
Di Kota Monster Beast.
Di siang hari yang sangat terik ini terdapat dua orang yang sangat menarik perhatian, yaitu seorang gadis yang cantik dan juga seorang pria yang tampan dengan matanya emas tajam.
Mereka berdua sepertinya lagi sedang asik-asiknya mengobrol sesuatu, tapi setelah beberapa saat mereka berhenti mengobrol dan saling menatap mata mereka.
Ya!!, seorang gadis cantik dengan rambut emas dan mata ungunya adalah Min Shi yang sedang mengobrol dengan Luo Zheng.
Dan begitupun juga dengan seorang pria yang tampan dengan mata emasnya yang tajam, itu adalah Luo Zheng yang sednag mengobrol dengan Min Shi.
Suasana seketika menjadi hening karena salah satu dari mereka sama sekali tidak bersuara, keheningan itu terjadi selama beberapa saat karena ada sesuatu yang memecahnya.
"Oi!!, nona muda dan anak dermawan. Apa yang kalian obrolkan di sana, bisakah kakek tua ini mengikuti apa yang kalian obrolkan" Teriak Hao Tian dari jarak yang cukup jauh.
Mereka berdua tersentak kaget dengan suara dari Hao Tian yang cukup kencang hingga sampai ke Luo Zheng dan Min Shi, yang jaraknya cukup jauh tapi terdengar sangat jelas apa yang dibicarakan.
"Hahh. Oi kakek tua kau bikin kaget saja tahu?, bisalah kau tidak berteriak di jalanan kota ini atau kau akan membuat para pejalan merasa tidak nyaman" Ucap Luo Zheng memperingati Hao Tian dnegan wajah datarnya.
"Itu benar!!. Seperti yang dikatakan Luo Zheng kau memmbuatku terkejut saja paman!!" Ucap Min Shi mengeluh pada Hao Tian.
Hao Tian yang mendengar perkataan mereka berdua dengan jelas hanya terkekeh dan berkata, "Hahaha, maaf-maaf sepertinya kakek tua ini telah membuat nona muda dan anak dermawan kaget ya!!" Ujarnya meminta maaf karena telah mengkagetkan mereka berdua.
"Ngomong-ngomong apa yang kalian lakukan di sini?, kakek tua ini sangat penasaran loh" Ucap Hao Tian sangat penasaran dengan topik yang dibahas mereka berdua.
"Oh tentang yang kita obrolkan tadi, aku hanya meminta sebuah permintaan pada Min Shi untuk latih tanding denganku" Balas Luo Zheng dengan senyuman percaya dirinya.
Hao Tian yang mendengar balasan dari Luo Zheng tersentak, lalu dia mengusap keringat yang berada di dahinya dnegan cepat dan merasa canggung dengan topik yang dibahas Luo Zheng.
"Ada apa kakek tua? keringatmu sangat banyak sekali kelihatannya, apakah kau sedang sakit? lebih baik kau istirahat saja terlebih dahulu" Ucap Luo Zheng yang mengkhawatirkan kondisi Hao Tian.
'Hadehh. Yang seharusnya kau khawatirkan bukanlah aku tapi dirimu sendiri!!, semoga nona muda menahan diri jika tidak maka anak muda ini akan mati secara instan dalam satu serangan!!' Batin Hao Tian sangat cemas dengan keselamatan dari Luo Zheng.
"Ahahaha. Aku tidak apa-apa anak muda aku hanya sedikit kecapekan, oh iya aku lupa memperkenalkan diri namaku adalah Hao Tian dan kau bisa memanggilku Kakek Tian dan bagaimana dengan mu anak muda?" Ucap Hao Tian memperkenalkan dirinya pada Luo Zheng dan menanyakan nama Luo Zheng sendiri.
"Namaku adalah Luo Zheng dan impianku adalah menjadi seorang penguasa yang menguasai segalanya di bawah kekuasaanku, Kakek Tian bisa memanggilku Luo'er atau Zheng'er" Balas Luo Zheng juga memperkenalkan dirinya dan impiannya dengan percaya diri.
"Hohoho, sungguh impian yang sangat besar untuk menguasai segalanya Zheng'er".
