
Yoshi Too menatap hampa langit-langit ruangannya. Pikirannya sangat kacau, entah memikirkan Ky Minho atau yang lainnya.
Apa maksud ucapan Ky Minho tadi? Maaf? Jijik? Pisah? Sebenarnya ada apa ini? Yoshi Too mendengar dengan jelas ucapan Ky Minho saat ia memejamkan mata tadi. Yoshi Too harus berpura-pura amnesia agar mengetahui kebenarannya. Entah kenapa Yoshi Too ragu jika Ky Minho akan menjawab semua pertanyaanya yang ia ajukan. Yoshi Too yakin akan menyembunyikannya dari dirinya. Memang Yoshi Too kekanak-kanakan dengan seperti ini tapi tidak ada cara lain yang bisa dipikirkan otaknya.
Yoshi Too yakin jika Ky Minho sedang menghadapi masalah yang besar. Buktinya saja Ky Minho sampai menangis seperti tadi.
Yoshi Too memejamkan matanya pelan. Tubuhnya memang sangat lemah, ia lelah,terlebih lagi dadanya yang terkena tembakan terasa perih. Dan perlahan, Yoshi Too kehilangan kesadaran lagi, terjebak ke dalam mimpi.
☆☆☆
Ky Minho mendongakkan kepalanya begitu melihat baskom berisi air dan handuk terulur ke arahnya. Di depannya, Dyon Ry berdiri dengan sinis.
"Obati luka lo. Gue nggak mau si kembar nangis gara-gara lihat wajah lo yang mirip monster." Ucap Dyon Ry acuh, Ia meletakkan baskom tersebut di samping Ky Minho dan berlalu masuk ke ruangan Yoshi Too. Namun sebelum itu ia merogoh sakunya, mengambil dan meletakkan obat memar disamping baskom.
Ky Minho tersenyum kecil melihat punggung Dyon Ry yang perlahan menjauh, ia pun mengambil handuk kecil yang sudah dibasahi air dingin dan mengusapnya diwajahnya yang memar. Berulang kali Ky Minho meringis, rasanya sungguh perih. Namun, ini tak akan sebanding dengan perbuatannya terhadap Yoshi Too. Yoshi Too lebih sakit hati lagi nantinya.
Tiba-tiba saja sebuah tangan terulur mengolesi obat memar tadi di wajah Ky Minho. Ky Minho mendongak, emosinya melonjak seketika, ia menatap tajam wanita di hadapannya.
"Jangan sentuh gue!!" Bentak Ky Minho menghempaskan tangan Rosita.
"Luka kamu biar aku obati Minho." Rosita kembali menjulurkan tangannya dan di tepis kasar lagi oleh Ky Minho.
"Puas lo bikin hubungan gue hancur??!" Sinis Ky Minho.
"Aku minta maaf." Balas Rosita enteng.
Rosita merasa tidak salah sepenuhnya. Ini juga salah Ky Minho yang tergoda dengan dirinya, seandainya saja Ky Minho lebih bisa menahan diri ini tidak akan menjadi seperti ini. Toh, juga mau gimanpun Ky Minho mau marah kepada dirinya atau tidak, tidak ada yang bisa merubahnya.
"Maaf? Heh!!" Ky Minho tertawa hambar. "Lo dengan mudahnya minta maaf??!"
"Minho!! Aku tahu kamu marah, tapi kamu ngertiin posisiku juga!"
"Bukan aku aja yang hampir mengambil perjakamu, tapi kamu juga yang hampir mengambil keperawananku." Lanjut Rosita.
Tatapan Ky Minho semakin mendingin, tangannya terkepal kuat ia sebisa mungkin menahan amarahnya.
"Lo bahkan sudah nggak perawan Rosita, lo pikir gue bego?!" Teriak Ky Minho.
Rosita bungkam, ah betapa bodohnya dirinya.
"Itu semua gara-gara lo!!" Emosi Ky Minho sudah mencapai puncaknya.
Ky Minho memejamkan matanya, mencoba meredamkan emosinya.
BYUUURRRR
Ia menoleh ke arah Dyon Ry yang memegang baskom dan obat memar dengan tatapan yang tak kalah tajam. Rosita tak percaya dirinya baru saja diguyur air dingin sebaskom.
