
Yoshi Too tersenyum kecil melihat pintu apartemen Ky Minho yang terbuka. Dugaannya benar, password apartemen Ky Minho adalah hari pernikahan mereka.
Sangat gelap. Yoshi Too merinding sendiri, ia dengan gesit meraba dinding dan menekan tombol on disana lampu ruanganpun menyela seketika.
Yoshi Too terkesiap melihat ruangan ini begitu sangat berantakan, Sofa yang disana sudah bergeser tak tentu arah, bahkan sofa tunggal dipaling ujung terbalik. Dapur yang menyatu dengan ruang utama dan hanya dibatasi rak besar pun tak kalah berantakan. Pecah telur, tomat dan lainnya berserakan di lantai. Susu bubuk si kembar pun bertaburan.
"Minho?"
Hening. Tidak ada jawaban sama sekali. Yoshi Too pun melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
DEG
DEG
DEG
DEG
Jantung Yoshi Too terpompa keras melihat pemandangan di hadapannya. Matanya pun terasa sangat perih, Yoshi Too tak kuasa menahan air matanya.
"Minho..." panggil Yoshi Too pelan.
Ky Minho terduduk dilantai, dengan kepala ia tenggelamkan di atas kasur. Dari posisinya saat ini, Yoshi Too dapat melihat jelas Ky Minho yang nampak sangat berantakan. Reyzan dan Reyzo yang berada di atas kasur pun terdiam, mereka tidak menangis sama sekali, padahal Yoshi Too dapat melihat jelas mata si kembar terbuka seolah-olah mereka tahu kondisi Papa mereka yang menyedihkan saat ini.
"Minho.."
Yoshi Too berjalan pelan mendekati Ky Minho, ia menyeka air matanya yang terjatuh kembali.
"Minho.."
Samar-samar, telinga Ky Minho seperti menangkap sesuatu. Ky Minho menolehkan kepalanya, badannya seketika menegang melihat Yoshi Tok yang mensejajarkan badannya dengan dirinya.
"Yo... Yoshi?"
Tangis Yoshi Too kembali pecah, ia terisak melihat kondisi Ky Minho saat ini. Mata Ky Minho seperti panda, rambutnya pun sangat acak-acakkan, begitu pula pakaiannya.
"Minho..."
"Yoshi..." Ky Minho segera memeluk Yoshi Too dan Yoshi Tok pun tak menolak, ia pun membalas pelukan suaminya itu. Ia sangat merindukan pelukan Ky Minho.
"Yoshi... maafkan aku.."
"Aku salah... maafin aku..."
Yoshi Too dapat merasakan jelas bahunya yang basah oleh air mata Ky Minho. Yoshi Too menenggelamkan wajahnya di dada bidang Ky Minho, ikut terisak disana.
"Yoshi... maafin aku... please...
Pelukan kedua semakin erat. Badan Ky Minho terguncang hebat, begitu pula Yoshi Too
"Kamu nggak salah Minho..."
Ky Minho menggeleng." Nggak.. aku salah.. Maafin aku.."
"Aku janji, nggak akan ngulanginya..."
"Aku nggak akan tergoda dengan wanita manapun, aku akan menahannya..." isak Ky Minho," Maafin aku..."
Perih. Yoshi Too memejamkan matanya kuat, dadanya terasa sakit melihat Ky Minho seperti ini.
"Aku janji... maafkan aku.."
"Yoshi.. please forgive me..."
"Aku janji, nggak akan tertarik sama wanita manapun. Kamu bisa pegang janji aku."
Yoshi Too melepas pelukkan Ky Minho, ia menyeka air matanya kemudian menopang wajah Ky Minho dengan kedua tangannya.
"Jangan nangis lagi," pinta Yoshi Too sembari menghapus air mata Ky Minho dengan ibu jarinya.
"Maafin aku..."isak Ky Minho lagi.
"Aku maafin... jangan nagis lagi."
