KISAH CINTA SANG CEO

KISAH CINTA SANG CEO
Bab 3


__ADS_3

Sore pun tiba.


Tak terasa semua pekerjaan para karyawan selsai, walaupun masih ada beberapa pengunjung para karyawan bisa beristirahat sejenak.


Di ruangan Vian.


Mamah Anna masih di cafe bersama suaminya di temani mbak Sinta. mamah Anna penasaran dengan perempuan yang bernama tata.


" Sin yang tadi kamu bilang tata itu gimana sih ? tanya mamah Anna penasaran.


" Emang nya kenapa kak? apa kakak mau mencarikan menantu untuk Vian " tanya Mbak Sinta dengan candaannya.


" Entahlah sin, kakak tertarik padanya tadi kakak bertemu dengannya di mushola. Dia berdo'a untuk kesembuhan ibunya " ucap mamah Anna menceritakan siang tadi.


" Ouh gitu kak, dia cerita sama Sinta. Ibu nya memang sedang sakit-sakitan di bawa periksa ke rumah sakit tidak mau, Sinta juga pernah menjenguk ibunya tata dia baik sekali " ucap mbak sinta menceritakan tentang ibu tata.


Setelah berbincang-bincang dengan mbak Sinta mamah Anna mendapatkan tlp dari sang anak ya itu Vian.


📞📞📞 ( Anak nakal )


" Hallo assalamualaikum " ucap Vian.


" Waalaikumsalam Vian, ada apa nak ? " tanya mamah Anna.


" Mah sebentar lagi vian berangkat " ucap Vian mengabari sang mamah Anna.


" iya nak hati-hati y " ucap sang mamah.


" Iya mah Vian tutup dulu telepon nya assalamualaikum " ucap vian pamit kepada sang mamah Anna.


Setelah mematikan teleponnya mamah Anna dan sang suami pamit pulang karena sudah mulai sore, mamah Anna dan beserta suami sepakat untuk menjodohkan Vian dengan tata. Tentunya di Bantu dengan mbak Sinta.


Setelah berpamitan mbak Sinta pun kembali bekerja, tak lama tata datang.


tok....tok...tok...


" Masuk " ucap mbak Sinta dari dalam ruangan, tata pun masuk ke dalam.


" Permisi mbak Sinta, tata bersama adik-adik tata pamit dulu ya " ucap tata pamit pada mbak Sinta.


" Ouh iya tata, hati-hati ya di jalan " ucap mbak Sinta mempersilahkan tata pulang.


Tata pun dan adik-adiknya pulang ke rumah, sesampainya di rumah tata dan adik-adiknya memberikan diri nya dan bersiap untuk sholat magrib.

__ADS_1


Selsai melaksanakan sholat magrib tata beserta adik-adiknya makan malam sedangkan sang ibu beristirahat di kamar karena lelah.


di sisi lain.


Vian dan asisten Ryo sudah mendarat sempurna di bandara Soekarno-Hatta Jakarta, vian pulang ke rumah utama karena memang Vian tinggal di rumah utama, walaupun sudah mempunyai rumah sendiri tapi sang mamah meminta vian tetap tinggal di rumah utama.


Sesampai di rumah utama vian bertemu dengan orang tua nya di ruang keluarga.


" Assalamualaikum mah pah " ucap Vian bersalam kepada kedua orang tua nya.


" Waalaikumsalam " ucap mamah dan papah Vian.


" Mah pah Vian ke atas dulu ya bersih-bersih badan, nanti Vian turun ke bawah " ucap Vian bergegas pergi ke kamarnya.


Setelah Vian memberikan diri nya, Vian pun turun ke bawah menemui orang tuanya. Vian pun duduk mendengarkan pembicaraan orang tuanya.


" Vian bagai mana pekerjaan mu nak " tanya sang papah.


" Baik pah semuanya lancar tidak ada kendala " ucap Vian santai.


" Vian mamah mau bicara " ucap mamah Anna serius.


" Mamah mau bicara apa " tanya vain.


