Kisah Penguasa Tertinggi

Kisah Penguasa Tertinggi
Chapter 23 : Kematian Menghampiri


__ADS_3


Kota Monster


Paviliun Harta.


Para peserta lelang yang melihat kekuatan pengendalian Luo Zheng yang sangat tinggi terhadap Qi langit dan bumi membuat seluruh peserta terdiam, mereka terkejut dan takjub secara bersamaan. Bahkan penghuni ruang vip juga merasa takjub dengan kekuatan pengendalian Luo Zheng, tentu saja diantara semua peserta lelang hanya patriark Yan saja yang merasa tertekan. Karena telah menyinggung seorang jenius bela diri, dia juga mulai gentar karena menyinggung Luo Zheng.


“Persetan dengan jenius bela diri, karena dia telah membunuh anakku !! akan kubunuh bocah brengsek itu” ucap Patriark Yan, saat ini pikirannya hanya memikirkan cara terbaik untuk membunuh Luo Zheng.


“Tidak kusangka pemuda ini tidak hanya kaya raya, tetapi dia juga sangat berbakat dengan pengendalian Qi langit dan bumi sampai tingkat tinggi. Dan juga dia memiliki pemikiran yang cerdas lalu bakat dengan pengendalian yang tinggi” kata Hao Tian sangat takjub dengan kekuatan pengendalian Luo Zheng yang sangat tinggi terhadap Qi Langit dan Bumi.


“Tuh, kan !!. Kubilang paman bahwa dunia ini pastinya memiliki individu berbakat, tetapi kalau yang ini bukankah terlalu berbakat ?. Dia bisa mengendalikan Qi langit dan bumi seperti semudah bernafas” ucap Min Shi yang juga takjub dengan pengendalian Luo Zheng yang tinggi.


“Hoo, orang yang sangat menarik. Tapi kenapa aku tidak pernah mendengar namanya di ibukota kerajaan ?” kata Xie Changan kagum dengan bakat Luo Zheng.


Tok! Tok! Tok!


Perhatian semua peserta telah kembali ke arah panggung setelah kejutan dari Luo Zheng


“Mari kita lanjutkan barang kedua sesi ketiganya” ucap Lin Mi dengan keras, para peserta langsung melihat Lin Mi kembali untuk melihatnya.


“Bawakan barangnya” Lin Mi memberi isyarat kepada pelayan, tak lama kemudian seorang pelayan berjalan sambil membawa kotak transparan dengan pohon kecil didalam kotak tersebut.


Para peserta lelang sangat kebingungan dengan barang yang akan dilelang, tetapi mereka tidak akan meremehkan barang itu karena di lelang sesi ketiga.


Pelayan yang membawakan pohon kecil itu kembali, sementara itu Lin Mi melihat-lihat para peserta lelang yang sedang kebingungan.


“Barang kedua dari lelang sesi ketiga ini adalah pohon kecil ini. Pohon kecil ini kami temukan tidak disengaja di Hutan Monster, paviliun harta kami membawa pohon kecil ini karena barang ini memiliki esensi kehidupan yang sangat murni dan melimpah di dalamnya. Kami menamainya Tree of Life, harga dimulai dari 300.000 koin emas, kenaikan tidak boleh lebih rendah dari 30.000 koin emas” kata Lin Mi dengan senyum lebarnya.


“E-esensi kehidupan !?”


“Yang benar saja !!, esensi kehidupan sangatlah langka apalagi dengan esensi yang sangat murni. Bagaimana kalian bisa menemukan harta yang tak ternilai dan dilelang dalam satu hari”


“Apa paviliun harta tidak bisa bersabar, mereka melelang harta-harta yang sangat luar biasa. Pastinya hal ini akan menarik perhatian seluruh kekuatan di Kerajaan Ling”


“Hahh, mereka ini sangat berisik tapi tidak membeli dasar menyebalkan” keluh Luo Zheng pusing dengan tingkah dari peserta lelang.


“Daripada itu aku harus menawar dan mendapatkan barang itu” kata Luo Zheng, dia merasa tertarik dengan pohon kecil tersebut lalu berkata dengan keras “10.000 batu jiwa” ucap Luo Zheng menawar dengan nadanya yang tinggi.


“Ghuak !!”


Seluruh peserta lelang dari yang vip maupun bukan terdiam mematung karena harga yang disebutkan oleh Luo Zheng membuat mereka kaget, mereka mengatakan hal yang sama bersamaan dalam batin mereka.


“Sebenarnya seberapa kaya orang ini !!”


Batin seluruh peserta lelang secara bersamaan.


Dan diantara seluruh peserta lelang ada patriark Yan yang sangat kesal dan marah dengan tingkah laku Luo Zheng.


Nilai Mata Uang :


- 1 Koin Perak \= 100 Koin Perunggu


- 1 Koin Emas \= 100 Koin Perak


- 1 Batu Jiwa \= 100 Koin Emas


- 10.000 Batu Jiwa \= 1 Juta Koin Emas


“Apakah tidak ada yang ingin menawar lebih tinggi dari 10.000 Batu Jiwa !!” kata Lin Mi dengan senyumnya yang sangat lebar karena senang.


