
Ke esokan harinya mamah Anna dan papah Adhi pun menjemput sang besan pulang ke rumah bukan pulang ke rumah lama tapi ke tempat kediaman Alvian.
Sesampainya di kediaman Alvian semuanya pun turun dari mobil, mamah Dede kebingungan kenapa di bawa ke sini. mamah Dede menatap Tata meminta penjelasan, sedangkan tata hanya mengangkat bahu tanda tidak tabu.
" Ayo jeng kita masuk " ucap mamah Anna menghampiri mamah Dede dan tata, Tata dan mamah Dede pun masuk ke dalam rumah. di dalam sudah ada mbak Suti varrell dan Vera mbak Sinta Vita.
" Mamah " ucap Verrel dan Vira bersamaan dan menghambur ke pelukan sang mamah, setelah cukup berpelukan dengan sang mamah Verrel dan Vira menuntut mamah Dede ke arah sopa
" Begini jeng saya dan suami saya beserta Alvian meminta kamu dan anak-anak kamu tinggal di rumah Alvian, karena rumah ini tidak ada yang memakainya " ucap mamah Anna menjelaskan mamah Dede tinggal di rumah Alvian.
" Tapi mbak ini berlebihan sekali " ucap mamah Dede tak enak hati.
" Tak apa-apa jeng, mau ya tinggal di sini " ucap mamah Anna membujuk besannya.
" Ya udah kalo begitu saya akan tinggal di Alvin mbak, laku tata di sini " menerima penawaran.
" Mah tata ikut suami tata, ke rumah utama " ucap tata.
" iya sayang kamu harus melayani suami kamu dan harus nurut apa kata suammu nak " ucap mamah Dede tersenyum, sedangkan tata hanya menganggukkan kepalanya.
Mbak Suti pun datang membawa minuman beserta beberapa cemilan, lalu mbak Suti pun meletakanmya di meja..
" Nak suami kamu kemana " tanya mamah Dede tiba-tiba mencari menantunya itu.
" Kak Vian kerja mah " ucap tata, tiba-tiba Alvian pun datang dengan asisten Ryo.
" Maaf telat datang " tiba-tiba datang Alvian bersama asisten Ryo, mamah Anna dan yang lainnya menoleh ke arah Alvian dan dan asisten Ryo.
Alvian pun berjalan ke arah mamah Anna, dan duduk di samping mamah Anna. Mamah Dede tersenyum ke arah menantunya Alvian pun membalas senyumannya ke arah mamah Dede.
" Alvian kamu kemana saja baru datang " ucap mamah Anna.
" Sorry mah tadi ada miting di kantor " ucap Alvian.
" Alvian rumah ini akan di pakai oleh ibu mertuanmu dan adik-adik iparmu, menurut mu nggak masalah kah kamu tinggal di rumah utama Dengan tata " ucap mamah Anna, sedangkan Alvian hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Tidak masalah mah, yang terpenting rumah ini ada yang mengisi nanti vian cari asisten rumah tangga dan supir untuk di rumah ini " ucap Mamah Anna mengangguk tanda setuju. sedangkan tata dan mamah Dede hanya saling pandang.
Tak lama mbak Suti datang menghampiri kedua keluarga besan untuk makan siang.
" Permisi nyonya Anna ibu Dede makanannya sudah siap " ucap mbak Suti.
" Ya sudah ayo kita makan " ucap mamah Anna, semuanya pun berdiri dan menuju ke dapur tata melayani suaminya mengambilkan nasi dan lauk pauk nya.
Setelah makan siang mamah Anna dan yang lain pun beristirahat, sedangkan tata ke kamar yang sudah di tunjukan oleh mamah Anna.
clek....
Tak beberapa pintu pun terbuka, Alvian pun masuk ke dalam kamarnya. tata melihat Alvian datang menundukkan kepalanya karena takut.
Alvian menghampiri tata dan duduk di sofa, sedangkan tata masih berdiri dan menundukkan kepalanya.