"Tetapi apa kau mempunyai kekuatan yang cukup untuk mendapatkan itu semua, lalu saat ini juga kau tidak mempunyai kultivasi sama sekali...".
"Tapi ada sebuah pengecualian yaitu fondasimu sudah sangat kokoh untuk memulai kultivasi, kenapa kau tidak memulainya sekarang?" Tanya Hao Tian pada Luo Zheng merasa sangat penasaran kenapa tidak memulai kultivasinya sekarang juga.
"Hahaha, memang sekarang aku tidak mempunyai kekuatan sama sekali. Tetapi aku mempunyai sebuah pemikiran bahwa jika ingin memulai kultivasi, maka aku harus mengkokohkan fondasiku terlebih dahulu hingga sempurna karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan bila aku mempunyai fondasi yang sangat rapuh" Ucap Luo Zheng memberitahukan pemikirannya tentang kultivasi pada Hao Tian.
Hao Tian yang mendengarnya merasa tercerahkan pikirannya dengan pemikiran dari Luo Zheng, dia semakin tertarik dengan Luo Zheng dan berkata "Zheng'er!! kau adalah pemuda yang paling menarik dari semua pemuda yang pernah kutemui, lalu tentang pikiranmu itu sudah benar. Kau memikirkan tentang masa depan yang tidak diketahui apa akan bernasib baik atau sebaliknya karena seluruh penyesalan datangnya diakhir, hahahahaha!!" Hao Tian tertawa lepas.
Min Shi merasa sangat terheran-heran dengan tawa dari pamannya, karena sudah sejak lama pamannya tidak pernah tertawa lepas seperti itu disebabkan karena istrinya yang mati oleh musuh bebuyutan keluarganya pada saat waktu pembantaian terjadi.
"Oh iya tentang latih tanding kalian, lokasi mana yang akan kalian jadikan tempat latih tanding?" Tanya Hao Tian sudah berhenti tertawa.
Luo Zheng memikirkan sejenak untuk lokasi yang akan digunakan sebagi latih tanding dengan Min Shi, setelah beberapa saat dia akhirnya mulai memutuskan bahwa lokasi tempatnya adalah Evil God Mountain.
"Aku sudah memutuskannya, kita akan latih tanding di Evil God Mountain" Ucap Luo Zheng dengan santai.
"Tentang tempat itu..., bukankah tempat itu memiliki ras Ghost yang menguasainya. Jika kalian bertanding di sana pasti akan akan diganggu oleh mereka, bahkan ada rumor bahwa di sana ada sosok Evil God" Ucap Hao Tian sangat khawatir dengan tempat yang disebutkan Luo Zheng.
"Aha!! tentang Evil God Kakek Tian tidak perlu menghawatirkannya, karena dia sudah pergi jauh-jauh ke suatu tempat yang sangat jauh dari sini" Ucap Luo Zheng dengan santainya tidak takut sama sekali dengan sosok Evil God yang sangat kuat dan menyeramkan.
"Se-seperti itu kah?, kalau kalian sudah memutuskannya maka aku akan menngantar kalian dengan kecepatanku" Ucap Hao Tian dengan bangga karena kecepatannya yang sangat tinggi.
Hao Tian menggunakan Spiritual Qinya untuk menyelimuti Luo Zheng dan Min Shi, setelah itu muncul angin kencang menerpa mereka berdua dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Mereka berdua terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi karena angin yang menerpa mereka, Hao Tian yang tidak ingin ditinggal pun langsung terbang tanpa menggunakan energi apapun.
__ADS_1
"Aaaaa" Teriak Luo Zhrng sepanjang perjalanan menuju Evil God Mountain, dia sangat ketakutan karena baru pertama kali terbang dan juga dengan kecepatan yang sangat cepat.
Beberapa detik kemudian terlihat sebuah gunung yang sangat besar dan tinggi dihadapan mereka, gunung itu adalah Evil God Mountain yang pernah dikunjungi oleh Luo Zheng.