Ky Minho mengangguk kepalanya berulang kali, ia membiarkan saja kedua tangan Yoshi di pipinya. Yoshi Too tersenyum, ia mengecup singkat bibir Ky Minho dan mengacak-acak rambut Ky Minho.
"Udah, sana mandi. Bau." Yoshi Too baru saja akan berdiri, namun tangannya ditahan Ky Minho.
"Mandiin."
Astaga. Yoshi Too tidak tahu apa yang ada di otak Ky Minho saat ini. "Udah, mandi sendiri sana, udah besar juga."
"Aku lupa caranya mandi. Mandiin." Balas Ky Minho menggoyangkan lengan Yoshi Too berulang kali.
"Minho, diluar berantakan banget, aku beresin dulu."
"Kamu bukan pembantu, kamu istri aku." Ucap Ky Minho membuat Yoshi Too tersenyum kecil." Nanti telponin bi Idah."
"Minho ih."
Ky Minho mencium singkat bibir Yoshi Too dan tanpa aba-aba, Ky Minho menggendong Yoshi Too, membawanya ke kamar mandi membuat wanita itu berontak seketika.
☆☆☆☆
"Kakak, gue aja yang ngurusin barang-barang di sini. Kakak urus administrasi aja." Ucap Dyon Ry sembari melipat pakaian Yoshi Too.
"Administrasi Ri Ah dan Zy En yang urus, bentar lagi mereka selesai kok." Balas Hee Ryu.
Dyon Ry menganggukkan kepalanya.
"Terus, kakak jadi ke bandung?"
"Iya ada yang harus diurus beberapa sih, disini, tapi ntar juga kelar." Hee Ryu menatap lekat Dyon Ry, membuat pria itu bergidik ngeri." Eh, gue mau tanya, Dy."
"Dy, Dy, Dy, memangnya gue Dyana!!" Cemberut Dyon Ry.
Hee Ryu menyengir." Lo nggak ada niat buat merried?"
Dyon Ry menaikkan alisnya.
"Harusnya pertanyaan itu buat kakak. Kakak aja yang tuaan belum kawin."
Ucapan Dyon Ry sontak membuat pipi putih Hee Ryu memerah, itu jelas menimbulkan tanda tanya besar di kepala Dyon Ry. Ia menerjabkan matanya berulang kali.
"Kakak blushing?" Pekik Dyon Ry kegirangan."JANGAN-JANGAN..."
Hee Ryu mengangguk malu.
"YAAAA!!!! KAKAK SERIUS?"
"Lepasin bego," Hee Ryu menarik tangan Dyon Ryu, berusaha melepaskan pelukan tiba-tiba dari adiknya itu.
Hee Ryu melongo menatap Dyon Ry." Lo nangis?"
"AKHIRNYA!!!! GUE KIRA KAKAK ITU HOMO, TERONG MAKAN TERONG!!ATAU ALERGI GITU SAMA CEWEK! ATAU SUKA GITU SAMA, YOSHI ADIK SENDIRI!!!" Dyon Ry kembali memeluk Hee Ryu.
Hee Ryu jelas sekali risih, ia kembali melepaskan pelukan Dyon Ry." Lo pikir gue gila? Suka sama adik sendiri."
__ADS_1
"Bisa aja kan? Kakak sih kelamaan jomblo. Yoshi Too itu kan cantik, baik, imut-imut manja gitu. Siapa coba yang nggak mau."
"Yoshi itu pantesnya disayangi dan dicintai. Tapi sebagai adik doang." Balas Hee Ryu, " Kita pantesnya cuma jadi kakaknya doang, bukan suaminya bego!"
Dyon Ry melepaskan pelukannya, kedua sudut bibirnya tertarik keatas menampilkan senyum sumringahnya.
"Jadi, calon kakak siapa?"
"RA.HA.SI.A."jawab Hee Ryu penuh penekanan.
"Yaelah, terus gimana?"
"Seminggu lagi, kakak mau lamar. Bantuin ya?" Pinta Hee Ryu, mata Dyon Ry kembali berbinar seketika, ia mengangguk cepat.
