
1 Minggu kemudian
Hubungan Vian dan tata semakin hari semakin baik-baik saja bahkan mereka semakin dekat, hari ini hari kerja tata di cafe pelanggan sangatlah ramai.
Mbak Sinta di ruang kerja nya membereskan laporan bulanan karena sebentar lagi karyawan akan menerima gaji.
Tok....Tok.....Tok...
" Masuk " teriakan Mbak Sinta dari dalam
Pintu terbuka tata membawakan teh susu kesukaan Mbak Sinta, tata menghampiri mbak Sinta yang sedang sibuk dengan laporannya.
" Aunty seperti biasa tata membawakan teh susu kesukaan Aunty sinta, silahkan di nikmati Aunty " ucap tata tersenyum. mbak Sinta hanya tersenyum dengan tata.
Tak lama kemudian pintu terbuka lagi muncullah Vian dan Ryo masuk ke ruangan dan duduk di sofa tak jauh dari mbak sinta.
" Tumben kamu kesini Van " ucap mbak Sinta malas.
" Suka-suka aku donk mau kesini atau nggak, lagian nih cafe punya ku " ucap Vian sewot.
" Halah baru mengakui ini cafe mu Van dulu-dulu aja nggak mau mengakui cafe mu " ucap mbak Sinta sinis.
Tak lama kemudian tata muncul membawakan makan siang untuk mbak Sinta karena waktu menunjukan jam makan siang. Tata melihat suaminya ada di ruangannya menghampirinya lalu mencium punggung tangan suaminya.
Vian dengan refleks mencium kening tata dengan mesra di depan mbak Sinta dan Ryo.
Deg.......
keduanya merasakan jantung yang berdebar-debar
" aduh ini kenapa " batin keduanya..
Vian menarik tata duduk di sebelahnya lalu merangkul pinggang tata, Tata yang dirangkul mesra oleh suaminya merasa canggung dan pipinya sudah merah padam.
" mas aku lanjutkan masak lagi ya hari ini pelanggan ramai " izin tata..
" nggak boleh " tolak vian.
tata menetap Mbak Sinta meminta persetujuan dan Mbak Sinta mengangguk lalu tersenyum.
" yang nanti pulangnya sore aku jemput ya " ucap Vian masih merangkul sang istri.
" Iya mas " ucap tata.
...----------------...
__ADS_1
Hari sudah mulai sore tepi cafe masih tetap ramai di kunjungi oleh pelanggan, tata sibuk di dapur dengan koki handal lainnya.
selang beberapa waktu pelawan lainnya menghampiri tata menyampaikan bahwa mbak Sinta memanggilnya ke ruangan, tata hanya mengangguk dan segera pergi ke ruangan mbak sinta.Ternyata di dalam sudah ada suaminya yang menunggu tata.
" Selamat sore " ucap tata.
" sore " ucap keduanya..
" Ouh iya Ta beberapa hari ini cafe akan tutup, kerena akan merenovasi supaya lebih elegan dan sangatlah cantik. " ucap mbak Sinta.
" Maaf sebelumnya apa semuanya sudah di rapatkan oleh karyawan lainnya " tanya tata dengan hati-hati.
" Baru kita akan rapat sebentar lagi " ucap mbak Sinta.
Tak butuh waktu lama akhirnya ryo pengumpulan para karyawan dan koki di mushola karena akan melakukan sholat berjamaah bersama-sama dan cafe tutup lebih awal.
Setelah sholat berjamaah bersama-sama semua para karyawan duduk melingkar dan di tengah-tengah nya di sediakan minuman dan cemilan untuk membahas renovasi cafe dan menu baru.
" Assalamualaikum semuanya selamat sore " ucap mbak Sinta memulai pembukaan.
" Waalaikumsalam sore juga mbak " ucap semuanya.
" Oke untuk mempersingkat waktu saya mengumpulkan semua para karyawan dan juga di sini mimpinan yang memegang cafe bisa berkenan hadir hari ini. Tampa waktu berlama-lama kita langsung aja ya pembahasan nya " ucap mbak Sinta.
Semuanya yang ada di dalam mendengarkan penjelasan mbak Sinta dengan serius, dan tak jarang juga para karyawan turut berpartisipasi memberikan saran yang cemerlang..
