
Goa Dewa Jahat.
"Baiklah!, karena muridku sudah membangkitkan Tubuh Spesialnya, aku pun harus membentuk tubuhku kembali" Mo Feng tersenyum lembut menatap muridnya
Mo Feng mengambil Pil Evil Body tingkat emas yang diberikan oleh Luo Zheng, dia menghancurkannya dan mencampurkannya dengan Jiwanya
Perlahan gumpalan daging terbentuk hingga membuat Luo Zheng sangat terkejut dengan hal yang dilihatnya
Gumpalan daging perlahan membesar dan terlihat menjijikan. Perlahan muncul juga sebuah kulit di permukaan daging tersebut, terlihat seorang pemuda berambut hitam dan mata berwarna merah tajam seperti predator
Kulitnya yang putih membuat wanita iri, dan wajahnya yang maskulin membuat para Pria mengutuknya
Luo Zheng menatap Mo Feng dengan tatapan sinis jijik. Mo Feng yang menyadari dirinya ditatap oleh Luo Zheng menoleh kearahnya, dan melihat Luo Zheng dengan wajahnya yang sinis
Mo Feng mengerutkan keningnya, merasa jengkel melihat wajah Luo Zheng yang sedang menatapnya, "Kenapa kau melihatku seperti itu? dasar bocah menjengkelkan..." Mo Feng menatap Luo Zheng dengan tajam
Kata-kata yang dilontarkan oleh Mo Feng. Membuat Luo Zheng tersadar dari lamunannya, ia menggelengkan kepalanya beberapa kali dan menatap Mo Feng sekali lagi, "Itu karena seorang kakek-kakek sepertimu. menjelma sebagai seorang remaja, apa kau tidak tahu malu?" Luo Zheng mengangkat sebelah alisnya
Kata-kata Luo Zheng membuat Mo Feng ingin muntah darah karena didengarnya, “Dasar bocah sialan !, apa kau ingin membuatku mati kehilangan darah !” Mo Feng memegang belakang kepalanya
“Apa seorang Dewa Jahat, akan mati hanya karena Kehabisan Darah !!” Luo Zheng tersenyum mengejek “Baiklah !!. Sekarang kita akan membawa Lu Yui menuju Kota Monster !!” Luo Zheng menunjuk tubuh Lu Yui
"Jangan mengalihkan pembicaraan, Sialan!!" Mo Feng mengutuk Luo Zheng yang mengalihkan pembicaraan
“Dan juga!!. Pakailah pakaian, apa kau ingin ke Kota dengan telanjang bulat seperti itu?. Dasar kakek tua gila !!” Luo Zheng mengangkat jari tengahnya
"!!"
Mendengar kata-kata dari Luo Zheng. Membuat Mo Feng tersadar, bahwa dia yang sekarang tidak memakai pakaian apapun di tubuhnya
"Sial !!, aku lupa" Dengan cepat Mo Feng menggunakan Energi Jahatnya, untuk membuat pakaian yang berguna untuk menutupi tubuhnya
Setelah beberapa saat, terlihat Mo Feng yang menggunakan Pakaian berwarna hitam bergaris putih. Mo Feng tersenyum narsis merasa dirinya adalah Pria tertampan
Mo Feng berjalan mendekati Luo Zheng yang sudah berada didekat tubuh Lu Yui, dia juga menatap tubuh Lu Yui dan merasakan keanehan yang terjadi
"Apa ini?" Mo Feng kebingungan dengan Energi Jahat di dalam tubuh Lu Yui
“Kenapa Energi Jahatnya terasa lebih kosong dan hampa ?. Tunggu !!..” Ekspresi wajah Mo Feng sangat cerah, melihat Energi aneh yang tercampur dengan Energi Jahat Lu Yui
Luo Zheng menatap Mo Feng dengan wajah datar meminta penjelasan. Mo Feng yang melihat itu mendesah, tapi kemudian dia tersenyum
“Baiklah akan kuberitahu !. Energi yang tercampur didalam Energi Jahatnya adalah sebuah Energi yang sangat langka, yaitu.. Energi Kekosongan" Mo Feng menjelaskan apa yang terjadi dengan Energi Lu Yui. Mo Feng menjelaskannya dengan wajah tersenyum senang
“Wowowow” Luo Zheng kagum karena Lu Yui yang memiliki Energi yang sangat Langka dan sedikit merasa iri
“Tapi.. apa gunanya Energi ini ?” Luo Zheng bertanya pada yang ahlinya
Mo Feng mengusap-usap dagunya sambil menutup matanya dan berpikir keras, “Kegunaan dari Energi Kekosongan ini, adalah karena merupakan musuh alami dari Energi Kekacauan” Mo Feng membalas pertanyaan dari Luo Zheng