" Duduk " ucap Alvian menyuruh tata duduk, sedangkan tata pun langsung duduk di samping Vian.
" Ada apa " tanya vian pada tata dengan nada dingin, Alvian memutuskan untuk membuka hati membuka lembaran baru. tapi Vian masih ragu dengan tata.
" Mengapa setiap kamu berpapasan dengan saya menunduk dan ketakutan " tanya vian pada tata. tata saat itu sedang meremas tangannya karena takut.
" Ti..tidak ada apa-apa tuan " ucap tata.
" Sebenernya saya ingin menghukum dirimu karena tidak ada di rumah, kemarin kemana " ucap Vian datar..
" Maafkan saya tuan, saya kemarin bingung mau menghubungi Tuan bagai mana karena saya tidak punya nomer telpon anda, kemari. mamah pingsan Setelah tau kita menikah " ucap tata menjelaskan dengan gugup dan takut.
" Baiklah kali ini ku ampuni kamu " ucap Vian berdiri Lalu melangkah ke kamar mandi guna untuk membersihkan dirinya.
Tata pun sudah mengantuk tata pun berjalan mengarah ke lemari mengambilkan selimut dan tidur di sofa, tata pun perlahan memejamkan mata nya tak lama kemudian tertidur. karena tadi malam tata tak tidur menjaga mamahnya di rumah sakit.
30 menit kemudian
Tak lama kemudian Alvian pun selsai mandi dan melangkah keruang gantinya, Selsai berganti baju Vian Pun keluar dari Raung gantinya dan melihat ke arah sang istri yang tertidur pulas. Vian hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
kenapa tidur di sofa di kasur kan luar pikir Vian, Via pun bergegas ke luar kamar dan turun ke dapur mengambil air putih.
di sana juga ada mamah Dede yang sedang duduk di kursi meja makan, Vian pun mendekat dan menyapa mertua nya itu
" Tanteu mengapa ada di sini " ucap Vian masih memanggil tanteu, mamah Dede pun melihat ke arah Vian lalu tersenyum.
" Tidak apa-apa nak, mamah hanya bosan di kamar " ucap mamah Dede.
" Ouh begitu kenapa tidak ketaman belakang " tanya vian. mamah Dede hanya menggeleng dan tersenyum.
" Vian panggil mamah " tiba-tiba mamah Anna datang ke arah dapur.
" I-iya mah " ucap Vian gugup, mamah Dede hanya tersenyum melihat menantu nya gugup.
" Jeng kenapa di sini " tanya mamah Anna.
" Tidak Bu, saya hanya bosan saja jadi saya duduk di sini " ucap mamah Dede.
" Ya sudah saya temani saja ya jeng " ucap mamah Anna.
" Tidak usah repot-repot Bu, saya tidak enak karena banyak menyusahkan kalian. " ucap mamah Dede.
" Tidak mah, mamah sudah menjadi keluarga ku jadi mamah tidak usah merasa di repotkan " ucap Vian.
" Iya jeng apa kata vian, kita sudah jadi keluarga jadi tak usah merasa di repotkan " ucap mamah Anna yang sedari tadi duduk di samping Mamah Dede.
Mamah Dede hanya tersenyum bahagia mempunyai besan dan menantu sungguh baik, dan tak memandang siapapun.
" Vian di mana istrimu? Sedari tadi tak muncul " tanya Mamah Anna kepada Vian.
" Tata sedang tidur mah, sepertinya dia kelelahan " ucap Vian. mamah Anna dan mamah Dede hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah mengobrol mamah Anna dan mamah Dede pun kembali ke kamar masing-masing, Vian pun ke kamar karena sangat lelah bekerja sepanjang hari.
Setelah masuk ke kamar Vian Melihat sang istri masih tertidur kelap, Vian pun mendekat ke ranjang lalu perlahan tertidur.
__ADS_1