Hee Ryu tersenyum." Ya udah, gue mau kekantor dulu. Udah selesaikan beres-beresnya?"
"Iya."
"Ya sudah, antar barang-barang Yoshi ke apartemen Minho. Sekalian beliin pizza atau apa gitu waktu dijalan, mereka pasti belom makan."
Dyon Ry mengacungkan ibu jarinya, masih dengan senyum yang merekah.
☆☆☆
"No 245 mana sih?"
Rosita menggaruk tengkuknya berulang kali, kakinya masih setia melangkah sembari matanya menjelajahi lorong apartemen, ia harus menemukan kamar nomor 245, sesuai ucapan resepsionis tadi.
Hari ini, Rosita menggunakan gaun dress selutut berwarna hitam dengan pitanya bewarna putih, sesuai warna kesukaan Minho, hitam putih. Ia sengaja berdandan cantik agar Minho terpesona melihat kehadirannya nanti. Tak lupa tangannya menenteng kantong berisi bahan makanan, ia berencana memasakkan sesuatu untuk Minho saat di apartemen pria itu nantinya.
Senyum seketika terbit diwajah cantik Rosita kala melihat pintu bernomor 245 di atasnya.
"Eh, salah?"
Alis Rosita menyatu, ia kembali mengingat ucapan sahabatnya tadi malam. Biasanya pria itu menggunakan tanggal lahirnya, tanggal lahir pasangannya atau tanggal jadi pasangannya untuk password. Tadi, ia menggunakan tanggal lahir Minho namun salah. Ia pun kembali mencoba memasukkan tanggal lahir Yoshi yang sudah ia selidiki.
"Salah lagi."
Senyum sinis Rosita muncul di paras cantiknya. Ia pun kembali memasukan hari pernikahan Minho dengan Yoshi sebagi percobaan terakhir.
Didalam apartemen, Yoshi Too sedang mengganti popok bayi Reyzan. Ia menghembuskan napas lega, karena akhirnya Ky Minho mau mandi sendiri setelah ia ancam di kamar mandi tadi.
Yoshi Too mengernyit bingung mendengar suara tanda salah memasukkan password berulang kali, yang terdengar diseluruh ruangan. Batinya bertanya-tanya, siapa yang datang dan berusaha memasuki apartemennya.
Yoshi Too sedikit was-was karena setahunya yang mengetahui tanggal pernikahannya hanya ia, Minho, keluarga dan sahabatnya. Ini pasti bukan dari salah satu dari mereka, dan mereka tidak mungkin salah beberapa kali memasukkan password.
Dan kegelisahan Yoshi mendadak muncul saat mendengar bunyi, tanda pintu terbuka. Yoshi Too masuk keruangan si kembar dan meletakkan Reyzan ke dalam box bayi berukuran besar yang ada disana. Ia pun segera menuju ruang utama.
Yoshi Too dan Rosita sama-sama terkejut kehadiran masing-masing. Suasana di ruangan mendadak suram.
"Lo ngapain disini?" Sinis Rosita. Tatapannya jelas meremehkan Yoshi Too.
Yoshi Too terdiam. Sifat Rosita pertama kali saat bertemu dengannya di rumah sakit sangat berbeda, rupanya, wanita ini hanya cari perhatian kepada kakak dan sahabat-sahabatnya.
"Bukannya seharusnya gue yang bertanya begitu?"
Rosita memutar bola matanya." Lo nggak tahu malu ya?" Cibirnya." Lo yang istrinya aja nggak pernah tuh disentuh Minho, lah gue yang bukan siapa-siapanya pernah tidur bareng sama dia."
Yoshi Too mencoba tenang, ia tidak boleh terbawa emosi menghadapi nenek sihir dihadapannya ini.
"Karena gue nggak murahan seperti lo." Balas Yoshi Too tenang.
Yoshi Too melihat tatapan Rosita tajam, tangan wanita itu terkepal kuat.
