
Ky Minho menatap sayu gundukan tanah yang sedikit berumput dihadapannya. Diletakan sebuket bunga lily putih dengan pelan diatas gundukan itu. Minho menyeka pelan air mata sembari membelai lembut nisan disana.
"Reyzo jangan lari.. sini!
Reyzo tertawa sembari berlari mendekat Reyzan yang berada di depan Minho.
"Ih Reyzan cengeng. Reyzo menoel-noel pelan pipi tembem Reyzan.
"Kata papa, kita harus doain mama" ucap Reyzan pelan
"Tapi papa bilang, anak cowok nggak boleh nangis. Nanti nggak dapet jodoh!" Balas Reyzo nggak mau kalah.
Reyzan hanya menatap datar Reyzo. Ia menunduk mengikuti Minho dan bibir mungilnya komat-kamit tak jelas.
Setelah beberapa menit, Minho selesai berdoa. Ia tersenyum melihat Reyzan dan Reyzo yang juga menatapnya.
"Sini anak papa?"
Reyzan dan Reyzo serentak berlari menuju Minho dan memeluk papa tersayangnya itu.
"Papa jangan nangis dong?" Ucap Reyzo." Nanti Papa nggak dapet jodoh."
Minho hanya terkekeh mendengarkan ucapan polos anaknya.
Jangan ikut-ikutan Reyzan. Reyzan mah mau jomblo sampai mati."
Reyzan menepuk pelan bahu Reyzo.
"Huuu... Reyzo masih kecil udah mikirin jodoh."
"Daripada besarny jomblo." Sahut Reyzo.
"Emang ada yang mau sama cowok yang mukanya jelek kek gitu." Balea Reyzan kesel.
Reyzo tertawa meremehkan." Reyzo jelek? Wajah sebelas duabelas mirip Lucas jelek? Mimpi!!
"Kita emang di mimpi bego."
"Eh."
☆☆☆
"YOSHI!!"
Minho tersentak kaget, ia menolehkan kearah kepalanya ke Dyon Ry yang lari tergopoh-gopoh diikuti Rina dan Hee Ryu dibelakangnya.
Minho menguap pelan . Ia bersyukur kedatangan Dyon Ry dan yang lainnya membangunkan dirinya dari mimpi buruk.
"Sttt... Dyon Ry jangan ribut. Ucap Hee Ryu pelan.
Dyon Ry menyengir. Ia menatap kasihan sama Minho yang terduduk lemas disamping ranjang Yoshi.
"Minho mending pulang aja, istirahat" ucap Hee Ryu perhatian" kalau Yoshi udah sadar., kita bakalan hubungin kok."
Dyon Ry mengangguk," Bener. Lo nggak mau kan kalau Yoshi bangun nanti kaget lihat suaminya jadi janda, panda" ucap Dyon sambil menunjuk kantung mata Minho.
"Ya sayang. Mending pulang istirahat, sudah dua hari lho kamu diem disini mulu nggak pulang-pulang" tambah Rina.
Minho mengangguk kecil, ia nggak mungkin kan membantah ucapan mama mertuanya.
" Kamu kerumah aja ya? Jangan ke apartemen" ucap Rina, " Di rumah ada temen-temen Yoshi dan kamu yang lagi jaga si kembar"
Ia kembali mengangguk ia berdiri dan berjalan pelan keluar ruangan setelah menyalami mama mertua tentunya.
Minho seperti mayat hidup selama dua hari.
"Hadeh. Gue suruh pulang nggak mau. Giliran mama yang suruh baru mau. Dasar carper" umpat Dyon Ry.
"Gue denger kak!! Sahut Minho pelan.
Dyon terkekeh, baru aja ia akan bicara, Minho sudah hilang dari balik pintu.
Dyon Dy kemudian menoleh ke arah Yoshi." Dasar kebo" umpat Dyon Ry lagi.
PLETAK..
AWWHH.
Dyon Ry mengusap pelan kepalanya yang baru aja dijitak Hee Ryu.
Hee Ryu memutar bola mata jengah." Bibir lo perlu di ruqiah. Biar nggak ngumpat lagi!!
"Yee. Bibir gue perlu perlu bibir lagi." Balas Dyon Ry.
Dyon berdecak" Cowok emang selalu salah."
☆☆☆
"Sayang!! Tutup dot nya kebalik!!"
Ri Ah berdecak kesal pada Zy En. Ia segera meraih dot yang ada di tangan wanita itu.
"Ajarin tuh pacar lo, biar bisa ngurus anak!!" Seru Ri Ah kepada Hyuk He.
