
1 minggu telah berlalu, perjalanan Luo Zheng dan kelompoknya selama satu minggu ini berjalan lancar. Sama sekali tidak ada hambatan luar seperti satu minggu yang lalu mereka kedatangan tamu yang setelah berkunjung malah bunuh diri karena dipojokkan.
Luo Zheng dan kelompoknya saat ini sudah berada di depan gerbang pintu Ibukota Kekaisaran yang sangat mencolok sedang mengantri, ada dua kepala naga hijau yang menghiasi dibagian masing masing pintu gerbangnya. Apalagi dengan penjaga yang menjaga pintu gerbang Kekaisaran mereka memiliki tahapan Divine Soul Core akhir itu mengerikan.
Luo Zheng merasa terinspirasi dengan pintu gerbang Kekaisaran yang mencolok, dia memikirkan jika membuat sebuah sekte maka dia akan menaruh patungnya di pusat sektenya. Lalu dia juga akan membangun sektenya dengan material yang mahal mungkin dia akan menggunakan Batu Jiwa untuk digunakan sebagai gerbang luarnya dan menggunakan material yang lebih mahal di dalam sektenya.
Tapi tiba-tiba lamunannya terganggu karena mereka sudah berada di barisan terdepan untuk memasuki Ibukota Kekaisaran, Luo Zheng dan lainnya dengan cepat langsung menuruni kereta kuda untuk menjalani prosedur keamanan yang dijalankan petugas. Luo Zheng mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahu agar memudahkan untuk diperiksa.
Petugas yang akan menjalankan proses keamanan dengan sigap memegang tangan Luo Zheng dan dengan hati-hati pula mengecek tulang Luo Zheng menggunakan Spiritual Qi miliknya, setelah beberapa saat tidak merasakan Demon Qi dalam tulang Luo Zheng yang berarti Luo Zheng tidak termasuk dalam kultivator iblis. Petugas itu melepaskan tangannya dan kemudian menyuruh Luo Zheng untuk menyentuh bola transparan yang pernah Luo Zheng lihat di Kota Monster Beast.
Kemudian Luo Zheng menyentuh bola transparan dan bola tersebut bersinar putih terang seperti saat di kota Monster Beast, yang menandakan bahwa Luo Zheng sama sekali tidak memiliki sejarah kriminal dalam dirinya. Luo Zheng dan yang lainnya juga selesai melakukan prosedur keamanan dan hanya menunggu berapa biaya yang dikenakan untuk memasuki Ibukota Qing Long.
"Kenapa kalian diam saja? Untuk saat ini karena titah dari Kaisar, biaya memasuki Ibukota akan dihilangkan sementara! Jadi kalian tidak perlu memmbayar" Penjaga menjelaskan jika biaya digratiskan.
Luo Zheng dan lainnya memasuki kereta kuda kembali dan berangkat memasuki Ibukota, saat memasukinya Luo Zheng sangat takjub dan kagum dengan perumahan bergaya cina kuno. Luo Zheng juga sangat senang karena udara di Ibukota ini sangat bersih dan asri daripada saat masih berada di bumi.
Saat ini mereka sedang mencari penginapan yang kamarnya masih banyak yang kosong tapi itu sia-sia karena banyak penginapan yang mereka kunjungi, akan tetapi penginapan itu sudah penuh semuanya disebabkan karena Turnamen Kekaisaran yang membuat para kultivator luar berdatangan dan menyewa kamar. Karena tidak mempunyai pilihan lain Luo Zheng dan kelompoknya akhirnya memilih sebuah penginapan yang sederhana tidak terlihat mencolok.
"Permisi, apa ada orang!" Luo Zheng berteriak ingin memanggil pemilik penginapan.
"Selamat datang anak muda dan kelompoknya di penginapan kami yang sederhana ini" Seorang nenek paruh baya keluar dari pintu dan menyambut Luo Zheng dan yang lainnya, "Apa Tuan dan nona muda ingin menyewa kamar?".
"Oh iya! Apa di penginapan ini masih ada dua kamar kosong?" Luo Zheng bertanya, dia sangat lelah jika penginapan yang dia kunjungi kali ini kamarnya masih penuh.
"Tentu saja Tuan muda! Penginapan kami masih memiliki kamar kosong, jika menyewa satu kamar selama satu hari maka dikenakan biaya 10 koin perak!" Nenek paruh baya menjelaskan, jika masih ada kamar kosong di penginapan.
"Baiklah kalau begitu kami akan menyewa dua kamar selama 1 minggu, jadi harganya 140 koin perak!" Luo Zheng menyerahkan 100 keping koin emas dari penyimpanan sistem.