Dyon Ry mengambil handuk dan obat memar yang ada di samping Ky Minho dan memasukkanya ke dalam baskom. Ia menarik tangan Ky Minho agar berdiri.
"Tahu Anjing nggak?" Dyon Ry merogoh sakunya dan mengambil potongan kaca di dalam sana. "Tuh lihat didalam kaca, ada anjing spesies terbaru."
"Mending mulut lo pake ceramah lebih bermanfaat atau lo jadi politikus sekalian poliayam biar ada yang mau dengerin ucapan lo."
"Telinga gue sakit denger omongan lo, bahkan suara petasan yang dimasukkan ke dalam kaleng masih bagusan."
"Untung gue jijik sama lo, kalau nggak sudah gue sosor tuh bibir biar diem."
"Ah, nggak ada untungnya juga ngomong sama dedemit budeg kaya lo."
Baru saja langkah pertama, Dyon Ry berhenti. Ia membalikan badannya dan kembali menatap Rosita yang berantakan basah kuyup.
"Kalau mau keluar lewat pintu belakang, kasihan entar lo dikira gelandangan lagi."
Setelah itu Dyon Ry menarik kembali tangan tangan Ky Minho dan melangkahkan kakinya memasuki kamar ruangan Yoshi meninggalkan Rosita yang hampir menangis disana.
☆☆☆
Rosita menghembuskan napas pelan, ia pun mulai melangkahkan kakinya memasuki perusahaan yang bertulisan 'ADFLEEY GROUP' disana. Setelah insiden memalukan kemarin malam, Rosita mulai menyiapkan ekstra mental untuk bertemu Ky Minho.
Dyon Ry sialan, sungguh Rosita sangat membenci pria itu. Seenaknya saja menyiraminya dengan air dingin dan menceramahinya. Rosita muak, lebih baik Dyon Ry mengintropeksi dirinya terlebih dahulu baru mengatainya.
__ADS_1
Hari ini adalah jadwal pemotretan Rosita, ia menjadi model disalah satu produk perusahaan Ky Minho. Ky Minho tidak terlihat tadi di lokasi pemotretan oleh karena itu Rosita mendatanginya secara langsung ke kantornya. Rosita merindukan Ky Minho beserta sentuhan pria itu.
Hp Rosita berdering, menandakan ada pesan masuk. Rosita pun membukanya dan mengetikkan pesan balasan.
BRUUUKK!
PRANG!
"OH GOOD"
Rosita histeris melihat pakaiannya yang sudah basah terkena siraman air kopi oleh wanita di depannya. Wanita itu gemetar sembari mencoba membersihkan baju Rosita.
"Jangan sentuh gue!" Bentak Rosita menepis kasar tangan wanita itu.
"Kalau jalan pakai mata dong!! Lihatlah baju gue jadi dekil kaya gini!" Rosita melotot tajam ke arah wanita itu.
Wanita itu menunduk takut. Ini bukan sepenuhnya salahnya, ini juga salah Rosita yang berjalan sembari memainkan ponsel yang menyebabkan mereka bertabrakan dan kopi yang dibawanya tumpah mengenai baju Rosita.
"Kalau diajak ngomong ya jawab!!" Bentak Rosita lagi. "Ini limited edision, dirancang khusus oleh desainer terkenal di prancis dan lo seenaknya ngotorin baju gue!! Lo harus ganti rugi!!"
"Tapi... saya..."
"Apa?!! Nggak punya uang?!! Iya lah, gaji lo selama 100 tahun pun nggak bakalan bisa buat gantiin baju gue..."
Ucapan Rosita terhenti ketika melihat lift khusus petinggi terbuka dan menampilkan Ky Minho beserta dua sekretarisnya, Rosita buru-buru memegang bahu wanita itu.
"Ibu nggak apa-apa?" Ucap Rosita mulai dramanya. Staf-staf yang berada disana dan menyaksikan pertunjukan sejak awal melongo. Terlebih lagi melihat Rosita yang memeriksa badan wanita itu.
"Ada yang terluka? Aduh, saya minta maaf ya bu, saya nggak sengaja."
Wanita itu menggaruk rambutnya, ia bingung dengan perubahan sikap Rosita, barulah saat para staf menunduk, ia baru menyadari Ky Minho ada disana.
"Ada apa ini?" Tanya Ky Minho menghampiri mereka.
