KISS

KISS
Ep 24


__ADS_3

***Ky Minho Afleey menatap sayu gundukan tanah yang sedikit berumput dihadapannya. Diletakan sebuket bunga lily putih dengan pelan diatas gundukan itu. Ky Minho Afleey menyeka pelan air mata sembari membelai lembut nisan disana.


"Reyzo jangan lari.. sini!


Reyzo Afleey tertawa sembari berlari mendekat Reyzan Afleey yang berada di depan Ky Minho Afleey.


"Ih Reyzan cengeng." Reyzo Afleey menoel-noel pelan pipi tembem Reyzan Afleey.


"Kata Papa, kita harus doain Mama" ucap Reyzan Afleey pelan.


"Tapi Papa bilang, anak cowok nggak boleh nangis. Nanti nggak dapet jodoh!" Balas Reyzo Afleey nggak mau kalah.


Reyzan Afleey hanya menatap datar Reyzo Afleey. Ia menunduk mengikuti Ky Minho Afleey dan bibir mungilnya komat-kamit tak jelas.


Setelah beberapa menit, Ky Minho Afleey selesai berdoa. Ia tersenyum melihat Reyzan Afleey dan Reyzo Afley yang juga menatapnya.


"Sini anak Papa?"


Reyzan Afleey dan Reyzo Afleey serentak berlari menuju Ky Minho Afleey dan memeluk Papa tersayangnya itu.


"Papa jangan nangis dong?" Ucap Reyzo Afleey. "Nanti Papa nggak dapet jodoh."


Ky Minho Afleey hanya terkekeh mendengarkan ucapan polos anaknya.


"Jangan ikut-ikutan Reyzan. Reyzan mah mau jomblo sampai mati."


Reyzan Afleey menepuk pelan bahu Reyzo Afleey.


"Huuu... Reyzo masih kecil udah mikirin jodoh."


"Daripada besarnya jomblo." Sahut Reyzo Afleey.


"Emang ada yang mau sama cowok yang mukanya jelek kek gitu." Bales Reyzan Afleey kesel.


Reyzo Afleey tertawa meremehkan." Reyzo jelek? Wajah sebelas duabelas mirip Lucas jelek?"


"Mimpi!!"


"Kita emang di mimpi bego."


"Eh***."


☆☆☆


"YOSHI!!"


Ky Minho Afleey tersentak kaget, ia menolehkan kepalanya ke arah Dyon Ry Iskandar yang lari tergopoh-gopoh diikuti Mama Rita Too Iskandar dan Hee Ryu Iskandar dibelakangnya.


Ky Minho Afleey menguap pelan. Ia bersyukur kedatangan Dyon Ry Iskandar dan yang lainnya membangunkan dirinya dari mimpi buruk.


"Sttt... Dyon Ry jangan ribut." Ucap Hee Ryu Iskandar pelan.


Dyon Ry Iskandar menyengir. Ia menatap kasihan sama Ky Minho Afleey yang terduduk lemas disamping ranjang Yoshi Too Afleey.


"Minho mending pulang aja, istirahat" ucap Hee Ryu Iskandar perhatian. "Kalau Yoshi udah sadar, kita bakalan hubungin kok."


Dyon Ry Iskandar mengangguk," Bener. Lo nggak mau kan kalau Yoshi bangun nanti kaget lihat suaminya jadi janda, panda." ucap Dyon Ry Iskandar sambil menunjuk kantung mata Ky Minho Afleey.


"Ya sayang. Mending pulang istirahat, sudah dua hari lho kamu diem disini mulu nggak pulang-pulang." tambah Mama Rita Too Iskandar.


Ky Minho Afleey mengangguk kecil, ia nggak mungkin kan membantah ucapan Mama mertuanya.


"Kamu kerumah aja ya? Jangan ke apartemen." ucap Mama Rita Too Iskandar, " Di rumah ada temen-temen Yoshi dan kamu yang lagi jaga si kembar."


Ia kembali mengangguk ia berdiri dan berjalan pelan keluar ruangan setelah menyalami mama mertua tentunya.


Ky Minho Afleey seperti mayat hidup selama dua hari.


"Hadeh. Gue suruh pulang nggak mau. Giliran mama yang suruh baru mau. Dasar carper" umpat Dyon Ry Iskandar.


"Gue denger kak!! Sahut Ky Minho Afleey pelan.