"Ngurus satu aja nggak bisa, apa lagi cita-cita kalian yang mau punya anak 12 anak!
"Banyak anak banyak rezeki." Sewot Zy En
Hyuk He menjenitikkan jarinya. "Iya dong! Jadi setiap anak itu lahirnya setiap bulan berbeda-beda. Biar setiap bulan ada aja yang ulang tahun."
Zy En mengangguk setuju. "Tos dulu dong sayang."
Ri Ah memutar bola mata jengah melihat Hyuk He dan Zy En sedang bertos ria. Ia menyumpal bibir Reyzan dengan dot ditangannya. Ri Ah dengan khusuk menepuk-nepuk pantat Reyzan agar tidur.
"Uhh, ini pipi tembem banget jadi pengen cium deh." Ucap Zy En sembari menoel pipi tembem Reyzo.
"Cium aku aja gimna?" Bales Hyuk He.
"Jangan becanda mulu, itu tidurin dulu Reyzo!"
Zy En menatap manyun Ri Ah, baru saja ia akan terbawa suasana, Ri Ah hadir merusak segalanya.
"Udah tidur cuma matanya doang kebuka." Ucap Zy En." Nggak percaya? Gue panggil-panggil nggak nyaut." Lanjut Zy En.
Ri Ah mendengus kesal, ia meletakkan Reyzan yang sudah tertidur diatas sofa dan meraih Reyzo yang ada dipangkuan
Zy En.
"Jangan pacaran disin! Sana pergi!"
Zy En melototkan matanya, namun saat melihat kerlingan jahil Hyuk He ia tersenyum girang.
CUPPP..
"Makasih Ri Ah sayang."
Ri Ah mengusap kesal pipinya yang baru saja di cium Zy En. Ia melototkan matanya tajam ke arah Zy En yang sudah bergandengan tangan dengan Hyuk He dan berlalu pergi dari ruang tamu.
☆☆☆
"Sayang" ucap Zy En.
Zy En memanyunkan bibirnya kesal kearah Hyuk He yang nampak fokus mencacah bawang bombay. Priaa itu tidak memperdulikan Zy En yang merengek disampingnya.
"Jadi kamu lebih mempeduliin bawang dari pada aku?" Tanya Zy En dramatis. "Aku tuh nggak bisa diginiin! Ih, bikez deh!
__ADS_1
Hyuk He mendecak, ia menatap lekat kekasihnya itu, yang membuatnya deg-degan sendiri.
"Aku lapar" jawab Hyuk He.
Blamm. Bibir Zy En semakin maju lima centi, ia menghempaskan tangan Hyuk He dibahunya.
"Tadi dikamar apa? Kamu udah habisin Satu toples popcorn Hyuk He. Dan sekarang masih lapar?" Zy En mendecak.
"Itu sudah satu jam yang lalu." Jawab Hyuk He.
Cklek pintu kamar mandi dibelakang Ze En terbuka. Refleks saja Zy En dan Hyuk He menoleh kebelakang.
Mulut Zy En terbuka lebar, pipi putihnya berubah kemerahan bahkan hampir menjadi hitam. Zy En segera mengelap hidung nya yang akan mengeluarkan cairan kental.
Hyuk He mengerjapkan mata berulang kali, "Ky Minho?"
"Kok bisa disini? Bukannya dirumah sakit?" Tanya Hyuk He
Zy En menutup mulutnya melihat Minho. Pria itu hanya ditutupi selembar handuk yang melingkar dipinggangnya serta handuk kecil dibagian kepalanya. Perut kotak-kotak sunggu membuat Zy En gemes sendiri.
Hyuk He melirik Zy En dan dengan cepat menutup mata kekasihnya itu.
"Anak dibawah umur nggak boleh lihat." Ucap Hyuk He.
"Ih, Hyuk He lepasin!! Itu namanya surga dunia!!" Jawab Zy En.
"Sayang, lebih bagusan punya aku tahu nggak?" Ucap Hyuk He.
Zy En menggeleng." Daging aja kamu nggak punya apalagi otot?" Sahut Zy En.
"Mata kamu aja yang salah, sayang. Mata kamu nggak bisa lihat keindahan tubuh aku." Ucap Hyuk He nggak mau kalah.
"Oh, maksud kamu mata aku buta gitu?! "Kesal Zy En."Terus kalau aku buta kenapa dipacarin?!"
Hyuk He menggaruk tengkuk yang tak gatal." Bukan begitu..."
"Ok. Fine!!" Potong Zy En cepat.
