KISAH CINTA SANG CEO

KISAH CINTA SANG CEO
Bab 8


__ADS_3

Dirasa tata sudah cukup tenang mamah Dede pun menatap mbak Sinta tatapan mata itu seolah bertanya ada apa?, Yaps mbak Sinta emang sudah lama mengenal mamah Dede seperti ibu dan anaknya.


" Sebelumnya saya meminta maaf ya kepada ibu Dede karena tidak izin pada anda terlebih dahulu " ucap mamah Anna sebelum menjelaskan semuanya, mamah Dede masih bingung hanya diem. Sedangkan tata hanya diem dan menundukkan kepalanya.


" Jadi begini semalam tata dan Alvian anak saya sudah menikah secara agama dan negara, karena kesalahpahaman yang membuat mereka di bawa ke rumah pak RT. tata semalem ke taman dan Alvian juga ada di sana mereka tak sengaja tersandung. dan ada salah satu warga yang melihat dan memanggil warga yang lian " jelas mamah Anna, mamah Dede syok mendengar semuanya tak lama kemudian mamah Dede pun pingsan. tata yang di samping mamah Dede menangis histeris.


" Hiks hiks hiks mamah maafkan tata mah " ucap tata menangis mengguncang-guncangkan tubuh ibu Dede.


Mamah Anna pun membawa mamah Dede ke rumah sakit, sesampainya di rumah sakit mamah Dede di tanganin oleh doktor. Tata pun duduk di ruang tunggu mbak Sinta dan Vita menenangkan tata yang terus menangis. sedangkan mamah Anna menelpon suaminya itu.


Mamah Anna pun mendekati tata yang menangis dan memeluk menantunya dan mengelus kepalanya dengan kasih sayang.


" Mamah aku nggak bisa kehilangan mamah mah " ucap tata menangis di pelukan mertuanya itu.


" Iya sayang mamah kamu pasti sembuh " ucap mamah Anna menenangkan menantunya.


" HIKS hiks hiks hiks ini salahku mah kalo aku tidak keluar mungkin tidak akan terjadi seperti ini " ucap tata terus menangis.


" Sayang ini takdir, kamu jangan menyalahkan takdir " ucap mamah Anna, tak lama papah Adhi pun datang dan menghampiri ke 5 orang yang sedang menunggu di depan UGD.


" Mah " panggil papah Adhi.


" Papah " ucap mamah Anna menghampiri suaminya dan mencium tangan suaminya. Papah Adhi pun duduk sebelah tata.


" Tata tenang lah " ucap papah Adhi.


" Iya tuan " ucap tata sudah mulai tenang.


" Panggil aku papah " ucap papah Adhi.


" Iya pah " ucap tata tersenyum yang masih di basahi air matanya, papah Adhi pun mengelus kepala tata dengan kasih sayang Tak lama dokter pun keluar dan menghampiri keluarga pasien.


" Keluarga pasien " tanya dokter.

__ADS_1


" Saya anaknya donk, bagai mana dengan mamah saya donk " ucap tata menghampiri dokter key.


" Pasien sangat syok, dan membuat penyakitnya kambuh. Tapi tenang saja pasien sudah sadarkan diri " ucap dokter key.


" Alhamdulillah makasih dok, apa saya boleh masuk " ucap tata


" Silahkan " ucap dokter key, tata dan yang lainnya pun masuk dan menghampiri mamah Dede


" Mah maafkan tata " ucap tata memeluk sang mamah.


" Tidak sayang, mamah mengerti kamu tidak salah ini takdir " ucap mamah Dede.


" Ya sudah sekarang mamah istirahat ya, jangan banyak gerak " ucap tata, mamah Dede pun mengangguk kepalanya dan menutup Mata. Mamah Anna dan mbak Sinta papah Adhi duduk di sofa.


Tata mengobrol bersama ibu dan ayah mertua mamah Anna menawarkan tata tinggal bersamanya di rumah utama.


" Tata kamu sudah menikah, degan Alvian kamu tinggal di rumah utama " ucap mamah Anna.