'Benar seperti yang dikatakan Zheng'er, di sekitar sini tidak ada Aura jahat yang sangat kuat hanya ada puluhan juta Ghost disini, tapi aku juga harus menahan Spiritual Qi ku jika tidak maka Bintang ini hanya akan hancur lebur karenanya' Batin Hao Tian sedikit lega karena tidak ada Aura Jahat yang sangat kuat di Evil God Mountain.
"Huff... Haaaa..."
Luo Zheng menarik napas panjang lalu menghembuskannya untuk menenangkan pikirannya yang sangat kacau karena terbang dengan kecepatan yang tinggi.
"Luo Zheng tidak kusangka kau ternyata sangat penakut dengan ketinggian, hahahaha itu sangat lucu hahaha" Min Shi terkekeh karena Luo Zheng yang ketakutan sepanjang perjalanan yang sangat singkat itu.
Luo Zheng sangat kesal dengan ejekan dari Min Shi tetapi dia menahan dirinya untuk tidak marah, karena seorang Kultivator Dao harus menahan sebuah emosi buruk seperti penyesalan, kemarahan, kerakusan dan lain-lain jika tidak mereka hanya akan membangkitkan Hati Iblis dalam diri mereka.
"Baiklah karena kita sudah sampai di lokasi, maka kita harus bersiap untuk memulai latih tanding" Ucap Luo Zheng memberitahukan pada Min Shi untuk bersiap-siap terlebih dahulu.
"Kenapa kita harus bersiap-siap?, bahkan sekarangpun aku sudah sangat siap untuk mengalahkanmu" Ucap Min Shi dengan sangat percaya diri dengan kekuatan fisiknya.
Luo Zheng yang mendengarnya merasa sangat senang karena mendapatkan seseorang yang kuat untuk bertanding dengannya dalam hal kekuatan fisik murni, tanpa menggunakan Spiritual Qi sama sekali.
Hao Tian yang merasakan hawa bertarung dari mereka berdua hanya tersenyum merasa senang dan berkata dalam hatinya, "Sepertinya ini adalah hal yang bagus untuk nona muda, karena dia sangat kesepian selama ini sebabnya diantara para jenius antar generasinya tidak ada yang sebanding dengannya".
Hao Tian mengendalikan Spiritual Qi nya untuk menurunkan mereka berdua yang saat ini berada di langit, saat kaki mereka sudah menapaki tanah.
Hao Tian dengan cepat membuat sebuah penghalang dari Spiritual Qinya yang sangat murni itu untuk mencegah para Ghost mengganggu jalannya pertarungan dari mereka berdua.
Setelah selesai membuat penghalang itu, Hao Tian kemudian menoleh ke arah mereka berdua yang sedang saling menatap dengan semangat bertarung yang kuat di matanya.
Hao Tian terkekeh dan tertawa, karena merasa nostalgia dengan mereka berdua yang sangat mirip istrinya dengan dirinya yang dulu merupakan seorang rival dalam mencapai puncak dari Dao Bela Diri.
"Paman kenapa kau tertawa?" Tanya Min Shi pada Hao Tian.
"Oh tidak ada apa-apa, aku hanya merasakan nostalgia dari kalian berdua" Balas Hao Tian.
"Baiklah kalau begitu maka aku akan menjadi jurinya dan sekarang kalian harus bersiap-siap!!" Teriak Hao Tian.
"MULAI !!!" Teriak Hao Tian dengan sangat keras menggunakan Spiritual Qi-nya agar terdengar oleh mereka berdua.
Bam!
Bam!
Luo Zheng dan Min Shi berlari dengan cepat hingga membuat cetakan kaki mereka di tanah, Luo Zheng mengepalkan tangan kanannya lalu mengayunkannya dengan cepat.
Mim Shi dengan reaksi yang cepat langsung menangkap serangan dari Luo Zheng dan menendangnya dengan keras hingga membuat Luo Zheng terpental lumayan jauh.
Luo Zheng yang terpental mencoba membuat tubuhnya seimbang lagi, tapi percuma saja Min Shi tidak memberi waktu sedikitpun untuk Luo Zheng melakukan serangan.
