
Beberapa hari kemudian.
Tata sedang bersiap-siap karma akan keluar kota dalam beberapa hari.
ibu tata sudah mulai membaik dan di rumahnya sudah ada sister yang merawat ibunya tata.
Tata pun keluar dari kamar dan menarik kopernya yang isinya perlengkapan baju kerja dan biasa.
" mah tata pamit ya, nggak apa-apa kan tata tinggal beberapa hari keluar kota " ucap tata duduk di sebelah ibunya di ruang keluarga.
" Iya sayang kan di sini ada mbak Suti, Vira dan Verrell kamu jangan kwartir " ucap mamah dede.
" Iya mbak tata biar Suti jagain ibu Dede dan dek Vira verrell " ucap mbak Suti tersenyum ramah.
" Iya mbak Suti sekali lagi maksih ya udah mau jagain ibu dan adik-adik tata. " ucap tata.
" Iya mbak tata sama-sama " ucap mbak Suti.
Tin...Tin...Tin....
Tak lama supir mamah Anna menjemput tata karma 2jam lagi akan penerbangan ke kota Surabaya.
" Permisi ceff tata saya utusan nyonya Anna menjemput nona tata " ucap supir mamah Anna.
" Ouh iya sebentar ya pak, saya pamit dulu pada ibu saya " ucap tata.
" Silahkan ceff " ucap supir mamah Anna.
" Mamah tata berangkat dulu ya, doain tata semoga tata lancar dengan pekerjaan tata " ucap tata pamit pada mamah Dede.
" Iya sayangku hati-hati di jalan ya " ucap mamah Dede meneteskan air mata karena baru pertama kali harus melepaskan putrinya untuk kerja keluar kota.
" Vira verrell kalian jaga mamah, kalo kalian sudah selsai sekolah langsung pulang ya " ucap tata.
" Iya kakak hati-hati " ucap keduanya memeluk sang kakak.
" hati-hati ya mbak tata " ucap mbak Suti.
Setelah berpamitan berpamitan dengan keluarga nya, tata pun masuk ke dalam mobil koper sudah di masukan ke dalam bagasi.
Bandara Soekarno-Hatta.
__ADS_1
Tata sudah sampai di bandara, tata menunggu Mamah Anna mbak Sinta, dan Vian asisten Ryo di ruang VIP yang sudah di siapkan oleh mamah Anna. Tak lama kemudian mamah Anna sudah sampai bandara menyusul tata ke ruang VIP.
" Tata kamu sudah lama menunggu " tanya mamah Anna menghampiri tata yang duduk sendiri, tata pun berdiri karena sudah ada mamah Anna dan yang lain.
" Pagi nyonya, baru sampai 10 menit yang lalu nyonya " ucap tata membungkuk.
" Tata kamu tidak usah begitu, saya tidak enak kalo kamu begitu " ucap mamah Anna menegur tata.
" Karma nyonya adalah atasan saya " ucap tata tersenyum.
" Kamu ini " ucap mamah Anna menggelengkan kepalanya.
Semuanya pun duduk menunggu jam penerbangan 30 menit lagi.
" Vita semuanya sudah kamu siapkan? apa semuanya sudah beres " tanya mamah Anna pada sang asisten.
" Sudah nyonya " ucap Vita.
Setelah menunggu lama jam penerbangan ke Surabaya pun akan lepas landas, Tata pertama kali naik pesawat rasanya campur aduk. tata duduk bersama Vita, Vita di situ melihat tata ketakutan akhirnya mencoba menenangkan tata memegang tangan tata seolah mangatakan jangan takut.
Setelah penerbangan beberapa jam di pesawat akhirnya pesawat pun tiba di Surabaya, tata lega akhirnya mendarat dengan sempurna.
Setelah semuanya turun dari pesawat, Mamah Anna sudah di tunggu oleh pengawal yang di siapkan oleh asisten Ryo.
" Terimakasih " ucap mamah Anna.
semuanya pun masuk ke dalam mobil masing-masing yang sudah di siapkan dan langsung menuju villa. setelah sampai di villa semuanya pun beristirahat di kamar masing-masing yang sudah di sediakan di villa.