" Tapi mah mamah sama adik-adikku tak ada yang mengurus " ucap tata menatap ibu mertuanya.


" Tapi mah " ucap tata menunduk.


" Sudah ya tata rumah Alvian akan di pakai oleh ibumu biar tidak kosong " ucap mamah Anna


" Baiklah lah mah " ucap tata.


Setelah ngobrol dengan mertuanya, mamah Anna dan papah Adhi pun pamit pulang ke rumah.


Di rumah utama


Mamah Anna dan papah Adhi pun sampai di rumah dan langsung beristirahat, karena besok pagi akan ke rumah sakit lagi untuk mengecek besannya.


Malam jam 11 Alvian baru pulang dari kantornya, Alvian bergegas langsung ke atas Alvian menoleh kesana kemari mencari sosok istrinya.

__ADS_1


" Perempuan itu kemana ? tidak ada di rumah, bukannya semalam aku sudah mengingatkan untuk dia di rumah. dasar tak tahu diri akan ku beri hukuman bila dia pulang ke rumah " gumam dalam hati Vian. Alvian pun bersih-bersih badan nya lalu beristirahat.


Ke esokan harinya mamah Anna tak melihat Alvian di rumah, karena ingin memberi tahu putranya bahwa tata di rumah sakit jadi tata tak bisa pulang. bisa di hubungi boro-boro di angkat sangking sibuknya.


Mamah Anna pun bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit bertemu besannya, sesampainya di rumah sakit mamah Anna pun masuk ke dalam ruang inap.


" Pagi " ucap mamah Anna menghampiri tata dan mamah Dede.


" Pagi juga nyonya " ucap mamah Dede.


" Tak usah panggil nyonya jeng, kita sekarang sudah menjadi besan " ucap mamah Anna tersenyum, sedangkan tata hanya tersenyum melihat mamahnya dan ibu mertuanya.


" Ouh iya tata kamu pasti belum sarapan kan, ini mamah bawain sarapan untuk kamu. kamu makan ya sayang " ucap mamah Anna menyodorkan tas yang berisi sarapan dan minumannya. Tata pun menerimanya laku bergegas ke arah sopa dan tatapun mulai memakan sarapannya yang di bawakan ibu mertuanya.


sedangkan mamah Anna duduk di dekat kasur mamah Dede, lalu berbincang-bincang dengan besannya itu.


" Bagai mana keadaan ku jeng " tanya mamah Anna.


" Saya baik baik, terimakasih sudah menjenguk saya maaf merepotkan " ucap mamah Dede.


" Saya tidak di repotkan jeng, justru saya senang karena bisa silaturahmi " ucap mamah Anna, tata pun sudah selsai dengan kegiatan sarapannya itu. lalu membereskan nya dan menghampiri mamah dan ibu mertuanya.


" Mah tata lupa belum meminta izin sama mbak Sinta " ucap tata karma pekerjanya terbengkalai.


" Tidak apa-apa nak, Sinta pasti sudah mengizinkannya Sinta pasti tau ko " ucap mamah Anna. Tata pun ikut ngobrol bersama dan mamah Dede menceritakan tentang tata sewaktu kecil. nampak mamah Anna tertawa karena sangat lucu. lalu sedangkan tata memerah menahan malu.


" Lalu tata mengompol " ucap mamah Dede tertawa geli.


" Mamah jangan gitu donk tata kan malu " ucap tata menutup mukanya dengan kedua tangannya. sedangkan dua orang tua hanya terkekeh melihat tingkah tata.


Tak terasa hari pun mulia sore, mamah Anna pamit pulang besok akan menjemput lagi karena sudah di bolehkan pulang.


" Besok saya dan suami saya jemput ya jeng " ucap mamah Anna.

__ADS_1


" Tidak usah repot-repot mbak " ucap Mamah Dede tak enak hati.


" Tak apa jeng, saya lebih senang di repotkan jadi besok tunggu saya jemput " ucap mamah Anna berpamitan pada tata dan mamah Dede.


__ADS_2