
“Oke untuk penjelasan yang kedua, perkenalkan namaku adalah Qing Zun dan aku adalah leluhur dari Kekaisaran Qing Long atau bisa disebut pendiri kekaisaran juga”.
“Dan untuk penjelasan terakhir kenapa aku melakukan semua ini adalah...” Qing Zun mengatakan kata-katanya dengan setengah setengah yang membuat Luo Zheng dengan serius mendengarnya.
“Aku ingin kau menikahi keturunanku yang paling muda, namanya adalah Qing Xinci tenang saja dia adalah anak yang sangat cerdas dan juga cantik” Qing Zun mengucapkannya dengan sangat santai.
Sementara itu Luo Zheng sangat terkejut dengan alasan dari semua ini, dia bertanya-tanya kenapa takdir bisa menemukannya dengan orang gila ini.
“Tidak, tidak, tidak! apa senior sedang mabuk tiba-tiba menikahkan keturunanmu pada seorang kultivator yang tidak dikenal” Luo Zheng menggelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa dia menolak untuk dijodohkan.
Qing Zun menatap mata Luo Zheng dengan tatapan tajam, “Apa perkataan mu itu bisa kuanggap sebagai penolakan?” Ucap Qing Zun dengan suara yang berat.
Luo Zheng merasa panik dan takut dengan amarah dari Qing Zun, “Tidak! bukan itu maksudku” Luo Zheng menenangkan Qing Zun yang wajahnya penuh amarah.
“Jadi kau tidak menolaknya kan?” Qing Zun bertanya pada Luo Zheng.
Luo Zheng tersentak kebingungan dia merasakan furstasi, ketakutan, dan kepanikan disaat yang bersamaan.
'Sial! ini sama sekali tidak bagus, kekuatan orang ini sangatlah kuat saat ingin memeriksanya dengan sistem pasti tidak akan bisa ataupun jika bisa pasti akan penuh dengan tanda tanya. Kenapa takdir selalu menuntunku ke jalan yang sengasara, ha... aku harus cepat menjadi kuat dan bisa mengendalikan takdirku sendiri di masa depan' Luo Zheng berpikir dengan kritis tapi tetap saja tidak ada jalan keluar.
Luo Zheng berdiri kemudian menundukkan kepalanya, “Bukannya saya ingin menolak, tapi itu karena saya yang masih muda dan aku pun sama sekali belum mengenal keturunan anda Qing Xinci. Jadi kasih saya kesempatan untuk bertemu dengannya dan mendiskusikan hal ini, bagaimana senior?” Luo Zheng menjelaskan hal yang mengganjal dipikirannya.
Qing Zun terdiam dan termenung beberapa saat karena perkataan Luo Zheng, dia memegang dagunya seperti orang yang sedang berpikir dengan keras.
Qing Zun menarik dan menghembuskan nafasnya, “Baiklah apa yang kau katakan benar juga, sepertinya aku terlalu impulsif denganmu hingga tidak memikirkan suatu hal seperti ini”.
__ADS_1
“Dan untuk mengatasi hal itu aku akaan membawa Qing Xinci dihadapanmu saat Turnamen Kekaisaran selesai, lalu kau harus pastikan bahwa dia baik-baik saja jika tidak...”
“Baiklah! baiklah aku mengerti apa yang senior maksud, jadi kau menyuruhku untuk menjaganya kan saat waktunya tiba!” Luo Zheng memotong perkataan Qing Zun.
“Hm! baguslah kalau kau mengerti dengan cepat, jadi untuk alasan mengapa itu akan kuberitahukan nanti” Qing Zun berdiri dan kemudian menjentikkan jarinya kembali.
Dunia berubah kembali menjadi seperti semula, tempat Luo Zheng dan lainnya ingin mendaftar sebagai peserta Turnamen Kekaisaran.
'Apa aku sudah kembali...?' Batin Luo Zheng setelah melirik sekitarnya.