Luo Zheng terkejut setelah mendengar kata-kata 'Energi Kekacauan'. Dia ingin menanyakan tentang orang itu (Sang Kekacauan), tapi dia urungkan niatnya karena mencurigakan bagi Orang desa yang baru keluar selama 3 hari. menanyakan hal tersebut
Sebagai balasan dari jawaban Mo Feng. Luo Zheng hanya menganggukan kepalanya, kemudian dia fokus kembali ingin membawa Lu Yui ke Kota Monster
Luo Zheng mengangkat Lu Yui digendongannya. Dan menatap Mo Feng, Mo Feng yang mengerti maksud dari Luo Zheng menganggukan kepalanya
__ADS_1
Luo Zheng berlari menuju Pintu Gerbang dari tempat Dewa Jahat. Saat Luo Zheng berada di luar Pintu Gerbang, dia merasa bahwa pandangannya normal tidak seperti saat mendatangi tempat ini
Hal ini membuat Luo Zheng tidak khawatir akan tersandung batu saat berlari. Mo Feng hanya mengikuti Luo Zheng dari belakangnya,dengan kecepatan berlari yang setara dengan Luo Zheng
Luo Zheng secara tiba-tiba berhenti saat sedang berlari. Mo Feng bingung apa yang akan dilakukan oleh Luo Zheng tapi dia juga ikut berhenti,
Luo Zheng mengangkat 5 jarinya dan menekuknya beberapa kali, "Kemarilah !"
Saat Mo Feng mendekati Luo Zheng. Dia baru menyadari bahwa Luo Zheng memiliki harta ruang di pergelangan tangannya
“Dari mana kau mendapatkan Gelang ini !” Mo Feng menunjuk Gelang yang berada di pergelangan tangan Luo Zheng, dan menatap Luo Zheng dengan pikiran curiga
Luo Zheng yang mendapatkan pertanyaan dari Mo Feng hanya tersenyum dan berkata, “Ini adalah Gelang warisan keluargaku di desa !”
Mo Feng ingin memperhatikan gerak-gerik mencurigakan Luo Zheng. Tapi.. hasilnya adalah tidak ada gerakan yang mencurigakan dari perilaku Luo Zheng
Mo Feng akhirnya berdiri sejajar dengan Luo Zheng. Lalu Luo Zheng memulai pengaktifan gelangnya, dia menarik Energi Langit dan Bumi di sekitar dan memasukkannya kedalam gelang
teleportasi
Gelang yang berada di pergelangan tangan, bersinar warna biru terang. Yang berarti gelang teleportasi sudah aktif
“Kota Monster”
Mereka bertiga menghilang dari Gunung Dewa Jahat. Pergi menuju Kota Monster yang berada di dekat Hutan Monster
**********
Kota Monster.
Di tempat pemukiman kumuh dan kotor. Terdapat satu gubuk yang berjauhan dari gubuk-gubuk yang lainnya, di halaman depan gubuk itu terdapat 10 orang dewasa yang mengelilingi 1 gadis kecil
“Gadis kecil !!, lebih baik kau menyerahkan diri dan menjadi budak untuk di jual. Bukankah kau ingin mendapatkan uang?” Kata 1 orang dewasa yang sedang memegang senjata pisau di tangannya
“Benar gadis kecil !, lebih baik kau tidak mempersulit kami” Salah satu orang dewasa berkata
"Hehehehe~"
Mereka tertawa jahat dengan wajahnya tang menyeramkan
“Kalian hanyalah Kultivator menjijikan !!, tidak seperti kakakku yang baik dan mau menyembuhkan adikku” Ucap gadis kecil itu yang merupakan Lu Yue
Lu Yue menatap mereka dengan tatapan tajam dan sebuah niat membunuh di matanya yang indah. Para orang dewasa yang ditatap oleh Lu Yue takut dengan niat membunuh yang di arahkan pada mereka
Tapi orang dewasa itu dengan cepat sadar dari rasa ketakutannya. Mereka marah karena ketakutan dengan Lu Yue, dan ingin melampiaskan rasa amarahnya kepada Lu Yue
Tapi saat mereka ingin bergerak menyerang Lu Yue, ada sebuah suara yang berasal dari dalam gubuk
Kreak~
Mereka menoleh ke arah suara tersebut. Dan melihat seorang dua orang remaja yang keluar dari dalam gubuk
Dua orang yang keluar dari dalam gubuk itu adalah Luo Zheng dan Mo Feng, yang sudah pergi dari Gunung Dewa Jahat
Luo Zheng yang melihat Lu Yue dikelilingi langsung mengerti pa yang terjadi. Dia menatap ke-sepuluh orang tersebut dengan niat membunuh di matanya, niat membunuh itu menekan ke-sepuluh orang secara bersamaan.
