Kisah Penguasa Tertinggi

Kisah Penguasa Tertinggi
Chapter 28 : Menerobos Batas


__ADS_3


Mountain Evil God


Setelah beberapa saat proses dari pemulihan Luo Zheng sekarang telah selesai, Luo Zheng membuka matanya dan melihat sekitarnya. Dia melihat dibelakang ada Hao Tian yang sedang menyeka keringat di dahinya, lalu melihat Min Shi yang saat ini menatapnya dengan wajah sedih dan penyesalan akan tindakan belebihan yang dilakukan.


Luo Zheng yang melihat raut wajah Min Shi menjadi cukup prihatin dengannya, Luo Zheng berdiri lalu berjalan menuju Min Shi dengan langkahnya yang cukup berat. Walaupun kondisinya sudah mulai pulih dan seperti biasanya, akan tetapi dia masih merasakan sakit dari luka yang diterimanya.


Sama sepeti orang yang kakinya patah, walaupun sudah disembuhkan dan bisa berjalan kembali tetapi mereka masih kesusahan untuk berjalan karena waktu yang lama tidak berjalan dengan normal.


Langkah demi langkah Luo Zheng berjaoan menuju Min Shi, setelah beberapa saat akhirnya jarak dia dengan Min Shi demakin dekat dan mendekat. Luo Zheng saat ini berada di depan Min Shi yang sedang menundukkan kepalanya merasa menyesal atas yang dilakukannya, Luo Zheng dalam hatinya sudah memaafkan Min Shi dia tersenyum dan kemudian mengelus rambut Min Shi dengan tangannya secara perlahan-lahan.


Min Shi tersentak karena ada tangan yang sedang mengelus rambutnya tetapi dia hanya diam saja karena tahu siapa yang sedang mengelus rambutnya, karena Min Shi sudah tidak tahan memendam rasa bersalah akhirnya dia meminta maaf pada Luo Zheng "Aku minta maaf..." Ucapnya dengan suara kecilnya yang hanya terdengar Luo Zheng.


Luo Zheng tersenyum licik mendengar perkataan dari Min Shi, dia berencana menjahili Min Shi sebagai balasan dari pukulan yang diterimanya pada saat pertandingan berada di puncaknya.


"Eh!, apa yang kau katakan tadi? aku tidak bisa mendengarnya bisakah kau bicara lebih keras agar terdengar?" Ucap Luo Zheng berpura-pura tidak mendengar permintaan maaf dari Min Shi.


"Aku minta maaf...!" Balas Min Shi dengan suaranya yang sedikit lebih keras ketimbang yang tadi.


"Eh? apa yang kau katakan?" Ucap Luo Zheng berpura-pura lagi tidak mendengar permintaan maafnya.


"Aku Bilang!!, Aku Minta Maaf!!!!" Teriak Min Shi sangat keras dan merasa sangat kesal dengan tingkah dari Luo Zheng.


Luo Zheng tersenyum kemudian mengangkat kepalanya menghadap langit dengan matanya menatap Min Shi, Luo Zheng menatap Min Shi dengan pandangan sinis dan dingin seakan-akan marah dengan yang dilakukan Min Shi. Luo Zheng tertawa sangat keras dalam hatinya sangat menyenangkan menurutnya menjahili Min Shi karena dia menuruti apa yang ditanya Luo Zheng tadi, Luo Zheng yang sekarang semakin ingin menjahili Min Shi.


"Apakah menurutmu hanya dengan minta maaf maka akan menyelesaikan segalanya?, tentu saja tidak!! jika kau ingin kumaafkan kau harus memanggilku Luo Gege dan juga serahkan tubuh Monster Beast terbaikmu" Ucap Luo Zheng mengancam Min Shi untuk tidak akan memaafkannya.


"Ugh! tapi...tapi..." Ucap Min Shi


"Tidak ada tapi-tapi!!" Balas Luo Zheng dengan keras.


