KISS

KISS
Ep 28


__ADS_3

'Are you ready kids?'


'Ai ai captain!'


'I can hear you'


'Ai ai captain!'


UUUUUUUUUUUUUU


Dyon Ry menganggukan kepalanya meselaraskan gerakannya dengan musik yang didengar. Entah kenapa Dyon Ry menyukai soundtrack salah satu kartun yang dulu sering di tontonnya


"Asuweshhhuweshhuweesssueee su de si..."


"Lo ngapain?" Tanya Hee Ryu duduk di samping Dyon Ry.


"SPONGEBOB SQUEREPANTS"


Dyon Ry bernyanyi keras.


"Asuweshhhuweshhuweesssueee su on de si."


"Spongebob SQUEREPANTS."


BUUUURRRRRR


PWEHH PWEH


"KAKAK!!"


Dyon Ry menyemburkan kulit jeruk yang baru saja dimasukan Hee Ryu secara tiba-tiba kemulutnya. Percayalah, rasanya sungguh pahit, lebih pahit daripada masa lalunya.


"Kakak tega nyakitin dede!!" Ucap Dyon Ry dramatis, ia menepuk dadanya berulang kali.


"Kak Dyon cocok banget di sandingkan sama Rosita, sama-sama ratu dan raja drama!" Ucap Zy En yang baru saja datang.


"What?!" Gue di sandingkan sama dedemit kek dia? Mau ditaruh dimana muka gue?"


"Aelah, kolong jembatan masih luas kok. Tenang." Hee Ryu tertawa.


"Tahu nggak. Gue lebih milih sama grutu daripada dia!" Dyon Ry begidik ngeri. "Mukanya aja mirip penyihir cabe-cabean!"


Semua yang ada di ruangan menggelengkan kepala, mereka paham betul Dyon Ry begitu tidak menyukai Rosita.


"Eh eh, kemarin Rosita dateng kekantor Ky Minho bikin keributan" ucap Zy En. Dyon Ry menoleh."kok tahu?"


"Iya gue diceritain sama sepupu gue yang jadi resepsionis disana." Zy En mulai menceritakan kejadian kemarin dimana Rosita saat itu menabrak salah satu staff Ky Minho dan memulai dramanya.


Dyon Ry menggelengkan kepalanya tak percaya," Wah, dia terbuat dari apa sih? Benar-benar nggak punya malu."


"Mana kek jelangkung datang tiba-tiba kek gi.."


"WAAAAHHHH"


Dyon Ry tersentak kaget, napasnya memburu cepat. Ia mengelus dadanya berulang kali. Matanya baru saja menangkap sosok wajah wanita yang menempel dibagian atas pintu yang transparan. Dan kalian sudah tahu jawabannya itu adalah Rosita.


Semua menatap aneh Dyon Ry, mereka pun mengikuti arah pandang Dyon dan mendapati Rosita yang baru saja membuka pintu.


"Hai!" Rosita tersenyum ramah, ia meletakkan kantong putih yang dibawanya diatas meja dan duduk lesehan diatas karpet seperti yang lainnya.


Mata Yoshi Too perlahan terbuka, ia sedikit terusik akibat teriakkan Dyon tadi. Yoshi Too pun mendudukan dirinya sembari menguap.


"Yoshi sudah bangun?" Rosita berdiri, ia berjalan mendekati ranjang tempat Yoshi saat ini.


Dyon baru saja akan melempar sepatunya ke arah Rosita namun Hee Ryu melototinya.


"Hai, Yoshi!" Rosita menarik kursi dan mendudukinya.


Yoshi Too terdiam, ia jelas tidak mengenal wanita yang sok kenal dengannya saat ini.


"Siapa ya?" Tanya Yoshi Too pelan.


"Aku Rosita, sepupunya Hyuk He."


Rosita melemparkan senyum dan tatapan bersahabat kepada Yoshi Too, namun entah kenapa itu membuat Yoshi Toi jijik seketika kepada Rosita. Ia seperti dapat menangkap maksud lain dari senyuman tersebut.


"Kata dokter, lo hilang ingatan ya?" Tanya Rosita Antusias.


Rosita mengetahuinya saat Hyuk Hee memarahinya dan tak sengaja keceplosan mengatakan bahwa Yoshi Too kehilangan ingatannya. Ini kesempatan bagus buat Rosita mendekati Ky Minho.


Yoshi Too menggaruk tengkuknya, ia tak nyaman. "Sedikit."


"Lo kenal Minho? Dia siapa lo?" Tanya Rosita semakin gencar.


"Dia temen kuliah gue."


"Yes!"


"Kenapa?"


