KISS

KISS
Ep 21


__ADS_3

Yoshi Too Afleey memegang erat ujung kemeja Ky Minho Afleey. Saat ini mereka sedang melewati lorong berwarna kelabu. Ky Minho Afleey memimpin didepan sedangkan Yoshi Too Afleey dengan setia mengekorinya.


KREEKKK.. KREEEEKK


Mata Yoshi Too Afleey melebar mendengar suara yang tiba-tiba saja muncul. Ia meraih Lengan Ky Minho Afleey dengan menggenggam erat.


"Minho."


"Aku disini, Jangan takut." bisik Ky Minho Afleey pelan.


Mata Yoshi Too Afleey terbelalak ketika senter diarahkan ke bawah. ke lantai. sedangkan Ky Minho Afleey berekspresi biasa saja. Dilantai yang mereka pijak saat ini banyak sekali tulang, Yoshi Too Afleey yakin ini adalah tulang manusia.


Ky Minho Afleey menoleh kebelakang begitu iya merasakan tangan Yoshi Too Afleey mengapit lengan Ky Minho Afleey. Beberapa senti dibelakangnya Yoshi Too Afleey terdiam mematung.


"Yoshi kenapa?"


"Itu..."


Ky Minho Afleey mengikuti arah cahaya senter. Ia bingung melihat ada sebuah dot yang berada di antara tulang-tulang. Sedetik kemudian ia baru bisa meloading.


"Itu punya Rezan Afleey."


"Berarti Reyzan Afleey melewati lorong ini."


DUUAARRR


"Yoshi!!"


Ky Minho Afleey segera meraih badan Yoshi Too Afleey. Ia mengedarkan pandangannya di berbagai arah. Ia mengecek badan istrinya memastikan tidak ada luka.


Yoshi Too Afleey kembali bingung tembakan itu mengenai siapa. Yoshi Too Afleey semakin takut. Ky Minho Afleey menarik tangan Yoshi Too Afleey namun badanya tak kunjung bergerak.Tanpa membuang waktu, Ky Minho Afleey segera mengangkat badan istrinya.


Kesadaran Yoshi Too Afleey mulai kembali. Ia mulai refleks melingkarkan tangannya di leher Ky Minho Afleey.


"Anggap aja, gue bawa Yoshi kekamar pengantin malam pertama!!" Batin Ky Minho Afleey menyemangati diri sendiri.


Ia segera berlari dengan Yoshi Too Afleey digendongannya ia takut akan terjadi apa-apa kepada mereka berdua. Setelah hampir satu jam ia berlari, Ky Minho Afleey mulai kehabisan tenaga. Sejak tadi Yoshi Too Afleey menyuruhnya untuk berhenti. Ia tidak mau mengambil resiko.

__ADS_1


"Minho berhenti disini, kamu pasti capek!"


Ky Minho Afleey yang memang sejak tadi sangat lelah menurunkan Yoshi Too Afleey dari gendongannya. Ia berjalan beberapa langkah sembari mengedarkan pandangan ke segala arah. Di sekeliling hanya ada dinding kaca dan jalan buntu. Ky Minho Afleey tidak mungkin kembali melewati jalan sebelumnya karena itu sia-sia.


AAAAAAAAAAA


"YOSHI!"


Mata Ky Minho Afleey terbelalak melihat lantai yang dipijak Yoshi Too Afleey terbuka dan membuat Yoshi Too Afleey terjatuh didalamnya. Baru saja Ky Minho Afleey ingin menyusulnya tapi lantai menutup seperti semula. Ky Minho Afleey segera menjongkok dan berusaha membukanya dan hanya sia-sia. Ky Minho Afleey mengacak rambutnya terlihat frustasi. Ia rasanya ingin sekali bunuh diri ditempat ini.


☆☆☆☆


Yoshi Too Afleey memegang kepalanya sangat sakit. perlahan-lahan kesadaran Yoshi Too Afleey mulai kembali.


"Minho."


Bayangan tentang ia terperosok. Didalam lubang terus terngiang-ngiang di benaknya. Ia sangat bingung dan panik bagaimana kondisi Ky Minho Afleey saat ini.


Yoshi Too Afleey mengedarkkan pandangannya ke segala arah. Ia baru menyadari tangan dan kakinya terikat. Untung saja mulut dan matanya tidak ditutup.


Yoshi Too Afleey menolehkan tangannya ke atas. Matanya membulat sempurna. Melihat pria berjenggot putih tengah duduk santai berada dalam ruangan kaca dengan mikropon didepannya.


Sekelebat memori ingatan Yoshi Too Afleey muncul dipermukaan. Yoshi Too Afleey sontak memejamkan kedua matanya. Kepala dan dadanya sangat sakit dan sesak.


AAAAAAA


"Om... berhenti.. Yoshi mohon... sakit!"


AWWHH..


Yoshi Too kecil memegang perutnya yang sangat perih. Tanpa kasihan, Pria ini baru saja menginjak perut mungil Yoshi Too. Berulang kali pria itu juga menginjak bagian yang lain.


SRAAAKKK


"Om sakit."


Yoshi Too kecil mencoba melepaskan tangan pria itu yang menarik keras rambutnya. Namun sia-sia tangan Yoshi Too kecil tak sebanding dengan tangan pria itu.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara ayahmu yang telah merebut Rita Too dariku! Kau tahu seharusnya Mama mu itu jadi istriku!! dan seharusnya dia mengandung anakku."


"Om... sakit.."


"Seharusnya kau tidak lahir didunia ini Yoshi!! gara-gara kamu Mama dan Papamu menikah!! Semua gara-gara kamu.


Tanpa merasa bersalah. Dengan keras Mr. Naga menginjak dada mungil Yoshi dan tangannya masih setia di rambut panjang gadis kecil itu.


AAAAAAHHHHKKK...seketika itu Yoshi Too kecil kehilangan kesadaran.


Kemudian kesadaran Yoshi Too kembali, ia menyeka air matanya yang tiba-tiba mengalir. Yoshi Too Afleey menatap tajam pria yang ada didepannya. Ya , dia pria yang telah menculiknya dan saat itu pula iya menyakiti tubuhnya dan membunuh ayah tercintanya.


"Kita ketemu lagi gadis cilik." Sinis Mr. Naga.


" Om.. berhenti om.. sakit." sinder Mr. Naga dengan suara anak kecil.


Yoshi Too Afleey berdecih kecil. "Sepertinya dirimu tidak bertobat setelah sekian tahun."


Mr. Naga menaikkan alisnya. "Tobat?" ia tertawa keras.


"Tobat dilakukan untuk seseorang yang melakukan kesalahan."


"KAU BERBUAT KESALAHAN JUGA!!! " triak Yoshi Too Afleey kehabisan kesabaran.


"Aku? Berbuat salah? itu tidak mungkin gadis kecil."


"Aku sudah besar!!" ketus Yoshi Too Afleey sebal. "Berhenti memanggilku gadis kecil!!!"


"Bagiku, kamu tetaplah gadis kecil dari dulu sampai sekarang kau tetap tidak bisa berbuat apa-apa!"


Yoshi Too Afleey tertawa keras. "Suamiku akan menyelamatkanku dan aku pastikan kejadian dulu tidak akan terulang lagi."


Yoshi Too Afleey mendesis" Kali ini kau yang akan tewas Mr."


Mr. Naga tersenyum meremehkan.


"Kita lihat saja nanti."

__ADS_1


__ADS_2