Min Shi memukul Luo Zheng dengan tinjunya dengan sangat cepat hingga membuat Luo Zheng tidak dapat bereaksi dengan benar, tapi dari pertarungan ini Luo Zheng akhirnya mengerti arah serangan mana saja yang akan dilakukan oleh Min Shi.
Luo Zheng membuka kepalan tangannya, seketika pukulan dari Min Shi dihentikan oleh Luo Zheng.
Luo Zheng yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut, menggunakan telapak tangannya untuk memukul area perut dari Min Shi.
Bak!
Woosh!
Min Shi yang terpental dengan cepat menyeimbangkan tubuhnya kembali, lalu berlari menuju Luo Zheng dengan cepat dan memukul Luo Zheng.
Luo Zheng dan Min Shi beradu pukulan dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang, setelah cukup lama beradu pukulan Luo Zheng sedikit melonggarkan pertahanannya.
Min Shi langsung mengambil kesempatan itu dengan memukulnya dengan sangat kuat, hingga membuat beberapa kerusakan yang cukup berat dari tubuh Luo Zheng.
Sepanjang pertarungan mereka Luo Zheng dan Min Shi memiliki ekspresi yang sama yaitu tersenyum seperti orang yang sangat gila akan pertarungan.
__ADS_1
"Hahaha!!, Min Shi!! aku mengakuimu sebagai orang yang sangat berbakat dan kuat. Aku Luo Zheng dari Keluarga Luo sangat mengaggumi bakat dan tekadmu!!" Ucap Luo Zheng yang masih dalam pertarungan sengitnya dengan Min Shi.
"Aku juga mengakuimu sebagai orang yang paling berbakat di antara generasiku, aku Min Shi dari Klan Immortal Dragon mengakuimu sebagai rivalku!!" Balas Min Shi juga sepanjang pertarungannya.
[ヾ(〃^∇^)ノ]
[Selamat!! Tuan telah menyelesaikan Quest Identitas Min Shi]
[Tuan mendapatkan Teknik Rahasia : Fusion Qi, Huyan akan menyimpannya di penyimpanan sistem]
Luo Zheng yang melihat panel sistem di depannya menjadi lengah dan terpukul oleh Min Shi tepat di pipinya dengan sangat kuat.
Pak!!
Luo Zheng terpental kemudian terjatuh tepat wajahnya di tanah.
"Berhenti!!" Teriak Hao Tian menggunakan Spiritual Qi-nya agar terdengar oleh mereka berdua.
Min Shi yang mendengar aba-aba berhenti dari Hao Tian, seketika dia mengikuti apa yang diucapkannya.
Hao Tian yeng mengkhawatirkan kondisi luka apa dialami oleh Luo Zheng segera menghampirinya, saat berada di depan tubuh Luo Zheng yang terbaring lemah di tanah, Hao Tian segera mengangkat dan membangunkan tubuhnya lalu memeriksa luka yang dialami oleh Luo Zheng.
"Huh!!"
Hao Tian sangat terkejut dengan kondisi yang sekarang dialami oleh Luo Zheng yaitu luka organ dalam yang cukup parah dan merasa heran dengan Luo Zheng yang tetap melanjutkan pertarungannya dengan Min Shi.
"Dengan luka organ dalam yang cukup parah ini kultivator Body Tempered pasti akan terjatuh lalu mati, tapi kenapa Zheng'er yang serang manusia biasa saat ini bisa tidak mengalami kematian!! pasti ini hanya keberuntungan semata" Ucap Hao Tian sangat kagum dengan keberuntungan yang dialami oleh Luo Zheng karena masih hidup dengan luka yang sangat berat itu.
Dengan segera Hao Tian memikirkan untuk menyembuhkan Luo Zheng, dia mengambil sebuah botol giok dari dalam sakunya lalu membuka tutup dari botol giok tersebut.
Boom!
Woosh~
Sebuah ledakan aroma yang sangat wangi terjadi dalam botol giok tersebut, mengakibatkan para Ghost yang berada di luar penghalang mencoba memasukinya dengan paksa seperti menghancurkannya atau menggunakan teknik alami ras mereka yaitu tak terlihat.
