
" Siapa yang tidak pantas " ucap Vian muncul tiba-tiba. Vian pun menatap tajam ke arah dua wanita yang merendahkan sang istri.
Dua pengunjung itu ketakutan kerena sudah tau berhadapan dengan tuan Alvian Alexander, Vian marah dan menatap tajam. sedangkan tata hanya diam tata pun juga ketakutan.
" Saya tanya sekali lagi, siapa yang tidak pantas " bentak Vian yang sudah tak terkontrol, Tata pun mendekat dengan rasa ketakutan. Tata pun memegang tangan Vian, Vian pun menatap Tata tajam sedangkan tata yang mendapatkan tatapan hanya bisa menundukkan kepalanya.
" Asal kalian tau, yang di sebut kalian itu adalah istri Alvian Alexander ya itu Ervina Resta Alexander " ucap Vian tajam, sedangkan tata terkejut karena di akui sebagai istri Alexander. kedua pengunjung itu hanya menunduk Kepalanya.
" Ayo kita pergi saja, biarkan anak buah Ryo mengurusnya " ucap Vian menarik tangan Tata, sedangkan tata yang di tarik hanya mengukur Vian melangkah.
Vian sedang membayar belanjaan nya sedangkan tata sudah meninggalkannya Vian menunggu di mobil, Vian pun selsai membayar dan Mambawa belanjanya sebagian dan sebagiannya lagi sudah di bawa oleh tata.
Vian pun masuk ke dalam mobil dan sudah menyimpulkan belanjaannya di bagasi, Tata melihat suaminya masuk ke dalam mobil pun hanya menundukkan kepalanya karena masih takut.
Tak lama Vian pun menjalankan mobilnya menuju rumah, di perjalanan Vian pun membuka pembicaraan nya.
" Lain kali kalo di tindas seperti itu melawan, jangan mau di anggap rendahan " ucap Vian datar masih melihat ke depan memegang stir mobil.
" Aku sudah terbiasa seperti itu tuan " ucap tata menunduk *******-***** tangannya gemetar.
Vian yang mendengar nya hanya menatapnya dingin.
" Mulai sekarang jangan seperti itu, ingat sekarang posisi mu istri dari Alvian Alexander " ucap Vian.
" Baik " ucap tata. tak lama sudah sampai di pekarangan rumah besar Alexander. Tata pun turun dan mengambil belanjaannya dibantu Pian beserta asisten rumah tangga.
" Assalamualaikum " ucap Tata dan Vian
" Waalaikumsalam " jawab mamah Anna dan papah Adhi mbak Sinta asisten Ryo.
" kalian habis dari mana, lama sekali baru sampai " tanya mamah Anna.
" Maaf ya tadi habis belanja bahan-bahan dapur dulu " ucap tata.
" Ya udah kalian istirahat saja biarkan pak Mun yang memberikan belanjaan nya " ucap mamah Anna.
" Pak Mun tolong ini bereskan ya " ucap mbak Sinta.
" Baik nyonya " ucap pak Mun selaku kepala pelayan.
" Mah pah aunty, Vian ke atas dulu ya mau bersih-bersih badan. dan Ryo nanti ke ruangan kerja saya " ucap Vian berlalu meninggalkan keluarga besar ke kamarnya
" Mah pah aunty asisten Ryo, Tata ke kamar dulu menyusul k Vian " ucap tata.
__ADS_1
" Iya sayang " ucap mamah Anna, Tata pun bergegas dan menyusul sang suami yang sudah lebih dulu ke kamarnya.
Vian sudah selsai memberikan dirinya, Vian pun bergegas ke ruang kerjanya yang sudah di tunggu oleh asisten Ryo.
" Ryo kamu sudah tau kan mengapa saya menyuruh ke sini " ucap Vian langsung to the point.
" Sudah tuan " ucap asisten Ryo.
" Jadi bagai mana sudah di bereskan 2 wanita itu " tanya vian yang di maksud tempat perbelanjaan.
" Sudah tuan, mereka sudah di beri pelajaran " ucap asisten Ryo.