"Ini... Sepertinya terlalu banyak anak muda! saya tidak memiliki kembaliannya" Nenek itu merasa sedikit kecewa dengan dirinya karena tidak memiliki kembalian.
Tapi Luo Zheng tetap memaksa nenek tersebut untuk menerimanya, "Hahaha! Nenek tidak perlu mengasih kembalian, aku ikhlas kok memberinya dan hitung saja ini sebagai tip oke!" setelah mengatakan itu akhirnya nenek itu pasrah dan menerima 100 keping koin emas yang diberi Luo Zheng. Nenek itu sangat senang dan bersyukur karena hari ini dia bisa mengasih cucunya makanan yang layak tidak seperti roti keras yang diberikan setiap hari.
"Terima kasih... Nak!"
"Tidak perlu berterima kasih nek!"
Setelah itu Luo Zheng menoleh ke kelompoknya dengan wajah datar, "Baiklah karena aku sudah membayarnya maka kalian bertiga akan tidur dalam satu kamar dan saudara Meng akan sama di kamarku!" Luo Zheng menunjuk Lu Yue, Song Xiaoyan dan Cai Yue untuk tidur dalam satu kamar, sementara itu dia menunjuk Meng Yan untuk tidur satu kamar dengannya.
__ADS_1
"Oh iya! Dan juga aku ingin mengikuti Turnamen Kekaisaran yang diadakan, jadi siapa saja yang ingin ikut selain aku?" Luo Zheng menanyakan siapa yang akan ikut selain dia dalam Turnamen Kekaisaran.
"Aku ingin ikut!"
"Aku juga akan ikut Master!"
Song Xiaoyan dan Meng Yan mengangkat tangannya sebagai tanda bahwa mereka ingin mengikuti Kompetisi Turnamen Kekaisaran, karena Luo Zheng sudah mengetahui siapa saja yang ingin mengikuti Turnamen dia menoleh ke arah Cai Yue dan menyuruhnya untuk menjaga Lu Yue sebentar saja. Karena Luo Zheng dan yang lainnya berencana pergi ke area Colosseum untuk mendaftar Kompetisi Turnamen Kekaisaran.
Setelah itu Luo Zheng berjalan dengan kedua orang yang mengekorinya dari belakang, “Umm... Apa kalian tahu di mana Colosseum Arena?” Luo Zheng dengan malu-malu bertanya pada mereka berdua karena sama sekali tidak mengetahui lokasi Colosseum Arena, “Ahem! Aku hanya bertanya bukan karena tidak tahu, namun aku hanya ingin mengetes kalian berdua apakah memiliki pengetahuan yang bagus tentang Ibukota Qing Long.”
Song Xiaoyan dan Meng Yan menatap datar Luo Zheng karena tidak tahu malu, namun mereka berdua tetap berpikir keras karena sudah tahunan lamanya mereka meninggalkan Ibukota, jadi mungkin akan ada beberapa perubahan di berbagai tempat.
“Master! Sepertinya aku tahu tepatnya di mana lokasi Colosseum Arena!” Song Xiaoyan mengangkat tangannya untuk menarik perhatian Luo Zheng dan benar saja Luo Zheng langsung tersenyum.
“Baiklah! Kami akan mengikutimu dari belakang, jika yang kau pikirkan itu benar maka aku akan memberikanmu hadiah!” Luo Zheng tersenyum senang dengan tulus, melihat senyum Luo Zheng itu membuat Song Xiaoyan menjadi tidak enak karena ketampanan Luo Zheng apalagi dengan senyumnya membuat detak jantung Song Xiaoyan berdetak dengan cepat.
Song Xiaoyan berjalan dengan cepat sambil menyembunyikan rona di wajahnya agar tidak terlihat Luo Zheng, sementara itu Luo Zheng dan Meng Yan mengekori Song Xiaoyan dengan tergesa-gesa supaya tidak tertinggal.
"Ada apa dengan gadis kecil ini?" Pikir Luo Zheng dan Meng Yan bersamaan.
Setelah beberapa saat terus mengikuti Song Xiaoyan yang berjalan ceoat akhirnya mereka melihat bangunan yang tinggi dan megah dari luar, apalagi dengan antrian yang ada di depan gerbang pintu masuk dari bangunan tersebut merupakan Colosseum Arena.
Dengan antrian yang cukup panjang kira-kira dibutuhkan waktu sekitar 3-4 jam untuk sampai menunggu giliran mereka kedepan, karena itulah Luo Zheng yang tidak ingin membuang waktunya ingin membuat skenario agar cepat menyelesaikan pendaftaran.
