
Kenapa sepertinya ada yang aneh ya?? Dyon Ry dan Hee Ryu merasakan dengan sangat jelas suasana sarapan yang berubah sangat drastis. Biasanya, Jika pagi-pagi begini. Yoshi Too akan repot dan mengomel sepanjang waktu kenangan, sampai makanan membungkam bibirnya. Namun saat ini wanita itu sangat pendiam dan dengan kalem memakan rotinya.
"Yoshi." Panggil Hee Ryu.
"Kakak.." Ucap Hee Ryu terpotong.
"Astaga, Yoshi harus ke perpus pagi ini. Yoshi berangkat dulu ya. Nanti telat." Potong Yoshi Too cepat.
"Kakak anterin." Tawar Dyon Ry. Yoshi Too menggeleng." Ri Ah mau jemput katanya."
Yoshi Too pun segera ambil tas, dan cepat meninggalkan kak Hee Ryu dan Dyon Ry yang menatapnya penuh nanar.
☆☆☆☆
Sudah hampir 25 menit Yoshi Too berdiri didepan rumahnya menunggu taksi yang di pesannya tiba. Dibalik jendela sana, Hee Ryu dan Dyon Ry mengintip. Ia sedari tadi memperhatikannya mondar- mandir.
"Gara-gara kamu sih kakak, pake bawa cewek kekamar segala." Dyon Ry kesal.
Hee Ryu menatap tajam," Yang beritahu Yoshi sapa?"
"Oh.. heheeh." Dyon Ry nyengir " Gimana ceweknya kakak?"
"Apanya."
" Hot nggak."
PLEEETAAKK
Dyon Ry meringis memegang kepalanya yang baru saja di tabok Hee Ryu. Dyon Ry memanyunkan bibirnya. Namun seketika mata Dyon Ry membulat, kemudian matanya memicing memperhatikan dengan jelas pemandangan didepannya.
"Itu cowok?"
"Nggak, Banci." Sahut Hee Ryu dengan ketus.
__ADS_1
Disisi lain..
"Makasih." ucap Yoshi Too singkat. Ia memasuki mobil sport Ky Minho Afleey.
"Yang tulus kek." Ky Minho Afleey cemberut, "Pakai kata sayang gitu."
Yoshi Too memutar bola mata malas. Ia tidak mood bercanda.
"Eh Hujan?"
Yoshi Too menurunkan kaca mobil, Ia tersenyum kecil melihat rintikan-rintikan mengenai jari-jari mungilnya.
Suasana dari tadi mendung, persis seperti hatinya.
"Minho.."
"Hemm..?"
"Kamu sering ke Club malam ya?"
"Rumornya sih gitu."
Ky Minho terdiam, selang beberapa detik, Ia mengangguk.
"Kamu masih.." Jeda Yoshi " Perjaka?"
Kedua alis Ky Minho terangkat. pria itu lantas tertawa." Hahahaha, aku memang sering ** *** sama cewek-cewek." Ky Minho terdiam." Tapi harta pusakaku, khusus istriku kelak."
"Serius." Tanya Yoshi Too tak percaya.
"Kenapa?kamu mau jadi istriku?"
"Idih, Ogah."
__ADS_1
Ky Minho Afleey terkekeh." Kamu masih perawan ya, Yoshi? Malahan kamu nggak pernah disentuh sama sekali."
"Emangnya Salah?" Tanya Yoshi Too polos.
Ky Minho Afleey kembali tertawa." kamu bahkan nggak pernah ciuman Yoshi?!"
"BODOAMAT." ucap Yoshi Too ketus.
Ky Minho semakin tertawa." Mau aku contohin nggak?" Goda Ky Minho Afleey. "Kita praktekan langsung."
"Ky Minho!!"
Bukannya berhenti Ky Minho malah menjadi-jadi. Ia memberhentikan mobilnya dipinggir jalan, membuka Sealtbeath dan menatap dengan intens Yoshi Too.
"Kayak gini nih."
Perlahan Ky Minho Afleey memajukan wajanya. Mata Yoshi Too membulat. Rasanya ia ingin sekali menabok kepalanya saat ini, Namun kedua tangannya keburu ditahan pria itu.
"Ky Minho." ucap Yoshi Too. Ia ragu menutup mata atau tidak?"
Yoshi Too mengalihkan pandangannya kesegala arah. Asalkan jangan menatap wajah Ky Minho Afleey yang hanya beberapa senti saja dari wajahnya saat ini. Namun tepat saat Yoshi yang reflaks menutup mata saat merasakan hembusan nafas Ky Minho Afleey. Ia terkejut mendengar teriakan.
"AKH."
"TOLONG!!!!"
Ky Minho Afleey segera menjauhkan wajanya. Ia melongokkan kepalanya dari kaca mencari sumber suara, Demikian juga Yoshi Too.
Mata Yoshi Too membulat ketika melihat dibelakang mobil Ky Minho Afleey, ada seorang ibu yang sedang kesakitan memegang perutnya. Darah mengalur dari dalam rok nya.
Yoshi Too segera membuka mobil, Ky Minho Afleey mengikutinya, Mereka berlari menuju ibu-ibu tersebut.
"Bawa ke mobil cepat." Ucap Yosih Too, Ky Minho Afleey mengangguk.
__ADS_1
Dengan tertatih-tatih Yoshi Too dan Ky Minho Afleey memapah ibu tersebut. Akhirnya dengan perjuangan panjang ibu tersebut berhasil masuk kedalam mobil, mereka pun membawa ke rumah sakit.