KISAH CINTA SANG CEO

KISAH CINTA SANG CEO
Bab 16


__ADS_3

jam 11 siang


di kamar Vian tata masih tertidur perlahan bangun, Tata menoleh kearah sang suami yang masih tertidur lalu menempelkan tangannya di kening Vian badannya masih hangat.


Tak lama kemudian tata turun ke bawah, di sana ada mamah Anna dan papah Adhi. tata terkejut mamah Dede berserta adik-adik ada di rumah utama.


" Mamah Vira verrell kalian kapan ke sini " ucap tata menghampiri mamah Dede dan menyalami. tata tun duduk di sebelah mamah Anna.


" belum lama Ta, tadi sekalian jemput adek-adekmu ke sekolah baru bisa ke sini. " ucap mamah Dede.


" Kak tata k Vian kemana " tanya verrell tak melihat Vian sedari tadi.


" Mas vian masih di atas dan badannya masih angkat " ucap tata mereka semuanya hanya menganggukkan kepalanya.


tata beserta keluarga besar ngobrol canda tawa, sedangkan Vira dan Verrell berenang di halaman belakang. tak lama kemudian Vian turun dari lantai atas dan menghampiri mamah Dede mamah Anna dan tata. Vian pun duduk di sebelah tata lalu meletakan kepalanya di bahu tata.


Mamah Anna dan mamah Dede hanya tersenyum melihat tingkah laku Vian, bermanja-manja dengan tata.


" Sayang kamu tadi habis dari mana, aku dari tadi mencarimu di kamar tidak ada. ternyata kamu ada di sana " ucap Vian manja. sedangkan tata hanya tersenyum lalu mengacak-acak rambut Vian.


" Ada mamah Dede di sini mas " ucap tata, Vian menatap mamah Dede yang tersenyum. lalu Vian mengalami mamah Dede dan duduk lagi di sebelah tata.


" Sayang aku Lapar " ucap Vian manja.


" Mas mau makan apa biar tata masakin " ucap tata menatap Vian.


" Ayam bakar kecap " ucap Vian.


" Ya udah tata ke dapur dulu ya, mas tunggu aja di sini " ucap tata hendak berdiri, tapi Vian mencegah tata.


" Ikut " rengek Vian pada tata.


" Tidak, mas di sini saja " ucap tata berlalu meninggalkan Vian dan mamah Anna mamah Dede.


Vian pun mendekat ke arah mamah Dede lalu meletakkan kepalanya lalu memejamkan mata mamah Dede tersenyum melihat menantunya Manja lalu mamah Dede mengusap-usap kepala dan membuat Vian nyaman dan tertidur.

__ADS_1


" Jeng maafkan Vian bila seperti itu " ucap mamah Anna, mamah Dede hanya menggeleng kepala dan tersenyum.


" tidak masalah mbak Anna, saya senang bila menantu ku bermanja padaku " ucap mamah Dede. mamah Anna hanya tersenyum.


30menit kemudian


Tata sudah selsai bergulat dengan dapur, selsai memasak tata menghampiri mamah Anna mamah Dede dan Vian yang sedang tertidur di paha mamah Dede. Tata pun duduk di sebelah mamah Anna lalu berbincang-bincang sejenak.


" Mah pesanan mas vian sudah jadi " ucap tata menatap Mamah Annaa, mamah Anna hanya mengangguk.


" Ya sudah kita bangunkan Vian " ucap mamah Anna. mamah Dede membelai dengan lembut untuk membangunkan Vian.


" Nak Vian ayo bangun, tata sudah menyiapkan ayam bakar kecap nya " ucap mamah Dede, perlahan Vian bangun. lalu bangkit dari paha mamah Dede sambil mengucek matanya.


" Kamu cuci muka dulu habis itu makan ya " ucap mamah Dede, Vian mengangguk lalu bangkit dan berlalu ke kamar mandi untuk mencuci wajah.


Tak lama kemudian Vian sudah duduk di kursi meja makan dengan muka yang segar, di sana sudah ada mamah Dede mamah Anna Vira dan Verrell beserta tata. Tata menghampiri Vian dan menyendokkan nasi dan ayam bakar kecap.


