Kisah Dua Asmara Di SMA

Kisah Dua Asmara Di SMA
Bab 27 - Ketos Terpilih


__ADS_3

...༻⊠༺...


"Lo kenapa sih?" protes Gala sembari menarik tangannya. Dia dan Nindy sekarang berada di belakang aula.


"Gue butuh bantuan lo!" imbuh Nindy.


"Bantuan apa?" tanya Gala.


"Ini terkait donasi di panti asuhan gue. Kami kekurangan donator," ungkap Nindy.


"Maksudnya lo pengen gue jadi donator? Gitu?" Gala memastikan.


"Sebenarnya keluarga lo udah kasih donasi. Tapi uang yang mereka nggak cukup untuk membiayai kehidupan kami dalam sebulan. Kalau bisa lo ngomong sama bokap atau nyokap lo. Biar tambahin lagi uang donasinya," pinta Nindy dengan tatapan meragu.


Gala mendengus kasar. "Gue nggak tahu. Masalah begini bukan urusan gue! Ya udah, gue sibuk mau siap-siap jadi ketos!" katanya sembari beranjak.


"Ngomong sama bokap dan nyokap apa susahnya sih?!" pekik Nindy. Membuat langkah kaki Gala sontak terhenti.


"Lo nggak punya orang tua! Nggak akan ngerti!" sahut Gala. Dia lanjut melangkah meninggalkan Nindy. Cewek itu lantas hanya bisa menghentakkan kaki.


Pengumuman ketua osis segera di umumkan. Semua orang menunggu Pak Ginanjar menyebutkan siapa nama yang dipilih oleh banyak orang.


Setelah Pak Ginanjar datang, nama ketua osis yang terpilih langsung di umumkan. Pemenangnya tidak lain adalah Reyan. Dia menang telak dengan meraih banyak sekali suara.


Sedangkan Gala harus pasrah berada di posisi kedua. Cowok tersebut hanya bisa menghela nafas kesal. Menatap Reyan dengan perasaan iri.

__ADS_1


Karena terpilih menjadi ketua osis, Reyan juga dipersilahkan memilih wakil ketua osis. Dia harus memilih di antara Gala dan Vera.


Reyan menatap Gala dan Vera secara bergantian. Jujur saja, dia tidak mau dua orang itu menjadi wakilnya. Reyan sendiri tahu bagaimana menyebalkannya Vera. Ia juga merasa tidak nyaman memiliki rekan seorang perempuan.


Di sisi lain, Reyan benci Gala. Terlebih keduanya seringkali mengalami cekcok.


"Ayo, Reyan. Apa sulitnya memilih salah satu di antara mereka," kata Pak Ginanjar.


Vera tampak melambaikan tangan sambil tersenyum penuh semangat. Dia yakin Reyan pasti akan memilihnya. Sebab semua orang di sekolah tahu bagaimana buruknya hubungan Reyan dan Gala.


"Aku pilih Gala, Pak!" ujar Reyan. Semua orang kaget mendengar pilihannya. Terutama Gala yang sejak tadi yakin kalau Reyan tidak akan memilihnya.


Saat ketua dan wakil ketua osis sudah terpilih, semua orang dipersilahkan bubar. Nama-nama anggota lain juga akan segera menyusul untuk diberitahukan.


Gala memegang tangan Reyan. Dia melayangkan tatapan tajam. "Kenapa lo pilih gue?" timpalnya.


"Iyalah! Kita kan musuh!" tegas Gala.


"Mungkin karena musuh gue lebih memilih lo dibanding Vera. Dengan begitu kita bisa akur," kata Reyan seraya menghempas tangan Gala. Lalu pergi begitu saja.


...***...


Karena ayahnya ada di rumah sakit, Reyan tidak langsung pulang ke rumah. Dia selalu ke rumah sakit ketika pulang dari sekolah.


Namun untungnya hari itu Reyan mendapat kabar baik. Ayahnya sudah sehat dan pulang bersama sang ibu.

__ADS_1


"Mamah kenapa nggak kasih tahu aku?" timpal Reyan. Berbicara dengan Karin melalui telepon.


"Mamah nggak sempat. Ada kerjaan mendesak. Ini Papahmu langsung ditinggal di rumah. Kau sebaiknya cepat ke rumah dan temani Papahmu ya. Takut kalau ada apa-apa," ujar Karin dari seberang telepon.


"Iya, Mah. Aku akan pulang." Reyan mematikan sambungan telepon. Tetapi baru memasukkan ponsel ke saku, benda pipih itu kembali berdering.


Reyan mendengus kesal. Dia memeriksa ponselnya dan menemukan nama Gala sedang menelepon.


"Ngapain dia nelepon?" gumam Reyan. Meskipun begitu, dia mengangkat telepon Gala.


"Kenapa?!" timpal Reyan.


"Lo udah pulang? Gue sekarang di depan hotel B. Gue tadi nggak sengaja lihat mobil nyokap gue. Terus gue ikutin. Dan lo mau tahu yang gue lihat? Bokap lo datang buat ketemu nyokap gue," ucap Gala.


"Apa? Lo bercanda kan? Bokap gue baru aja balik dari rumah sakit. Dia lagi di rumah sekarang!" Reyan mengelak.


"Lo masih terkesan nggak percaya ya? Jelas-jelas bokap lo selingkuh sama nyokap gue! Kita nggak bisa terus diam, Rey!" tegas Gala.


Reyan tersentak. Dia mematikan telepon Gala dan segera menjalankan mobil. Reyan memilih menemui Gala. Ia juga berpikir, mungkin saja ayahnya akan berhenti jika dirinya melakukan sesuatu perihal perselingkuhan tersebut.


..._____...


Catatan Author :


Novel ini kayaknya mau aku percepat tamatkan ya guys. Mungkin sekitar di bab 30an. Soalnya author mau rehat sebentar. Masih nggak tahu kapan balik nulis lagi di sini.

__ADS_1


Makasih buat yang setia terus baca karyaku 😘


__ADS_2