"Lo masih mau nyerahin keperawanan lo, ke pria yang sudah tak perjaka? Cih, tidak tahu malu." Balas Rosita lagi, ia tak terima dikatakan murahan oleh Yoshi Too.
Sudah terlihat jelas kepulan asap di atas kepala Rosita. Ia meunjukan Yoshi Too dengan sorot mata menjijikan
"Suami lo tidur dengan wanita lain dan lo nggak marah? Istri macam apa lo? Atau jangan- jangan lo juga gitu, tidur sama sembarang pria."
"Bukankah Minho nidurin lo karna pengaruh obat perangsang? Itu sama sekali bukan keinginannya, Rosita." Yoshi Too tertawa, "Dan satu lagi, ucapan seseorang adalah mencerminkan perilakunya."
"Maksud lo, gue sering tidur sama sembarang pria gitu?!!" Tuding Rosita.
"Gue nggak pernah ngomong gitu. Tapi ya, lo sendiri yang nganggap begitu, berarti itu fakta kan? Lo sering tidur sama sembarang pria." Ucap Yoshi Too menyindir.
"Lo kira gue sebodoh itu? Gue juga pilih-pilih pria yang akan gue tidurin! Bukan sembarangan!!"
Jarak antara Rosita dan Yoshi tinggal sejengkal lagi, Rosita meletakkan tangannya di pipi Yoshi membelainya pelan.
"Lo bisa seneng sekarang, Yoshi."
"Gue bisa senang, kapanpun gue mau."
"Itu akan berakhir." Sinis Rosita." Sebentar lagi gue akan ngerebut Minho dari lo."
Yoshi melepaskan tangan Rosita dari pipinya, sorot mata Yoshi berubah dingin. Ia sunggu tidak menyukai Rosita.
"Silahkan, tapi... asal lo tahu Rosita." Jeda Yoshi," Minho nggak bakal mau, sama cewek murahan kayak lo."
Kesabaran Rosita habis. Ia memang tempramental orangnya dan sangat cepat emosian, Rosita pun mengangkat tangannya, dan siap melayangkan ke pipi mulus Yoshi.
PLAAAAK
Hening.
Bukannya merasa kesakitan, Yoshi Too justru merasa ada seseorang yang merangkulnya. Yoshi Too membuka matanya perlahan, dan Ky Minho tersenyum kecil masih dengan merangkulnya.
Tubuh Rosita menegang, matanya semakin menyorot kebencian. Ia menatap emosi pria yang menyengir lebar ke arahnya saat ini.
"Wah, gue maunya sih dapat kecupan bukan tamparan gini." Dyon Ry mengusap pelan pipinya, " Tapi ini lebih baik, daripada kecupan dari dedemit murahan disini."
Ky Minho yang baru saja keluar dari kamar, bertepatan Dyon yang baru memasuki ruangan, langsung berlari menuju Yoshi Too yang siap di tampar Rosita. Ky Minho segera merangkul istrinya itu, dan Dyon entah kenapa begitu bodoh, menerima tamparan Rosita bukan menahannya.
"Lo nggak ada kapoknya ya, Ta?!!" Ketus Dyon Ry." Lo nggak punya malu hah!!"
"Lo nggak berhak ikut campur!!" Jawab Rosita.
"Gue berhak!! Lo ganggu kehidupan adik gue!!"
"Itu salah adik lo yang ngerebut Minho dari gue!!" Bentak Rosita tak mau kalah.
"HAH? NGEREBUT?" Ucap Dyon dengan nada mengejek," HELLO!! YANG NGEREBUT DISINI ITU, LO!! ADUH, NGACA NENG!! NGACA!! NGGAK PUNYA KACA? PAKE AIR DI SUNGAI SONO!! SIAPA TAHU LO KETEMU KODOK YANG BERUBAH JADI PANGERAN DISANA!!"
Rosita rasanya ingin sekali menjambak rambut Dyon Ry dan memasukan cabe ke dalam mulut pedasnya itu. Demi apapun, Dyon selalu saja membuat emosinya melonjak naik.
