
Selsai semuanya sarapan langsung bersiap-siap, untuk berangkat memuju cabang pertama. Setelah sampai di cafe di sana sudah banyak orang yang menunggu peresmian di buka nya cafe tersebut.
Keluarga Alvian di sambut meriah untuk peresmian cafe tersebut, acara pun di mulai pembukaan dan sambutan demi sambutan pun selsai. yang di tunggu sambutan dari Vian orang yang berpengaruh di Indonesia
" Baik kita lanjut ke acara sambutan berikut ya itu tuan Alvian Alexander kepadanya saya persilahkan. " ucap pembawa acara menunda karena takut, Alvian pun maju ke depan untuk menyampaikan sambutannya.
" Selama pagi semuanya, saya atas nama Alvian Alexander mengucap terimakasih atas kerja samanya, terimakasih juga untuk para karyawan dan untuk ceff Virna dia salah satu orang kepercayaan kami. Dan semua makanan yang ada di sini gratis khusus untuk hari ini sekian dan terimakasih " ucap Alvian panjang lebar dengan muka dingin.
Setelah penyambutan acara berikutnya di lanjutkan dengan potong Vita untuk membuka dan peresmian' cafe tersebut.
"Kepada tuan beserta keluarga di persilahkan untuk maju ke depan memotong Vita tersebut " ucap MCnya. Alvian beserta mamah Anna maju kedepan untuk memotong Vita tersebut. setelah di potong semuanya pun bertepuk tangan dengan meriah. Semuanya pun masuk ke dalam cafe para pengunjung menikmati yang ada di dalam konsep yang membuat menarik para pengunjung.
Ada salah satu pengusaha yang kebetulan menghadiri acara Alvian Alexander.
" Permisi tuan selamat pagi " ucap pak Dian
" Pagi " datar Alvian.
Alvian pun berbincang dengan para pengusahaan yang kebetulan hadir di acara peresmian cafe nya itu, Tak jauh dari sana tata merengek meminta izin memasak.
" Mbak Sinta boleh aku masak ya " ucap tata.
" Tata kamu harus istirahat nanti sakit, kita masih ada perjalanan lagi ke beberapa kota " ucap mbak Sinta. tata hanya menghela nafas panjang karena tak di izinkan memasak. Tak lama teman-teman mamah Anna datang.
" Hallo jeng, selamat ya semoga lancar selalu cafe nya " ucap Ajeng.
" Makasih jeng silahkan duduk " ucap mamah Anna mempersilahkan duduk.
" Eh ini ceff Virna kan " ucap Ajeng.
" Iya jeng " ucap mamah Anna, tak di sangka.
" Wah akhirnya bisa ketemu juga dengan ceff Virna, hallo saya Ajeng " ucap Ajeng mengulurkan tangannya
" Saya Virna nyonya " jawab tata membalas uluran.
" Wah cantiknya " ucap Ajeng, tata nya bersemu merah karena malu. Semuanya pun ngobrol membahas bisnis Arisan tata hanya menyimak obrolan ibu-ibu.
__ADS_1
Acara pun selsai keluarga besar Alexander pun pulang ke villa karena akan berangkat perjalanan berikutnya. di villa tata sudah selsai beres-beres tinggal masukan kopernya kedalam bagasi mobil.
Tata pun turun ke bawah tak sengaja Avian menabrak tata karma menunduk melihat ponselnya.
bruk......
Tata hampir terjatuh tapi untungnya Alvian refleks menangkap tata dengan sigap, Tata pun jantungan karena Alvian menatap nya dengan tatapan menyeramkan.
" Maaf tuan, dan terimakasih " ucap tata menunduk karena ketakutan. Alvian pun hanya cuek dan pergi berlalu. Tata hanya menghela nafas panjang karena lega.
" Hufff lega " ucap tata mengelus dada nya.
Tata pun melanjutkan ke ruang keluarga di sana sudah ada mbak Sinta yang sedang duduk, ngobrol dengan Vita membahas proyek yang akan di bangun bulan depan
" Tata sini " ucap mbak Sinta, Tata pun menghampiri mbak Sinta.
" Ada apa mbak " tanya tata.
" Sini deh kamu duduk " ucap mbak Sinta, tata pun duduk lalu melihat gambar yang di tunjukkan oleh mbak Sinta.