"Hik !"
__ADS_1
Luo Zheng mengepalkan tangannya bersiap memukul mereka, dia tidak menggunakan kekuatan penuhnya karena akan membunuh mereka dalam satu serangan
Buk!!
Buk!!
Buk!!
Luo Zheng menyerang mereka dengan tinjunya
Luo Zheng memukuli mereka tanpa sedikit kasihan. Setelah beberapa saat, mereka semua terjatuh ke tanah dengan tubuh yang babak belur penuh luka
Setelah memberi pelajaran kepada mereka. Luo Zheng berjalan menuju Lu Yue, yang menatapnya dengan mata bersinar seperti bintang di malam hari
“Yue !!, apa kau baik-baik saja?” Luo Zheng mengelus kepala Lu Yue dengan lembut
Lu Yue hanya diam saja, dengan pipinya yang memerah. Seketika dia sadar Luo Zheng bertanya tentang keadaanya
“Yue, baik-baik saja !!” Lu Yue menganggukan kepalanya
“Syukurlah.. kau baik-baik saja. Kalau begitu ayo !!, kita melihat kondisi adikmu terlebih dahulu !!” Luo Zheng memegang tangan kanan Lu Yue, dan berjalan bersamanya menuju gubuk.
Lu Yue hanya mengikuti Luo Zheng, dengan wajah yang memerah.
Setelah mendekati gubuk, Lu Yue sadar bahwa ada satu orang lagi di depan gubuknya. Lu Yue menarik baju Luo Zheng dengan tangan kirinya, dan menunjuk Mo Feng yang sedang berdiri tegak dengan wajah datar.
Luo Zheng yang melihat perilaku Lu Yue mengerti, “Orang itu bernama Mo Feng, dia adalah seorang Kakek Tua !!.” Luo Zheng berkata dengan sedikit keras diakhirnya
Kata-kata Luo Zheng membuat Mo Feng tersulut emosi, tapi.. kali ini dia mengabaikannya dan lebih memilih mengatur emosinya agar tidak terus marah.
Lu Yue melepaskan pegangan tangan dari Luo Zheng dan berjalan menuju Mo Feng, saat sudah berada di dekatnya. Lu Yue mengatakan sesuatu yang membuat Mo Feng diam terbatu, dan merasa ingin marah atau tidak
“Salam.. Kakek Mo !!” Ucap Lu Yue sambil menundukkan kepalanya
Mo Feng terdiam membatu, mendengar perkataan Lu Yui. Dia ingin marah tetapi itu akan menghancurkan martabatnya, karna memarahi anak kecil
Sebagai balasan dari Lu Yue, Mo Feng mengangkat tangannya. “Salam.. Lu Yue, perkenalkan aku adalah Mo Feng !!. Master dari Lu Yui, sekarang dia adalah muridku !!” Mo Feng berbicara jujur tanpa disembunyikannya
“Tunggu dulu !!, bagaiman kau mengatakan hal seperti itu. Sedangkan Lu Yui belum menerimanya” Luo Zheng berkata yang sekarang berada di dekat Mo Feng
Mo Feng hanya tersenyum mendengarnya, “Itu karena aku sangat yakin !!, dia pasti akan menerimaku. Karena aku memiliki kekuatan dan pengetahuan yang lebih tinggi dari bintang ini” Mo Feng tersenyum bangga
'Dasar Kakek Tua !!, menjengkelkan !!' Batin Luo Zheng sangat kesal dengan perilaku Mo Feng, yang sangat sombong.
“Baiklah daripada terus berbicara seperti ini lebih menjenguk dan melihat kondisi Lu Yui” Ucap Luo Zheng
Mo Feng hanya menganggukan kepalanya setuju dengan perkataan Luo Zheng, Lu Yue juga setuju dan sedikit khawatir dengan kondisi Lu Yui.
Luo Zheng membuka pintu gubuk dan berjalan menuju Lu Yui yang terbaring beralaskan tumpukan jerami, Luo Zheng hanya melihat tubuhnya dengan teliti.
Sementara Lu Yue, sedang duduk di samping Lu Yui yang terbaring. Dia menangis bukan karena bersedih, tapi karena dia bahagia Lu Yui yang nyawanya sudah terselamatkan.
'Jadi ini yang disebut Tangisan Bahagia..., saat melihat ternyata keluargamu dalam kondisi yang sehat. Keluarga... ya... aku merindukanmu ibu..” Batin Luo Zheng sedikit sedih, mengingat ibunya di masa lalu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...(Bersambung)...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...