Rosita memasang puppy eyesnya, menatap Ky Minho memelas. "Minho.."rengeknya.
"Muka lo najis!! Niat lo kesini apa sih Rosita..i..?" Sambar Dyon Ry.
Rosita menatap garang Dyon." Lo kenapa sih? Bisa nggak lo nggak gangguin urusan gue?!!"
"Halah, gue nggak guna banget ngurusin urusan lo. Dasar kepedean!"
"Lo kesini mau godain suami orang, nggak laku ya neng? Ya, iyalah!! Dedemin cabe kayak lo mana mungkin ada yang mau." Lanjut Dyon Ry tertawa menghina.
"Lo....." Geram Rosita.
__ADS_1
"Keluar."
Rosita menolehkan kepalanya ke arah Ky Minho yang masih setia merangkul Yoshi, matanya memanas, ia merasa telinganya salah mendengar.
"Kamu ngusir aku, Minho?" Lirih Rosita.
"Nggak denger?" Sahut Ky Minho pedas."Gue nggak pernah izinin lo masuk apartemen gue. Lo mau maling disini?"
Tangan Rosita terkepal kuat.
"Minho, aku mau buatin makanan kesukaan kamu."
"Gue nggak butuh. Yoshi Too bisa buatin gue, yang rasanya jauh seribu kali lebih baik dari pada lo."
"Tapi kan Minho..."
"Minho nggak butuh racun tikus bego!" Sebal Dyon." Makanan lo cocoknya buat pupuk kompos!"
"Gue ngomong sama Minho, bukan sama lo tolol."
Baru saja Dyon mau menyahut lagi. Ucapan Minho menghentikannya.
"Keluar."
"Minho.."
"Apa perlu gue seret atau panggilin satpam?"
"Aku kan..."
"KELUAR!!!"
Ky Minho muak, sangat muak. Rosita tidak berhenti mengganggunya. Ia semakin membenci wanita dihadapannya saat ini. Terlebih lagi Rosita baru saja akan menyakiti istrinya.
Rosita menyeringai, ia menundukkan kepalanya beberapa saat kemudian mengangkatnya lagi. Ia menatap sejenak Yoshi Too, kemudian menatap Ky Minho.
"Oke, aku pulang." Pasrah Rosita sambil berbalik.
"Rosita." Desis Ky Minho membuat langkah Rosita terhenti, namun ia sama sekali tidak menolehkan kepalanya ataupun badannya. "Jangan sekalipun lo menyentuh Yoshi."
"Siapapun yang menyakiti Yoshi, akan mati ditangan gue."
☆☆☆
"Lain kali, jangan di ladeni lagi Yoshi." Ucap Ky Minho membelai lembut pipi Yoshi Too.
"Dia ngomongnya keterlaluan, aku nggak bisa nahan buat nggak ngeladeninya." Cemberut Yoshi." Lagipula dia pantas digituin."
"Tapi kalau dia nanti berbuat kasar seperti tadi gimana? Hampir saja pipi kamu terluka." Balas Ky Minho lagi, ia menatap lekat istrinya itu.
"Yoshi tersenyum, ia balik membelai lembut pipi Minho, " kan ada kamu, yang melindungi."
"HM!!! ADUH, GERAH BANGET!!"
Dyon Ry mengipas-ngipas badannya dengan tangan dramatis, Ky Minho dan Yoshi Too refleks ke kakaknya itu.
"Loh, kakak nggak pulang?" Tanya Yoshi Too membuat muka Dyon Ry masam seketika.
"Ngusir nih?"
Yoshi Too menyengir lebar." Nggak kok."
Dyon Ry menggerutu, ia mengambil potongan kentang dihadapannya dan memasukkan kedalam mulutnya. Sudah hampir 1 jam lebih ia berdiri disini membantu Yoshi Too menyiapkan makan malam, sembari ikut menumpang makan. Bersyukur saja, persediaan bahan makan dikulkas masih ada, ia jadi bisa memasak. Dyon Ry menyumpahi Rosita karena membawa pulang bahan makanan yang dibawa wanita itu.
