
Luo Zheng yang merasa masalahnya sudah diselesaikan pun mengangkat tubuh Meng Yan dan membawanya ke dalam kereta kuda, saat tiba di dalam dia melihat seorang pria dewasa yang dikiranya pengawal Meng Yan.
Luo Zheng melempar tubuh Meng Yan ke Song Xiaoyan, kemudian berkata "Bukankah kau satu kelompok dengannya? Kau harus membawanya pergi dari kereta kuda ini dan jika kau ingin tetap tinggal kau harus membayarnya dengan sesuatu yang berharga".
Song Xiaoyan menangkap tubuh Meng Yan dengan Spiritual Qi yang telah membentuk tangan besar, saat mendengar pernyataan Luo Zheng itu membuatnya mengerutkan kening sebab merasa heran kenapa dia harus pergi.
Song Xiaoyan yang merasa heran dengan kelakuan Luo Zheng pun bertanya "Kenapa kami harus pergi dari sini? Bukankah lebih baik kau membawa kami bersama ke Ibukota Qing Long, sebab kekuatan kami cukup untuk membantumu jika ada keadaan bahaya".
"Memang benar dengan kekuatanmu yang berada di Tahap Divine Soul Core itu akan membantuku Tapi! Bisa saja kau melakukan hal kejam seperti pengawal yang tadi, benar kan?" Balas Luo Zheng dengan tegas.
Tap!
Ting!
Song Xiaoyan mengeluarkan belati di pinggangnya dan berlari dengan sangat cepat ke belakang Luo Zheng, dia sangat terkejut dengan Luo Zheng yang mengetahui Tahapan yang telah dia sembunyikan dengan sangat baik.
Karena rasa penasaran yang meningkat drastis dia memutuskan untuk bertanya tapi sebelum itu dia menaruh belatinya di leher Luo Zheng, kemudian dia bertanya "Bagaimana ... Bisa kau mengetahui Tahapanku? Kau hanya perlu menjawab jangan menanyakan hal lain!".
"Huyan belikan Artefak yang bisa mengikatnya dan membuatnya tidak bisa menggunakan Spiritual Qi, pastikan tingkat emas!" Perintah Luo Zheng dalam benaknya pada Huyan untuk membelikan Artefak yang berguna.
[ ¯(°_o)/¯ ? ]
[Selamat!! Tuan telah membeli Artfefak Emas Tingkat Tinggi, memotong 256.000 Poin Sistem]
[Informasi Penggunaan : Tuan hanya perlu melempar Artefak tersebut pada target dan secara otomatis maka Artefak tersebut akan mengikat tubuhnya lalu memblokir meridiannya agar tidak bisa menggunakan Spiritual Qi]
Luo Zhrng tersenyum misterius kemudian berkata "Oya! Gadis cantik ternyata kau sangat mesum yah ... Menempelkan tubuhmu seperti itu di punggungku~" Luo Zheng kemudian mengambil Artefak tersebut dari penyimpanan sistem kemudian melemparnya dengan cepat dalam jarak yang sangat dekat.
Drap!
Tak!
"Ugh!"
"Sejak kapan dia mengambil Artefak tersebut? Dan lagi ini adalah Artefak Emas Tingkat Tinggi, bagaimana bisa dia mengetahui aku seorang wanita? Sial! Ternyata meridianku telah diblokir" Pertanyaan yang sangat banyak melintas di dalam benaknya Song Xiaoyan, dia juga merasa sangat kesal karena telah diikat tubuhnya oleh Artefak kuat.
"Hehe~ mari kita cari dimana kau meletakkan Artefak Penyamaranmu!" Luo Zheng meraba-raba beberapa area di bagian tubuh Song Xiaoyan itu terasa sangat lembut dan lunak.
[(~_^)]
[Tuan ... Tempat dia meletakkan Artefak Penyamarannya ... Ada di bagian sekitar ketik dan pinggulnya]
__ADS_1
"Ah~"
Terdengar suara erangan karena Luo Zheng menyentuh bagian yang disarankan oleh Huyan, Luo Zheng meraba-raba kembali di sekitar untuk mencarinya.
