
Kota Monster
Paviliun Harta.
“Barang ketujuh belas adalah sebuah tanaman spiritual. Kami Paviliun Harta tidak mengetahui apa kegunaan dari tanaman ini, yang pasti tanaman ini sangat berharga karena memiliki energi spiritual yang murni !!” Kata Lin Mi berusaha menarik minat pelanggan.
“Harga dari tanaman spiritual ini kami buka dengan harga 2000 koin emas, kenaikan tidak boleh rendah dari 300 koin emas !!” Lin Mi melihat wajah pelanggannya, apakah memiliki minat atau tidak.
Tapi percuma saja, karena mereka tidak ingin meresikokan uang mereka. Untuk sebuah tanaman spiritual, yang tidak diketahui beracun atau tidak saat dikonsumsi.
“Ada apa dengan Paviliun Harta !!, mereka melelang tanaman spiritual yang kegunaannya tidak diketahui. Kenapa aku harus merelakan uangku, hanya untuk sebuah tanaman spiritual yang tidak diketahui”
“Benar juga apa katamu, Paviliun Harta melelang barang yang tidak diketahui. Apakah mereka dipojokkan oleh Keluarga Yan, sehingga susah mendapatkan barang yang bagus?”
“Shh, diam !!. Apa kau tidak tahu bahwa Keluarga Yan memiliki mata-mata yang terampil, kalau mereka mengetahui perkataanmu maka kau akan mati !!”
“Um”
Suara riuh para penonton pelelangan dari Paviliun Harta.
'Sepertinya barang ini hanya akan menjadi tumpukan sampah di gudang harta' Batin Lin Mi, merasa kecewa dengan barang yang tidak ditawar.
Sementara semua penonton tidak memiliki minat, hanya Min Shi dan Hao Tian yang mempunyai minat dengan tanaman spiritual tersebut.
“Bukankah ini adalah tanaman spiritual ber-elemen api, kalau tidak salah namanya adalah Ginseng Roh Api. Berguna untuk menempa tubuh menjadi lebih kuat dari seorang Kultivator Petarung !!” ucap Min Shi, semakin tertarik untuk membeli tanaman spiritual tersebut.
“Sayang sekali jika Ginseng Api ini hanya menjadi tumpukan sampah di dunia ini” Min Shi memutuskan, untuk membeli Ginseng Roh Api tersebut.
Ting Ting
Min Shi menarik tali lonceng dengan pelan untuk menawar harga.
“2300 koin emas” ucap Min Shi enteng dan santai
“Ada orang bodoh yang menawar tanaman spiritual itu”
“Mungkin saja dia membeli tanaman itu untuk di teliti kegunaannya ?”
“Benar, itu mungkin saja terjadi !!. Tapi tetap saja kalau ternyata barang yang di lelang adalah sampah, maka itu adalah kerugian”
“Ruang Vip no-2, sepertinya Paviliun Harta mempunyai orang penting yang diundang”
“Kenapa dia menginginkan tanaman spiritual itu ?”
“Apa mungkin dia mengetahui kegunaan dari tanaman spiritual !!”
__ADS_1
“Itu tidak mungkin !!, Paviliun Harta saja tidak mengetahui tentang kegunaannya. Bagaimana dengan wanita muda tersebut ?!, jika aku tebak dia pasti baru berusia 20 tahun ke atas”
Suara penonton riuh membicarakan tentang wanita muda yang sangat bodoh yaitu Min Shi. Sementara itu Min Shi yang mendengarkannya, hanya tidak peduli sama sekali dan memandang mereka seperti monyet yang berisik.
“2300 koin emas, apakah tidak ada yang ingin menawar lagi?. Kalau tidak ada maka selamat kepada nona mu-”
Ting Ting
“2600 koin emas” ucap Luo Zheng dari Ruangan Vip no-3
Sebelum Lin Mi menyelesaikan perkataanya, dia sudah dibungkam mulutnya dengan tawaran dari Luo Zheng yang lebih tinggi.
“Apa dia adalah orang bodoh ?!”
“Kenapa mereka berdua menawar barang yang tidak diketahui jelas kegunaannya ?”
“Dan juga dari suaranya dia pasti hanya seorang pria berumur sekitar 17 hingga 20 tahun”
Penonton sekali lagi membicarakan Luo Zheng dan memandangnya sebagai orang yang bodoh. Sedangkan Luo Zheng hanya menutup telinganya, dan tidak peduli dengan perkataan semut-semut itu.
“2600 koin emas !!, apakah para penonton tidak ingin menawar lagi ?. Kalau tidak maka selamat kepada tuan muda, karena sudah membeli barang ini dengan harga tertinggi” ucap Lin Mi, menentukan bahwa Luo Zheng adalah orang yang membayar dengan harga tertinggi.
...<<>>...
“Suara ini tidak salah lagi, Pemuda Dermawan itu ternyata mengikuti lelang ini. Dia mendapatkan Ruang Vip No-3, Paviliun Harta sepertinya memandang dia cukup tinggi. Apakah mereka memiliki hubungan baik atau tidak, yang pasti adalah apakah Pemuda ini mengetahui tentang kegunaannya” ucap pria tua yang tak lain adalah Hao Tian, yang bertemu saat Luo Zheng ingin membeli barang berguna.
