pagi ,enak banget telur dadar nya". Ucap bu Siti
" Siap Bu,, Laksanakan". Ucap Laras seraya pergi ke dapur
Lalu Laras pun sibuk di dapur , guna mempersiapkan menu makan malam yang sederhana. Laras mencuci beras nya dengan bersih ,lalu ia tuangkan ke panci kecil yang sudah berisi air kemudian memasak nya . sambil menunggu nasi nya matang, Laras mengambil telur kemudian memecahkan nya di mangkok. Ia tambahkan garam dan sedikit penyedap rasa dan kemudian mengaduk nya.
Tidak perlu menu yang mahal yang terpenting bagi Laras malam ini bisa makan dan juga tidur nyenyak . Menu untuk besok di pikirkan besok lagi saja.
Menu sederhana sudah siap di meja makan , Laras memanggil orang tua nya untuk makan malam bersama.
" Bapak ,,Ibu ayo makan , ini sudah laras siapin di meja makan" Panggil Laras
"Iya nak." Jawab pak sugeng yang berjalan menuju meja makan bersama istri nya
"Ini sudah Laras ambil kan di piring, Bapak sama Ibu tinggal makan saja". Ucap Laras
Kemudian mereka bertiga pun makan dengan lahap nya. Momen di mana yang tidak akan pernah Laras lupakan. Makan bersama-sama dengan menu sederhana, yaitu nasi putih dan telur dadar. Mungkin akan menjadi menu favorit Laras nanti nya.
Selesai makan Laras membereskan semua nya di bantu oleh Ibu nya.
Setelah semua nya beres mereka bertiga pun berkumpul di kursi ruang tengah bercengkrama, tertawa. Sangat terlihat bahagia sekali mereka bertiga. Hidup dalam kemiskinan tidak membuat mereka terpuruk. Mereka selalu bersyukur setiap hari nya. Karena harta yang paling berharga bagi mereka adalah kebersamaan.
__ADS_1
Karena keluarga lah yang membuat mereka selalu semangat menjalani kehidupan.