Kisah Penguasa Tertinggi

Kisah Penguasa Tertinggi
Chapter 24 : Peta Rahasia


__ADS_3


Kota Monster


Paviliun Harta.


Seluruh ruangan lelang Paviliun Harta seketika sunyi dan hening, mereka tidak berani membuat iblis yang sedang marah akan kehilangan kendali lalu membunuh mereka. Semua peserta menutup mulutnya dengan rapat agar tidak mengganggu Luo Zheng yang sedang marah, bahkan para penghuni ruangan vip sangat gugup dengan kejadian yang terjadi tiba-tiba.


Bahkan orang yang baru saja datang dari luar Paviliun, seketika merasakan tekanan yang sangat besar membuatnya tersungkur jatuh dan tubuhnya bergetar hebat. Mereka merasakan tekanan itu seperti kematian yang akan menghampiri mereka, karena tidak bisa melakukan apa-apa mereka hanya pasrah terkena tekanan yang sangat kuat tersebut.


Luo Zheng yang menyadari hal tersebut memutuskan untuk mendinginkan kepalanya, lalu menghilangkan niat membunuh dan tekanan dari Master ranah Soul Core miliknya. Dia mengeluarkan sebuah cincin ruang berisi 20.000 Batu Jiwa lalu melemparkannya pada Lin Mi yang berada di pusat tempat lelang atau panggung lelang, seketika Lin Mi sadar karena Luo Zheng yang melemparkan cincin ruang dari ruangannya.


“Ini adalah uang dari barang yang kutawar dan juga sebuah permintaan maaf di dalamnya, karena sudah membuat keributan di pelelangan kalian” kata Luo Zheng sedikit merasa bersalah tentang kejadian yang membuat para peserta merasakan ketidaknyaman.


Lalu Luo Zheng kembali duduk lagi di kursi ruangan vipnya, dia melihat Lu Yue yang sedang menatapnya dengan wajah membeku karena kaget dengan apa yang baru saja terjadi.


“Saya mohon maaf bagi para peserta lelang yang terhormat atas ketidaknyamanannya. Saya Xiao Ji ketua dari Paviliun Harta mengucapkan permohonan tulus atas ketidaknyamanan yang terjadi” Xiao Ji memohon maaf pada peserta lelang dengan menangkupkan kedua tangannya, yang merupakan salam ala kultivator.


“Baiklah, Lin Mi silahkan lanjutkan kembali lelang sesi ketiga ini” kata Xiao Ji menyuruh Lin Mi untuk memulai lagi acara lelang yang sempat terhenti karena kejadian terburuk yang pernah dialami Paviliun Harta.


Xiao Ji berjalan kembali menuju ruangannya untuk memantau pelelangan yang terjadi.


“Selamat !! kepada tuan muda karena sudah mendapatkan barang lelang sesi kali ini, kami akan mengirimkan barangnya kepada tuan muda” kata Lin Mi mulai melanjutkan kembali lelang.


“Pelayan !!, bawakan barang selanjutnya” ucap Lin Mi memberi isyarat pada pelayan untuk membawakan barang lelang yang akan di lelang selanjutnya.


Tak lama kemudian seorang pelayan berjalan menuju panggung sembari membawa kotak yang ditutupi oleh kain sehingga tidak terlihat, peserta lelang yang melihatnya menjadi penasaran dengan barang yang akan dilelang.


Setelah pelayan itu berhenti disamping Lin Mi, pelayan itu kemudian membuka kain yang menutupi kotak tersebut. Saat peserta lelang melihat barang tersebut, sontak mereka sangat terkejut dan kagum dengan barang tersebut.


“Gi-gila sekali bagaimana mereka bisa menemukan barang itu !!”