Tetapi percuma saja apa yang mereka lakukan hanyalah hal yang sangat sia-sia, karena penghalang yang dibuat oleh Hao Tian sangatlah kuat dan tidak bisa ditembus bahkan oleh Ranah Soul Core sekalipun.
Hao Tian membalikkan botol atas itu menghadap ke bawah dan seketika keluar sebuah pil bulat berwarna biru dengan beberapa garis-garis putih disekelilingnya, garis putih yang berada di pil tersebut adalah sebuah pertanda bahwa pil yang dimilikinya telah mengalami kebangkitan karena Kekuatan Langit dan Bumi terserap ke dalam pil tersebut dan menjadi satu.
Min Shi terkejut dengan perilaku Hao Tian!
"Paman!, apa kau benar-benar menjadi tidak waras?. Pil Pemulihan dengan sebuah garis nadi adalah hal yang sangat berharga di Alam Semesta ini dan sangat langka!!, walaupun Klan kita memiliki banyak Pil yang lebih baik dari ini tapi saat ini kita lebih baik menghemat!!" Ucap Min Shi sangat khawatir dengan perilaku aneh pamannya yang menjadi sangat baik pada orang asing seperti Luo Zheng.
Hao Tian tidak menanggapi perkataan dari Min Shi, dia hanya mengabaikannya seperti tidak ada sama sekali. Hao Tian sekarang tidak pernah menganggap Luo Zheng sebagai orang asing tetapi seperti anaknya sendiri dan akan melindungi Luo Zheng seperti keluarganya sendiri, Hao Tian membuka mulut Luo Zheng lalu memasukkan Pil Pemulihan ke dalam mulut Luo Zheng untuk dikonsumsi.
Glek!
Setelah tanpa sadar Luo Zheng telah menelan Pil Pemulihan itu, dengan segera Hao Tian membuatnya duduk dan dia juga duduk dibelakang tubuh Luo Zheng menghadap punggung Luo Zheng. Spiritual Qi yang sangat kaya dan melimpah tersebar ke seluruh tubuh Luo Zheng dengan sangat cepat, karena Spiritual Qi yang sangat melimpah itu sehingga tubuh Luo Zheng tidak akan bisa menampungnya dan menyerapnya dengan sangat baik.
Tetapi Hao Tian mengulurkan tangannya ke pundak Luo Zheng dan mengalirkan Spiritual Qi-nya yang berwarna biru laut itu memasuki tubuh Luo Zheng, Spiritual Qi yang tersebar dan tersesat di dalam tubuh Luo Zheng menjadi teratur ke jalur yang benar karena Hao Tian menggunakan Spiritual Qi-nya sebagai pengarah untuk Spiritual Qi dari Pil.
Spiritual Qi dari Pil Pemulihan dan Spiritual Qi dari Hao Tian sangat berbeda karena mereka memiliki fungsinya masing-masing dan berbeda, Spiritual Qi dari Pil Pemulihan hanya berguna untuk memulihkan sebuah luka yang sangat berat seperti Luo Zheng sementara itu Spiritual Qi dari Hao Tian walaupun bisa menyebuhkan luka dari Luo Zheng akan tetapi itu tidak se-efektif dari Pil Pemulihan.
Tetapi diantara banyaknya Jalan Dao ada sebuah jalan yang sangat berguna untuk sebuah penyembuhan, profesi itu dinamakan Tabib seperti yang dijelaskan bahwa Tabib memmiliki sebuah pekerjaan untuk menyembuhkan orang lain dan membuat sebuah racikan-racikan obat yang disebut Elixir.
***
Kembali Ke Luo Zheng
Tubuh Luo Zheng yang tadinya terluka sangat parah kembali menjadi seperti semula, seperti tidak pernah mengalami sebuah luka yang sangat parah akibat sebuah pertarungan.
Fiuhh!
Hao Tian menghela nafas berat karena sedikit kecapekan dengan menahan Spiritual Qi-nya sembari mengatur Energi dalam tubuh Luo Zheng, Hao Tian menyeka keringat di dahinya dengan tangannya lalu mengusapnya.
__ADS_1
***
(Bersambung)