
Tiga hari telah berlalu, Luo Zheng dan kelompoknya saat ini masih dalam perjalanan ke Ibukota Qing Long. Selama perjalanannya Luo Zheng dengan kelompoknya dia mendapatkan informasi yang cukup berharga, tentang Turnamen Kekaisaran yang diadakan di Ibukota Qing Long di arena Colosseum Dragon.
Dengan kabarnya Turnamen tersebut yang sudah menyebar ke seluruh wilayah timur, kultivator yang tak terhitung jumlahnya pergi ke Ibukota Qing Long demi mendapatkan hadiah utama yaitu berkesempatan memasuki dragon pond harta kekaisaran.
Saat ini Luo Zheng sangat senang karena memiliki tujuan untuk pergi ke Ibukota Qing Long, yang pada saat itu hanya berpikir untuk datang ke Kekaisaran Qing Long karena tempat itu merupakan pusat dari wilayah timur.
Dan Luo Zheng juga berniat mengikuti Turnamen yang diadakan oleh Kaisar Qing Feng di arena Colosseum Dragon, tapi Luo Zheng merasa ada yang tidak beres dengan Turnamen tersebut dia berpikir jika acara yang diadakan oleh Kaisar Qing Feng hanya untuk umpan para kultivator aliran demon dan membasmi mereka beramai-ramai.
"Saudara Meng! Menurutmu berapa lama waktu yang kita butuhkan sekarang saat ini untuk sampai ke Ibukota Qing Long?" Luo Zheng mulai bertanya karena sangat bosan dengan perjalanannya.
"Kira-kira dengan Monster Beast Tingkat 4 sebagai tunggangan, maka akan butuh 1 minggu untuk kita sampai ke Ibukota"
Luo Zheng merasa akan mati bosan jika dia melanjutkan perjalanan dengan tidak ada hal yang menarik terjadi, dia berharap akan ada kejadian yang menarik terjadi padanya. Setelah beberapa saat berharap akan terjadi hal yang menarik, harapannya langsung terkabulkan.
Luo Zheng dan yang lainnya menjadi waspada karena mendengar suara langkah kaki dari arah semak-semak, Luo Zheng berjalan santai ke semak-semak sembari menatapnya dengan tajam merasa waspada.
"Khahaha! Matilah!"
Seorang pembunuh bertopeng keluar dari tempat sembunyinya dan bergerak dengan sangat cepat dengan keterampilan langkahnya, dengan segera Luo Zheng menyadari pergerakan yang dilakukan oleh pembunuh dia dengan cepat melancarkan serangan telapak tangan pada pembunuh.
Pembunuh terhempas lumayan jauh karena serangan yang cukup kuat dari telapak tangan Luo Zheng, dengan cepat pembunuh itu membalikkan tubuhnya untuk menjaga keseimbangan. Kemudian bersembunyi lagi untuk menghindari pengawasan dari Luo Zheng.
"Ingin bermain petak umpet, kah ..."
__ADS_1
Kemudian Luo Zheng memejamkan kedua matanya untuk merasakan kehadiran pembunuh menggunakan indra pendengar, saat memejamkan matanya beberapa saat akhirnya dia bisa mendengar langkah kaki pembunuh dengan sangat jelas ke mana saja dia pergi Luo Zheng mengetahuinya.
Pembunuh itu melihat sebuah celah yang sangat fatal bagi kultivator yaitu titik nyawa, dia dengan cepat mengayunkan pedangnya dengan Sword Qi menyelimuti tubuh pedangnya. Sword Qi dengan cepat melaju ke arah tengkuk Luo Zheng.
Saat pembunuh itu merasa dirinya sudah berada di atas angin, tapi seketika rasa senangnya hancur karena Luo Zheng berhasil menghindari Sword Qi miliknya dengan sangat mudah. Karena tidak ingin berlama-lama lagi Luo Zheng dengan cepat menggunakan keterampilan langkah kakinya bergerak dengan sangat cepat ke belakang tubuh pembunuh bertopeng.
Kemudian dia memukul tengkuk dari pembunuh bertopeng agar membuatnya pingsan lalu menginterogasinya, sebelum tubuh pembunuh terjatuh ke tanah dengan sigap Luo Zheng langsung menyeretnya ke kereta kuda. Setelah sampai dia langsung membuka pintu dan masuk ke dalam kereta kuda.
"Xiaoyan! Apa kau tahu tentang pembunuh bertopeng ini?" Luo Zheng bertanya pada Song Xiaoyan bawahan pertamanya.