"Ti-Tidak~ tolong jangan disitu ... Tidak jangan pegang bagian sebelah situ, Ah~" Song Xiaoyan memohon-mohon pada Luo Zheng tapi dia abaikan dan memilih tetap mencarinya.
Setelah beberapa saat akhirnya dia merasakan benda keras, kemudian menariknya dengan kencang hingga membuat Song Xiaoyan sedikit kesakitan.
"Woah! Tidak kusangka kau ternyata sangat cantik ... Hei~ aku mempunyai sebuah penawaran untukmu bagaimana jika kau menjadi istriku, bukankah itu penawaran yang menarik!" Ucap Luo Zheng yang saat ini terkagum-kagum dengan keindahan di depan matanya.
Song Xiaoyan memiliki wajah yang sangat cantik rambut pendek hitamnya sebahu dengan mata birunya sama dengan Luo Zheng saat mengaktifkan Divine Eye dan apalagi dengan pipinya yang merah merona karena malu, itu sangatlah menambah nilainya dalam kecantikan surgawinya.
"Haha! Hanya bercanda kok, tidak perlu terlalu tegang santai saja ..." Ucap Luo Zheng yang membuat suasana tegang menjadi canggung.
Shing!
"Hm? Apa ini? Sebuah kalung giok! Wahh ternyata sangat indah, tapi sebagai seorang pria aku tidak akan mencurinya jadi ..." Luo Zheng menemukan sebuah kalung giok yang indah terikat di leher Song Xiaoyan, kemudian dia mengambilnya dan melanjutkan ucapannya "aku akan membayarnya~".
Kalung giok yang dia ambil kemudian dia simpan di dalam penyimpanan sistem, setelah itu dia melihat Song Xiaoyan dengan cermat.
"Song Xiaoyan adalah seorang wanita tapi dia sangat berbakat apalagi dengan Tahapan yang dimilikinya saat ini, bagaimana jika kurekrut dia sebagai bawahan pertamaku!" Pikir Luo Zheng dalam benaknya.
'Menjadi bawahannya! Cih itu sangat menjijikan! Di bawah perintah dari orang dengan bakat buruk sepertinya, tapi dengan kondisiku yang sekarang aku bisa mati jika dia memutuskan untuk membunuhku! Sepertinya tidak ada jalan lain selain menjadi bawahannya!' Batin Song Xiaoyan penuh dengan rasa kesal.
"Baiklah ... Mulai sekarang aku akan menjadi bawahanmu, bagaimana? Bisakah kau melepaskanku?" Ucap Song Xiaoyan memutuskan untuk menjadi bawahannya daripada mati.
Luo Zheng menatap Song Xiaoyan dengan sinis dia tahu bahwa Song Xiaoyan hanya berbohong, tapi dia mempunyai ide dan berkata "Kau pikir aku bisa dibodohi! Jika kau benar-benar tulus maka kau harus membuat sumpah atas Martial Dao-mu!"
Song Xiaoyan menjadi sangat terkejut dengan syarat yang harus dilakukan, jika dia bersumpah dengan Martial Dao-nya maka dia tidak boleh melanggarnya dan jika dia melanggarnya dampak yang terjadi adalah Kultivasinya bisa rusak dan begitupula dengan Fondasinya.
Tapi karena tidak punya pilihan lain atau dia akan mati, dia hanya menerima kenyataan yang terjadi dalam takdirnya "Aku bersumpah atas Martial Dao-ku bahwa aku sekarang akan melayani Master!".
Duar!
Suara guntur yang memekakkan telinga berasal dari atas langit itu pertanda jika sumpah yang dilakukan Song Xioyan, disetujui oleh Langit dan Bumi.
Luo Zheng tersenyum senang dapat bawahan pertama seorang wanita cantik dan dia juga senang karena pasti akan lebih ramai jika lebih banyak orang, setelah itu Luo Zheng mengambil kembali Artefak miliknya dan dimatikan.