Rosita menggelengkan kepalanya berulang kali, "Nggak apa-apa. Jadi, Minho beneran cuma temen kuliah lo?"


Yoshi merasa jengah, ia ingin berteriak mengatakan Ky Minho suaminya namun di tahan. Ia pun tersenyum mengiyakan pertanyaan Rosita. Sepertinya wanita di hadapanya ini tetarik dengan suaminya.


"Dia suami sahabat gue." Balas Yoshi Too.


"Hah?" Rosita mengerjepkan matanya. "Sahabat lo yang mana?"


"Lo babinya Marsha? Atau lo monyetnya Dora ya?!" Kesel Dyon. "Mending lo sekolah sana, biar bisa jadi wartawan."


Rosita memutar bola matanya, Dyon Ry lagi Dyon Ry lagi. Tidak ada hentinya pria itu mengganggunya.


"Dyon, lo suka sama gue ya?" Ucap Rosita dengan pedenya, sontak saja Dyon Ry langsung berlagak ingin muntah mendengar perkataan Rosita. Melihat wajah itu saja ia muak.


"Rosita, umur lo berapa sih? Nggak ada sopannya sama yang lebih tua. Manggil kakak Dyon aja jangan cuma nama doang." Celetuk Zy En.


Rosita tersenyum manis." Zy En cantik, orang seperti Dyon nggak perlu di sopanin, paham?"


Emosi Dyon Ry melonjak, ia berdiri tak terima dikatakan seperti itu, " Lo kali yang nggak perlu disopanin! Cabe brengsek kayak lo tuh pantes diinjak tahu nggak?" Sembur Dyon Ry menunjuk Rosita.


Rosita juga berdiri berkacak pinggang


"Lo kali!! Mulut rempong kaya emak-emak!! Lo seharunya dipanggil mbak, bukan kakak!"


"Mbak Heh?!" Dyon mengertak, " Mulut ya mulut gue! Terserah gue lah mau gunain! Kenapa? Lo iri gara-gara bibir gue sexi beda dari bibir lo yang kayak moncong babi gitu.!"


"Bibir lo kali yang kayak babi! Telinga panjang gitu kayak sapi lagi."


"HAHAHAHHA. lo syirik kan sama telinga gue? Gini-gini berfungsi normal kali, nggak budek kayak lo!!"


"Siapa bilang gue budeg?! Pendengaran gue seribu kali lebih bagus dari pada lo!"


"Halah ngeles aja kayak bajaj"


"Lo..."


"DYON!! ROSITA!! BERHENTI!!" Hee Ryu berdiri, telinganya sudah panas mendengar ocehan tidak bermutu dari dua makhluk dihadapanya.


"KALIAN BERDUA KELUAR!!"


"Sana keluar lo!" Usir Dyon Ry.


Rosita menyinis." Lo nggak denger? Kak Hee Ryu bilang berdua! Itu artinya lo juga keluar!"


"Siapa lo yang suruh gue keluar? Ini kamar adik gue, ya terserah gue!"


"Kakak lo yang suruh bego!"ucap Rosita pedas.


"Gue lebih pintar dari lo! Lo yang bego cabe!" Bales Dyon


"Oke gue cabe, tapi lo paprika!"


"Lah, lebih bagus kali. Ada body gitu! Nggak kayak cabe yang lurus datar gitu doang."


Hee Ryu memejamkan mata, berusaha menahan amarah yang sebentar lagi meledak. Ia menghembuskan napas berulang kali baru lah berbicara.

__ADS_1


"Kalian berdua mau pergi keluar atau gue seret?"


Dyon Ry melesat secepat roket keluar ruangan. Hee Ryu menolehkan ke arah Rosita yang masih tak bergeming.


"Lo mau gue panggilin satpam?"


Tatapan Rosita menyinis, ia berjalan melewati Hee Ryu begitu saja dan keluar ruangan. Bibirnya tak berhenti bersumpah serapah.


"Cih, kakak sama adik sama saja. Sama-sama tai!!"


☆☆☆


"Dyon, ayolah jangan bertingkah kekanak-kanakan seperti ini. Ky Minho juga ngelakuinnya karena pengaruh obat kan?"ucap Hee Ryu sembari memainkan jarinya.


"Kakak mau Yoshi dapet bekas?" Dyon menatap tak percaya Hee Ryu.


"Ih, kak Dyon pikirannya negatif mulu." Balas Ri Ah.


Zy En mengangguk," Bener kata kak Dyon, siapa yang tahu kan?"


"tuh kan, Zy En aja setuju, tos dulu dong!" Dyon pun bertos ria dengan Zy En.