Selama tiga hari bersama, Luo Zheng tahu jika sebenarnya Song Xiaoyan berasal dari Kekaisaran Qing Long dan juga karena itulah dia bertanya pada Song Xiaoyan mungkin dia mengetahui organisasi apa yang ada di balik pembunuh bertopeng tersebut. Song Xiaoyan yang dipanggil merasa terkejut saat melihat tubuh pembunuh bertopeng.
"Xiaoyan ... Apa kau mengenalinya?" Luo Zheng bertanya kembali karena dia merasa bahwa Song Xiaoyan tahu tentang pembunuh bertopeng tersebut dari ekspresi terkejutnya.
"Bukan itu yang ingin kutanyakan!" Luo Zheng sedikit kesal karena Song Xiaoyan yang berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.
"Jika tentang kekuatan yang ada di belakangnya ..." Song Xiaoyan menoleh dan menatap mata Luo Zheng dengan ragu-ragu, "Mereka berasal dari sekelompok pembunuh yang dikenal Blood Flower, organisasi ini sangat misterius dan berakar kuat di Kekaisaran Qing Long".
Luo Zheng mengusap dagunya, berpikir kenapa kelompok pembunuh yang terkenal di Kekaisaran Qing Long ataupun Wilayah Timur mengincarnya. Akan tetapi setelah dipikir kembali akhirnya dia mengingat kemungkinan siapa yang menyewa pembunuh yaitu Keluarga Yan di Kota Monster Beast.
"Kalau begitu apa kau tahu kenapa dia memakai topeng perunggu seperti ini, apa mungkin jika warna perak maka pangkatnya lebih tinggi?" Luo Zheng bertanya lagi karena penasaran dengan warna topeng yang cukup menarik perhatiannya.
Song Xiaoyan yang tidak memiliki pilihan lain selain menjawab pertanyaan Luo Zheng, dia memberitahukan bahwa warna pada topeng di kelompok Blood Flower menunjukkan tingkat kekuatan mereka sendiri. Topengnya sendiri dibagi menjadi empat warna yaitu hitam, perunggu, perak, dan emas.
__ADS_1
Topeng hitam mewakili Tahapan Body Tempered hingga Foundation Estabilishment, mereka adalah pembunuh yang tak berpangkat.
Sementara itu topeng perunggu yang dihadapi Luo Zheng merupakan kultivator yang memiliki Tahapan Divine Sea awal sampai akhir.
Berlanjut lagi dengan topeng perak yang merupakan seorang pembunuh dengan Tahapan Soul Core awal hingga akhir, dan yang paling tinggi diketahui saat ini disebut topeng emas mereka adalah pembunuh dengan Tahapan Divine Soul Core awal sampai akhir.
"Kakak! Pembunuh itu mencoba bunuh diri!" Teriak Lu Yue dengan tiba-tiba.
Luo Zheng dengan cepat menoleh ke sampingnya dan melihat pembunuh itu terbangun, pembunuh itu mencoba menggigit racun yang ada di dalam mulutnya jika dia berada di dalam posisi tertangkap oleh musuh. Saat Luo Zheng berusaha ingin membuat pembunuh itu pingsan lagi tapi percuma saja karena sudah terlambat, pembunuh itu sudah menggigit racun yang ada di dalam mulutnya.
Luo Zheng dengan emosi memukul kakinya karena merasa sangat kesal dengan dirinya yang lengah memberikan kesempatan pada pembunuh untuk melakukan bunuh diri, Luo Zheng merasa sangat sayang sekali jika saja dia bisa membunuhnya.
"Hah... Jika saja aku tidak lengah... Setidaknya aku bisa membunuhnya dengan tanganku sendiri tapi kenapa takdir mempermainkanku!" Luo Zheng mengatakan hal yang mengerikan dengan wajah sedih dan penyesalan.
"Dasar orang gila!" Pikir Song Xiaoyan merasa bahwa tuannya Luo Zheng merupakan orang yang gila membunuh.
Karena tidak ada lagi yang dibutuhkan dari pembunuh bertopeng tersebut, Luo Zheng mengangkat tubuhnya dan membuangnya di jalan kemudian masuk kembali ke dalam kereta kuda. Setelah suasana kembali menjadi semula yang tenang, Meng Yan melanjutkan kembali perjalanannya.
"Turnamen Kekaisaran... Sekte aliran demon... Dan juga kelompok Blood Flower... hehehe, semua ini sangat menarik!" Luo Zheng bergumam dan merasa menarik dengan situasi yang akan dia lalui di Ibukota Qing Long.
"Sialan! Apa aku salah melayani tuan? Apalagi saat ini guru masih tertidur dalam kalungku tapi sudah disimpan oleh orang gila yang tiba-tiba menyerangku dan mengancamku" Song Xiaoyan mengeluh dalam benaknya.
***
__ADS_1
(Bersambung)