“10.000 Batu Jiwa pertama”

__ADS_1


“10.000 Batu Jiwa kedua”


“10.000 Batu Jiwa keti-”


“Tidak akan kubiarkan kau mendominasi, Bocah Brengsek !!” kata Patriark keluarga Yan dengan keras, karena dia sangat kesal dengan tingkah laku Luo Zheng yang seenaknya saja tanpa menghormati orang lain.


“1.100.000 koin emas” teriaknya lagi menaikkan harga tanpa pikir panjang.


“Huh !?, dasar pak tua bau tanah !! beraninya kau ingin bermain-main dengan tuan muda ini !!. Apa kau ingin mati dengan sederhana atau tidak, itu tergantung dengan sikap bodohmu !!” ucap Luo Zheng dengan lantang membuat peserta lelang yang lain terdiam.


“15.000 Batu Jiwa” kata Luo Zheng, dia menaikkan harga dengan santai dan juga dengan nada meremehkan.


“Dasar bocah Brengsek !!” kata patriark Yan dengan keras, sembari mengeluarkan tekanan seorang Master ranah Divine Sea dan mengarahkannya ke ruangan Luo Zheng.


Luo Zheng yang menyadari tekanan tersebut , secara langsung membuat sebuah penghalang dari energi langit dan bumi untuk melindungi Lu Yue dari tekanan tersebut.


“Khhk !!”


Sementara itu Luo Zheng merasakan rasa sakit bukan dari tubuhnya tetapi dari jiwanya yang mengalami tekanan master ranah Divine Sea, yang merupakan ranahnya para kultivator untuk melatih jiwanya.


Hao Tian yang menyadari tekanan yang diarahkan pada ruangan Luo Zheng akhirnya mengerti dan membantu Luo Zheng, dia mengeluarkan sedikit tekanannya pada ruangan keluarga Yan.


Patriak keluarga Yan yang saat ini merasa di atas angin mengira sudah menekan pemuda tersebut malah sebaliknya, dia tertekan oleh tekanan yang sangat kuat dari ruangan lain. Membuatnya tersungkur terjatuh dengan badannya yang membungkuk seperti berlutut, badannya bergetar hebat karena tekanan tersebut membuatnya merasakan apa itu kematian.


Bukan hanya patriak keluarga Yan yang merasakannya tetapi seluruh peserta lelang kecuali Lu Yue, Luo Zheng dan Min Shi yang tidak merasakan apa-apa.


Luo Zheng menyadari siapa yang mengeluarkan tekanan teraebut hanya tersenyum senang, dia tertawa dalam hatinya.


“Oi kakek tua !! bukankah sudah cukup, kau hampir menekan seluruh orang yang berada di paviliun harta”


“B-beraninya Kau !!, aku adalah anggota dari keluarga bangsawan Yan yang berada di ibukota. Jika kalian tidak melepaskanku maka keluarga Yan akan membunuh kalian” kata patriark Keluarga Yan yang sekarang tubuhnya bergetar hebar karena tekanan yang sangat kuat.


Note : yang dimaksud "kalian" adalah ruangan vip Luo Zheng dan ruangan vip Min Shi, disini Yan Ming berpikir bahwa mereka bekerja sama untuk menindasnya dan mempermalukannya dan juga untuk balas dendam padanya.


Luo Zheng yang mendengar perkataan patriark keluarga Yan mencemoohnya dalam hati dan mengatakan.


Patriark Yan yang tidak lagi mendengar suara Luo Zheng, tertawa dalam hatinya dan mengatakan sesuatu yang sangat di tidak disukai oleh Luo Zheng.


“Hahaha kau ketakutankah !?, salahkan saja orangtuamu yang bodoh karena mendidik anak bodoh sepertimu, dasar Rakyat Jelata !!” teriak Patriak Yan bisa didengar seluruh orang yang berada di Paviliun Harta


Seketika niat membunuh yang sangat padat meledak dan mengelilingi Paviliun Harta, kali ini Luo Zheng dengan mahir bisa mengendalikan niat membunuhnya untuk tidak menargetkan tiga orang meskipun dalam keadaannya yang sedang sangat marah.


Seluruh orang yang sedang berada di dalam Paviliun Harta bisa merasakan niat membunuh yang sangat padat, membuat tubuh seluruh orang yang berada di Paviliun Harta bergetar hebat merasakan rasa takut yang mengerikan.


'Hoo, iblis kecil yang sangat mengerikan. Dia bisa mengendalikan niat membunuhnya yang sangat padat seperti ini, di usianya yang termasuk masih muda' batin Hao Tian merasa tertarik dengan Luo Zheng, dan memanggilnya dengan nama iblis kecil.


Sebelum Luo Zheng ingin melakukan sesuatu, seorang pria tua sudah terlebih dahulu terbang menghadap ruangan Luo Zheng sembari memberi hormat.


“Tuan muda tolong tenangkan amarahmu, setidaknya sampai lelang sesi kali ini selesai” kata pria tua tersebut yang bernama Xiao Ji merupakan ayah dari Xiao Long yang ditemui Luo Zheng saat ingin datang ke Kota Monster.