"Aduh, aku nggak sengaja nabrak ibu ini, tapi ibu ini terus saja merasa bersalah. Aku merasa tidak enak Minho." Ucap Rosita memasang rasa bersalahnya.
Tangan resepsionis yang berada diasana merasa gatal ingin mencakar wajah Rosita. Benar-benar ratu drama.
"Saya...tidak sengaja pak." Ucap wanita itu menunduk takut." Tolong jangan pecat saya."
Ky Minho menghembuskan napasnya, terlebih lagi melihat tangan wanita itu bergetar, ia pun memanggil office girl yang ada disana.
"Kamu, segera bereskan pecahan kaca ini, jangan tinggalkan kotoran sedikitpun." Ucap Ky Minho kepada Office Girl yang lebih muda." Dan kamu temani ibu ini diruangannya."
Dua Office Girl itu menunduk patuh dan segera melaksanakan perintah Ky Minho.
Mata Rosita membulat ketika melihat Ky Minho melonggarkan dasinya sembari berjalan begitu saja. Ky Minho sungguh keterlaluan meengabaikannya.
"Minho!! Aku gimana?!" Ucap Rosita mengikuti langkah Ky Minho terhenti. Rosita benar-benar tidak tahu malu. Ky Minho sudah jelas mengabaikannya dan ia masih mengejarnya.
Ky Minho berbalik dan menatap dingin Rosita. Ia melepaskan tangan Rosita di lengannya dengan sedikit kasar. Ky Minho muak, Ky Minho jijik dengan wanita ini. Wanita ini tidak ada hentinya mengganggunya, padahal ia sudah jelas menolaknya. Melihat Rosita, selalu saja membuat perasaan Ky Minho kesal, wajah Rosita selalu mengingatkannya akan perbuatan laknatnya. Ky Minho membenci dirinya sendiri.
"Apa lagi?" Tanya Ky Minho dingin.
Rosita memasang wajah memelasnya
"Baju aku kotor"
"Terus lo mau gue yang bersihin?" Tanya Ky Minho tajam,"Gue pembantu lo?"
"Bukan begitu Minho." Rosita kembali merahi lengan Ky Minho namun Ky Minho segera menepisnya.
"Kamu nggak ada niat buat bawa aku keruanganmu? Setidaknya bantu aku mengganti baju, ini terlihat memalukan."
Kepala Ky Minho terasa mendidih mendengar ucapan Rosita. Wanita ini benar-benar gila!.
"Waktu gue terlalu berharga buat disia-siakan!"
Ky Minho kembali melagkahkan kakinya,meninggalkan Rosita yang terus memanggil namanya.
"BUNGA-BUNGA CINTA BERMEKARAN!"
__ADS_1
Rosita menolehkan kepalanya, ia memelototin tiga resepsionis disana yang jelas-jelas menertawainya, mereka bahkan menghinanya.
"SAKITNYA TUH DISINI, DIDALAM HATIKU"
"ABANG PILIH YANG MANA, PERAWAN ATAU JANDA?!"
"BAWA AKU PERGI DARI SINI!! AKU INGIN PINDAH KE MEIKARTA."
Rosita menggeram, giginya gemertakan berusaha menahan amarah dan malu nya. Ia menghentakkan kakinya dan keluar dari perusahaan Ky Minho.
☆☆☆
Yoshi Too tersenyum sembari mencubit pipi Reyzo yang berada di pangkuannya. Ia begitu merindukan anaknya ini.
Ri Ah menarik kursi yang ada disana, dan mendudukinya. Zy En pun melakukan hal yang sama.
"Yoshi, gue penasaran. Rasanya koma itu kek gimana sih?" Ucap Ri Ah sembari memasuki anggur ke mulutnya. "Waktu lo koma, lo mimpi apa gitu?"
Yoshi tersenyum, "Gue mimpi nikah sama Suho terus tiga jam kemudian gue cerai, terus gue nikah lagi sama Lucas punya anak mirip jungkook."
Zy En mencibirkan bibirnya," Pembohong kau pembohong!!"
Yoshi Too tertawa," Gue ngerasa tidur panjang gitu, udah itu aja."
Ri Ah dan Zy En menganggukkan kepalanya Zy En kembali berbicara. "Terus rasanya ditembak gimana sih?"