" Wah bagus nih mbak, seperti nya ada yang kurang " ucap tata melihat lalu merasa ada yang kurang di gambar itu.
" Hmmm ini harus di tambahkan lampu disko dan bunga-bunga sebelah sini " ucap tata menunjukkan tampak yang kurang.
" Ouh iya bagus juga " ucap mbak Sinta mengangguk.
Tak lama mamah Anna dan Alvian pun datang, menghampiri mbak Sinta tata dan Vita yang sedang membahas tempat yang akan di bangun.
" Ayo kita sudah siap langsung berangkat " ucap mamah Anna, semuanya pun berdiri lalu meninggalkan villa.
Sekang beberapa hari akhirnya selsai ke beberapa kota, dan melanjutkan perjalanan yang terakhir ya itu kota Bandung. Keluarga besar Alvian pun beristirahat di rumah kerabatnya, Yap keluarga Alvian mempunyai kerabat di Bandung jadi tidak menyewa villa ataupun membeli villa.
Mamah Anna sedang berbincang dengan bibi nya sedangkan tata bergulat di dapur dengan mbak Sinta dan Vita.
" Akhirnya aku bisa bergulat di dapur juga hehehe, karma mbak Sinta tidak mengizinkan aku masak " ucap tata.
" Hehehe ceff kan harus banyak istirahat, jangan banyak kegiatan " ucap Vita
__ADS_1
" Bener tuh Ta kamu ini keras kepala, dan untungnya kamu nurut ya " ucap mbak Sinta tersenyum.
" Akhirnya sekarang berjalan terakhir, mbak Sinta di Bandung menginap kan " tanya tata.
" Iya lusa kita pulang ke Jakarta, besok kita peresmian terakhir di Bandung " ucap mbak Sinta.
" Hmmm mbak boleh aku sama Vita keluar besok habis secara " izin tata ragu.
" Boleh sekalian kamu juga beli oleh-oleh khas Bandung, pasti adik-adikmu seneng " ucap mbak Sinta mengizinkan tata.
" Wah makasih mbak, akhirnya selsai juga masaknya ayo kita letakan di meja makan " ucap tata membawa sebagian masakannya ke ruang makan.
Ke esokan harinya
Acara peresmian cafe kota Bandung pun berjalan dengan lancar, Vita dan tata pun berjalan-jalan keliling kota Bandung. Tak lupa membeli oleh-oleh khas kota Bandung untuk keluarganya. selsai berbelanja dan jalan-jalan Vita dan tata pun kembali ke rumah kerabat Vian.
Malam pun tiba.
Tata berpamitan untuk jalan-jalan karena bosan tata pun tiba di taman di sana cukup sepi udaranya dingin. Tata duduk termenung sejenak karena lelah beberapa hari keluar kota. Tata jadi teringat ayahnya yang sudah mencampakkan ibu dan dirinya dan adik-adiknya, sungguh kejam demi perempuan lain.
Setelah puas duduk di taman tata pun bangkit lalu akan pulang di sana tata melewati jalan semak-semak karena memang rumah komplek plus pemandangan yang masih hijau
Di tengah jalan tak sengaja tata berpapasan dengan Alvian yang juga ada di sana, tata hanya menunduk takut tata berjalan tak sengaja tersandung dan akhirnya di tahan oleh Alvian dan mereka berdua jatuh.
posisi tata di bawah Alvian, ada warga yang melihat kejadian itu memanggil warga lainnya dan bergegas menghampiri tata dan Alvian.
" Wah ada yang mesum di sini " ucap warga 1 membuat Alvian dan tata kaget dan mereka pun bangkit.
" Iya kita hajar " ucap warga 2.
" Sabar-sabar bapak-bapak " ucap warga 3.
" Ini bukan kalian yang di pikirkan " ucap tata.
" Alah ngeles aja, mana ada maling ngaku " ucap warga 2
" Iya ini bukan kalian yang pikirkan " ucap Alvian dingin. Alvian bersikap tenang.
__ADS_1
" Lebih baik kita bawa ke pak RT saja " ucap warga 3 pada akhirnya Alvian dan tata di bawa ke rumah pak RT untuk di sidak.