
Alvian dan tata pun sudah ada di rumah pak RT, mamah Anna yang mendapatkan kabar dari asistennya langsung meluncur ke rumah pak RT.
" Silahkan jelaskan " ucap pak RT.
" Jadi begini pak, saya tadi ketaman lalu pas pulang saja tak sengaja bertemu degan tuan Alvian, dan saya mau berjalan tak sengaja tersandung pada akhirnya kita jatuh pak " jelas tata. pak RT hanya menganggukkan kepalanya.
Para warga pun tak terima dengan asalan itu.
" Elah ngeles aja kamu " teriak warga 2.
" Iya tuh " Warga 1.
" Saya tidak mau kampung ini tercemar dengan kalian " ucap warga 4.
" Langsung nikahkan saja pak RT " ucap warga 3. Tata hanya bisa menundukkan kepalanya karena kebodohan keluar malam, sedangkan Alvian hanya diam dengan tatapan dingin.
Mamah Anna menyaksikan itu hanya bisa menghela nafas panjang, mbak Sinta yang juga ada di sebelah mamah Anna hanya bisa menenangkan kalanya itu.
" Baik demi menjaga nama baik kampung ini dah nama baik keluarga Alexander, lebih baik kita nikahkan pemuda ini " ucap pak RT.
" Setuju " sorak para warga ynav menyaksikan di rumah pak RT.
" Bagai mana ibu Anna " tanya pak RT. Mamah Anna hanya menganggukkan kepalanya, tata di bawa ke kamar tamu di rumah pak RT. di sana tata menangis Vita mendekati tata dan memeluknya.
" Kenapa semuanya harus terjadi padaku hiks hiks hiks " ucap tata menangis
" Sabar ceff mungkin ini takdir " ucap Vita menenangkan tata yang menangis, akhirnya tata pun selsai menangis dan di oleskan makep up oleh Vita. Tak lama mamah Anna pun masuk ke dalam kamar dan menghampiri tata
" Nyonya maaf kan saya " ucap tata berkaca-kaca.
" Sudah lah sayang, ini hanya sebuah kesalahpahaman " ucap mamah Anna menenangkan tata. Tata hanya menundukkan kepalanya dan mamah Anna memeluk tata calon menantu nya.
" Sudahlah Jangan menangis, ayo kita keluar semuanya sudah siap. " ucap mamah Anna menuntun tata keluar dari kamar.
di sisi lain.
Mamah Dede kedapur hendak mengambil air minum, tapi tak sengaja gelasnya jatuh yang membuat orang rumah menghampiri mamah Dede. Mbak Suti pun mendekat ke arah mamah Dede.
" Ya ampun ibu kenapa? mau ambil air nggak bilang Suti dulu " tanya Mbak Suti.
__ADS_1
" Entahlah Suti aku jadi kepikiran pada tata " ucap mamah Dede.
" Ya udah ibu ke kamar ya, biar saya antar biarkan percahan beling ini Suti yang beresin " ucap Suti lalu menghantar mamah Dede kekamarnya.
tempat rumah pak RT.
Tata pun sudah keluar di tutun oleh mamah Anna dan mbak Sinta, tata pun duduk di sebelah Alvian Alexander, sudah banyak warga yang menyaksikan pernikahan dadakan dan penghulu untuk menikahkan Alvian dan tata.
" Baiklah mempelai wanita sudah hadir, mari kita laksanakan pernikahan ini karena sudah malam. " ucap pak RT. penghulu tuh mengucapkan ingkar pernikahan, tak lama semuanya pun mengucapkan kata sah
Selsai akad nikah Tata pun mencium punggung Alvian yang sudah berstatus suami, Alvian pun mencium kening tata. Selsai prosesi akad nikah keluarga besar Alexander pun pulang ke rumah kerabat mamah Anna.
Semuanya pun berkumpul di tengah rumah tata hanya menunduk kepala, Alvian hanya cuek dan muka datar.
" Tata kamu istirahat ya di kamar atas " ucap mamah Anna.
" Iya nyonya " ucap tata.
" Panggil mamah sayang, sekarang kamu sudah jadi istri Alvian " ucap mamah Anna.
