Kisah Dua Asmara Di SMA

Kisah Dua Asmara Di SMA
Bab 28 - Melabrak Perselingkuhan [Visual Reyan & Gala]


__ADS_3

...༻⊠༺...


Reyan benar-benar menemui Gala. Mereka bertemu di parkiran hotel. Gala langsung masuk ke mobil Reyan untuk bicara.


"Apa yang bikin lo berubah pikiran?" tanya Gala.


"Fakta yang terjadi. Gue cuman pengen ini tidak terjadi terlalu lama," jawab Reyan.


"Ayo kita pergoki mereka," ajak Gala. Dia dan Reyan sengaja mengenakan jaket agar tidak ketahuan sebagai pelajar.


Gala dan Reyan memasuki hotel. Kebetulan sekali keduanya sukses melihat Sofyan dan Martha baru masuk ke dalam lift.


Gala dan Reyan berlari. Mereka memeriksa lantai tujuan Sofyan dan Martha. Selanjutnya, mereka berlari menaiki tangga secepat mungkin. Untung saja lantai yang dipilih Sofyan dan Martha tidak terlalu jauh.


Dalam hitungan menit, Gala dan Reyan tiba di lantai tujuan. Mereka bersembunyi dahulu untuk memastikan ke kamar mana Sofyan dan Martha masuk.


Kecewa, itulah yang dirasakan Gala dan Reyan. Apalagi setelah melihat Sofyan dan Martha benar-benar masuk ke kamar hotel berduaan.


"Lo yakin mau melakukan ini?" tanya Reyan. Menatap Gala dengan sudut matanya.


"Kalau nggak yakin, gue nggak akan berdiri di sini sekarang," sahut Gala tegas. Dia berjalan lebih dulu menuju kamar dimana Sofyan dan Martha berada. Lalu di ikuti Reyan setelahnya.


Kini Reyan dan Gala sudah berada di depan pintu kamar. Keduanya saling terdiam sejenak. Seolah berusaha mengumpulkan keberanian sebelum benar-benar bertindak.


Gala sudah mengangkat satu tangan karena siap untuk mengetuk. Setelah merasa yakin, dia mengetuk pintu kamar tersebut.


Pintu tidak langsung dibukakan oleh Sofyan maupun Martha. Membuat Gala terus mengetuk tanpa henti.


Di dalam kamar sendiri, Sofyan dan Martha sudah melepas setengah pakaian. Salah satu dari mereka terpaksa harus berpakaian lengkap untuk membukakan pintu.


"Biar aku saja," ujar Martha. Dia sudah mengenakan pakaian lengkap. Martha segera melangkah cepat menuju pintu. Kemudian membukanya.


Betapa terkejutnya Martha saat melihat Gala dan Reyan. Dia sampai bingung harus berkata apa.


"Mamah mau tahu alasan sikap anehku akhir-akhir ini? Itu karena aku mengetahui apa yang kau lakukan!" timpal Gala.


"Siapa itu, Martha?" tanya Sofyan memekik.


Saat itulah Reyan bergerak untuk masuk. Ia sukses memergoki ayahnya duduk di tepi kasur dalam keadaan bertelanjang dada.


"Reyan!" Mata Sofyan membulat sempurna. Dia sudah tertangkap basah oleh putranya sendiri.

__ADS_1


"Jadi ini salah satu alasan kenapa Papah selalu pulang telat ke rumah?!" tukas Reyan.


"Rey, Papah akan jelaskan. Papah--"


"Nggak ada yang perlu dijelaskan. Semuanya udah jelas! Kau harus akui kesalahanmu sama Mamah!" potong Reyan. Dia langsung beranjak begitu saja dari kamar itu. Berada di sana terlalu lama hanya akan membuat dirinya semakin sakit hati.


"Mamah juga, mengaku sama Papah sebelum aku yang kasih tahu dia," ujar Gala. Dia segera menyusul Reyan dan pergi.


Martha dan Sofyan bertukar pandang. Kini keduanya hanya bisa menerima kenyataan.


...***...


Reyan dan Gala sudah berada di dalam lift. Mereka sama-sama diliputi perasaan kecewa dan marah.