“Benar !!, barang itu adalah barang yang sangat terkutuk karena membuat seluruh benua ini dalam perang besar”


“8.000 tahun lalu ada sebuah berita yang bocor, berita itu tentang Giok yang berbentuk Iblis ditemukan di Gunung Dewa Jahat atau yang disebut Gunung Sunyi sekarang ini”


“Asal-usul nama gunung sunyi adalah karena tidak pernah ada seorang kultivator dao maupun iblis yang pergi kesana, akibat pembantaian besar-besaran yang terjadi di sana membuat mereka tidak ingin mengganggu sang Dewa Jahat”


“Berbicara tentang gunung tersebut, bukankah beberapa jam yang lalu terjadi ledakan energi jahat yang sangat besar di gunung itu ? apa mungkin...”


“Hah !!, kau lebih baik jangan memikirkan yang tidak-tidak”


“Baiklah-baiklah”


“Tapi tetap saja keaslian dari barang tersebut masih belum diketahui, walaupun ciri-cirinya sama seperti yang disebutkan dalam legenda Kemarahan Dewa Jahat”


“Barang ketiga yang akan dilelang di sesi ketiga adalah Giok Iblis ini. Giok Iblis ini kami temukan saat dalam perjalanan pulang dari Hutan Monster menuju Kota Monster, kami melelangnya karena benda ini sangat mirip dengan ciri-ciri yang ada dalam legenda ternama yaitu Kemarahan Dewa Jahat !!” kata Lin Mi mendeskripsikan tentang temuan paviliun harta yaitu Giok Iblis.


“Kami mulai dengan harga 400.000 koin emas, kenaikan tidak boleh lebih rendah dari 50.000 koin emas !!” ucap Lin Mi membuka harga.


“450.000 koin emas !!”


“500.000 koin emas”


“600.000 koin emas”


“800.000 koin emas, jika ada yang ingin menawar lagi maka Keluarga Kerajaan akan mencari kalian dan akan tau sendiri apa yang akan terjadi” ucap seorang pemuda sombong di ruangan vip nomor-1.


“Pu-putra mahkota, sepertinya dia tertarik dengan Giok Iblis tersebut dan bermaksud membelinya”


“Putra mahkota adalah seorang pemuda paling jenius di kerajaan ini, tidak ada yang akan bisa menandinginya”


“Apa kau lupa dengan kejadian tadi?, pemuda yang membunuh patriark keluarga Yan adalah seorang jenius sejati sebenarnya”

__ADS_1


“Benar juga, diusianya yang masih sangat muda bisa membunuh seorang Master ranah Divine Sea dengan sekali serangan. Tidak ada yang lebih jenius darinya, jika ada yang mengaku lebih jenius darinya maka dia harus mengubur kepalanya sendiri di sebuah lubang”


“Apakah pemuda tersebut berani menantang seorang putra mahko-”


“10.000 Batu Jiwa” ucap Luo Zheng dengan santai dan tidak merasakan takut dengan ancaman Keluarga Kerajaan.


“Uhuk !!”


Seluruh peserta lelang terbatuk karena pemuda yang membunuh patriark keluarga Yan, sama sekali tidak takut dengan ancaman dari Keluarga Kerajaan.


“Apa dia sedang menggila !!”


“Mengabaikan peringatan keras dari Keluarga Kerajaan adalah hal yang sangat menakutkan bagi rakyatnya, dan pastinya mereka akan menuruti apa yang akan dilakukan Keluarga Kerajaan”


“Tapi pemuda itu sama sekali tidak takut dan mengabaikan peringatan keras tersebut, sebenarnya seberapa banyak nyawa yang dia miliki hingga berani melakukan tindakan seperti itu”


“Pemuda itu sepertinya tidak memiliki kehidupan yang lebih lama”


“Oii, akan kuperingatkan kau sekali lagi bahwa jika kau ingin menaikkan harganya sekali lagi. Maka kau tidak akan bisa melihat matahari terbit kembali” kata Pemuda dari ruangan vip no-1 mengancam Luo Zheng.


“1.050.000 koin emas” ucap Putra Mahkota menaikkan harga barang.


Luo Zheng yang mendengarkan pernyataan ancaman dari seorang putra mahkota hanya tersenyum, dia merasa bahwa orang seperti ini harus diberikan sebuah pelajaran yang tidak akan pernah di lupakan seumur hidupnya.


“15.000 Batu Jiwa” kata Luo Zheng menaikkan harganya dengan santai dan tanpa pikir panjang memikirkan ancaman putra mahkota.


