KISS

KISS
Ep 1


__ADS_3

"Kakak!!!"


Suara teriakan Yoshi Too menggemah di seluru rumah. Gadis manja yang berumur 22 Tahun itu menghempaskan tubuh mungilnya di sofa sembari menjulurkan kakinya dan meletakan kakinya diatas meja.


Tak lama kemudian datang pria tampan dan berkulit putih menghampirinya, Dia Dyon Ry kakak kedua Yoshi Too. Karena sangat manja maka setiap dia memanggil harus datang.


"Yoshi, kenapa?" Dyon Ry duduk disampingnya dengan wajah yang panik.


Yoshi menyingkap sedikit roknya memperlihatkan luka dilututnya yang berdarah...sedikit tergores.


"Ya ampun? Kok bisa begini?" Dyon Ry segera berlari cepat dan mengambil P3k.


Hanya butuh waktu beberapa menit untuk Dyon Ry menjelajah rumah mewahnya. Ia pun segera kembali dan berlutut dihadapan adiknya.

__ADS_1


Yoshi sesekali meringis begitu menempelkan kapas yang berlumur alkohol mengenai kulitnya.. sementara kakak, Dyon Ry yang mengobati pun ikut meringis.


PLUK...


"Aw.. sakit Bego!"


Dyon Ry mengambil kotak ice cream yang baru saja mengenai kepalanya. Dia memandang tajam yang saat ini berdiri dihadapan Yoshi Too dan Dyon Ry.


"Ekspresi kamu bikin perut aku ingin muntah!" ucap Hee Ryu sebal.


"Yoshi, kenapa?" Hee Ryu jongkok di samping Dyon Ry.


"Ya ampun! Apa yang kamu lakukan? kamu mau buat kaki Yoshi jadi mumi?"

__ADS_1


Hee Ryu berdecak kesal. membuka lilitan perban dari lutut hingga jari-jari kaki Yoshi Too. Pria itu menggelengkan kepala saat melihat lutut Yoshi Too yang tergores sedikit.


"Tadi jatuh di depan." ucap Yoshi Too pelan.


Hee Ryu Tersenyum, " Makanya hati-Hati. Masih mending hanya tergores sedikit? Kalau parah gimana? Selain sakit, kaki cewek itu nggak boleh lecet, Yoshi."


Yoshi pun menganggukan kepala sebagai tanda mengiyakan kata-kata kakaknya.


Mengurus kedua adiknya itu bukan hal yang mudah Hee Ryu lakukan. Menjaganya dengan kasih sayang dan tegas pun ia lakukan demi kedua adik tersayang. Mama sedang sibuk mengurus perusahaan yang ada di Paris. Semenjak kepergian Papa mereka, Mama jadi sibuk bahkan hanya 4 bulan sekali pulang ke rumah.


Yoshi Too menurunkan kakinya dari meja, ia turun dari sofa dan meduduki tepat ditengah-tengah Hee Ryu dan Dyon Ry kemudian tangannya pun menggapai pundak pria itu.


Yoshi Too memeluk erat kedua kakaknya itu. Dia sangat bersyukur mempunyai dua pria yang sangat menjaganya. Dia nggak habis pikir bagaimana hidupnya tanpa kedua pria itu.

__ADS_1


Hee Ryu dan Dyon Ry tersenyum dan mereka berdua memeluk erat adik bungsunya. Ia berjanji tidak ada yang bisa membuat adik bungsunya menangis karena apapun. itu prinsip Hee Ryu yang tegas demi kedua adiknya.Maka dari itu Hee Ryu mengorbankan perasaannya agar Yoshi Too dan Dyon Ry merasa bahagia. Kesibukan Mama yang hampir tidak pernah bisa hadir di sisi kami melihat perkembangan anak-anaknya. kesedihan adik-adiknya akan kehadiran itu yang sangat kami rindukan. Sungguh berat Hee Ryu memikul posisi sebagai Mama sekaligus Ayah untuk Yoshi Too dan Dyon Ry. Seperti batu krikil yang ada di dalam keluarga Hee Ryu berusaha menjaga dan membela mati-matian untuk kebahagiaan Adik bungsunya. Senyum dan tawanya mampu menghangatkan hati Hee Ryu.


__ADS_2