" ini mas " ucap tata meletakan piring nya di Depan Vian, Vian menerima dan langsung memakannya degan lahap. semua keluarga makan siang bersama dengan canda tawa.


" Tata gimana pekerja kamu " tanya mamah Dede.


" Kerjaan tata baik mah, mamah nggak usah khawatir ya " ucap tata.


" Mah kalo masalah uang biar Vian yang kasih setiap bulannya, biarkan Vira dan Verrell sekolah sampai kuliah " ucap Vian.


" Tata apa kamu mau kuliah " tanya mamah Anna, Vian inget istrinya juga ingin kuliah tetapi harus menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggalkan istri dan anaknya demi wanita lain.


" Tak usah mah, tata sudah nyaman bekerja dan tata juga sudah menikah jadi tata mau fokus sama keluarga tata saja " ucap tata tersenyum.


' Tapi sayang bukannya kuliah kedokteran itu impian kamu ya " ucap mamah Anna, Tata terkejut mengapa mamah Anna tau tata ingin kuliah di kedokteran.


" Mamah tau dari mamah mu nak " ucap mamah Anna merilik mamah Dede.


" sayang masa depan mu masih panjang, jadi capailah cita-cita kamu " ucap mamah Anna lagi. Sedangkan tata hanya tersenyum Vian hanya menyimak obrolan mereka.

__ADS_1


Setelah berbincang-bincang dengan keluarga, mamah Dede dan Vira verrell pamit pulang karena hari sudah mulai sore. Setelah tata mengantar mamahnya ke depan bergegas ke kamar untuk membersihkan dirinya yang sudah lengket.


Setelah membersihkan dirinya tata menyiapkan baju sang suami, tak lama kemudian terdengar pintu terbuka tata menoleh ke arah sang suami yang sudah masuk ke dalam kamar.


" Mas ini bajunya aku sudah siapkan, mas mandi dulu ya " ucap tata menundukkan kepalanya karena gugup dan takut, Vian yang melihat tata menundukkan kepalanya mengangkat dagunya perlahan menatapnya


" Sayang kenapa kamu menunduk humm " ucap Vian lembut.


" Maaf maaf aku takut dan gugup " ucap tata.


perlahan Vian memeluk tata dengan kasih sayang, Vian merasa bersalah karena membuatnya takut bukan nyaman..


" maafkan mas ya sayang, seharusnya mas tak membuatmu takut kenapa mas seharusnya mas membuat mu nyaman " ucap Vian mengelus punggung tata.


" Iya mas tidak apa-apa " ucap tata, perlahan Vian melepaskan pelukannya lalu mengecup singkat kening tata.


" Mas mandi dulu ya sayang " ucap Vian, sedangkan tata hanya mengangguk lalu memalingkan wajahnya karena Pipinya sudah memerah padam.


30 menit kemudian


Vian sudah selsai dengan acara mandinya, Vian keluar menggunakan handuk di pinggangnya tata yang melihat Vian terpesona. Vian melihat sang istri menatapnya seperti itu hanya terkekeh lalu mendekat


" Apa aku tampan " goda Vian, seketika Tata tersadar dari lamunannya dan pipi nya sudah merah padam.


Vian yang melihat pipi tata yang memerah padam mendekatkan wajahnya lalu mencium pipi Tata. Cup. setelah mencium pipi tata Vian memakaikan baju yang sudah di siapkan oleh istrinya.


...----------------...


Malam tiba.


Vian dan tata sudah bersiap-siap untuk istirahat Vian sudah berbaring di kasur, sedangkan tata masih menyelesaikan diri sendiri di cermin.


" Sayang apa masih lama " ucap Vian menatap istrinya duduk di depan cermin.


" Udah mas " ucap tata, Vian pun menepuk kasur di sebelahnya menyuruh tata untuk segera tidur di sebelahnya, tata mendekat ke arah Vian yang sudah di kasur lalu naik dan berbaring. Vian pun memeluk tata sedangkan tata yang di peluk tak menolak.

__ADS_1


__ADS_2