KISAH CINTA SANG CEO

KISAH CINTA SANG CEO
Bab 15


__ADS_3

" Buat bubur mah " ucap tata.


" untuk siapa " tanya mamah Anna heran.


" Untuk k Vian mah, k Vian demam belum sarapan " ucap tata, mamah Anna yang mendengarnya Vian sakit terkejut.


" Mamah ke atas dulu ya nengok Vian. " ucap mamah Anna, tata hanya mengangguk..


Mamah Anna pun bergegas ke kamar Vian untuk memeriksa sang anak yang sedang sakit, Mama Annaa merasa bersalah semalam sudah memarahinya. Sesampainya di kamar Vian mamah Anna pun mendekat ke arah sang anak.


" Vian " panggil mamah Anna, mengelus kepalanya dengan kasih sayang seorang ibu.


" Mamah " ucap Vian lemas. menatap sang Mamah sendu.


" Maafkan mamah ya sayang, semalem mamah memarahimu " ucap mamah Anna meneteskan air mata.


" Mamah jangan menangis aku tidak apa-apa, ini hanya demam biasa mah " ucap Vian berbaring dan menghapus air mata sang mamah.


Lalu mamah Anna memeluk Vian dengan erat dan penuh kasih sayang, setelah berpelukan mamah Anna mengambil kompresan lalu meletakan sapu tangan di kening Vian.


" Mah tata kemana " tanya Vian, menatap mamah Anna. mamah Anna hanya tersenyum.


" Tata di dapur nak dia sedang membuatkan bubur untukmu. " ucap mamah Anna. Tak lama kemudian tata datang membawa nampan berisi bubur satu mangkuk dan minuman beserta vitamin.


Tata pun mendekat ke arah Vian dan mamah Anna, lalu meletakan nampannya di meja dekat kasur.


" Mah ini bubur nya " ucap tata, mamah Anna hanya menganggukkan kepalanya hendak mengambil mangkuk berisi bubur tapi di tahan oleh Vian..


" Mah aku tak mau di suapi mamah " ucap Vian mengerucutkan bibir nya. mamah Anna menyerengit heran dan menaikan kedua ilisnnya tanda bertanya kenapa ?.


" Pokonya aku tak mau di suapi mamah, aku kau di suapi tata " ucap Vian merajuk lalu membelakangi mamah Anna dan tata.


Mamah Anna dan tata saking menatap satu sama lain, mamah Anna tersenyum dan ternyata anak lelakinya ingin di manja oleh menantunya itu. mamah Anna menatap tata dan mengangguk tanda setuju tata menyuapi Vian.


Mamah Anna minggir dan tata pun duduk di pinggir kasur, dan membelai punggung Vian..

__ADS_1


" Kak Vian makan yuk. " ucap tata lembut. Vian pun membalikan badannya mukanya masih di tekuk karena mamahnya masih di sini. mamah Anna mengerti maksud Vian dia tak ingin di ganggu oleh mamahnya ada-ada ini anak.


" Tata mamah ke bawah dulu ya, mau manggil dokter " ucap mamah Anna, tata pun mengangguk kepalanya. mamah Anna melangkah keluar dan turun ke bawah..


" Tuan ayo sarapan " ucap tata menyodorkan sendoknya ke arah vian, Vian pun memalingkan wajahnya karena masih merajuk. tata menghela nafas sabar sabar lalu meletakan mangkuknya di meja.


" Tuan ayo, tuan maunya apa " tanya tata seraya memegang tangannya dengan lembut.


" Kenapa kamu masih memanggil ku tuan sih " ucap Vian ngambek. OOH jadi itu maksudnya dia nggak kau makan karena di panggil tuan. tata nya menggelengkan kepalanya.


" Jadi mau tuan di panggil apa " tanya tata.


" Tuh kan tuan lagi " ucap Vian Lalu berbaring dan membelakangi tata, Tata hanya menepuk jidatnya.


" haduh baiklah mas sekarang waktunya makan ya habis itu minum vitamin. " ucap tata, Vian pun membalikan badannya lalu tersenyum.


DEG......