“Tidak” Hao Tian menggelengkan kepalanya, lalu berkata “seingatku Pemuda itu memiliki rambut berwarna ungu dan kedua matanya berwarna emas” Hao Tian mengingat
...<<>>...
“Apakah kau yakin suara ini adalah suara pemuda yang menghancurkan kultivasi anakku ?” Tanya pria berumur kepada pria berumur lainnya
“Benar Patriark, suara pemuda tersebut aku ingat betul” balas pria berumur lainnya
“Berani-beraninya dia menghancurkan kultivasi dan mempermalukan anakku di tempat umum, tidak akan kumaafkan bahkan kalau dia berlutut sekalipun. Akan tetapi dia berada di ruangan vip no-3, ini membuktikan bahwa dia memiliki hubungan baik dengan Paviliun Harta. Jika kita ingin membunuhnya, harus dengan cepat dan rapih” kata pria berumur yang tak lain adalah Yan Ming, merupakan patriark dan juga ayah dari Yan Feng.
“Bagaimana kalau kita menyewa jasa seoarng pembunuh, untuk membunuhnya tanpa diketahui” ucap pria berumur lainnya, merupakan tetua yang sudah gagal melindungi Yan Feng dari bayang-bayang, karena dia meremehkan Luo Zheng yang tidak memiliki kultivasi.
“Organisasi pembunuhkah.., apakah kinerja mereka baik dan cepat” tanya Yan Ming kepada tetua tersebut, memastikan apakah pembunuh itu baik dan cepat.
“Iya patriark, kinerja mereka sangat baik. Bahkan mereka sangat terkenal di kerajaan ini, karena target yang sudah diincar akan dibunuh tanpa diketahui oleh orang lain dan mereka yakin bisa membunuh seorang kultivator ranah tinggi” jelas tetua tersebut membalas pertanyaan Yan Ming
“Lihat saja kau, beraninya mempermalukan dan menghancurkan kultivasi anakku. Akan kubuat kau merasakan penderitaan, hingga kau memohon untuk mati” kata Yan Ming menatap ruangan Luo Zheng, dengan niat membunuhnya yang sedikit keluar.
...«END»...
“Huh ?!”
__ADS_1
“Sepertinya ada yang ingin membunuhku, apakah mereka adalah Keluarga Yan ?. Tapi setahuku Keluarga Yan dan Paviliun Harta bermusuhan, jadi siapa yang mempunyai niat membunuh padaku. Apa mungkin mereka mengirim seorang pembunuh ?, sepertinya begitu !” kata Luo Zheng, memikirkan siapa yang mempunyai niat membunuh tersebut.
“Hahahahaha, biarkan saja dulu selama dia tidak menyinggungku maka akan kubiarkan dia hidup sedikit lebih lama. Padahal hanya semut di luasnya Alam Semesta, tapi dia berani mengarahkan niat membunuhnya padaku” ucap Luo Zheng menatap sinis ruangan keluarga Yan.
“Kak..., aku tiba-tiba merasa udara di tempat ini menjadi dingin” ucap Lu Yue, mempunyai raut wajah dan badan yang mengigil.
'Ha ?!, niat membunuh seperti ini hanya dianggap sebagai udara dingin ?' batin Luo Zheng sedikit terkejut, karena Lu Yue yang menganggap niat membunuh sebagai udara dingin.
Tok! Tok!
“Permisi Tuan, ini adalah tanaman spiritual anda” ucap ramah pelayan dari luar pintu.
“Masuk saja !” kata Luo Zheng, mempersilahkan pelayan itu memasuki ruangannya.
Krit~
Pelayan itu memasuki ruangan Luo Zheng sambil membawa tanaman spiritual yang ditawar oleh Luo Zheng, sementara itu Luo Zheng lupa membeli cincin ruang untuk membayarnya.
“Tunggu sebentar !” ucap Luo Zheng
'Sistem belikan cincin ruang dan juga tukarkan 1 poin untuk koin emas' batin Luo Zheng, membeli cincin ruang dan menukar poin dengan koin emas.
[Ding !]
[Selamat Tuan telah membeli cincin ruang tingkat merah]
[Selamat Tuan telah menukar 1 poin dengan koin emas, mendapatkan 10.000 koin emas]
'Sistem keluarkan cincin ruang dan masukkan 2600 koin emas ke dalamnya' batin Luo Zheng, menyuruh sistem untuk memasukkan koin emas ke dalam cincin ruang
Luo Zheng merogoh saku bajunya dan mengambil cincin ruang yang berada di dalamnya, lalu dia memberikannya kepada pelayan tersebut.
“Maaf menunggu terlalu lama” ucap Luo Zheng memasang senyum tidak enak, yang membuat pelayan itu wajahnya memerah.
'Sangat Tampan' batin pelayan, masih memiliki wajah yang memerah dan gugup.
“T-tidak apa-apa tuan muda, k-kalau begitu saya permisi dulu” ucap pelayan itu dan pergi meninggalkan ruangan Luo Zheng dengan wajah memerah.
“Hehe” Luo Zheng menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil memasang senyum nakalnya.
Pelelangan masih terus berlanjut dan saat ini orang yang berada di ruangan vip mulai menawar, karena barang-barang yang di lelang menarik minat mereka sehingga menawarnya untuk mempunyainya. Sementara itu Luo Zheng hanya diam sambil memakan cemilan karena tidak ada yang menarik minatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...(Bersambung)...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1