Hao Tian yang melihat adegan Luo Zhrng mengancam nona mudanya hanya terdiam dengan rasa menyesal karena menolong Luo Zheng, dan berkata dalam hatinya 'Aku sangat menyesal menolong bocah licik itu, beraninya dia memanfaatkan sisi kepribadian yang lemah dari nona muda. Kalau waktu bisa diputar kembali maka aku akan membuat bocah itu tersiksa dahulu hahhh, sepertinya aku merindukan anakku walaupun baru beberapa hari tapi aku tetap merindukannya karena dialah satu-satunya anakku'


Luo Zheng yang mengancam seorang gadis hanya menahan dan memendam rasa malunya, lalu memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh takdir untuknya memeras harta seorang gadis.


'Walaupun mengancam seorang gadis sangatlah memalukan tapi hanya ini kesempatannya, sial!! setidaknya berikan aku tubuh Monster Beast Tahap 4' Batin Luo Zheng sangat mengharapkan Monster Beast Tahap 4.


Tingkatan Monster Beast :


- Monster Beast Tahap 1


- Monster Beast Tahap 2


- Monster Beast Tahap 3


- Monster Beast Tahap 4


- Monster Beast Tahap 5


- Monster Beast Tahap 6


- Monster Beast Tahap 7


- Monster Beast Tahap 8

__ADS_1


- Monster Beast Tahap 9


Note : Monster Beast Tahap 1 setidaknya setara atau lebih kuat dari Kultivator Ranah Body Tempered dan selanjutnya seperti itu, hingga Monster Beast Tahap 9 yang setara atau lebih kuat dari Ranah Heavenly Dao.


"B-baiklah..." Balas Min Shi


Min Shi menangkat jarinya dan terlihat sebuah cincin ruang yang sangat indah berwarna emas dengan beberapa perak, lalu Min Shi menggunakan Kekuatan Rohnya untuk memeriksa barang yang diinginkan oleh Luo Zheng. Setelah beberapa saat mencari akhirnya Min Shi menemui sebuah tubuh Monster Beast yang menurutnya terbaik diantara seluruh tubuh Monster Beast yang lain, Min Shi kemudian menggunakan Kekuatan Rohnya untuk mengeluarkan tubuh Monster Beas tersebut.


Hong!


Brak!


Muncul tubuh Monster Beast dari cincin ruang yang digunakan Min Shi, saat Luo Zheng melihat tubuh Monster Beast itu dia sangat terkejut dengan ukurannya yang cukup besar mungkin setinggi 15 meter menurutnya.


"Ha-hanya ini Monster Beast terbaik yang kupunya dia adalah Monster Beast Tahap 9 dan walaupun wujudnya seperti gajah tapi dia memiliki darah naga, jadi bisa dibilang dia adalah ras campuran dan namanya adalah Dragon Elephant" Ucap Min Shi dengan terburu-buru.


Luo Zheng terkejut dengan perkataan dari Min Shi tapi menurutnya benar juga karena Monster Beast ini mirip seperti gajah akan tetapi memiliki sisik berwarna emas yang mengkilap seperti naga emas, apalagi Aura yang dikeluarkan sangat kuat dan melebihi patriak keluarga Yan yang pernah dia bunuh.


"Apakah ini cukup?, Luo Gege?" Tanya Min Shi pada Luo Zheng.


Rasa terkejut Luo Zheng seketika hilang karena pertanyaan dari Min Shi, dia tersadar dan hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda bahwa itu cukup.


Sebagai tanda terima kasih dan penerimaan minta maaf dari Min Shi, Luo Zheng tersenyum dan berkata pada Min Shi "Baiklah! karena Shi'er sudah melakukan apa yang disuruh Luo Gege maka Luo Gege akan memaafkan kesalahan dari Shi'er, bagaimana? apakah Shi'er jadi senang?" Ucapnya sembari mengelus-elus rambut Min Shi.


