
Seperti biasa tata bangun subuh-subuh, tak bergegas menyiapkan perlengkapan suami dan dirinya. setelah menyiapkan perlengkapan tata turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan ternyata di sana ada mama Anna dan Mbak Sinta sedang duduk di meja makan.
kata pun menghampiri Mama Anna dan Mbak Sinta.
" Selamat pagi mah aunty " ucap taya.
" Pagi juga sayang sini duduk " ucap mamah Anna menepuk kersi meja sebelahnya, Tata pun mendekat lalu duduk di kursi sebelah mamah Anna.
" Ta kamu hari ini masuk kerja ?" ucap mbak Sinta.
" kerja aunty " ucap tata.
" Hmmm syukurlah, begini Ta pelanggang kita banyak sekarang dan lebih baik 2x lipat jadi kita harus kerja ekstra " ucap mbak Sinta. Tata hanya mengangguk. Tak lama ada telepon masuk dari sang adik verell
📱📞📞 Verell
" Assalamualaikum kak " ucap verell di sebrang sana.
" Waalaikumsalam dek, iya kenapa " ucap tata
" Kak aku boleh ke cafe nggak sama Vira soalnya kita bosan di rumah terus, mamah juga ada perlu di komplek sebelah " ucap verell.
" Loh bukannya kamu sama Vira harus sekolah ya " ucap tata.
" Kebetulan libur kak, soalnya kakak kelas lagi melaksanakan ujian dan libur 2 Minggu " ucap verell.
" Hummm rumah sekarang jauh, nanti kakak kesana jemput kamu " ucap tata.
" Ok kakak ya udah ya assalamualaikum " ucap verell menutup telponnya.
Tata pun selsai telepon dengan sang adik, lalu Tata mendekat ke arah mertua dan Mbak Sinta.
tata bersiap-siap menyiapkan sarapan pagi dibantu Mama Anna dan Mbak sinta.
Setelah memasak sarapan pagi membereskan peralatan dapur dan meletakkan masakannya, di meja makan setelah merapikan hidangan di meja makan Tata bergegas ke kamar untuk bersiap-siap bekerja.
" Sayang kamu dari mana saja " ucap Vian merapihkan baju kerja yang sudah di siapkan tata.
" Ouh Yadi aku di bawah, ngobrol dengan mamah dan mbak Sinta lalu membuat sarapan di bantu mamah dan mbak " ucap tata. Vian hanya mengangguk berohria.
__ADS_1
" Sayang pasangkan dasi ku " ucap Vian menyodorkan dasi ke arah tata, tata pun mendekat ke arah Vian lalu mengambil dasi dan memakaikannya.
selesai memasangkan dasi sang suami, Vian masih menatap tata yang pokus merapihkan pakaian sang suami.
" selsai " ucap tata tersenyum.
" Terimakasih " ucap Vian mengacak-acak rambut tata, tata hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Tata bersiap-siap memakai baju kerja, setelah bersiap-siap Tata melihat ke arah samping di sana ternyata Vian sedang duduk di sofa menunggunya. Vian mendekat ke arah Tata lalu menggenggam tangan untuk turun ke bawah.
Di ruang meja makan sudah ada papah Adhi dan mamah Anna beserta mbak Sinta yang sudah menunggu, seperti biasa tata menyiapkan sarapan untuk sang suami.
" Tata kita berangkat bareng " ucap mbak Sinta.
" iya aunty " ucap tata tapi Vian menghentikan sarapan paginya, dan menatap tata. tata yang merasa di tatap Vian menaikan alisnya bertanya
" Kenapa mas " ucap tata.
" sayang kamu sama aku aja berangkat kerjanya " ucap Vian tata menatap mbak Sinta.
" Tapi mas tata harus jemput Verell dan Vira dulu, mas berangkat aja ke kantor " ucap tata.
" ya udah mas, terserah Mama saja " ucap Tata Vian pun mengelus kepala Tata dengan kasih saya lalu melanjutkan sarapannya.
tak lama kemudian asisten Ryo pun sudah datang ke rumah utama, asisten Ryo menghampiri Vian yang masih di ruang meja makan.