Zy En menghempaskan tangan Hyuk He dengan keras setelah memeletkan lidah pada pria itu dan mencubit perut Minho. Zy En berlalu pergi.
"Ya. Salah lagi deh Gue." Ucap Hyuk He pasrah.
Ky Minho tersenyum kecut. Jujur saja, Minho menjadi rindu pertengkaran dengan Yoshi Too.
☆☆☆
Hee Ryu, Dyon Ry dan Mama Rita menyingkir setelah melihat Minho yang sudah rapi, mendorong kereta bayi memasuki ruangan Yoshi. Dengan berjejer seperti Teletubies, mereka bertiga segera keluar dari ruangan itu
Ky minho tersenyum ke arah Yoshi yang masih saja memejamkan matanya. Ia meletakkan sebuket bunga lily putih diatas meja nakas yang menjadi bunga kesukaan istrinya.
"Morning Mama Yoshi!" Ucap Minho." Morning kissnya mana?" Minho terkekeh hambar.
Ky Minho menarik kursi dan duduk disebelah ranjang Yoshi berbaring. Ia meletakan Reyzan dan Reyzo disisi wanita itu.
"Reyzan dan juga Reyzo udah mandi lho." Ucap Minho menirukan suara anak kecil. "Mama kok belum mandi sih?"
"Iya, dong. Kan nunggu papa ngajakin mama mandi bareng" ucap Minho dengan suara dibuat seperti wanita.
Ky Minho kembali terkekeh, ia kembali menirukan suara anak kecil." Ih, mama kok manja.
"Mama manjanya cuma sama papa aja, iya kan?" Ucap Minho dengan suara aslinya.
Minho kembali menirukan suara anak kecil." Kalau begitu bangun dong, Reyzan dan Reyzo kan mau lihat mama bermanja-manja sama papa."
"Ih, Reyzan sama Reyzo kan masih kecil, nggak boleh nonton mama papa mesra-mesraan." Ucap Minho kembali meniru suara wanita.
Ky Minho menyeka air matanya yang sudah menetes keluar. Ia membelai lembut tangan Yoshi yang ada di genggamannya.
"Yoshi bangun dong.
"Kamu nggak kasihan lihat Reyzan dan Reyzo yang nungguin kamu?"
"Sayang... bangun..."
"Apa aku harus jadi pangerannya putri salju, terus cium kamu, baru kamu mau bangun?"
"Terus kamu mau Reyzan sama Reyzo jadi kurcaci yang nonton kita?" Minho terkekeh.
"Aku panggilin Marsha aja, ya. Biar gangguin kamu? Atau Dora aja sekalian biar nanya-nanyain kamu."
Minho bersuara anak kecil lagi."Katakan peta! Katakan peta!" Minho tertawa." Iya nih, ma. Kalau upin dan ipin kan udah ada disini."
Ky minho mendongakkan kepalanya. Berusaha sebisa mungkin agar tidak mengeluarkan air mata. Sedangkan diluar sana, tepatnya dipintu kaca ruangan Yoshi, mama Rita sudah menangis memeluk Hee Ryu.
"Atau kamu masih capek ya?" Tanya Minho lagi.
Minho tersenyum." Aku izinin deh, istirahat dulu.... tapi..."
"Kamu harus janji, kamu harus bangun. Janji ya, sayang?" Minho menautkan jari kelingkingnya dengan kelingking Yoshi.
"Kamu harus cepet sadar. Sahabat-sahabat kamu, mama kamu, kakak-kakak kamu, aku, Reyzan dan Reyzo semuanya nunggu kamu."
"Semuanya kangen sama kamu, sayang." Lanjut Minho.
"Iya, aku juga kangen sama mereka."
Deg
Deg
Deg
Tunggu.
Itu jelas bukan suara Minho.
Minho mengucek-ngucek matanya memastikan ia tidak salah lihat. Dihadapannya Yoshi masih berbaring tenang dengan mata tertutup.
"Lah?"
"Iya, aku juga kangen sama mereka."
Minho refkeks menoleh kesamping, dan mendapati Dyon Ry yang sudah berdiri, menyengir disampingnya memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Ah, shit!! Jadi itu suara Dyon?! Demi apa pun. Dyon menjadi perusak suasana!
Minho mengira Yoshi Too sudah sadar yang berbicara seperti itu. Seperti cerita di telenovela. Namun sungguh ekspetasi tidak seindah realita.
Dan satu lagi, sepertinya Minho harus buru-buru pergi kedokter THT, untuk memastikan telinganya baik-baik saja.
