
" wanita itu, apa aku salah denger ya ah sudahlah mungkin aku salah dengar dan salah orang " gumam Vian dalam hati.
" Vian. Vian " ucap mamah Anna memanggil Vian namun orang yang di panggil hanya melamun.
" Vian " ucap mamah Anna memanggil Vian aga keras, Vian pun di buat kaget dengan sang mamah berteriak.
" Kenapa mah ? mamah tidak udah berteriak juga " dengus Vian.
" Ya kamu sendiri kenapa melamun " ucap mamah Anna.
huffff....
Vian hanya menghela nafas panjang karena di buat kaget oleh sang mamah, Vian pun mendekat ke arah mamah Anna lalu ikut gabung dengan mbak Sinta dan Anna.
" Permisi mbak Sinta nyonya saya pamit kalo gitu " ucap tata hendak pamit.
" Tata kamu di sini dulu ada yang saya mau bicara tentang pekerjaan " ucap mbak Sinta seketika membuat tata takut membuat kesalahan.
" Tapi sebelumnya apa saya melakukan kesalahan " tanya tata takut.
" Tidak tata, ayo sini duduk ya " ucap mbak Sinta. tata pun duduk sebelah mbak Sinta. mbak Sinta pun langsung membicarakan cafe yang akan di buka cabang di beberapa kota.
" Jadi gini tata kemaren kita membahas merubah konsep cafe supaya lebih menarik perhatian pengunjung, dan mbak sama k Anna sudah sepakat. lalu kita juga mau buka cabang di berbagai kota dan mbak minta bantuan kamu untuk konsepnya kamu pintar di bidang memasak tapi kamu juga jago di bidang desain konsep ya " ucap mbak Sinta menjelaskan.
" Gimana ya mbak, soalnya pekerjaan tata juga harus mengurus mamah nggak bisa ke luar kota " ucap tata mempertimbangkan omongan mbak Sinta.
" Kalo soal mamah kamu nanti ada asisten Ryo mencarikan suster, jadi kamu jangan kwartir soal itu ya " tawar mamah Anna.
" Tapi nyonya apa saya pantas mendapatkan itu semua " tanya tata.
" Kamu pantas tata, saya berterimakasih pada kamu berkat kamu cafe ini bisa rame " ucap mamah Anna tersenyum.
" Jadi bagai mana tata? apa kamu mau, mungkin dalam waktu dekat kita sudah berangkat ke luar kota untuk membuka cabang " ucap mbak Sinta.
" Iya kalo emang di butuhkan saya terima mbak Sinta " ucap tata.
" Baik nanti saya minta Vita untuk mengurus jadwal semuanya ya " ucap mamah Anna asisten mamah Anna.
Setelah membahas tentang cafe yang akan di buka cabang di beberapa kota, tata pun pamit karena masih ada pekerja yang harus di selesaikan.
__ADS_1
" Kalo begitu tata pamit ya mbak Sinta nyoya " ucap tata lalu pergi ke dapur, setelah semuanya selsai mbak Sinta mengambil berkas yang sudah di buat untuk di tandatangani buka cabang di beberapa kota.
" Vian ini kamu harus tandatangani semuanya, kamu baca dulu biar tidak salah baca " ucap mbak Sinta memberikan berkah pada ponakannya Vian, Vian pun menerima dan langsung duduk di meja kerja untuk menandatanganinya.
" Vian Ryo mana? sedari tadi kan bukannya sama kamu " tanya mamah Anna.
" Mungkin di luar, sebentar lagi dia kemari " ucap Vian Fokus membaca. Tak lama orang yang di cari mamah Anna pun datang.
Tok....tok....tok.....
" Masuk " ucap mbak Sinta.
" Permisi apa ada yang mencari saya ? " ucap Ryo.
" Begini Ryo tolong cariin suster " ucap mamah Anna.
" Memang siapa yang sakit nyonya " hanya Ryo.
" Tidak ada Ryo, saya mencarikan untuk ibunya tata Karena tata saya dan Sinta akan keluar kota untuk membuka cabang " ucap mamah Anna menjelaskan.
