Kisah Cinta CEO & Pelayan Kafe

Kisah Cinta CEO & Pelayan Kafe
Ucapan Clara


__ADS_3

Razka memaksa ingin menjemput Hani dan Clara dari rumah sakit, meski Hani sudah menolaknya.


Saat telah tiba di lobi rumah sakit, Clara bergegas menghampiri Razka untuk berbicara pada calon suami kakaknya itu. Hani dengan cepat mengejar Clara dan memintanya untuk tidak menceritakan kejadian tadi. Sayangnya, Clara yang keras kepala seolah tak peduli dengan permintaan Hani.


“Kak Razka,” panggil Clara.


“Ya?” jawab Razka yang kebingungan melihat ekspresi Clara seperti sedang berusaha meredam amarahnya.


“Saya meminta dengan hormat, bilang sama ibu Kakak untuk berhenti menyakiti Kak Hani. Saya hamil karena salah saya sendiri, tidak ada sangkut pautnya dengan Kak Hani, ibu saya gila uang juga tidak ada hubungannya dengan kakak saya! Dan tolong kasih tau perempuan yang bernama Tasya itu untuk berhenti menjelekkan Kak Hani di depan ibu Kak Razka. Beliau mengenal kakak saya hanya dari perkataan Tasya, apa itu fair?” ujar Clara tanpa jeda.


Hani meminta Clara untuk berhenti berbicara dengan Razka.


Razka yang kebingungan dengan ucapan Clara, merasa tak tahu apa-apa. Ini kesekian kalinya ia tiba-tiba seperti disalahkan atas hal yang tidak pernah dilakukannya. “Sori Clara, tapi aku tidak mengerti kenapa kamu tiba-tiba menegurku begini. Apa yang terjadi?”


Clara pun menceritakan bahwa ibunya juga Tasya baru saja menemui mereka di rumah sakit. Sepertinya, ibu Razka itu juga baru saja selesai berobat dan tak sengaja bertemu mereka. Tanpa aba-aba, Tasya dan ibu Razka langsung menghampiri mereka dan menghina kakaknya untuk kesekian kalinya. Bahkan, mereka membawa-bawa masalah Clara dan ibunya.

__ADS_1


Razka yang masih berdiri, memegang keningnya seolah kecolongan lagi mengontrol sikap ibunya. Ia melihat Hani yang masih merasa tertekan, kemudian memeluknya seraya meminta maaf atas perlakuan ibunya. Ia juga meminta maaf pada Clara yang juga dihina oleh ibunya, juga Tasya.


“Tak apa mereka mau menghina aku, Kak, aku memang pantas diperlakukan seperti ini, sebagai konsekuensi dari perbuatanku. Tapi aku tidak terima kalau mereka menghina Kak Hani. Dia tak salah apa-apa. Jangan bawa-bawa Kak Hani atas  kebodohanku, juga atas sikap tak baiknya ibu kami,” ujar Clara yang tak henti membela sang kakak.


Razka memahami perasaan Clara, ia kembali meminta maaf dan berjanji akan menegur ibunya, juga memberi peringatan keras pada Tasya.


Hani pun mengajak Razka juga Clara untuk segera pulang.


###


Saat di mobil, Clara terus mengingat Tasya. Ia merasa wajah Tasya tak asing baginya. Entah mereka pernah bertemu di mana, ia masih terus mengingatnya. Lalu, ia mulai mengingat di mana ia pernah melihat Tasya pertama kali.


“Ada apa, Clar?” tanya Razka ingin tahu.


Clara pun mulai menjelaskan bahwa ia pernah tak sengaja bertemu Tasya di salah satu hotel saat tengah menginap bersama Rudi. Tepatnya, mereka bertemu saat sedang sarapan di restoran hotel. Saat itu, Tasya tampak berbincang dengan seorang lelaki muda.

__ADS_1


Saat tengah dalam perjalanan, Razka meminta izin pada Hani dan adiknya untuk mampir ke kantornya sebentar untuk mengambil berkas, karena kebetulan jalan pulang ke rumah Hani juga akan melewati kantor Razka.


“Cuma sebentar kok, kita hanya berhenti di depan lobi saja, nanti ada stafku yang sedang lembur yang akan langsung memberikan berkasnya, jadi tidak perlu menunggu aku masuk ke dalam,” jelas Razka.


Clara pun dengan senang hati mempersilakannya. “Aku jadi bisa tahu kantor Kak Razka.”


Saat mobil Razka tiba di depan lobi, salah seorang staf yang sudah menunggunya, bergegas memberikan sebuah map biru kepada Razka.


“Terima kasih ya,” ucap Razka pada staf tersebut kemudian kembali melajukan mobilnya.


Clara melihat staf tersebut cukup lama seakan mengingat sesuatu, hingga mobil Razka perlahan menjauh dari lobi, Clara masih terus melihatnya hingga memutar tubuhnya ke belakang.


Hani yang melihat sikap aneh adiknya ini pun kemudian menegurnya. “Ada apa sih, Clar?”


“Itu laki-laki muda yang aku temui di restoran hotel bersama Tasya.”

__ADS_1


Seketika Razka mengerem mobilnya mendadak, hingga Hani dan Clara hampir setengah terjungkal.


...****************...


__ADS_2