Kemudian menyimpannya dalam penyimpanan sistem, setelah itu dia menoleh ke Lu Yue yang saat ini masih menutup matanya dengan kedua tangannya di wajahnya.
Luo Zheng berjalan mendekatinya ke depan hadapan Lu Yue, kemudian Luo Zheng memasang ekspresi senyumnya "Yue'er! Sekarang kau bisa membuka matamu, oke!".
__ADS_1
Lu Yue yang mendengarnya langsung melepaskan tangannya dari wajahnya, dia terlihat sangat senang dengan mata emas berkilau di matanya. "Apa urusan kakak lancar?".
"Um! ... Urusanku lancar kok, jadi sekarang kita akan melanjutkan perjalanan ke ke Ibukota Qing Long"
Setelah berkata seperti itu dia berjalan ke Meng Yan untuk membangunkannya, cara membangunkan orang ala Luo Zheng cukup unik karena dia menggunakan bulu ayam yang dia temukan di tanah dan memasukkannya dalam telinga Meng Yan.
"Kahahaha! geli sekali!! Tolong hentikan!!! Saudara Luo Zheng tolong hentikan!!" Meng Yan tertawa lepas saking gelinya dengan bulu ayam di telinganya.
Kemudian Meng Yan duduk dan menatap Luo Zheng yang saat ini memiliki senyum tulus di wajahnya, dia merasa sangat gugup karena pingsan dalam kondisi yang berbahaya. "Saudara Luo Zheng! Aku minta maaf karena pingsan saat berada dalam keadaan yang sangat berbahaya".
"Kau tidak perlu meminta maaf! Ini juga bukan salahmu tapi salahkan saja kultivator aliran demon karena berusaha membuat kita menjadi tumbal, dan juga ini salah pengawalmu yang mengkhianatimu karena itu kau jadi pingsan karenanya".
Meng Yan merasa lega dengan perkataan dari Luo Zheng yang menenangkan hatinya, akan tetapi dia merasa ada yang kurang setelah melihat sekitarnya dia tidak bisa menemukan tunangannya.
"Cai Yue!!" Meng Yan berniat memanggil tunangannya Cai Yue karena khawatir tidak ada di sekitarnya.
Setelah beberapa saat memanggil, dia melihat seorang wanita yang membuka pintu kereta kuda merupakan tunangannya Cai Yue. Ekspresinya menjadi sangat kaku seakan-akan takut dengan hal yang mengerikan.
"Kenapa kau terlihat sangat ketakutan?" Meng Yan bertanya karena penasaran dengan rasa takut yang terlihat di wajah Cai Yue.
"Aku ... Tidak apa apa, hanya butuh istirahat saja"
Walaupun terlihat itu adalah alasan yang sangat klasik dan juga kebohongan, tapi Meng Yan tahu bahwa Cai Yue melihat hal yang sangat mengerikan. "Baiklah ... Kalau begitu kau bisa istirahat! Dan juga sebagai balasan aku akan mengendarai kereta kuda ke Ibukota Qing Long".
"Apa kau yakin Saudara Meng?" Luo Zheng merasa senang karena ada tang bisa mengendarai kuda, habisnya dia sama sekali tidak bisa mengendarai kuda.
"Iya! Karena aku ingin merasa berguna dan juga ... Siapa dia?" Meng Yan bertanya karena baru pertama kali dia melihat Song Xiaoyan di kereta kuda.
Luo Zheng menatap Song Xiaoyan dengan datar, kemudian menghela nafas dan memutuskan untuk memperkenalkan Song Xiaoyan dengan sesingkat-singkatnya.
"Dia ... adalah bawahanku"
"... Hanya itu saja?"
"Ya! Hanya itu saja"
Karena mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan Meng Yan hanya bisa melakukan tugasnya, dengan ceoat dia duduk di tempat kusir kuda setelah memastikan bahwa Luo Zheng dan yang lainnya sudah siap dengan dengan sigap dia menjalankan kudanya.
***
(Bersambung)
__ADS_1