Dyon Ry Iskandar terkekeh, baru aja ia akan bicara, Ky Minho Afleey sudah hilang dari balik pintu.


Dyon Dy Iskandar kemudian menoleh ke arah Yoshi Too Afleey. "Dasar kebo." umpat Dyon Ry Iskandar lagi.


PLETAK..


AWWHH.


Dyon Ry Iskandar mengusap pelan kepalanya yang baru aja dijitak Hee Ryu Iskandar.


Hee Ryu Iskandar memutar bola mata jengah." Bibir lo perlu di ruqiah. Biar nggak ngumpat lagi!!"


"Yee. Bibir gue perlu bibir lagi." Balas Dyon Ry Iskandar.


Dyon Ry Iskandar berdecak" Cowok emang selalu salah."


☆☆☆


"Sayang!! Tutup dot nya kebalik!!"


Ri Ah berdecak kesal pada Zy En. Ia segera meraih dot yang ada di tangan wanita itu.


"Ajarin tuh pacar lo, biar bisa ngurus anak!!" Seru Ri Ah kepada Hyuk He.


"Ngurus satu aja nggak bisa, apa lagi cita-cita kalian yang mau punya anak 12 anak!"


"Banyak anak banyak rezeki." Sewot Zy En.


Hyuk He menjenitikkan jarinya. "Iya dong! Jadi setiap anak itu lahirnya setiap bulan berbeda-beda. Biar setiap bulan ada aja yang ulang tahun."


Zy En mengangguk setuju. "Tos dulu dong sayang."


Ri Ah memutar bola mata jengah melihat Hyuk He dan Zy En sedang bertos ria. Ia menyumpal bibir Reyzan Afleey dengan dot ditangannya. Ri Ah dengan khusuk menepuk-nepuk pantat Reyzan Afleey agar tidur.


"Uhh, ini pipi tembem banget jadi pengen cium deh." Ucap Zy En sembari menoel pipi tembem Reyzo Afleey.


"Cium aku aja gimna?" Bales Hyuk He.


"Jangan becanda mulu, itu tidurin dulu Reyzo!"


Zy En menatap manyun Ri Ah, baru saja ia akan terbawa suasana, Ri Ah hadir merusak segalanya.


"Udah tidur cuma matanya doang kebuka." Ucap Zy En." Nggak percaya? Gue panggil-panggil nggak nyaut." Lanjut Zy En.


Ri Ah mendengus kesal, ia meletakkan Reyzan Afleey yang sudah tertidur diatas sofa dan meraih Reyzo Afleey yang ada dipangkuan Zy En.


"Jangan pacaran disini! Sana pergi!"


Zy En melototkan matanya, namun saat melihat kerlingan jahil Hyuk He ia tersenyum girang.


CUPPP..


"Makasih Ri Ah sayang."


Ri Ah mengusap kesal pipinya yang baru saja di cium Zy En. Ia melototkan matanya tajam ke arah Zy En yang sudah bergandengan tangan dengan Hyuk He dan berlalu pergi dari ruang tamu.


☆☆☆


"Sayang" ucap Zy En.


Zy En memanyunkan bibirnya kesal kearah Hyuk He yang nampak fokus mencacah bawang bombay. Pria itu tidak memperdulikan Zy En yang merengek disampingnya.

__ADS_1


"Jadi kamu lebih peduli bawang dari pada aku?" Tanya Zy En dramatis. "Aku tuh nggak bisa diginiin! Ih, sebel deh!


Hyuk He mendecak, ia menatap lekat kekasihnya itu, yang membuatnya deg-degan sendiri.


"Aku lapar" jawab Hyuk He.


Blamm. Bibir Zy En semakin maju lima centi, ia menghempaskan tangan Hyuk He dibahunya.


"Tadi dikamar apa? Kamu udah habisin Satu toples popcorn Hyuk He. Dan sekarang masih lapar?" Zy En mendecak.


"Itu sudah satu jam yang lalu." Jawab Hyuk He.


Cklek pintu kamar mandi dibelakang Ze En terbuka. Refleks saja Zy En dan Hyuk He menoleh kebelakang.


Mulut Zy En terbuka lebar, pipi putihnya berubah kemerahan bahkan hampir menjadi hitam. Zy En segera mengelap hidung nya yang akan mengeluarkan cairan kental.


Hyuk He mengerjapkan mata berulang kali, "Ky Minho?"