"Aaarghhh!!!" Reyan akhirnya menggeram kesal. Dia mengepalkan tinju di kedua tangan sampai tubuhnya bergetar.


"Nyebelin kan?" imbuh Gala.


"Gue benar-benar nggak mau pulang ke rumah sekarang!" ungkap Reyan.


"Sama!" tanggap Gala sembari menyandar ke dinding. Dia dan Reyan saling terdiam sejenak.


"Gue punya apartemen. Lo mau ke sana? Kita undang juga Nindy sama Arini kalau lo mau," ucap Gala.


"Gue akan kirim alamat apartemennya ke lo. Gue pulang sebentar mau ngambil sesuatu. Lo duluan aja ke sana," suruh Gala. Dia keluar dari lift saat pintunya terbuka.


Reyan mengangguk lagi. Dia dan Gala berpisah sebentar. Mereka akan bertemu di apartemen nanti.


Di sisi lain, Arini baru saja mendapat telepon dari Reyan. Dia kegirangan saat diajak oleh cowok itu pergi.


Arini buru-buru bersiap. Ketika dia sudah siap dan pergi, kakaknya menghentikan.


"Lo mau kemana?! Ini udah sore banget!" tukas Candra.


"Mau ketemu teman sebentar," sahut Arini seraya mencoba pergi menuju pintu keluar. Namun Candra sigap meraih tangannya. Hingga pergerakan Arini pun terhenti.


"Lo nggak boleh pergi kalau nggak kasih tahu secara jelas lo mau kemana!" tegas Candra.


"Aku mau ketemu teman, Kak!" ujar Arini.


"Teman? Siapa? Cowok atau cewek? Terus mau ngapain?" timpal Candra menyelidik.

__ADS_1


"Kakak kenapa lebay banget. Lagian aku juga nggak selalu pergi setiap hari! Lepasin nggak!" Arini memberontak. Dia berusaha melepas tangannya dari Candra.


"Gue bilang nggak bisa kalau nggak jelas!" tegas Candra.


"Kalau Kakak nggak mau ngizinin. Biar aku izin sama Mamah!" Arini akhirnya berhasil melepaskan tangannya dari Candra. Dia segera menelepon ibunya. Sang ibu memang jarang ada di rumah karena sibuk bekerja.


Sayang sekali ibunya Arini juga tak mengizinkan. Itu semua karena campur tangan Candra yang mengadu.


"Kak Candra jahat!" cibir Arini yang terpaksa tidak jadi pergi. Dia berlari masuk ke kamar dan mengunci diri di sana.


Arini terpaksa memberitahu Reyan kalau dia tidak bisa pergi. Gadis itu juga tak lupa memberitahu alasannya apa.


Mendengar Arini tak bisa pergi, Reyan mendengus kasar. Dia padahal nyaris sampai ke rumah Arini karena ingin menjemput. Reyan otomatis memberitahu Gala bahwa Arini tak bisa ikut bergabung. Namun temannya yang bebal itu malah mengusulkan hal gila.


"Culik Arini, Rey! Lo ajak dia cabut lewat jendela!" usul Gala dari seberang telepon.


"Lo gila!" balas Reyan tak percaya.


"Gue tahu lo suka sama Arini. Jadi nggak seru kalau dia nggak gabung kita. Lo nggak menyerah gitu aja kan? Kalau perlu, gue sama Nindy akan bantu," kata Gala.


Reyan terdiam. Dia merasa tertantang dengan ide gila Gala. Alhasil dia menyetujui ide tersebut.


...______...


...Bonus Visual...


...______...



...Reyan...


..._____...



...Gala...


Catatan Author :


Guys kalian mau cerita ini lanjut sampai benar-benar tamat nggak? 😆. Soalnya author kayaknya masih punya waktu buat tamatkan ini sebelum hiatus. Yang setuju komen ya...

__ADS_1


Btw kalian suka Reyan atau Gala?


Kalau author pasti Gala sih. Rambut cepak selalu di depan. Next visual Nindy dan Arini ya... 😂


__ADS_2