Dyon menyengir lebar kearah Minho yang tampak kesal karena kehadirannya. Ditariknya sebuah kursi yang ada disana dan duduk disebelah Minho.
"Tenang saja, Yoshi pasti baik-baik saja."
"Kata papa, anak cowok nggak boleh nangis. Nanti nggak dapat jodoh." Dyon nyengir. "Oh iya,lupa. Jodoh lo kan Yoshi.
Minho hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan Dyon. Ua bergidik ngeri saat kakak iparnya itu meraih tangannya dan menggenggamnya.
"Genggamlah tanganku, wahai anak muda!" Ucap Dyon Horror.
"Homo lo" sahut Hee Ryu yang tiba-tiba muncul.
Minho mencoba melepas tangannya dari genggaman Dyon. Namun pria itu menggengamnya terlalu erat. Percayalah rasanya sungguh tidak nyaman.
"Mending pegang tangan aku aja, lebih hangat."
__ADS_1
Bulu kuduk Minho merinding seketika mendengar ucapan Dyon dibelakangnya Mama Rita tertawa.
Tiiiiiiiiiiiiiing....
"Yoshi!" Seru Dyon Ry.
Deg
Deg
Deg
Reflek seluruh orang yang ada diruangan menoleh ke arah pendektesi jantung yang berbunyi keras disebelah Yoshi. Garis-garis yang seperti rumput perlahan mulai lurus.
Badan Yoshi bergetar hebat. Ini pertama kalinya Minho melihat pasien kejang-kejang langsung di hadapannya. Dalam sekali tarik tangan Minho terlepas dari tangan Dyon. Ia menggenggam erat tangan istrinya.
Tawa mama Rita berubah menjadi tangis histeris. Sementara Hee Ryu sudah berlari memanggil dokter. Tangis Reyzan dan juga Reyzo pecah. Menambah riuh suasana.
Tak butuh waktu lama, dokter dan perawat datang. Mereka segera meminta agar Minho dan yang lainnya keluar. Dyon dan Minho sempat menolak, karena bujukan Hee Ryu dan Mama Rita , mau tak mau mereka ikut keluar.
Minho memeluk erat Reyzan digendongannya, disebelahnya, Dyon menggendong Reyzo. Mama Rita sudah terduduk dilantai dengan Hee Ryu yang menghiburnya.
'Please... selamatkan Yoshi.' Batin Minho.
Beberapa menit kemudian, dokter keluar. Sontak semua orang yang ada disana semua berdiri dan mendekati dokter.
"Bagaimana dok?" Panik Hee Ryu.
"Pasien sekarang sudah dalam keadaan baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ini hal yang biasa terjadi pada pasien koma." Ucap dokter memberikan penjelasan.
Semua menghela napas lega. Minho terduduk lemas. Ia mengusap wajahnya sembari mengatur napasnya yang memburu sejak tadi.
☆☆☆
Semua orang di kantin rumah sakit menatap geli Minho dan Dyon yang telah memberikan dot kepada si kembar. Tanpa merasa malu, Dyon Ry malah ikut mengemut dot. Minho memasukkan sendok berisi makanan ke dalam mulutnya, sedangkan tangan disebelahnya memegang dot yang menyumbul mulut Reyzo yang berada diatas meja. Terdengar jelas bisikan-bisikan di sekitar Minho, yang mengatakan Minho adalah Kakak goals. Ah, wajah muda dan tampan Minho membuat banyak orang tidak percaya Reyzo adalah anaknya Minho.
"Uh, belepotan." Ucap Dyon Ry gemas. "Sini kecup dulu."
Seketika mendengar pekikan dari wanita-wanita yang berada disana. Apa lagi saat Dyon mengelap wajah Reyzan dan menciumnya.
"Segitu tampannya ya, gue?" Ucap Dyon membuat Minho bergidik jijik
"Dulu emak gue dulu bahkan nggak percaya kalau gue anaknya." Dyon berdecak senang.
Minho menimpali, "Iya lah, soalnya keluarga kakak putih-putih. Lah ini? Malika. Kedelai hitam yang dibesarkan seperti anak sen..."
"Awh! Iya kak ampun! Bercanda" Minho baru saja mengusap lengannya yang baru saja dicubit tarikan maut Dyon Ry.
"Mamam tuh kecap bango!" Manyun bibir Dyon Ry.
Minho nyengir, sedangkan Dyon memasukan wortel ke mulutnya. "Percaya deh kalau kulit gue ini termaksud putih Minho."
"Hmm." Sahut Minho malas.