" Baiklah nyonya saya akan mencari sesuai keinginan anda " ucap Ryo.
" Oh iya Ryo, Vian dan kamu juga ikut, nanti Vita menyiapkan tiket dan keperluan di beberapa kota " ucap mamah Anna.
" Vian bagai mana semuanya sudah kamu tandatangani " ucap mbak Sinta.
" Sudah aunty " ucap Vian menyerahkan pada mbak Sinta.
Setelah Vian menyerahkan berkas yang harus di tandatangani, Vian pun pamit ke kantor karna harus miting dengan kliennya di kantor.
" Mah kalo gitu Vian berangkat dulu ya, Vian ada miting di kantor " ucap Vian pamit pada mamah Anna.
" Iya sayang hati-hati " ucap mamah Anna.Vian pun berpamitan ke kantor nya bersama asisten Ryo.
Hari pun sudah siang.
Para karyawan sudah mulai di sibukkan Dengan pekerjaannya, karena sudah waktunya jam makan siang. sedangkan tata di sibukkan bagian koki tata memang ahli memasak makanan ringan maupun berat.
" Permisi ceff tata ini pesanan ada sup ikan plus nasi, rendang ayam plus nasi, ayam geprek plus nasi " ucap karyawan yang menerima pesanan pengunjung.
__ADS_1
" Baik tunggu 10 menit " ucap tata yang tangan tak diam untuk memasak.
" Baik ceff " ucap karyawan nya.
Tata memasak sesuai pesanan para pengunjung, dan di bantu para koki lainnya para koki lainnya senang bisa bekerja sama dengan tata.
10 menit kemudian
" Ini pesanan yang tadi " ucap tata memberikan hasil yang sudah di masaknya.
para karyawan pun menghantar satu persatu ke meja yang para pengunjung, para pengunjung pun senang karena masakan tata sudah jadi. Ya masakan tata menang selalu di nantikan oleh para pengunjung.
" Wah enak banget pokonya masakan caff tata " ucap pengunjung 1
" Iya nggak bosen kita ke sini " ucap pengunjung 2
" Selain harga terjangkau dan tidak jebol di kantong masakan nya enak banget " ucap pengunjung 3, para pengunjung selalu memuju masakan Tata.
Tak jauh dari sana mamah Anna pun mendengar percakapan para pengunjung, mamah Anna tersenyum bahagia.
" Tak salah Sinta aku menjodohkan Vian dengan tata " ucap mamah Anna bahagia.
" Iya kakak, aku pun senang karena kinerja tata yang bagus. aku juga ingin menjadi tata ponakan ipar hehehe " ucap mbak Sinta tersenyum.
" Iya dulu calon istri nya Vian tak mau mengurus cafe dia hanya mau enak saja " ucap mamah Anna
" Sudah lah kakak, yang terpenting cafe ini tidak jadi tutup setelah tata dulu melamar kerja bahkan merubah segalanya " ucap mbak Sinta.
Mamah Anna pun hanya menganggukkan kepalanya melihat para pengunjung bahagia mamah Anna pun bahagia, bersemangat untuk menjodohkan Vian dengan tata.
Tak terasa sore pun tiba.
Mamah Anna masih di cafe menunggu Vian menjemput nya, mbak Sinta memang satu rumah dengan Mamah Anna. tapi mbak Sinta hidup mandiri karena ibu dan ayah mbak Sinta dan mamah Anna tinggal di Bali.
Tak lama Vian pun sampai cafe dan masuk kedalam ruangan Vian, di sana ada dua wanita yang di sayang Vian ya itu mamah Anna dan mbak Sinta.
" Mamah ayo kita pulang, sudah mulai gelap " ucap Vian mengajak mamah Anna pulang.
" Ya sudah ayo " ucap mamah Anna berdiri.
__ADS_1
" aunty ayo pulang bareng " ucap Vian.
" Nanti saja Vian aunty masih banyak pekerjaan lagian aunty pulang bersama supir " ucap mbak Sinta, Vian pun mengangguk lalu keluar dari cafe bersama Mamah ke arah parkiran mobil yang sudah di tunggu oleh Ryo.