“Siapa kau ? beraninya menggangguku” ucap Luo Zheng dengan nada marah karena ada seseorang yang bernai mengganggunya


“Ah !!, aku adalah ketua paviliun harta. Namaku adalah Xiao Ji dan anakku bernama Xiao Long, tuan muda pasti mengetahuinya kan?” kata ketua paviliun harta yang tak lain namanya adalah Xiao Ji ayah dari Xiao Long, dia memperkenalkan dirinya.


“Huh ?!, tidak peduli siapa kau. Tetapi kalau kau menggangguku maka kau akan menerima akibatnya !!” ucap Luo Zheng mengancam Xiao Ji.


“Mohon tenanglah tuan muda...” ucap Xiao Ji berusaha menenangkan Luo Zhrng yang sedang marah.


“Berikanlah satu alasan apa yang bisa kugunakan untuk mengampuninya” kata Luo Zheng dingin membuat peserta lelang gugup tidak terkecuali dengan Xiao Ji.


"....."


Xiao Ji lebih memilih untuk tidak menjawab, bukan karena dia tidak bisa menjawab. Tetapi jika dia menjawab maka dia akan menanggung konsekuensi dari kemarahan dari Luo Zheng.

__ADS_1


“Tidak bisa menjawabkah ?, kalau gitu kau tidak usah ikut campur dengan urusanku atau kau akan mati !!” ucap Luo Zheng sekali lagi mengecamkan bahwa jika mengganggunya hanya mendapatkan kematian.


'Sistem'


[Ding]


[Ada yang bisa saya bantu Tuan?]


'Apakah di shop ada pil yang bisa meningkatkan kekuatanku sementara hingga soul core tanpa efek samping ?' tanya Luo Zheng pada sistem.


[Ding]


[Ada Tuan, hanya saja ini akan lebih mahal dari harga biasanya karena tidak memiliki efek samping sama sekali]


'Kalau gitu belikanlah satu' perintah Luo Zheng pada sistem


[Ding]


[Selamat !! Tuan telah membeli pil peningkatan tingkat hitam seharga 64.000 poin sistem, mengurangi -64.000 poin sistem]


Luo Zheng mengeluarkan pil tersebut dari sakunya yang berasal dari penyimpanan sistem, kemudian dia memasukkannya kemulutnya dan menelannya.


Setelah beberapa saat, muncul aura berwarna emas disekeliling tubuh Luo Zheng. Aura itu membuat Patriark Yan merasakan putus asa, karena tekanan aura yang diberikan setara dengan Master Ranah Soul Core.


“Ti-tidak !! jangan kemari !!, atau keluargamu dan seluruh orang yang kau kenal akan mati tanpa tubuh” kata Patriark Yan dengan segala cara dia membuat Luo Zheng berhenti menargetkannya sebagai mangsa.


'Jadi inikah energi spiritual...' batin Luo Zheng sambil melihat energi berwarna emas tersebut.


Tanpa berlama-lama lagi, Luo Zheng menggunakan kuda-kuda dari teknik Dragon King yaitu bentuk pertama Dragon King Fist.


Luo Zheng mengepalkan tangannya dengan erat, lalu muncul qi spiritual berwarna emas di tangan Luo Zheng memadat.


“Teknik bela diri Dragon King bentuk pertama : Dragon King Fist” ucap Luo Zheng menggunakan teknik bela dirinya.


Luo Zheng secara sangat cepat mengayunkan tinjunya yang dilapisi dengan energi berwarna emas tersebut.


Booommm


Wooosh


Buk !!


Ruangan Vip Luo Zheng hancur karena serangannya yang kuat dan memperlihatkan seorang pemuda berambut ungu panjang dengan kedua matanya emas, di tangan kanannya saat ini masih tersisa energi berwarna emas yang merupakan sisa dari teknik bela diri tersebut.


Sementara itu di Ruangan Vip Patriark Keluarga Yan yang sudah hancur dan memperlihatkan seorang pria tua sedang duduk di kursi tetapi, sedetik kemudian leher sampai ke bawah hancur berantakan karena serangan dan sesaat sebelum kematiannya patriark keluarga Yan mempunyai raut wajah yang sangat terkejut dia tidak percaya tentang hal ini.


[Ding]


[Selamat !! Tuan telah berhasil mendapatkan 8.000 Poin dari membunuh master ranah Divine Sea]


Tidak ada yang tidak terkejut saat melihat kejadian sadis berikut.


“Aku berencana untuk setidaknya meringankan hukuman kalian, tetapi karena kalian memilih mengikuti orang yang salah maka... Hanya Kematianlah yang menghampiri Kalian !!” kata Luo Zheng dingin dengan niat membunuh yang dia arahkan kepada seorang tetua yang selalu di samping patriark Keluarga Yan.


...----------------...


Note : Kenapa kedua mata Luo Zheng kembali berwarna emas?, itu karena energi spiritual yang meledak keluar dari pil yang digunakannya sehingga membuat warna matanya kembali berwarna emas.


Untuk ilustrasinya mungkin seperti ini



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...(Bersambung)...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2