'Benar! aku sudah mengeluarkanmu dari dunia ilusi yang kuciptakan berkat teknik kultivasiku, dan sebagai informasi aku sudah mendaftarkanmu dan temanmu sebagai peserta jadi tidak perlu khawatir' Suara Qing Zun terdengar di dalam pikiran Luo Zheng, transmisi suara hanya bisa dilakukan ketika kultivator mencapai Realm Divine Soul Core.
Luo Zheng sudah menduga hal tersebut dan berpikir kembali lebih jauh bahwa kemungkinan Qing Zun ini sudah mencapai batas atau melampaui kehendak dari hukum surgawi.
Luo Zheng dan lainnya pun kembali ke penginapan yang menyisakan sebuah pertanyaan didalam benak Meng Yan dan Song Xiaoyan, tapi mereka tidak mempunyai waktu untuk memikirkan hal yang tidak berguna dan memilih untuk menyiapkan persiapan untuk turnamen.
***
Di suatu gua tak dikenal, terdapat dua orang yang sedang memainkan sebuah permainan catur. Mereka bermain dengan sangat serius hingga membuat suasana terasa mengerikan, bila ada orang yang menganggu mereka maka kemungkinan hanya ada kematian yang akan menjemputnya.
“Bagaimana, apa kau sudah menyelesaikan urusanmu?” Tanya seorang pria dengan rambut putih dan mata berwarna emas dengan simbol seperti bintang.
“Iya, aku sudah menyelesaikannya. yang lebih penting lagi apa kau baik-baik saja?, aku sangat khawatir saat kau memuntahkan darah dari mulut, tidak kusangka seorang Spying Destiny akan kewalahan dengan seorang takdir dari pemuda” ucap seorang pria berambut putih dengan beberapa helai biru.
Pria berambut putih menghela nafas berat, “Kau hanya tidak tahu seberapa mengerikan takdir yang akan dialami pemuda itu, jika aku tidak menghentikan teknik kultivasiku kemungkinan besar aku akan mati dan kalaupun beruntung bisa hidup namun aku hanya bisa menjalani sisa hidupku dengan gangguan jiwa yang berat” Pria berambut putih menjelaskan dengan wajah yang cemas mengingat kejadian yang dialami.
__ADS_1
“Apa semengerikan itu?” tanya pria berambut putih kebiruan dengam wajah yang cukup menyebalkan.
Brak!
Krak!
Pria berambut putih memukul tempat dia bermain catur hingga hancur karena pukulannya yang kuat mengakibatkan retakan yang cukup besar, “Dasar bajingan tua!, kau seharusnya bersyukur karena aku sudah membantumu menemukan seorang calon untuk keturunanmu itu, namun kau membalasnya dengan wajah menyebalkanmu itu, Aku Sangat Marah!!”.
Pria berambut putih terus-terusan mengeluh, membuat pria berambut putih kebiruan menjadi sakit telinga mendengarkan keluhannya.
“Baiklah, baiklah! aku akan memberikan sebuah kompensasi yang akan membuatmu puas, jadi kumohon berhenti mengeluh itu hanya membuat telingaku semakin sakit” Pria berambut putih kebiruan akhirnya menyerah dan memutuskan untuk memberikan kompensasi yang layak.
Pria berambut putih terdiam sementara dan menatap dengan tajam, “Ha?, memangnya apa kompensasi yang bisa membuatku puas”.
Pria berambut putih kebiruan tersenyum licik dalam benaknya, “Bagaimana dengan majalah tentang sembilan kandidat peri nafsu?” pria berambut putih kebiruan mengucapkannya dengan santai.
'Sembilan kandidat peri nafsu?!' pikiran ini terlintas dalam benak pria berambut putih dengan cepat.
“Ahem, ahem!” Pria berambut putih berpura-pura batuk untuk menghindari kecurigaan pria berambut putih kebiruan, “Sungguh sangat tidak senonoh bagi Eastern Dragon mengucapkan hal itu, namun karena kau sudah memberikan itu maka tidak akan sopan bila tidak menerimanya” ucapnya dengan wajah kemerahan.
'Sungguh mudah ditebak!' pikir pria berambut putih kebiruan.
***
(Bersambung)
__ADS_1