"Gue ditembak?"
Ri Ah dan Zy En terdiam seketika, wajahnya pucat,"Maksudnya tembok! Iya di tembok! Kan lo kebentur tembok terus lo pendarahan di otak makanya masuk rumah sakit terus koma." Ucap Zy En cepat.
Dalam hati Yoshi terkekeh geli. Teman-temannya percaya saja dengan aktingnya, Yoshi Too jelas mengingat bagaimana peluru tersebut menembus badanya. Yoshi Too sekarang merasa seperti artis saja.
"Oh iya, ini tadi siapa? Reyzo atau Reyzan?" Ucap Yoshi Too kembali memainkan dramanya.
"Reyzo." Jawab Zy En singkat.
"Duh lucu banget. Hyuk He adopsinya dimana sih?" Tanya Yoshi Too lagi, sebisa mungkin ia menahan tawanya saat menanyakan pertanyaan itu.
"Panti asuhan"
Yoshi Too mengangguk berulang kali." Kok Hyuk He mau sih mengadopsinya? Tanggapan orang tuanya gimana? Kan Hyuk belum menikah tapi sudah punya anak"
Ze En melirik Ri Ah meminta bantuan, Ri Ah juga bingung menjawab pertanyaan Yoshi.
"Ah, Ri Ah suami lo dateng!" Ucap Ze En mengalihkan pembicaraan. Mereka serentak menoleh kearah pintu dan munculah Ky Minho yang nampak berantakan.
Perasaan Yoshi Too sedikit sakit melihat Ky Minho yang terlihat kacau wajah pria itu pucat, kantung matanya semakin memperburuk penampilannya. Yoshi Too yakin ada apa-apa dengan Ky Minho saat ini.
"Hai" Ucap Ky Minho pelan ke arah Yoshi Too. Yoshi Too tersenyum kaku.
Ri Ah dan Zy En menatap prihatin kedua pasangan dihadapannya.
"Minho ada apa?" Tanya Yoshi Too.
"Aku eh gue mau ambil si kembar, Hyuk He tadi minta tolong." Ucap Ky Minho sembari mendekati Yoshi Too.Yoshi Too mengangguk, ia mencium sekali kening Reyzo di gendongannya dan menyerahkannya kepada Ky Minho. Ky Minho pun menerimanya dan meletakkan Reyzo disamping Reyzan yang ada di kereta bayi.
"Sapa suami lo bego, nanti Yoshi curiga gimana?" Bisik Zy En. Ri Ah buru-buru berdiri mendekati Ky Minho.
Ri Ah merapihkan dasi yang melingkar di leher Ky Minho, sembari mengedipkan matanya berulang kali memberikan kode kepada pria itu. Ky Minho pun paham, ia mengecup kening Ri Ah sekali.
Yoshi Too pun memalingkan wajahnya, entah kenapa perasaannya sakit melihat pemandangan tadi. Walaupun ia mengetahui Ky Minho dan Ri Ah hanya berpura-pura, tetap saja seperti ada paku yang menancap di hatinya.
"Duh, sosweet banget sih" Yoshi Too tersenyum getir.
"Iya dong, pengantin baru" balas Zy En terkekeh.
"Aku pergi dulu ya," ucap Ky Minho terhadap Ri Ah sembari mendorong kereta bayi tersebut." Dah, Zy En." Jedah Ky Minho." Dah, Yoshi."
"Bye!"
Yoshi Too menggigit bibirnya melihat punggung Ky Minho yang perlahan menjauh. Matanya terasa panas entah karena apa. Melihat tatapan Ri Ah dan Zy En, sepertinya mereka tahu apa yang sedang disembunyikan Ky Minho. Yoshi Too pesimis jika sahabatnya ini mau memberitahukannya, Yoshi Too harus mencari tahu sendiri
__ADS_1
Disisi lain, Ky Minho menutup pelan pintu ruangan Yoshi Too. Ia memejamkan matanya, tersenyum getir. Astaga, bahkan Ky Minho dapat merasakan ujung matanya basah. Perasaan bersalah muncul di relung hati Ky Minho kala melihat wajah pucat dan senyuman istrinya itu.
Ky Minho begitu merindukan Yoshi Too, senyum bahagianya, tawanya, dan semuanya. Ky Minho benar-benar merindukannya.