"Kok bisa disini? Bukannya dirumah sakit?" Tanya Hyuk He


Zy En menutup mulutnya melihat Ky Minho Afleey. Pria itu hanya ditutupi selembar handuk yang melingkar dipinggangnya serta handuk kecil dibagian kepalanya. Perut kotak-kotak sunggu membuat Zy En gemes sendiri.


Hyuk He melirik Zy En dan dengan cepat menutup mata kekasihnya itu.


"Anak dibawah umur nggak boleh lihat." Ucap Hyuk He.


"Ih, Hyuk He lepasin!! Itu namanya surga dunia!!" Jawab Zy En.


"Sayang, lebih bagusan punya aku tahu nggak?" Ucap Hyuk He.


Zy En menggeleng." Daging aja kamu nggak punya apalagi otot?" Sahut Zy En.


"Mata kamu aja yang salah, sayang. Mata kamu nggak bisa lihat keindahan tubuh aku." Ucap Hyuk He nggak mau kalah.


"Oh, maksud kamu mata aku buta gitu?!" Kesal Zy En."Terus kalau aku buta kenapa dipacarin?!"


Hyuk He menggaruk tengkuk yang tak gatal." Bukan begitu..."


"Ok. Fine!!" Potong Zy En cepat.


Zy En menghempaskan tangan Hyuk He dengan keras setelah memeletkan lidah pada pria itu dan mencubit perut Ky Minho Afleey. Zy En berlalu pergi.


"Ya. Salah lagi deh Gue." Ucap Hyuk He pasrah.


Ky Minho Afleey tersenyum kecut. Jujur saja, Ky Minho Afleey menjadi rindu pertengkaran dengan Yoshi Too Afleey.


☆☆☆


Hee Ryu Iskandar, Dyon Ry Iskandar dan Mama Rita Too Iskandar menyingkir setelah melihat Ky Minho Afleey yang sudah rapi, mendorong kereta bayi memasuki ruangan Yoshi Too Afleey. Dengan berjejer seperti Teletubies, mereka bertiga segera keluar dari ruangan itu


Ky minho Afleey tersenyum ke arah Yoshi Too Afleey yang masih saja memejamkan matanya. Ia meletakkan sebuket bunga lily putih diatas meja nakas yang menjadi bunga kesukaan istrinya.


"Morning Mama Yoshi!" Ucap Ky Minho Afleey." Morning kissnya mana?" Ky Minho Afleey terkekeh hambar.


Ky Minho Afleey menarik kursi dan duduk disebelah ranjang Yoshi Too Afleey berbaring. Ia meletakan Reyzan Afleey dan Reyzo Afleey disisi wanita itu.


"Reyzan dan juga Reyzo udah mandi lho." Ucap Ky Minho Afleey menirukan suara anak kecil. "Mama kok belum mandi sih?"


"Iya, dong. Kan nunggu Papa ngajakin Mama mandi bareng" ucap Ky Minho Afleey dengan suara dibuat seperti wanita.


Ky Minho Afleey kembali terkekeh, ia kembali menirukan suara anak kecil." Ih, Mama kok manja.


"Mama manjanya cuma sama Papa aja, iya kan?" Ucap Ky Minho Afleey dengan suara aslinya.


Ky Minho Afleey kembali menirukan suara anak kecil." Kalau begitu bangun dong, Reyzan dan Reyzo kan mau lihat Mama bermanja-manja sama Papa."


"Ih, Reyzan sama Reyzo kan masih kecil, nggak boleh nonton Mama Papa mesra-mesraan." Ucap Ky Minho Afleey kembali meniru suara wanita.


Ky Minho Afleey menyeka air matanya yang sudah menetes keluar. Ia membelai lembut tangan Yoshi Too Afleey yang ada di genggamannya.


"Dosa lho, kamu bikin suami nangis kayak gini." Ucap Ky Minho Afleey pelan.


"Kamu nggak kasihan lihat Reyzan dan Reyzo yang nungguin kamu?"


"Sayang... bangun..."


"Apa aku harus jadi pangerannya putri salju, terus cium kamu, baru kamu mau bangun?"


"Terus kamu mau Reyzan sama Reyzo jadi kurcaci yang nonton kita?" Ky Minho Afleey terkekeh.


"Aku panggilin Marsha aja, ya. Biar gangguin kamu? Atau Dora aja sekalian biar nanya-nanyain kamu."