Tata melihat senyum Vian jantungnya berdetak kencang karena melihat senyuman Vian yang menawan dan tak pernah di lihat oleh tata.


" Dih PD sekali " ucap tata memalingkan wajahnya.


" Benarkah " mencolek pipi tata.


" Ist mas... ayo sekarang makan dulu habis itu istirahat " ucap tata mengambil mangkuk dan menyuapi Vian, Vian pun menerima dengan senang hati.


tak jauh dari sana.....


mamah Anna hendak masuk ke kamar vian bersama dokter, tapi di urungkan karena mamah Anna melihat kemesraan Vian beserta menantunya itu..


" Rik sepertinya kita tunggu di sana dulu aja " ucap mamah Anna menunjukan sofa dekat kamar Vian.


" memangnya kenapa aunty " ucap Dr.riko. sahabatnya Vian.


" Soalnya Vian lagi manja-manja dengan Tata " ucap mamah Anna tersenyum, Dr.riko pun mengangguk dan paham.

__ADS_1


Tak lama kemudian tata pun keluar membawa nampan bubur yang sudah habis, tata melihat mamah Anna dan dokter menghampiri mereka..


" Loh mamah, kenapa kalian duduk di situ " tanya tata.


" Hummm nggak apa-apa kok, mamah nggak mau ganggu kemesraan kalian " ucap mamah Anna seketika tata pipinya memerah menahan malu karena ketahuan.


" Ya sudah tata ke bawah dulu ya simpan ini " ucap tata turun ke bawah. sedangkan mamah Anna dan dokter Riko masuk kedalam kamar Vian.


" Vian periksa dulu ya " ucap mamah Anna..


sedangkan Vian hanya menurut. Dokter Riko segera memeriksakan kesehatan Vian. setelah Vian di periksa dokter mengatakan..


" Tanteu dia hanya demam dan kurang istirahat, ini saya bawa vitaminnya tanteu. dan lu Vin jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan jadinya begini kan " ucap Riko..


Tak lama kemudian Tata masuk ke dalam kemar dengan membawa air jahe. tata mendekat ke arah mamah Anna dan meletakan minuman jahe nya.


" Eh kamu ceff tata temennya Rara dan Maya mesy " tanya Dr Riko. Sedangkan tata yang di tanya bingung. Riko yang melihat Tata bingung pun membuka ponselnya dan menunjukkan foto Tata Rara, Maya, mesy. tata yang melihat itu pun seketika teringat mereka.


" Eh iya ini kakak kelasku, sudah jadi sahabat " ucap tata tersenyum.


" Oh ternyata ini istri dari Alvian Alexander ya itu sahabatnya calon istriku mesy " ucap Dr.riko tak menyangka ternyata Tata adalah istri dari Alvian Alexander kata sahabat dari calon istrinya yaitu Mesy


Setelah berbincang-bincang Dr Rico pun pamit Mama Anna mengantar Dr Riko ke depan sedangkan di kamar hanya ada ada Tata dan vian.


" Mas minum obat dulu ya habis itu tidur " ucap Tata sedangkan Vian hanya mengangguk kepala karena masih lemas


setelah meminum obat vian pun memejamkan matanya sedangkan Tata bersiap-siap untuk bekerja, setelah bersiap-siap vian pun bangun.


" Loh kamu mau ke mana sudah rapi begitu " tanya Vian. Tata pun menoleh ke arah Vian.


" aku harus bekerja " ucap tata.


" kamu tega meninggalkan suamimu sendiri yang sedang sakit, cafe itu sudah ada yang menghandle aunty Sinta. Jadi kamu jangan khawatir " ucap Vian. tata tak enak kepada aunty Sinta karena harus izin bekerja.


" baiklah aku tidak akan bekerja " ucap tata Vian lalu tersenyum dan menepuk tempat tidur yang kosong Tata pun mengerti lalu menghampiri sang suami dan berbaring di sebelahnya, Vian lalu memeluk sang istri. sedangkan taa yang dipeluk hanya diam membiarkan sang suami memeluk nya dan pada akhirnya mereka tertidur.

__ADS_1


__ADS_2