
" gini Bu, di sini ada yang bernama tata tolong ya untuk ini ingin menghabiskan waktu bersama nya. saya merindukan adik saya yang sudah menghilang 3thn " ucap Rara memohon.
Mbak Sinta bingung ada apa dengan ini semuanya, mbak Sinta mengizinkan tata bergabung dengan teman-teman. karena pekerjaan sudah selesai.
" Baik mbak saya akan menyuruh tata menemani kalian " ucap mbak Sinta.
" terimakasih ya Bu " ucap Rara tersenyum.
Tak lama tata sudah selsai memasak, dan membawankan pesanan kepada Rara dan Shifa. tata menghampiri meja yang di duduki Rara dan Shifa.
" loh mbak Sinta ko ada di sini? apa tata melakukan kesalahan " ucap tata panik.
" Ouh nggak ko Ta, tadi temenmu meminta mbak untuk kamu menemani temen-temen mu" ucap mbak Sinta.
" Ouh gitu ya mbak " ucap tata manggut-manggut.
" Ya udah mbak ke ruangan dulu, sebentar lagi suamimu jemput " ucap mbak Sinta meninggalkan tata Rara dan Shifa. Rara dan Shifa syok ternyata tata sudah menikah..
" Dek jelaskan sama kita kenapa kamu sudah menikah? terus manager itu siapa kamu ko dia tau kamu dan sudah menikah " ucap Shifa sewot.
" Maaf kak, tata sudah menikah dan yang barusan adalah aunty ipar nya tata " ucap tata menundukkan kepalanya.
Tata pun menceritakan kejadian beberapa bulan yang lalu, dimana Tata dan Vian harus menikah karena salah paham. Tata juga menceritakan bagaimana menderitanya sebagai seorang istri.
Shifa dan Rara Geram mendengar semua dan yang membuat mereka berdua kaget ternyata yang menikahi tato adalah teman SMA nya dulu.
" Apa Alvian Alexander what " ucap Rara dan Shifa.
" apakah kah tahu dia adalah suamiku " ucap tata.
" Iya kita tau, dia temen SMA semasa dulu " ucap Rara. Tata hanya menundukkan kepala karena sedih, memikirkan jalan hidup kedepan bagaimana.
di seberang sana ada sepasang mata yang memperhatikan wanita yang sedang berbicara, tak lain adalah Mbak Sinta ya Mbak sinta mendengarkan semua pembicaraan Rara Tata dan Shifa. Mbak Sinta merasa sakit atas perlakuan Alvian kepada menantu keponakannya.
rencananya Mbak Sinta akan mengirim tata ke tempat yang lebih jauh dari Alvian Alexander, yang membuat Tata akan tenang dan fokus dengan cita-citanya. hal ini akan dibicarakan dengan mamah Anna dan papa Adhi nantinya di rumah.
" Tata kamu ikut kakak aja yuk " ucap Shifa.
" Iya kamu ikut kita aja biar aman, aku nggak mau kamu sakit hati lagi dek " ucap Rara. tata hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" iya tapi Kak aku sudah menikah, aku harus gimana kak aku nggak bisa lepas dengan tanggung jawab sebagai seorang istri " ucap tata menunduk di dalam hatinya memang ingin pergi dari rumah, tapi mau bagai mana lagi tata sudah menikah dan memiliki tanggung jawab sebagai seorang istri.
tata dan Rara Shifa mengobrol banyak dengan tata, Rara benyak bercerita tentang pernikahan dan shifa bercerita tentang tunangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tak lama kemudian mobil Vian memasuki area perkir cefenya, tata yang sudah melihat suaminya buru-buru membereskan dan hendak pergi karena takut amarahnya keluar, tapi Rara menahan dan menggelengkan kepalanya untuk tidak pergi.
vian memasuki cefe dan melihat tata Rara beserta Shifa berkumpul, Vian menghampiri ketiganya.
" Rara Shifa kalian ada di sini " ucap Vian, sedangkan tata hanya menundukkan kepalanya.
" Iya " ucap Rara dan Shifa ketus.