"Dulu waktu gue SMA, gue itu termaksud murid teladan, bahkan hampir seluruh sekolah nggak mau neladani." Dyon nyengir. "Kalau soal terkenalnya sih, gue emang terkenal dari lahir."
Dyon berdecak, "Bahkan sampai masuk on the spot,TV one!" Ujarnya Dramatis.
"Kenapa?" Minho mulai penasaran.
"Anak hilang."
Dyon tertawa. "Bercanda... bercanda, jangan dibawa kehati. Nanti nyesek sendiru baru tahu rasa.
Dyon menatap lekat Minho. "
Ingat Minho, hati itu mudah rapuh dan terluka.
Minho bergidik ngeri kembali dan menggelengkan kepalanya mendengar cerita aneh kakak ipar yang berada disampingnya. Sifat Dyon sangat berbanding terbalik dengan Hee Ryu dan Yoshi Too.
"Seluruh guru-guru mengenal gue. Tahu nggak kenapa?"
Ky Minho menggeleng.
"Karena gue itu cinta mati sama negara kita, Indonesia. Guee itu setiap selalu upacara sendiri di tengah lapangan. Aduuuhh, jarang banget kan ada cowok tampan yang sangat rela panas-panasan demi membela tanah air tecinta kita ini?" Ucap Dyon bangga,"Dan seharusnya presiden itu ngasih gue penghargaan sebagai salah satu pahlawan upacara nasional!"
"Saat gue lagi fokus-fokusnya membela tanah air, guru-guru sampai meneteskan air mata. Kurang keren apa lagi gue? Cewek-cewek wajah asli atau wajah palsu pun padaan berderet nyondorin air minum ke gue. Dari yang alisnya asli sampai bedaknya 15 centi."
Ky Minho mengangguk-anggukan kepalanya saja, ia malas meladeni ocehan tidak bermutu, ralat deh sangat-sangat tidak bermutu sama sekali dari pria yang ada disampingnya. Tangannya sudah gatal ingin menyumpal bibir Dyon sedari tadi.
"Minho?"
Minho dan Dyon Ry menengok ke arah sumber suara. Dyon Ry menatap sinis wanita yang berdiri disamping Minho, pakaian minimnya benar-benar membuat Dyon Ry jijik.
"Nah, kayak gini nih." Ucap Dyon dramatis. "Coba perhatiin deh Minho, alisnya besar sebelah." Bisik Dyon.
Benar saja Minho refleks memperhatikan alis wanita dihadapannya saat ini.
"What are you doing here, Minho?" Tanya wanita itu.
"Makanlah bego." Sambar Dyon" memangnya pipis kalau dikantin?"
"Bego dipelihara."
Wanita itu menatap aneh Dyon, sedangkan Minho mengernyitkan dahinya. Ia tidak mengenali wanita yang ada dihadapannya saat ini.
"Remember me? Oh, c'mon Baby!"Ucap wanita itu.
"Sok inggris" umpat Dyon Ry."Disini nggak ada babi"
Wanita ini mengabaikan Dyon dan kembali menatap Minho.
"I'm Rosita. You really don't know me?"
Dyon Ry mendengus ,"Halah, wong jowo mah!"
"Aku sepupu Hyuk He. Dulu kita pernah ketemu di Paris."
Minho terdiam sejenak." Ah, adik sepupu Hyuk He." Ucap Minho membuat Rosita tersenyum girang.
Minho baru ingat ia pernah bertemu dengan sepupu Hyuk Hee, saat liburan bersama keluarga sahabatnya itu.
"Ah, aku merindukanmu Minho"
Dyon menatap jengah, ia menutusuk-nusuk tahu tempe dengan garbu hingga menimbulkan suasana berisik. Dari pertama kali lihat, Dyon sudah tidak menyukai wanita yang bernama Rosita. Wajah cantiknya sama sekali tidak membuat Dyon tertarik.
"Muka cabe minta digiling. Itu bibir pake darah sapi ya? Merah banget." Ucap Dyon kesal.
"Itu Minho sudah punya bini kali woy. Nggak usah genit kayak gitu, mandi sono biar nggak kegatelan lagi."
"Kelihatan banget tante kurang belaian."
"Itu cowok kenapa ya?"
Cibiran Dyon berhenti. Ia mendongak. Menatapnya aneh. "Gue tahu gue tampan" Batin Dyon Ry.
Tunggu dulu.
"Bicara sendiri, gila kali"
Dyon mengerjapkan matanya bego. Iaa baru menyadari sesuatu. Ia menoleh kepalanya kesamping sudah kosong.
"What?"
"MINHO KAMPRETTTTTT!!!"
__ADS_1