Vian pun hanya tersenyum menyeramkan, asisten Ryo yang melihat Vian tersenyum seperti bergidik ngeri sudah di pastikan vian sudah puas dengan hasilnya.
" Nanti malam jangan lupa kita ke club' bertemu dengan 4 Curut " ucap Vian asisten Ryo sudah mengerti yang di maksud tuannya adalah ke empat sahabatnya.
" Baik tuan, kalo begitu saya pamit dulu " ucap asisten Ryo.
...----------------...
Malam pun tiba.
Vian pun sedang bersiap-siap di kamarnya, sedangkan tata di bawah membatu mbak Sinta membuat makan malam. Vian sudah bersiap-siap pun turun ke bawah dan menghampiri ruang makan dan duduk.
" Vian kamu mau kemana " hanya mamah Anna.
" Mau ke club' ada urusan mam " ucap Vian, mamah Anna menatap tajam ke arah Vian. sedangkan Vian yang di tatap seperti itu hanya mengharukan tidak gatal.
" Jangan macam-macam kamu Vian " ucap mamah Anna tegas.
" Tidak mah " ucap Vian.
Tak lama asisten Ryo pun datang.
" Permisi tuan besar dan nyonya besar Alexander " ucap asisten Ryo.
" Ya Ryo " ucap mamah Anna.
" Kalo begitu Vian pamit dulu ya " ucap Vian.
" Ryo tolong jaga Vian jangan sampai macam-macam " pesan mamah Anna.
" Baik nyonya besar " ucap asisten Ryo..
__ADS_1
Vian dan Asisten Ryo pun sudah pamit pada keluarga nya dan mobil pun sudah berlalu.
40 menit kemudian Vian dan asisten Ryo pun sudah sampai lalu masuk ke dalam club'.
" Hallo bro " ucap atra menyapa Vian.
" Gue kira lu nggak akan Dateng " ucap Irfan.
" Sorry gue tadi ada urusan dulu mamah Anna nyuruh gue belanja, ya udah gue sama istri gue belanja dulu " ucap Vian, membuat sahabat-sahabat kaget. pasalnya mereka tak tahu menahu Vian sudah menikah
" APA ISTRI " ucap mereka bersama sangking kaget.
" Lu ngaco kali dah nikah " ucap Irfan tertawa karena memang tidak tau.
" bener nih kata si Irfan, apa dia sakit kali ya " ucap Riko, Atra pun menghampiri Vian dan meletakan tangan nya di kening.
" Hmmm tak panas " ucap atra mengecek suhu tubuh Vian.
" IST apa-apaan kalian ini " ucap Vian menepis tangan atra dengan kasar.
" Lagian sih lu aneh, tiba-tiba ngomong istri " ucap Irfan.
" Bener kan Yo " ucap atra, sedangkan Asisten Ryo hanya mengangkat kedua bahunya tak ingin ikut campur.
" Ceritanya panjang jadi gini...... " Vian pun menceritakan kejadian beberapa waktu lalu pembukaan cabang, sampe akhirnya salah paham di bandung yang di haruskan lebih baik menikah.
" jadi gitu ceritanya " ucap Vian menceritakan panjang lebar.
" Ouh begitu.. tapi ngomong-ngomong Vi sampe di kepung warga ngapain juga lu keluyuran malam-malam " ucap Irfan.
" Iya ngapian lu keluyuran malam-malam tapi ada untungnya sih lu dah nikah hahahaha.." ucap Atra.
" Gue cari angin sekalian beli makanan, eh tau-tau nya kita berdua kesandung " ucap Vian.
Sedangkan ke 4 sahabatnya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol Vian.
" Eh ngomong-ngomong istri mu dari kalangan mana " tanya Riko.
" Dia dari kalangan menengah ke bawah, rumah gue di tepati ibu mertuanya sama ipar-ipar gue. dari pada nggak ada yang nepatin rumah gue jadi ya udah tepati sama mertua gue. " ucap Vian. sedangkan atra, Irfan, Riko hanya menganggukkan kepalanya tanda paham.
" nona tata ceff di cafe nya Vian " jelas Asisten Ryo.
" Hah " serempak Atra Irfan dan riko.
__ADS_1