
“Lihat anakmu tuh Yah, tadi siang dia berani tinggalin aku, ibunya sendiri demi si pelayan kafe itu. Sikapnya semakin menjadi, ketika dia kenal sama si pelayan itu,” protes Lita pada suaminya.
Ayah Razka diam tak bergeming. Ia kemudian memberikan pengertian pada istrinya jika dia tidak bisa memaksakan kehendaknya. Razka berhak menentukan pilihannya sendiri.
Lita mulai membahas tentang Suci, mantan istri Gutama. “Bagaimana jika nasibnya akan sama sepertimu? Ibumu saja tidak merestui dia denganmu. Hasilnya apa? Usianya tak lama. Itu karena restu orang tua tak kalian dapati.”
“Tapi ibu bukan ibu kandung Razka! Apa Razka perlu restu ibu? Dan akankah seberpengaruh itu restu ibu?” sahut Razka yang tiba-tiba pulang ke rumahnya.
Razka juga menjelaskan bahwa tujuan kedatangannya ke rumah sebenarnya untuk meminta maaf pada ibunya. Karena Hani telah membuka mata hatinya untuk lebih menghargai ibunya, meskipun hanya ibu sambung. Tetapi ternyata, Hani terlalu baik menilai ibu Razka.
Mendengar perkataan Razka, ibunya terkejut, ia tak menyangka bahwa Razka telah mengetahui persoalan ini.
“Razka sekeras ini karena Ibu juga keras pada Razka. Tapi Razka sadar bahwa sekeras-kerasnya Ibu, Ibu masih menyayangi dan menganggap Razka sebagai anak Ibu sendiri. Razka ke sini ingin memperbaiki hubungan kita, namun ternyata Razka salah. Mungkin hubungan kita memang harus sebatas ini, seperti sebelumnya,” lanjut Razka.
Ayah Razka masih terdiam seolah tak ingin ikut campur akan permasalahan anak dan ibu sambung itu.
“Lalu bagimana kalau ternyata usia Tasya juga pendek dan dia meninggal tak lama setelah kita menikah? Apakah restu mempengaruhi usia seseorang? Kematian itu pasti, Bu. Ibu harus sadar itu. Dan apa yang kita punya sekarang tak akan kita bawa mati. Lalu mengapa Ibu masih saja melihat seseorang hanya dari kelas dan hartanya?” Razka semakin mengeluarkan uneg-unegnya.
Lita membela bahwa apa yang ia lakukan pada Razka adalah bentuk ketegasan pada anaknya. Dan apa yang ia inginkan dari pernikahan Razka juga demi kebaikan anak tirinya itu. Bukan semata-mata soal harta, tapi memang alangkah baiknya jika kita menikah dengan yang setara.
“Setara dalam hal harta ‘kan? Bukan sikap dan kepribadian? Jadi mau wanita itu seburuk apa pun asal sekaya kita, Ibu tetap membolehkan Razka menikahinya?” Razka terus mendebat sang ibu.
“Tapi Tasya tidak seperti itu, Razka. Kamu hanya belum mengenal dia,” jawab Lita yang tak goyah pendirian.
Razka kembali menegaskan bahwa ia lebih dahulu mengenal Tasya dibandingkan ibunya. Dari situ lah ia mengetahui sikap Tasya yang tidak setulus, sebaik, dan selembut Hani. Razka tidak bisa jatuh cinta pada seorang perempuan hanya karena paras dan statusnya. Baginya, itu semua tidak akan memberikan kebagiaan pada pernikahannya nanti. Fisik dan derajat seseorang bisa diubah, namun sikap, sangat melekat dan sulit untuk diubah.
__ADS_1
“Razka harap Ibu paham akan maksud Razka, kalau memang Ibu masih berperan sebagai seorang ibu,” ucapnya kemudian pergi meninggalkan rumah.
Lita lantas menanyakan tentang Razka yang telah mengetahui rahasia besar masa lalu pada suaminya.
“Dia sudah dewasa dan berhak tau semuanya.”
###
“Ibu jangan minta uang aku terus dong, 10 juta bukan uang yang banyak untuk memenuhi kebutuhanku, Bu!” tegur Clara yang risih ibunya terus meminta uang padanya.
Saat Hani tiba di rumah, seakan ia disambut oleh perdebatan antara adik dan ibunya itu yang semakin sering terjadi. Berbeda dengan dirinya yang tampak jarang berdebat dengan sang ibu. Padahal, sifat ibunya masih sama, matrealistis.