Ky Minho Afleey bersuara anak kecil lagi. "Katakan peta! Katakan peta!" Ky Minho Afleey tertawa." Iya nih, Ma. Kalau upin dan ipin kan udah ada disini."


Ky minho Afleey mendongakkan kepalanya. Berusaha sebisa mungkin agar tidak mengeluarkan air mata. Sedangkan diluar sana, tepatnya dipintu kaca ruangan Yoshi too Afleey. Mama Rita Too Iskandar sudah menangis memeluk Hee Ryu Iskandar.


"Atau kamu masih capek ya?" Tanya Ky Minho Afleey lagi.


Ky Minho Afleey tersenyum." Aku izinin deh, istirahat dulu.... tapi..."


"Kamu harus janji, kamu harus bangun. Janji ya, sayang?" Ky Minho Afleey menautkan jari kelingkingnya dengan kelingking Yoshi Too Afleey.


"Kamu harus cepet sadar. Sahabat-sahabat kamu, Mama kamu, kakak-kakak kamu, aku, Reyzan dan Reyzo semuanya nunggu kamu."


"Semuanya kangen sama kamu, sayang." Lanjut Ky Minho Afleey.


"Iya, aku juga kangen sama mereka."


Deg


Deg


Deg


Tunggu.


Itu jelas bukan suara Ky Minho Afleey.


Ky Minho Afleey mengucek-ngucek matanya memastikan ia tidak salah lihat. Dihadapannya Yosh Too Afleey masih berbaring tenang dengan mata tertutup.


"Lah?"


"Iya, aku juga kangen sama mereka."


Ky Minho Afleey refkeks menoleh kesamping, dan mendapati Dyon Ry Iskandar yang sudah berdiri, menyengir disampingnya memperlihatkan deretan gigi putihnya.


Ah, shit!! Jadi itu suara Dyon Ry Iskandar?! Demi apa pun. Dyon Ry Iskandar menjadi perusak suasana!


Ky Minho Afleey mengira Yoshi Too Afleey sudah sadar yang berbicara seperti itu. Seperti cerita di telenovela. Namun sungguh ekspetasi tidak seindah realita.


Dan satu lagi, sepertinya Ky Minho Afleey harus buru-buru pergi kedokter THT, untuk memastikan telinganya baik-baik saja.


Dyon Ry Iskandar menyengir lebar kearah Ky Minho Afleey yang tampak kesal karena kehadirannya. Ditariknya sebuah kursi yang ada disana dan duduk disebelah Ky Minho Afleey.


"Tenang saja, Yoshi pasti baik-baik saja."


"Kata Papa, anak cowok nggak boleh nangis. Nanti nggak dapat jodoh." Dyon Ry Iskandar nyengir. "Oh iya,lupa. Jodoh lo kan Yoshi.


Ky Minho Afleey hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan Dyon Ry Iskandar. Aku bergidik ngeri saat kakak iparnya itu meraih tangannya dan menggenggamnya.


"Genggamlah tanganku, wahai anak muda!" Ucap Dyon Ry Iskandar Horror.


"Homo lo" sahut Hee Ryu Iskandar yang tiba-tiba muncul.

__ADS_1


Ky Minho Afleey mencoba melepas tangannya dari genggaman Dyon Ry Iskandar. Namun pria itu menggengamnya terlalu erat. Percayalah rasanya sungguh tidak nyaman.


"Mending pegang tangan aku aja, lebih hangat."


Bulu kuduk Ky Minho Afleey merinding seketika mendengar ucapan Dyon Ry Iskandar dibelakangnya Mama Rita Too Iskandar tertawa.


Tiiiiiiiiiiiiiing....


"Yoshi!" Seru Dyon Ry Iskandar.


Deg


Deg


Deg


Reflek seluruh orang yang ada diruangan menoleh ke arah pendektesi jantung yang berbunyi keras disebelah Yoshi Too Afleey. Garis-garis yang seperti rumput perlahan mulai lurus.


Badan Yoshi Too Afleey bergetar hebat. Ini pertama kalinya Ky Minho Afleey melihat pasien kejang-kejang langsung di hadapannya. Dalam sekali tarik tangan Ky Minho Afleey terlepas dari tangan Dyon Ry Iskandar. Ia menggenggam erat tangan istrinya.