Boom !!


“Bajingan !!, beraninya kau menaikkan harganya lagi. Karena kau berada dalam kekuasaan Kerajaan Ling, maka hidupmu tidak akan pernah tenang kecamkan itu dalam otak kosongmu !!” teriak putra mahkota sangat kesal dengan perilaku Luo Zheng yang membuatnya sangat marah karena sikapnya tidak sopan.


Putra mahkota yang sedang dalam keadaan marah karena sikap tak sopan Luo Zheng pun pergi dari ruangan vipnya, dia keluar dari paviliun harta dengan suasana hatinya yang sangat kesal.


“Ehhh, apaa dia ngambek !! padahal dia adalah cowo kenapa dia mengambek” tanya Luo Zheng dalam hati terkejut dan bingung dengan tindakan dari putra mahkota.


“15.000 Batu jiwa pertama”


“15.000 batu jiwa kedua”


“15.000 batu jiwa ketiga”


Tok! Tok! Tok!


“Selamat !! pada tuan muda karena berhasil mendapatkan tiga barang di sesi ketiga ini secara berturut-turut” kata Lin Mi memberikan ucapan selamat pada Luo Zheng yang berhasil mendapatkan barang secara berturut-turut.


“Baiklah sudah tak terasa sekarang kita berada dalam penghujung dari acara lelang ini, kali ini kami akan melelang sebuah harta tak lengkap. Tapi yang pasti harta itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa, karena memiliki energi misterius yang sangat kuat” kata Lin Mi menjelaskan alasan kenapa barang terakhir dilelang.


“Tanpa berlama-lama lagi, maka kami akan membawakan hartanya dan memperlihatkan pada peserta lelang” kata Lin Mi dengan senyum tulusnya dan kemudian berkata lagi, ”Bawakan barang terakhir” ucap Lin Mi.


Datang pelayan yang sedang membawa kotak transparan didalamnya berisikan sebuah peta terbuat dari kulit, meskipun kelihatan seperti barang yang sangat biasa saja dan umum.


Tapi tidak dengan energi yang meledak-ledak keluar dari peta tersebut, peta tersebut melayang sama seperti yang dilakukan oleh pecahan Galaxy Sword.


“Ugh, energi yang sangat kuat”


“Energi ini membuatku sangat tidak nyaman”


“Kenapa peta yang tak lengkap ini memiliki energi yang sangat kuat ?, apakah peta itu adalah jalan menuju sebuah tempat kuno tersembunyi yang ada didunia ini”


“Kemungkinannya tidak kecil, karena energi yang dikeluarkan sangat kuat bahkan mungkin saja energi ini membuat orang-orang diluar paviliun merasakan energi yang sangat kuat ini”


“Barang terakhir yang akan kami lelang adalah peta yang tak lengkap ini, walaupun kelihatan seperti barang yang biasa saja karena penampilannya yang sangat tua dan usang. Tetapi kalian pasti yakin bahwa barang ini adalah bukan barang yang sembarangan, karena memiliki energi yang sangat kuat” kata Lin Mi meyakinkan peserta lelang untuk membeli peta tersebut.


“Kami menamainya peta rahasia. Dan untuk harga akan dimulai dari 200.000 koin emas, kenaikan tidak boleh lebih rendah dari 20.000 koin emas” kata Lin Mi membuka harga barang.

__ADS_1


“220.000 koin emas” suara gadis dari ruangan vip ke-2 yang tak lain adalah Min Shi, dia menaikkan harga dari barang karena merasa itu adalah tujuannya kemari.


“260.000 koin emas” suara pria tua dari ruangan vip yang lain ikut menawar.


“350.000 koin emas” ucap Min Shi dengan santai.


“5.000 Batu Jiwa” kata Luo Zheng menaikkan harga tanpa memikirkannya kembali.


“Anak dermawan, bisakah kau mengalah pada nonaku ?. Dia merasa tertarik dengan barang tersebut” kata Hao Tian menggunakan telepati untuk mengirimkan suaranya pada pikiran Luo Zheng.