" Semua saran dari para karyawan sangatlah ide bagus, di tambah lagi Kita akan memberikan diskon di waktu-waktu tertentu supaya menarik pelanggan. ah iya satu lagi kita akan mengadakan Jum'at berkah pagi kita harus masak-masak dan berbagi pada yang membutuhkan di lanjutkan sore nya kita adakan tausiyah dari luar bagai mana " ucap Vian panjang lebar. semuanya menganggukan setuju.
Di balik sikap Vian yang dingin dan kejam ada hati nurani yang selalu menolong orang-orang yang membutuhkan.
" Ide mu bagus juga ada Jum'at berkah. jadi bagai mana ? sudah setuju ya " ucap mbak sinta.
Setelah membahas yang akan di bangun dan Mbak Sinta juga mendapatkan laporan banyak sekali untuk membuka cabang di berbagai kota, bahkan manca negara..
" Ouh iya semuanya ada pengumuman penting " ucap Vian. sontak semua diam dan akan mendengarkan takut nanti salah mendengar bisa gawat.
" Ada apa Vin " tanya mbak Sinta.
" Untuk semuanya tolong sekarang hormati tata sekaku caff tata, dia adalah istri saya ada satu lain hal kami menutupi semuanya dan tolong semua jaga rahasia ini. saya tak mau ada satu di antara kalian membocorkan nya kalian pasti tau akibatnya " tegas vian.
semua orang yang ada di dalam sana terkejut ditambah lagi Tata selaku istri Vian dan Mbak sinta pun juga sangat syok karena keponakannya mengakui Tata sebagai istrinya.
semua yang ada di dalam sanah mengucapkan selamat dan berjanji akan merahasiakan ini dari semua.
" Vin kok kamu membocorkan pernikahanmu dengan tata " tanya mbak Sinta.
__ADS_1
" Vian enggak mau nanti istri Vian kenapa kenapa jadi wajar dong Bian bertindak " ucap Vian santai.
" Mas bukannya kamu membuat surat kontrak pernikahan " bisik tata di sebelah Vian.
vian menetap Tata dengan tajam seolah tak ingin dibantah, Tata yang ditatap oleh Vian menunduk lalu mengangguk seolah dia paham.
akhirnya briefing selesai bersama para karyawan, para karyawan pulang lebih cepat karena hari ini sangat melelahkan.
...----------------...
akhirnya sampai rumah utama.
Tata menghampiri Mama mertua dan papah mertua yang duduk di sofa ruang keluarga.
" assalamualaikum mah pah " ucap Tata menghampiri Mamah mertua dan papa mertua lalu mencium tangan beliau.
" waalaikumsalam " ucap mereka berdua.
" eh sayang kamu udah pulang, gimana cafe hari ini ramai kan " tanya Mama Anna.
" Alhamdulillah mah ramai banget dan tadi mas Vian juga menghadiri briefing karena mau sedikit dirubah cafenya " jawab tata.
" oh syukur deh kalau gitu, semoga kafenya ramai dan lancar terus " ucap mamah Anna.
" Aamiin ya Allah " ucap tata tersenyum..
tak lama kemudian Vian menghampiri Mamah papahnya di ruang keluarga, lalu duduk disebelah Tata.
" pah minggu depan uncle dan adik sepupu aku akan pulang ke sini, karena tugas di perusahaan Bali sudah selesai " ucap Vian.
" ouh ya ? baguslah kalau begitu supaya kamu ada yang membantu di perusahaan " ucap papah Adhi.
" Iya kah nak ? akhirnya mamah nggak sabar bertemu dengan anak perempuan mamah " ucap mamah Anna.
setelah ngobrol bersama keluarga suami Tata izin mengundurkan diri karena badan sudah lengket.
" mah pah mas aku izin dulu ya ke atas mau bersih-bersih dulu habis ini langsung ke bawah buat makan malam " pamit tata..
" eh iya sayang, kamu hari ini enggak usah masak istirahat aja " ucap mamah Anna.
" hmmm nggak apa-apa mah ? " tanya tata tak enak hati.
" nggak apa-apa " jawab mamah Anna tersenyum.
Tata bergegas ke kamar atas lalu bersih-bersih karena hari ini sangatlah melelahkan.
__ADS_1
bersambung......