
"*Papa?"
Yoshi Too kecil berdiri menatap papanya yang saat ini dililiti kabel dan entah apa namanya, Yoshi Too tidak tahu.
Yoshi Too sedari tadi menangis memanggil kedua orang tuanya agar segera menjemputnya dari tempat yang gelap dan sepi. Melihat papa nya yang tiba-tiba muncul membuat Yoshi Too bahagia.
"DINO!! CEPAT BAWA PUTRIKU PERGI DARI SINI!!!"
Yoshi Too bingung melihat papanya berjalan mundur. Baru saja Yoshi Too menghampiri papanya yang tak jauh dari dirinya. Tiba-tiba saja ada seseorang yang berada di belakang Yoshi Too mengangkat tubuh mungilnya.
"Papa!"
" Dino! Cepat!"
"Tapi Bos...."
"Tidak ada waktu lagi!" ucap Papa Yoshi Too memotong perkataan Dino, anak buahnya yang tengah menggendong Yoshi Too.
"PAPA!!"
"DINO CEPAT!"
"Bos...."
"INI PERINTAH!!"
Dino memandang ragu Papa Yoshi Too. Saat Papa Yoshi Too memejamkan mata kearahnya, Barulah Dino segera berlari keluar dari gedung yang mereka tempati saat ini.
"PAPA!!" teriakan Yoshi Too kecil kencang.
Yoshi Too terisak sangat takut.
"PAPA!!"
"PAPA!!"
Tepat saat mereka keluar gedung. Melihat papanya yang malah menyunggingkan senyuman kearahnya dan membentuk kata cinta ditangannya.
"PAPA!!"
"PAPA!!"
Yoshi Too meraung-raung. Ia memberontak saat akan dimasukan ke mobil yang berada disana.
__ADS_1
"PAPA!!! YOSHI TAKUT!!"
Yoshi Too menepuk kaca mobil keras sekali sembari berteriak memanggil papanya.
DUUUUAAAAAARRR
DUUUAAAAARRRR
Mata Yoshi Too membulat, Bibir Yoshi Too terkatup rapat melihat api yang baru saja menyembur dari dalam gedung. Yoshi Too dengan otak kecilnya berusaha keras berpikir apa yang terjadi pada Papanya. Mobil melaju meninggalkan gedung yang sudah dipenuhi asap, beserta Yoshi Too yang pingsan didalamnya*.
"PAPA!!"
Yoshi Too Afleey tersentak kaget, keringat dingin bercucuran dari dalam tubuhnya. Dadanya berdegup sangat kencang serta tangannya yang sudah gemetaran.
"Lo nggak apa-apa?"
Yoshi Too Afleey mendongak melihat Ri Ah dan Zy En yang ada disampingnya, menatap dengan khawatir.
"Gue kenapa?" Tanya Yoshi Too Afleey pelan.
"Lo tadi ketiduran terus nyebut-nyebut Papa lo, mana keringetan gini lagi." balas Ri Ah.
"Untung pak Sugro nggak hadap sini."
" Baik...."
BRAAAAKKK..
Refleks semua orang yang ada di dalam ruangan menatap ke arah pintu yang baru didobrak seseorang.
Dahi Yoshi Too Afleey mengernyit melihat Ky Minho Afleey berlari dengan panik ke arahnya.
"Minho?!"
Semua mata kini tertuju kearah Yoshi Too Afleey dan Ky Minho Afleey.
"Kak Dyon barusan telepon!! Dia bilang penyusup masuk kerumah kamu Yoshi, kita harus segera kesana."
"Kamu??" Serentak Ri Ah dan Zy En. Ia merasa aneh mendengar Ky Minho Afleey menggunakan kata 'Kamu' bukan 'Lo'.
"Yoshi cepetan!"
Ky Minho Afleey menggoyang-goyangkan Yoshi Too Afleey yang mematung. Yoshi Too Afleey pun menoleh dengan tatapan bingung ke arah Ky Minho Afleey.
__ADS_1
"Ayo!"
"Hah? ah Iya." Yoshi Too Afleey segera membereskan barangnya. Beberapa hal berkelebat dalam benaknya saat ini.
☆☆☆☆
CUPCUPCUP...
Hee Ryu Iskandar menepuk-nepuk pantat Reyzo Afleey yang sedari tadi menangis. Disampingnya tampak Dyon Ry Iskandar frustasi mengusap wajahnya kasar.
"INI NYAK BABENYA MANA SIH?!! Dyon Ry Iskandar teriak kesal.
Beruntung saja, Reyzo Afleey tidak kenapa-napa saat berada diatas lemari dan beruntung para penculik tidak ikut membawa Reyzo Afleey.
"Kakak?!!"
Hee Ryu Iskandar dan Dyon Ry Iskandar serentak menoleh sumber suara. Tampak sosok Yoshi Too Afleey dan Ky Minho Afleey yang panik.
Yoshi Too Afleey menangis sambari mengambil Reyzo Afleey dari gendongannya Hee Ryu Iskandar. Ia mencium bayi itu berulang kali.
"Reyzan Afleey mana??" Ky Minho Afleey panik.
"Di Culik!!"
"HAH??!"
Hampir saja Reyzo Afleey terjatuh dari gendongan Yoshi Too Afleey. Namun Ky Minho Afleey sempat menahannya.
"Kenapa bisa begini??!" Ky Minho Afleey frustasi.
Kemudian Dyon Ry Iskandar pun menceritakan secara rinci mengenai kejadian tadi. Namun iya memotong bagian dimana ia dan celana dalamnya.
"Sial." Ky Minho Afleey mengumpat pelan. Sepertinya ia sudah mengetahui siapa dalang dibalik penculikan anaknya.
Ky Minho Afleey segera merogoh sakunya mengeluarkan benda berbentuk pipih dan mulai mengotak-atiknya.
"Cari letak bayi yang baru saja aku kirimkan fotonya. Aku beri waktu kalian satu jam.Jika tidak berhasil kalian tahu kan apa resikonya?"
"..........."
"Persiapkan semuanya segera. Aku akan ikut mencarinya. Nanti."
Klik
__ADS_1
Sambungan terputus, Ky Minho Afleey berdecak sebal. Ini sudah keterlaluan. Ky Minho Afleey tidak bisa membiarkannya lagi.