Min Shi yang mendengar ucapan Luo Zheng menjadi sangat senang, saking senangnya dia hingga memeluk Luo Zheng dengan sangat erat. Luo Zheng yang dipeluk sangat erat itu merasa sangat canggung tapi dia juga membalas pelukan dari Min Shi, saat memeluknya Luo Zhrng merasakan apa yang tidak dia pernah rasakan di kehidupan sebelumnya.


Dia merasakan sebuah gundukan besar nan lembut di dadanya itu membuatnya sedikit salting atau salah tingkah dengan gundukan besar dari Min Shi, Luo Zheng mencoba untuk menahan dirinya karena dilihat oleh Hao Tian dengan tatapan yang sangat ingin membunuh Luo Zheng.


"Shi'er, Shi'er! bisakah kau melepaskan pelukanmu itu" Bisik Luo Zheng di telinga Min Shi.


Setelah pelukan dari Min Shi yang sudah dilepaskan Luo dengan segera menyeka keringat di dahinya dengan cepat, lalu menghela nafas lega karena pelukannya yang sudah di lepas kalau tidak... entahlah apa yang akan terjadi.


'Untung saja sudah dilepaskan tapi gadis itu sangat aneh sekali sifatnya sangat bertolak belakang saat masih di pertarungan, dia seperti Monster yang haus dengan darah dan berusaha untuk membunuhku' Batin Luo Zheng menjadikan pertarungan yang dia lakukan sebagai pelajaran bahwa tidak boleh lengah dalam sebuah pertarungan.


Luo Zheng menoleh ke arah tubuh Monster Beast yang berada di tanah dengan pandangan serakah tapi dia bingung bagaimana caranya dia menerobos tahap Giant Meat jika tidak diolah dulu, setelah dipikir-pikir beberapa saat akhirnya dia ingat bahwa dia memiliki hadiah dari Huyan saat memberikannya sebuah nama.


"Huyan keluarkan Teknik Kultivasi yang kau berikan sebagai hadiah karena memberikanmu nama" Perintah Luo Zheng pada Huyan.


[╰(*´︶`*)╯]


[Baik Tuan!]


Tiba-tiba muncul sebuah lubang hitam yang kecil di hadapan Luo Zheng, Luo Zheng yang tidak siap dengan lubang hitam yang muncul jadi kaget karena keberadaanya.


Hong!


Seketika muncul sebuah buku berwarna hitam pekat dengan judul bernama Teknik Kultivasi : Celestial Eater, di dalam lubang hitam tersebut dan tak lama kemudian buku itu keluar dari lubang hitam dan terjatuh tepat di tangan Luo Zheng.


Saat Luo Zheng tersadar, dengan cepat dia langsung membuka buku Teknik Kultivasi tersebut dan Luo Zheng memiliki raut wajah yang sangat terkejut saat melihat seluruh halaman dari Teknik Kultivasi tersebut. Luo Zheng tidak menyangka bahwa dia akan mendapatkan sebuah harta yang tak ternilai harganya dan sekarang berada tepat di tangannya, lalu kemudian setelah selesai Luo Zheng dengan cepat menutupnya karena saking terkejutnya.


Tiba-tiba saat Luo Zheng menutup buku tersebut, buku tersebut berubah menjadi sebuah cahaya berwarna hitam pekat dan terbang memasuki kepala dari Luo Zheng dengan menembusnya.


"Aaa!!"


Luo Zheng sangat panik dengan buku yang tiba-tiba menjadi cahaya dan memasuki kepalanya, Luo Zheng beberapak kali menggaruk kepalanya karena saking kaget dan paniknya.

__ADS_1


Tapi setelah beberapa saat ada ingatan yang memasuki otaknya, isi dari ingatan itu adalah tentang penggunaan dari Celestial Eater dengan benar.


Celestial Eater dibagi menjadi beberapa gaya atau macam yaitu :


- Energy Eater


- Skill Eater


- Soul Eater


- Body Eater


Kalau dijelaskan secara singkat kegunaannya yaitu Energy Eater berguna untuk menyerap segala energi mau energi kematian ataupun energi bintang, Skill Eater berguna untuk menyerap keterampilan dari orang yang diserap seperti keahlian alkimia dan lain-lain, Soul Eater berguna untuk menyerap jiwa-jiwa dari makhluk mati, Body Eater berguna untuk menyerap tubuh makhluk hidup dan memperkuat pengguna.