" Ii..iya mamah " ucap tata terbata, tata pun masuk kedalam kamar Alvian. dan langsung membersihkan diri sendiri Selsai bersih-bersih tata pun duduk di sofa termenung.
Tak lama kemudian pintu pun terbuka Alvian pun masuk ke dalam kamarnya dan membawa map yang berisi surat perjanjian. tata yang melihat Alvian langsung menundukkan kepalanya. Alvian pun melempar map nya ke atas meja.
" Ma-maaf Tu-Tuan A-apa saya Boleh bekerja seperti biasanya " tanya tata terbata-bata.
" Terserah " ucap Alvian berlalu ke kamar mandi, tata pun beristirahat di sopa lalu memejamkan matanya.
Ke esokan harinya.
Seperti biasa tata bangun pagi-pagi menyiapkan sarapan, setelah menyiapkan sarapan untuk keluarga barunya itu. tak lama datang mbak Sinta menyapa tata.
" Pagi pengantin baru " ucap mbak Sinta tersenyum.
" Pagi mbak " ucap tata tersenyum.
" Panggil aku aunty saja tata " ucap mbak Sinta.
" Ii-iya aunty " ucap tata gugup, tak lama Vita datang si biang rusuh.
__ADS_1
" Hallo selamat pagi, eh ada manten baru nih hahaha " ucap Vita.
" Pagi juga " ucap tata dan mbak Sinta kompak.
" Wah dah rame nih di sini, ayo kita masak-masak " ucap Vita heboh.
" Sebenernya dah selsai sih tinggal sajikan di meja makan " ucap tata. mbak zinta dan Vita pun membawa makanannya ke meja makan lalu meletakan di meja dan merapihkan nya.
Mamah Anna dan yang lainpun sudah datang dan duduk.
" Pagi menantu " ucap mamah Anna.
" Pagi juga mah " ucap tata tersenyum, Alvian hanya cuek, tata pun melayani suaminya Alvian menerima nya dan langsung makan makanan yang sudah di siapkan oleh istrinya itu.
Selsai sarapan semuanya pun bersiap-siap karma hari ini pulang ke Jakarta, semuanya pembukaan cabang di beberapa kota usai juga. tapi tata dan Alvian terjebak dalam pernikahan.
" Bibi aku pamit dulu ya, lain waktu aku ke sini lagi " ucap mamah Anna memeluk bibi bergantian dengan pamannya.
" Hati-hati Anna " ucap bibi nya mamah Anna, semuanya pun berpamitan. Perjalanan kali ini tidak menggunakan pesawat karena lumayan dekat.
4 jam kemudian.
Akhirnya sampai Jakarta
Tata pulang ke rumahnya bersama mamah Anna dan mbak Sinta, sedangkan Vian dan asisten Ryo ada miting di kantornya karena jadi tidak bisa ikut.
Tok...tok...tok...
" Assalamualaikum " ucap tata.
" Waalaikumsalam, iya sebentar " ucap mbak Suti dari dalam, tak lama kemudian mbak Suti pun membukakan pintu
" Eh mbak tata sudah pulang " menyapa tata
" Iya mbak Suti, ibu dan adik-adik ada " tanya tata.
" Ada mereka sedang istirahat, eh nyonya Anna dan mbak Sinta silahkan masuk " ucap mbak Suti. tata dan mamah Anna mbak Sinta pun masuk kedalam rumah lalu duduk beralas karpet.
Tak lama kemudian mamah Dede pun keluar dari kamarnya, tata yang melihat ibunya keluar langsung menuntun ibunya dan duduk sebelah. tata pun memeluk sang mamah lalu menangis, mamah Dede yang melihat putrinya menangis tiba-tiba pun menjadi bingung lalu tertanya.
__ADS_1
" Nak kamu kenapa menangis " ucap mamah Dede menenangkan tata.
" Maafkan tata Bu maaf " ucap tata masih menangis dan meminta maaf, mamah Dede nasih kebingungan dan Hannya bisa menenangkan tata dan mengelus kepalanya dengan kasih sayang.