Tapi setelah dipikir kembali tempatnya sangatlah tidak cocok dengan skenario, Luo Zheng pun memutar otaknya dengan cepat dan akhirnya menemukan ide yang sederhana yaitu hanya perlu membuat sebuah keributan agar pendaftar menjadi berpisah dari barisan.
Luo Zheng mengeluarkan berbagai alat-alat yang dibutuhkannya dari penyimpanan sistem dan segera bersiap untuk melancarkan aksinya, tapi sebelum melakukan itu Luo Zheng memperingati Song Xiaoyan dan Meng Yan untuk menjauh darinya.
“Aa!! Hati-hati ada peledak disini!” Setelah melancarkan aksinya Luo Zheng akhirnya keluar dari barisan dengan kecepatan penuh menggunakan ilmu pergerakannya.
"Apa?! Peledak!!"
"Wa!! Tolong mama!"
"Selamatkan dirimu terlebih dahulu"
Seketika suasana yang tadinya biasa saja menjadi ricuh dengan teriakan Luo Zheng, orang-orang dengan segera berlarian kesana kemari untuk menyelamatkan diri.
__ADS_1
Mereka melihat sebuah benda hitam berada di tempat antrian tadi dan meyakini bahwa itu adalah peledak, namun setelah menunggu beberapa saat tidak ada sama sekali ledakan yang keluar dari benda hitam tersebut.
"Eh? Kenapa tidak meledak?"
"Ini tidak bagus! kita tertipu"
"Akh! bajingan mana yang berani menipuku, akan kuhancurkan dia perlahan dan keluarganya pun"
Suasana menjadi ricuh karena sangat kesal dengan orang yang berteriak sehingga mereka panik, sementara itu Luo Zheng yang merupakan dalang kejadian ini hanya tertawa kecil dan bersembunyi di sekumpulan kultivator.
“Kehehe tidak kusangka mereka sangat mudah dibodohi, kukira ini tidak akan berhasil tapi ternyata mereka semua masih belum matang” Luo Zheng terkekeh melihat kebodohan kultivator.
“Oh! sudah ada yang menyerobot antrian, ayo kita pergi juga!” Ucap Luo Zheng ketika melihat ada beberapa orang yang sudah mengantri lagi.
Luo Zheng dan yang lainnya denhan cepat bergerak untuk mengantri dan kemudian menunggu sampai giliran mereka, setelah beberapa saat akhirnya Luo Zheng berhadapan dengan panitia pendaftaran.
Saat Luo Zheng ingin menarik nafas tiba-tiba hal mengejutkan terjadi, dunia sekitar Luo Zheng menjadi berubah total tempat yang tadinya ramai dengan kultivator menjadi padang rumput hijau yang luas.
'Apa yang terjadi! apakah ini semua adalah ilusi?... tidak! Ini bukan ilusi, kelima indraku menyatakan bahwa dunia ini adalah tempat yang nyata'.
'Tapi jika ini adalah ilusi, pasti ada orang hebat yang bisa mengontrol kelima indraku untuk merasakan bahwa semua ini adalah kenyataan' Luo Zheng berpikir keras terhadap situasi yang dia hadapi.
Tap!
Terdengar langkah kaki dengan hembusan angin yang kencang di padang rumput, Luo Zheng berbalik dan bersiap dengan memasang kuda-kuda.
“Hahaha! tidak perlu sewaspada itu junior dao, aku tidak akan memakanmu kok” Ucap seorang pria berambut putih kebiruan di atas langit.
Luo Zheng menoleh ke atas kemudian mengepalkan kedua tangannya sembari menundukkan kepalanya, “Hormat senior, jika boleh tahu apa yang diinginkan oleh senior padaku?” Luo Zheng bertanya apa maksud dari semua ini.
Pria tersebut tersenyum mendengar perkataan Luo Zheng kemudian di menjentikkan jarinya dan tempat padang rumput yang sangat luas berubah menjadi sebuah ruangan yang elegan dan mewah, “Kita bisa berbicara disini dengan santai”.
“Oke aku akan menjelaskan dari yang pertama terlebih dahulu, dunia yang sekarang kita tempati adalah hasil dari Teknik Kultivasi milikku yang bernama Azure Dragon From The East Created The Earth. Walaupun saat ini aku masih berada di level 5 dari teknik ini akan tetapi itu sangatlah kuat dan bisa menghancurkan beberapa benua dengan mudah, oke untuk penjelasan yang kedua...”
“Ada di chapter berikutnya, Tehe!”
***
__ADS_1
(Bersambung)