"Teknik Kultivasi yang sangat kuat apabila seorang yang tidak berbakat sama sekali dalam Martial Dao punya teknik ini, maka dia bisa setara atau bahkan lebih hebat dari seorang jenius" Ucap Luo Zheng menjadi semangat karena mendapatkan harta tak ternilai.


"Aku akan menggunakan Body Eater untuk menerobos batas Tahap Giant Meat dan juga sekalian menggunakan Energy Eater untuk menerobos Ranah Body Tempered" Pikir Luo Zheng, tapi sebelum itu dia berpikiran untuk menggunakan teknik apa yang cocok untuknya.


Percuma saja setelah berpikir dengan keras cukup lama, dia tidak pernah mempunyai sebuah ide untuk Kultivasi. Karena sudah berada di jalan yang buntu akhirnya Luo Zheng memutuskan untuk bertanya pada Huyan, "Huyan! apakah aku perlu menggunakan Teknik Penempaan Tubuh untuk menerobos Ranah Body Tempered?"


[( • ̀ω•́ )]


[Hmm pertanyaan yang bagus!! menurut Huyan, Tuan tidak perlu menggunakan sebuah Teknik untuk Penempaan Tubuh alasannya karena Tuan memiliki True Dragon God Body yang belum dibangkitkan dan untuk membangkitkannya Tuan membutuhkan darah dari ras Dragon]


Luo Zheng tersentak karena penjelasan dari Huyan, dia akhirnya mengerti dan merasa sangat beruntung karena Monster Beast yang sekarang di depannya mempunyai darah Dragon.


Luo Zheng duduk dan memulai meditasi untuk berfokus menyerap Monster Beast tersebut, Luo Zheng akan menggunakan Teknik Kultivasi Celestial Eater seluruh gayanya.


Kenapa dia menggunakan Soul Eater dan Skill Eater itu dikarenakan Luo Zheng merasakan tekanan roh saat melihat Monster Beast itu, lalu membuat kesimpulan bahwa jiwa dari Monster Beast masih hidup dan juga ingin bereksperimen apakah bisa menyerap keterampilan dari Monster Beast yang mati atau tidak.


"Celestial Eater : Body Eater Style" Gumam Luo Zheng pelan.


Untaian garis berwana merah muncul dari tubuh Monster Beast, untaian-untaian itu bergerak menuju Luo Zheng yang sedang fokus bermeditasi.


Untaian merah itu memasuki tubuh Luo Zheng dengan sangat cepat, karena kecepatan itu membuat Luo Zheng meraung kesakitan.


"Aaaargh!"


Luo Zheng menggigit bibirnya agar tetap fokus pada Tahapan menerobos Giant Meat, setelah beberapa saat untaian merah itu sekian lama menjadi sedikit dan menjadi lebih lambat.


Tubuh Luo Zheng sekian beberapa saat detik demi detik menjadi berwarna emas, tak lama kemudian dari tubuhnya muncul beberapa sisik emas dan biru di tubuhnya.


Dengan munculnya sisik emas dan biru di tubuh Luo Zheng itu membuat Min Shi dan Hao Tian sangat kaget dengan sisiknya dan berpikir secara bersamaan. "Tubuh Ras Dragon"


Kembali lagi ke Luo Zheng yang saat ini berada di ambang untuk menerobos, dia saat ini sangat fokus untuk menerobos dan tidak memikirkan hal yang tidak perlu dipikirkan.


Tubuhnya menjadi penuh dengan sisik-sisik yang sangat tajam dan keras, bahkan saat ini di kepalanya muncul dua tanduk berwarna hitam kebiruan.


"Tahan... sebentar lagi aku akan Menerobos Batas!!"


Batin Luo Zheng dalam hatinya bertekad untuk bertahan.


***


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2