“Minta Kak Hani tuh!” pinta Clara saat mengetahui kakaknya baru saja sampai rumah.
Hani pun menimpali perkataan sang adik bahwa dirinya sudah memberikan uang untuk bulan ini pada ibunya. “Kamu ‘kan dapat uang bulanan dari Rudi melebihi gaji kamu sebelumnya. Selama ini juga kamu tidak pernah memberi ibu, gantian dong sekarang kamu juga harus memberi ibu.”
“Salah siapa mau menikah dengan pria beristri. Kalau kamu menikah dengan pria yang masih sendiri, uangnya akan penuh untukmu, tak terbagi dengan istrinya yang lain,” goda Hani yang berlalu masuk ke dalam kamarnya.
Clara tampak kesal mendengar godaan kakaknya. Tiba-tiba, ia teringat bahwa apa yang dikatakan kakaknya ada benarnya juga. Tetapi sayangnya, pemahaman Clara salah dalam mengartikan ucapan Hani. Keadaan yang hanya menjadi istri kedua, memang membuatnya sulit. Selain ia tak bisa setiap hari bertemu suaminya sendiri, uang bulanannya juga sangat sedikit bila dibandingkan dengan istri pertama Rudi. Ia pun berinisiatif untuk menjadi istri satu-satunya mantan bosnya itu.
“Aku sudah kehilangan pekerjaan demi dia, bahkan sudah kehilangan masa mudaku yang seharusnya masih bisa kugunakan untuk mencari uang dan memacari pria-pria kaya. Tapi aku hanya dapat segini, sungguh tidak seimbang! Kamu harus menceraikan istri pertamamu!” ucap Clara penuh ambisi.
Hani yang kembali keluar kamar, tak sengaja mendengar ucapan adiknya itu. Ia pun menegur Clara untuk tidak melakukan hal bodoh dengan meminta Rudi meninggalkan anak dan istri pertamanya. Bagaimanapun juga, Clara yang salah di sini. Rudi sudah lebih dahulu menikah dengan istri pertamanya.
###
__ADS_1
Karena merasa sumpek di rumah, Hani memutuskan untuk keluar rumah mencari udara segar. Ia mulai berjalan menyusuri jalanan kampungnya. Di tengah jalan, tak sengaja ia bertemu Arya yang sedang berjalan dari arah berlawanan dengannya.
Arya pun menyapa Hani dengan ramah dan terus memandanginya tak berkedip.
Hani hanya tersenyum kecil sembari melanjutkan langkahnya.
“Han, tunggu,” cegah Arya memegang tangan Hani.
Hani segera menepis tangan mantan kekasihnya itu.
“Han, aku minta maaf untuk semua yang pernah aku lakukan dulu. Aku menyesal meninggalkanmu,” ucap Arya mengiba.
“Aku sudah memaafkan. Kamu juga sudah pernah minta maaf. Kenapa harus dibahas lagi?” tanya Hani yang sudah benar-benar cuek dan melupakan Arya.
Arya kemudian bermaksud mengutarakan keinginannya untuk kembali merajut kasih dengan Hani. Jelas, Hani menolaknya. Selain karena di hatinya saat ini hanya ada Razka, Hani juga tak ingin memberi kesempatan pada pria yang pernah mengkhianatinya itu.
“Nanti kamu malu kalau jalan sama aku,” goda Hani.
“Tapi kamu semakin cantik dan kurusan sekarang. Kamu berbeda, Han. Apa pacarmu saat ini jauh lebih baik dariku? Aku janji akan lebih perhatian padamu dengan sering memberikanmu hadiah.” Arya masih berusaha mendekati Hani.
Hani pun membanggakan Razka di depan Arya. Pria yang sangat jauh berbeda dengan mantannya itu. Bahkan, Razka yang lebih kaya dari Arya pun, memiliki sifat dan kepribadian yang lebih baik dari Arya. Entah apa yang bisa dibanggakan dari seorang Arya. Lalu, apa alasannya jika Hani harus kembali ke hati Arya?
“Dia sangat menghargai dan menyayangi aku apa adanya. Kalau sekarang kamu mau kembali denganku hanya karena perubahan fisikku, artinya kamu tidak benar-benar mencintaiku. Kamu hanya sedang kesepian ditinggal Clara menikah,” lanjut Hani.
Arya terdiam membisu.
__ADS_1
...****************...