" selamat pagi semuanya dan tuan Vian " ucap assisten Ryo.
" Selamat pagi juga " ucap semuanya tak terkecuali Vian hanya datar, tata yang melihat suaminya berubah menjadi datar menyenggol tangannya untuk menyapa Asisten Ryo.
" Pagi juga Ryo " ucap Vian, Asisten Ryo hanya tersenyum.
Mbak Sinta sudah bersiap-siap dengan pakaian lengkap kerjanya, Vian pun berdiri di ikuti oleh tata.
" Ryo saya dengan istri saya, kamu dengan aunty Sinta ya. nanti kita ketemu di cefe tunggu saya di sana " ucap Vian Asisten Ryo hanya mengangguk tanda paham.
Tata dan Vian pun masuk ke dalam mobil tak lama mobil sudah jalan meninggalkan rumah utama, di perjalanan di dalam mobil Tata hanya diam. hanya ada keheningan sedangkan Vian hanya fokus menyetir.
Vian membuka pembicaraannya dengan sang istri.
__ADS_1
" weekend kita nginep di rumah mama dedeh "ucapan Vian yang masih fokus menyetir.
data yang mendengar itu pun menoleh ke arah Vian dengan mata berbinar, Vian melirik kearah sang istri yang menatapnya dengan berbinar lalu tersenyum.
" benarkah mas " ucap tata. Vian pun hanya mengangguk kepala dan tersenyum.
tak lama kemudian mobil sudah sampai di depan rumahnya Vian, yang ditempati oleh Mama Dedeh dan beserta adik-adiknya yaitu verell dan Vira.
di sana sudah ada Verell dan Vira yang sudah menunggu sang kakak menjemputnya, sedangkan Mama Dedeh sudah berangkat ke komplek sebelah bertemu ibu-ibu pengajian. Tata turun dari mobil lalu menghampiri kedua adiknya.
" Assalamualaikum, maaf ya nunggu " ucap tata.
" Waalaikumsalam kak, iya nggak apa-apa ko lagian kita baru aja selsai sarapan " ucap verell.
" Mamah dan mbak kemana ? " ucap tata yang tak melihat mamah dedeh dan mbak.
" Ouh mamah sama mbak udah berangkat barusan, katanya buru-buru di sini cuma ada bibi " ucap verell.
Tak lama asisten rumah tangga di rumah mamah Dedeh pulang dari pasar, membawa sayurannya dan bahan-bahan lain untuk keperluan masak bibi Yuyun mendekat ke arah Tata.
" permisi den, bibi baru pulang " ucap bibi Yuyun.
" ouh iya Bi nggak apa-apa, kenalin ini kakak pertama saya " ucap verell memperkenalkan kakak pertama nya
" hallo bi, saya Virna panggil aja tata "ucap tata memperkenalkan diri, bibi Yuyun hanya tersenyum.
" Perkenalkan nona saya Yuyun, saya di tugaskan untuk bekerja di sini oleh nyonya besar Anna " ucap bibi Yuyun.
" iya Bi salam kenal, panggil aku mbak aja bi saya tidak terbiasa di panggil nona " ucap tata tersenyum, bibi Yuyun hanya tersenyum tak lama kemudian tata dan verell Vira pun berpamitan dengan bibi Yuyun.
verell dan Vira masuk ke dalam mobil yang sudah di tunggu oleh sang suami Vian, Vian tak turun karena hanya sebentar.
" Assalamualaikum kak Vian " ucap verell dan Vira menyalimi Vian.
" waalaikumsalam " ucap Vian tersenyum.
Tak lama kemudian mobil Vian berjalan meninggalkan pekarangan rumah mamah Dedeh, di sepanjang jalan Vira dan verell bercerita dan bercandaan tawa, Verell dan Vira bercerita ingin cita-cita dan bermimpi keliling dunia, tentu saja Vian akan mengabulkan permintaan mereka berdua.
Tak lama mobil sudah sampai di depan cafe, verell dan Vira tata dan Vian turun dari mobil dan masuk ke dalam cafe yang di sambut oleh karyawan nya.
__ADS_1