" Mah sebenernya Vian malas, sudah Vian katakan bukan itu di serahkan pada aunty Sinta. itu mau berkembang atau tidak ya Vian tidak ada urusannya " ucap Vian kesal setiap kali membahas tentang cafe, sebenernya Vian hanya menuruti dulu calon sang istri ingin memiliki cafe dan Vian wujudkan. tapi sekarang Vian tak memperdulikan cafe itu.


Mamah Anna hanya menghela nafas panjang karena melihat sikap anaknya itu.


" Tapi nak sesekali kunjungi lah cafe kamu sekarang sudah berkembang pesat, bahkan kamu harus membuka cabang di beberapa kota karma banyak yang meminta " ucap mamah Anna.


" Baiklah mah besok aku bersama ryo akan datang ke cafe " ucap Vian.


" Iya mamah juga ingin ke sana besok bersama kamu dan papah nggak bisa ikut karena ada urusan di luar " ucap mamah Anna.


" Okey kalo begitu Vian istirahat dulu ya mah, selamat malam Good night mah pah " ucap Vian lalu pergi ke kamarnya untuk istirahat.


" Good nay " ucap mamah Anna dan papah Adhi.


ke esokan harinya


Tata sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja bersama verrell sedangkan Vira menjaga ibunya yang sedang sakit.


" Vira kakak sama Abang verrell berangkat kerja dulu ya, kamu jaga mamah baik-baik " ucap tata pamitan pada sang adik.

__ADS_1


" Iya kak hati-hati ya " ucap Vira.


Tata dan Verrel pun sudah berangkat naik angkutan umum, tata sudah terbiasa bersama sang adik naik angkutan umum


Sesampainya di cafe tata dan verrell bersiang berganti pakaiannya menggunakan seragam cafe.


Setelah berganti baju tata dan verrell pun ketempat masing-masing, tak lama kemudian mbak Sinta pun datang dan langsung masuk ke dalam ruangan Vian.


Di rumah utama


Vian dan keluarganya sedang sarapan, selsai sarapan Vian naik ke atas karena akan ke cafe bersama Sang mamah Anna.


" Vian kamu sudah siap belum " ucap mamah Anna dari luar.


" Iya mah aku sudah siap ko " ucap Vian membuka pintu kamarnya lalu bergegas turun ke bawah bersama Anna.


" Papah sudah berangkat mah " tanya vian mencari sang papah.


" Sudah barusan sama supir di antar " ucap mamah Anna.


" Ya sudah yuk berangkat, nanti keburu macet di jalan " ucap Vian.


" Iya " menganggukkan kepalanya


Vian dan sang mamah Anna berangkat ke cafe, Setelah perjalanan 30menit akhirnya Vian dan mamah Anna pun sampai. Vian dan mamah Anna sudah di tunggu mbak Sinta.


" Assalamualaikum aunty, apa kabar " ucap Vian mencium pipi mbak Sinta.


" Waalaikumsalam ponakan ku yang nakal " ucap mbak Sinta tersenyum.


" Ayo masuk " ucap mbak Sinta mempersilahkan mereka masuk. mamah Anna dan Vian pun masuk ke dalam ruangan pribadi Vian di susul mbak Sinta. Vian pun duduk di ruang kerjanya dan mbak Sinta bersama mamah Anna duduk di sopa.


tok...tok...tok....


Mbak Sinta pun membukakan pintu untuk tata yang membawa minuman dan masakan yang di pesankan oleh mbak Sinta, untuk mamah Anna dan Vian. tata pun masuk ke dalam ruangan tersebut dan meletakan minuman beserta makanan di meja.


Vian sedari tadi hanya melihat berkas-berkas yang harus di tandatangani kontrak untuk membuat cabang di beberapa kota.


" Terimakasih tata " ucap mamah Anna.


" Iya nyonya sama-sama " ucap tata tersenyum.


Vian yang mendengar suara tata refleks mendongakkan kepalanya, Vian terkejut bukan main.

__ADS_1


Wanita itu


__ADS_2