“Nona ?, jadi kau semacam bawahan dari Min Shi ?” tanya Luo Zheng pada Hao Tian.


“Yahh, bisa dibilang seperti itu. Jadi anak dermawan bisakah kau mengalah pada nonaku ?” kata Hao Tian sekali lagi menggunakan telepati.


“Hmm, okelah karena kau sudah membantuku jadi sebagai terima kasih maka aku akan membayarkannya untukmu dan Min Shi” kata Luo Zheng bilang bahwa dia akan membayar rasa terima kasih tersebut.


“Terima kasih”


“Sami-sami”


“Para tamu apakah ada yang ingin menawar lebih tinggi?” tanya Lin Mi pada penghuni ruangan vip.


Setelah beberapa saat, tidak terdengar suara apapun dari ruangan vip dan dengan itu akhirnya Lin Mi membuat keputusan.


“5.000 Batu Jiwa pertama”


“5.000 Batu Jiwa kedua”


“5.000 Batu Jiwa ketiga”


Tok! Tok! Tok!


“Selamat kepada tuan muda karena berhasil mendapatkan seluruh barang yang berada di sesi ketiga ini” teriak Lin Mi dengan keras.


Seluruh peserta yang mendengar itu berdiri dan bersiap untuk keluar dari paviliun harta atau membayar barang yang mereka tawar di pelelangan. Luo Zheng pun sama, dia berdiri dan meraih tangan Lu Yue lalu berjalan menuju tempat pembayaran barang.


Sesampainya disana dia melihat seorang pria paruh baya dan lelaki muda berdampingan, wajah mereka sangat mirip dari bentuk wajahnya rambutnya dan lainnya.


Pria paruh baya tersebut merupakan Xiao Ji seorang ketua paviliun harta dan lelaki muda tersebut adalah Xiao Long yang telah diselamatkan oleh Luo Zheng saat terjadi perampokan.


Kedua orang itu yang menyadari keberadaan Luo Zheng melihatnya dan langsung menghampirinya, sesaat sudah sampai mereka memberikan salam pada Luo Zheng.


“Selamat pada tuan muda !! lalu saya berterima kasih karena telah menyelamatkan anak saya jika tidak...” ucap Xiao Ji sangat tulus, dia panik saat mendengar bahwa anaknya diserang oleh perampok.


“Selamat juga pada tuan muda !!, dan juga saya berterima kasih sekali lagi karena telah menyelamatkan saya” kata Xiao Long tulus.


Luo Zheng yang mendengar perkataan dari kedua ayah dan anak tersebut hanya menutup matanya, lalu dia membukanya dan berkata “tidak perlu berterima kasih, kau kuselamatkan itu karena kehendak dari diriku sendiri. Jadi jangan menganggapnya sebagai pertolongan, dan juga aku minta maaf karena telah mengacaukan sesi lelang hari ini”


“Itu tidak benar tuan muda !!, aku seharusnya yang meminta maaf karena sikap tidak sopanku saat itu” ucap Xiao Ji bersungguh-sungguh.


“Baiklah mari kita akhiri pembicaraan ini, lalu aku kesini untuk membayar barang-barang yang sudah kutawar” kata Luo Zheng, dia mengambil cincin ruang dari kantongnya lalu memberikannya pada Xiao Ji, Xiao Ji mengambilnya lalu memasukkannya kedalam kantongnya, setelah itu dia memasang senyum di wajahnya lagi.


“Kenapa kau tidak melihatnya ?” Luo Zheng bertanya karena bingung kenapa Xiao Ji tidak ingin memeriksanya.


“Tidak perlu tuan muda, saya yakin bahwa anda jujur dan tidak akan melakukan hal memalukan seperti itu” kata Xiao Ji sangat yakin bahwa Luo Zhrng tidak akan memberikan uang kurang dari yang ditetapkan.


Luo Zheng menghela nafas berat mendengarnya dan kemudian tersenyum lalu berjalan meninggalkan kedua ayah dan anak tersebut, dia berjalan bersama Lu Yue yang dipegangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...(Bersambung)...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2