Tawa mama Rita Too Iskandar berubah menjadi tangis histeris. Sementara Hee Ryu Iskandar sudah berlari memanggil dokter. Tangis Reyzan Afleey dan juga Reyzo Afleey pecah. Menambah riuh suasana.


Tak butuh waktu lama, dokter dan perawat datang. Mereka segera meminta agar Ky Minho Afleey dan yang lainnya keluar. Dyon Ry Iskandar dan Ky Minho Afleey sempat menolak, karena bujukan Hee Ryu Iskandar dan Mama Rita Too Iskandar , mau tak mau mereka ikut keluar.


Ky Minho Afleey memeluk erat Reyzan Afleey digendongannya, disebelahnya, Dyon Ry Iskandar menggendong Reyzo Afleey. Mama Rita Too Iskandar sudah terduduk dilantai dengan Hee Ryu Iskandar yang menghiburnya.


'Please... selamatkan Yoshi.' Batin Ky Minho Afleey.


Beberapa menit kemudian, dokter keluar. Sontak semua orang yang ada disana semua berdiri dan mendekati dokter.


"Bagaimana dok?" Panik Hee Ryu Iskandar


"Pasien sekarang sudah dalam keadaan baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ini hal yang biasa terjadi pada pasien koma." Ucap dokter memberikan penjelasan.


Semua menghela napas lega. Ky Minho Afleey terduduk lemas. Ia mengusap wajahnya sembari mengatur napasnya yang memburu sejak tadi.


☆☆☆


Semua orang di kantin rumah sakit menatap geli ky Minho Afleey dan Dyon Ry Iskandar yang telah memberikan dot kepada si kembar. Tanpa merasa malu, Dyon Ry malah ikut mengemut dot. Ky Minho Afleey memasukkan sendok berisi makanan ke dalam mulutnya, sedangkan tangan disebelahnya memegang dot yang menyumbul mulut Reyzo Afleey yang berada diatas meja. Terdengar jelas bisikan-bisikan di sekitar Ky Minho Afleey, yang mengatakan Ky Minho Afleey adalah Kakak goals. Ah, wajah muda dan tampan Ky Minho Afleey membuat banyak orang tidak percaya Reyzo Afleey adalah anaknya Ky Minho Afleey.


"Uh, belepotan." Ucap Dyon Ry Iskandar gemas. "Sini kecup dulu."


Seketika mendengar pekikan dari wanita-wanita yang berada disana. Apa lagi saat Dyon Ry Iskandar mengelap wajah Reyzan Afleey dan menciumnya.


"Segitu tampannya ya, gue?" Ucap Dyon Ry Iskandar membuat Ky Minho Afleey bergidik jijik. "Dulu emak gue bahkan nggak percaya kalau gue anaknya." Dyon Ry Iskandar berdecak senang.


Ky Minho Afleey menimpali, "Iya lah, soalnya keluarga kakak putih-putih. Lah ini? Malika. Kedelai hitam yang dibesarkan seperti anak sen..."


"Awh! Iya kak ampun! Bercanda" Ky Minho Afleey baru saja mengusap lengannya yang baru saja dicubit tarikan maut Dyon Ry Iskandar.


"Mamam tuh kecap bango!" Manyun bibir Dyon Ry Iskandar.


Ky Minho Afleey nyengir, sedangkan Dyon Ry Iskandar memasukan wortel ke mulutnya. "Percaya deh kalau kulit gue ini termaksud putih Minho."


"Hmm." Sahut Ky Minho Afleey malas.


"Dulu waktu gue SMA, gue itu termaksud murid teladan, bahkan hampir seluruh sekolah nggak mau neladani." Dyon Ry Iskandar nyengir. "Kalau soal terkenalnya sih, gue emang terkenal dari lahir."


Dyon Ry Iskandar berdecak, "Bahkan sampai masuk on the spot,TV one!" Ujarnya Dramatis.


"Kenapa?" Ky Minho Afleey mulai penasaran.


"Anak hilang."


Dyon Ry Iskandar tertawa. "Bercanda... bercanda, jangan dibawa ke hati. Nanti nyesek sendiri baru tahu rasa."


Dyon Ry Iskandar menatap lekat Ky Minho Afleey. "Ingat Minho, hati itu mudah rapuh dan terluka."


Ky Minho Afleey bergidik ngeri kembali dan menggelengkan kepalanya mendengar cerita aneh kakak ipar yang berada disampingnya. Sifat Dyon Ry Iskandar sangat berbanding terbalik dengan Hee Ryu Iskandar dan Yoshi Too Afleey.