Ke esokan harinya
Tata pun bangun subuh setelah membersihkan wajah turun ke bawah karena akan menyiapkan sarapan untuk penghuni di villa, di sana sudah ada para asisten sedang memberikan villa.
" Maaf di sini dapur sebelah mana ya " tanya Tata kepada salah satu asisten yang ada di villa.
" Sebelah sana ceff " ucap salah satu asisten yang menunjukkan arah dapur
" Terimakasih " ucap tata bergegas ke dapur, Tata pun mulai mempersiapkan bahan-bahan yang akan di olah untuk sarapan pagi ini, dirasa udah siapa siap bahan-bahannya tata pun mengupas satu persatu bahan makannya.
1 jam kemudian.
Tata sudah selesai memasak, Tata pun meletakkan masakannya di meja makan dibantu para asisten rumah tangga yang ada di villa.
__ADS_1
Setelah meletakkan makanan di meja Tata pun naik ke lantai atas untuk mandi dan bersiap karena jam 8 pagi harus jadi berhijab karena jam 10 pagi cafe akan dibuka.
Mamah Anna pun sudah bersiap lalu ke ruang makan untuk sarapan, di sana sudah disiapkan berbagai jenis makanan yang sudah dimasak oleh tata. Mamah Anna bingung sebanyak ini siapa yang masak.Tak lama mbak Sinta pun datang menghampiri mama Anna yang kebingungan.
" Selamat pagi kakak " ucap mbak Sinta menyapa sang kakak ya itu Anna.
" Selamat pagi juga Sinta " ucap mamah Anna yang masih Fokus melihat makanan yang ada di meja, Sinta pun melihat arah kakaknya yang Fokus melihat makanan yang sudah di hidangkan di meja
" Loh kakak siapa yang masak sebanyak ini, hmmm seperti enak " ucap mbak Sinta melihat-lihat santapan di depan meja makan.
" Entahlah Sinta siapa yang masak sebanyak ini seperti nya enak " ucap Mamah Anna, mbak Sinta pun memanggil salah satu asisten nya.
" Mbok siapa yang masak " tanya Mbak Sinta.
" Anu non Sinta yang masak ceff tata " ucap mbak ketakutan.
" Ouh gitu maksih mbak " ucap mbak Sinta, Sinta pun menarik kursinya lalu duduk.
" Tata ada ada saja ya kak sampai-sampai menyiapkan sarapan pagi untuk kita segala " ucap mbak Sinta, tak lama Vian dan asisten Ryo pun datang dan langsung duduk.
" Siapa yang masak sebanyak ini mah " tanya vian.
" Biasa lah kalo bukan ceff tata siapa lagi " ucap mamah Anna. Vian hanya ber oh ria, Vian pun hendak mengambil sarapan tapi di cegah oleh mbak Sinta.
Plakkk....
Mbak Sinta memukul lengan Vian pelan, Vian pun meringis kesakitan.
" Tunggu tata dulu " ucap mbak Sinta.
" Tapi aku sudah lapar aunty " ucap Vian.
" Tidak sopan kamu " ucap mbak Sinta Vian pun hanya mengalah menunggu tata, tak lama tata pun datang bersama Vita.
" Selamat pagi tuan dan nyonya mbak Sinta " ucap tata menyapa.
" Pagi tata " ucap mamah Anna dan mbak Sinta, sedangkan Vian hanya kesal menunggumu tata.
" Loh kenapa belum sarapan " tanya tata melihat mereka yang belum sarapan.
" Ini semua gara-gara kamu, saya nunggu kelaparan " ucap Vian ketus.
__ADS_1
" Vian, seharusnya bersyukur sudah di buatkan sarapan sama ceff nya langsung " tegur mamah Anna.
" Sudah-sudah ayo kita sarapan " ucap mbak Sinta mengalihkan pembicaraan, dari pada perang kan hehehe, semuanya pun sarapan dengan tenang.