Tiba-tiba saja, Dyon teringat sesuatu. Matanya seketika berbinar, ia sontak memeluk Yoshi Too yang duduk di sofa sebelahnya.
"Kak Dyon!" Seru Ky Minho tidak terima, istrinya main dipeluk saja, walaupun itu kakaknya sendiri.
Dyon Ry menghiraukan Ky Minho, ia menggoyang-goyangkan badan Yoshi Too kekiri dan kekanan.
"YOSHI!! ARRRGG!!" Histeri Dyon Ry girang.
"Kakak kenapa sih? Lepasin. Risih tahu." Ucap Yoshi sembari melepaskan pelukan Dyon Ry yang begitu erat.
"Ada kabar gembira untuk kita semua!" Pekik Dyon Ry lagi." Kini mastin ada extraknya!!"
"Manggis kakak." Balas Ky Minho.
"Kakak ih."
"KAK HEE RYU MAU MERRIED YOSHI!!! MARRIED!!!"
"HAH?" Serempak Yoshi Too dan Ky Minho.
"Iya!! Minggu depan, kak Hee Ryu mau ngelamar!! Kita disuruh bantuin!!" Ucap Dyon Ry dengan nada gembiranya.
"Kakak nggak bohong kan?"
"Aduh, kakak tahu pria itu suka berbohong!!! Tapi kali ini kakak serius!!"
"Iyakah?"
"IYA, YOSHI!!"
"AAAAA!"
Yoshi Too membalas pelukan Dyon Ry erat, ia ikut menggoyangkan badan Dyon Ry kekiri dan kekanan membuat Ky Minho melongo di tempat. Dua orang dihadapannya ini seperti mendapatkan tiket lotre bernilai 100 triliun saja. Sifat manja Yoshi Too yang kembali sangat cocok dengan sifat manja Dyon Ry, kakaknya.
"INI BENERAN?"
"IYA YOSHI!!"
"TERUS CALONNYA SIAPA?"
"RAHASIA!!"
Senyum diwajah Yoshi Too luntur seketika, ia melepaskan pelukannya dan menatap datar Dyon Ry.
"Kakak bohong?"
"BENERAN!!"
"Terus kenapa calonnya rahasia?"
"Tanya saja sama kak Hee Ryu sendiri, kakak juga nggak tahu!!"
Bibir Yoshi Too manyun, sungguh Hee Ryu begitu kejam tidak memberitahukannya. Tapi walau bagaimanapun, Yoshi Too sangat bersyukur. Kakaknya mendapatkan anugrah sehingga bisa menikahi wanita. Kadan Yoshi Too juga berpikir sama dengan Dyon Ry, jika Hee Ryu, kakaknya itu mengalami kelainan, yaitu menyukai sesama jenis atau kata anak zaman sekarang, H.O.M.O atau G.A.Y.
Ponsel Dyon Ry berdering, Alarm yang sengaja di setelnya berbunyi. Dyon Ry segera mematikannya dan berdiri.
"Kakak balik dulu ya, ada yang harus segera kakak urus."
Yoshi Too dan Ky Minho mengangguk, Dyon Ry mencium puncak kepala Yoshi Too membuat Ky Minho melotot dan segera ikut mencium puncak kepala Yoshi Too.
"Udah bersih kan!!" Ucap Ky Minho puas. "Noda kak Dyon udah hilang di kepala Yoshi."
"Dih, Najis!" Dyon Ry tertawa, ia melambaikan tangannya kepada Ky Minho dan Yoshi Too dan berjalan keluar apartemen.
__ADS_1
Dyon Ry menutup pintu pelan dengan hati-hati. Ia tersenyum kecil, sepertinya keputusannya membiarkan Ky Minho dan Yoshi Too kembali bersatu tepat, Dyon Ry pun melangkahkan kakinya pergi dari sana dengan senyum yang merekah diwajah tampannya.