"Seluruh guru-guru mengenal gue. Tahu nggak kenapa?"


Ky Minho Afleey menggeleng.


"Karena gue itu cinta mati sama negara kita, Indonesia. Gue itu setiap kali selalu upacara sendiri di tengah lapangan. Aduuuhh, jarang banget kan ada cowok tampan yang sangat rela panas-panasan demi membela tanah air tecinta kita ini?" Ucap Dyon Ry Iskandar bangga,"Dan seharusnya presiden itu ngasih gue penghargaan sebagai salah satu pahlawan upacara nasional!"


"Saat gue lagi fokus-fokusnya membela tanah air, guru-guru sampai meneteskan air mata. Kurang keren apa lagi gue? Cewek-cewek wajah asli atau wajah palsu pun padaan berderet nyondorin air minum ke gue. Dari yang alisnya asli sampai bedaknya 15 centi."


Ky Minho Afleey mengangguk-anggukan kepalanya saja, ia malas meladeni ocehan tidak bermutu, ralat deh sangat-sangat tidak bermutu sama sekali dari pria yang ada disampingnya. Tangannya sudah gatal ingin menyumpal bibir Dyon Ry Iskandar sedari tadi.


"Minho?"


Ky Minho Afleey dan Dyon Ry Iskandar menengok ke arah sumber suara. Dyon Ry Iskandar menatap sinis wanita yang berdiri disamping Ky Minho Afleey, pakaian minimnya benar-benar membuat Dyon Ry Iskandar jijik.


"Nah, kayak gini nih." Ucap Dyon Ry Iskandar dramatis.


"Coba perhatiin deh Minho, alisnya besar sebelah." Bisik Dyon Ry Iskandar.


Benar saja Ky Minho Afleey refleks memperhatikan alis wanita dihadapannya saat ini.


"What are you doing here, Minho?" Tanya wanita itu.


"Makanlah bego." Sambar Dyon Ry Iskandar. "Memangnya pipis kalau dikantin?"


"Bego dipelihara."


Wanita itu menatap aneh Dyon Ry Iskandar, sedangkan Ky Minho Afleey mengernyitkan dahinya. Ia tidak mengenali wanita yang ada dihadapannya saat ini.


"Remember me? Oh, c'mon Baby!"Ucap wanita itu.


"Sok inggris" umpat Dyon Ry Iskandar."Disini nggak ada ****"


Wanita ini mengabaikan Dyon Ry Iskandar dan kembali menatap Ky Minho Afleey.


"I'm Rosita. You really don't know me?"


Dyon Ry Iskandar mendengus ,"Halah, wong jowo mah!"


"Aku sepupu Hyuk He. Dulu kita pernah ketemu di Paris."


Ky Minho Afleey terdiam sejenak." Ah, adik sepupu Hyuk He." Ucap Ky Minho Afleey membuat Rosita tersenyum girang.


Ky Minho Afleey baru ingat ia pernah bertemu dengan sepupu Hyuk Hee, saat liburan bersama keluarga sahabatnya itu.


"Ah, aku merindukanmu Minho"


Dyon Ry Iskandar menatap jengah, ia menutusuk-nusuk tahu tempe dengan garbu hingga menimbulkan suasana berisik. Dari pertama kali lihat, Dyon Ry Iskandar sudah tidak menyukai wanita yang bernama Rosita. Wajah cantiknya sama sekali tidak membuat Dyon Ry Iskandar tertarik.


"Muka cabe minta digiling. Itu bibir pake darah sapi ya? Merah banget." Ucap Dyon Ry Iskandar kesal.


"Itu Minho sudah punya bini kali woy. Nggak usah genit kayak gitu, mandi sono biar nggak kegatelan lagi."


"Kelihatan banget tante kurang belaian."


"Itu cowok kenapa ya?"


Cibiran Dyon Ry Iskandar berhenti. Ia mendongak. Menatapnya aneh. "Gue tahu gue tampan" Batin Dyon Ry Iskandar.


Tunggu dulu.


"Bicara sendiri, gila kali"


Dyon Ry Iskandar mengerjapkan matanya bego. Ia baru menyadari sesuatu. Ia menoleh kepalanya kesamping sudah kosong.

__ADS_1


"What?"


"MINHO KAMPRETTTTTT!!!"


__ADS_2