" Loh kalian kenapa sih ko ketus jawab kalian " ucap vian melihat teman perempuan nya ketus
" nggak apa-apa sih, cuma heran aja tumben ke cefe biasanya malas ke sini " ucap Rara.
" mau jemput istri lah, Emang mau ngapain lagi " ucap Vian duduk di kursi
" apaan istri, Istri pale mu " ucap Shifa nyeletuk, tata yang mendengarkan mereka ngobrol dengan seenak jidat syok, pasalnya tidak ada yang berani berbicara sembarangan.
" humm nggak apa-apa kak hehehe " ucap tata.
" kalian kenal sama istri ku " tanya Vian.
" iya kenal, siapa sih yang nggak kenal ceff terkenal yang udah masuk di beberapa majalah dan stasiun televisi " ucap Rara, Vian hanya menganggukkan kepalanya.
Tata tak lama kemudian sudah selsai membereskan semua piring-piring kotor lalu berpamitan untuk membereskan ke dapur.
" Vian bayarin " ucap Rara
" iya Weh, kita udah nggak pernah di bayarin sama Lu terakhir di bayarin pas lulus kuliah dah " ucap Shifa.
" kalian masih inget itu aja hahahaha " ucap Vian tertawa.
" idih ya Donk kan lu raja teraktir dan es balok " ucap Rara.
" Nggak jelas lu pada " ucap Vian menggelengkan kepalanya, lalu tertawa bersama.
__ADS_1
Verell dan Vira berpamitan untuk pulang kepada Rara dan Shifa, karena sudah di jemput sang supir.
" kak pulang dulu ya " ucap verell.
" iya hati-hati ya "ucap shifa.
Verrell dan Vira bersalaman pada sang kakak ipar asisten Ryo Rara dan Shifa, kepada tata sudah berpamitan di dapur.
" assalamualaikum " ucap verell dan Vira.
" waalaikumsalam " jawab kompak.
verell dan Vira pun akhirnya udah menaiki mobil dan mobil pun melaju meninggalka cefe.
" Vian Lu kawal mamah Dede sama adik-adiknya " tanya Shifa
" Ya lah mereka tanggung jawab gue sekarang " ucap Vian. Rara dan Shifa hanya mengangguk kepala tanda paham.
setelah berbincang-bincang cukup lama Vian dan tata pamit hari sudah mulai sore, kebetulan mbak Sinta ikut pulang bersama.
...----------------...
Malam pun tiba
di kediaman Alexander, Mbak Sinta melihat arah kanan dan kiri untuk memastikan bahwa tak ada siapa-siapa di sana, hanya ada mamah Anna dan papah Adhi.
" sin kamu kenapa sih " tanya mamah Anna heran.
" kak, kakak ipar kita ngobrol di ruang tertutup ada hal penting yang harus ku bicarakan dengan kalian" ucap mbak Sinta. Mamah Anna dan papah Adhi saling memandang satu sama lain seolah bertanya ada apa ini
" kita berbicara di kamar kakak saja " ucap mamah Anna.
Mama Anna dan Mbak Sinta beserta papah Adhi masuk ke dalam kemar, mbak Sinta mengunci pintu kamar kakaknya lalu duduk di sebelah kakaknya
mbak Sinta menceritakan semua yang terjadi selama pernikahan Tata dan Vian, Mbak Sinta menjelaskan pertemuan tata dengan teman-teman Vian. mamah Anna dan papah Adhi terkejut atas perlakuan putranya.
" Aku harus bertemu dengan Vian " mamah Anna hendak berdiri, mbak Sinta menahan mamah Anna lalu berkata.
" kak lebih baik kita merencanakan sesuatu untuk tata, supaya dia tidak tertekan terus-menerus" ucap mbak Sinta.
__ADS_1
" benar apa yang di ucapkan Sinta mah, kita harus memikirkan sesuatu untuk tata " ucap papah Adhi. mamah Anna hanya menghela nafas panjang pusing entah apa yang membuat puteranya sebegitu benci pada menantu yang tak bersalah.