"Dyon, tapi Minho suaminya Yoshi. Dia masih suami sahnya secara hukum dan agama. Kita nggak berhak melarang dia bertemu istrinya."


"Ada! Kita kakaknya Yoshi, hak kita melindunginya."


Hee Ryu menghembuskan napas kasar. Berulang kali pun ia menjelaskan kepada adiknya, Dyon masih saja tetap keras kepala.


"Bayangkan kak, istri Minho itu Yoshi, bukan Rosita, dan dia seenaknya saja hampir nidurin Rosita disaat istrinya sedang koma!!"


"Dyon!! Minho sedang di bawah pengaruh obat!! Kamu tahu itu kan?" Balas Hee Ryu tak kalah keras.


"Walau pun dia berada dibawah pengaruh obat, itu nggak akan merubah fakta. Bayangkan kak gimana perasaan dan reaksi Yoshi jika mengetahuinya."


PRRRAAANNGGG!!!


"Nah, kayak gitu reaksi.. eh?"


"Yo...Yoshi?"


Mulut Dyon Ry terbuka lebar, seluruh wajah yang berada di luar ruangan memucat. Disana, Yoshi berdiri dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


Yoshi tadi ingin mencari Dyon, menanyakannya dimana letak kotak susu si kembar. Namun ia tak sengaja mendengar percakapan antara kakaknya dan sahabat-sahabatnya. Sakit, itulah sekiranya yang dirasakan Yoshi. Yoshi sendiri tidak mengerti mengapa perasaannya menjadi kacau mendengar ucapan Dyon. Itu yang dinamakan cemburu? Yoshi tidak tahu. Perasaan yang dirasakannya saat ini persis seperti ayahnya meninggal. Yoshi merasa kehilangan, kali ini juga begitu, ia merasa kehilangan Ky Minho.


"Yoshi, kamu... nggak apa-apa?" Pertanyaan goblok. Dyon Ry menepuk bibirnya pelan, jelas saja Yoshi kenapa-napa, wajah adiknya itu terlihat pucat.


"Eh?" Yoshi berjongkok, ia memunguti pecahan gelas yang tidak sengaja dijatuhkannya dengan sebelah tangannya, karena sebelahnya lagi terpasang infus. Hee Ryu segera menghampiri Yoshi Too dan membantunya.


"Biar kakak yang bereskan." Ucap Hee Ryu menyingkirkan tangan Yoshi Too, Yoshi Too menggeleng.


"Kakak nggak mau tangan adik kakak terluka." Tegas Hee Ryu, membuat Yoshi Too terdiam.


"Maksud kak Dyon itu Ri Ah!! Bukan lo Yoshi! Aduh, tahu sendiri kan bibirnya kak Dyon suka kepleset! Kan istrinya Minho itu Ri Ah!" Sambar Zy En cepat dan sedikit gugup. Dyon segera menganggukkan kepalanya berulang kali.


Yoshi terdiam. Semuanya masih saja percaya, ia kehilangan ingatannya padahal tidak. Karena rahasia Ky Minho sudah ia ketahui tidak ada alasan lagi bagi Yoshi Too berpura-pura.


"Kakak, Yoshi sama sekali tidak kehilangan ingatan." Ucap Yoshi jujur.


"Hah?"


"Yoshi berbohong, agar mengetahui apa yang disembunyikan Minho dan sekarang Yoshi sudah mengetahuinya." Ucap Yoshi menatap Hee Ryu.


Semua hanya bisa bergeming, menonton, mereka semua bingung harus merespon apa. Terlebih lagi reaksi Yoshi diluar dugaan mereka mengira Yoshi akan menangis langsung dihadapan mereka saat ini.


Hee Ryu membuang pecahan kaca ke dalam bak sampah, setelah itu ia menarik tangan Yoshi agar berdiri.


"Yoshi." Panggil Hee Ryu pelan.


"Hm?"


"Putuskan sendiri apa yang akan kamu lakukan terhadap Minho."


Yoshi mendongak, menatap wajah Hee Ryu. Hee Ryu tersenyum kecil. Ia menopang wajah adiknya dengan kedua tangan


"Jika kamu ingin menceraikannya, itu terserah kamu. Kakak akan dukung apapun keputusanmu."


Umur pernikahan mereka baru seumur jengkol, apapun keputusan Yoshi Too, ataupun tidak, akan menimbulkan banyak masalah dikedepannya.


"Pikirkan baik-baik Yoshi. Jangan memikirkan ego dan perasaanmu saja, pikirkan juga anak kamu. Apa yang akan menjadi keputusanmu saat ini, itu juga yang akan menentukan masa depan si kembar." Nasihat Hee Ryu, tangannya berpindah kepada kepala Yoshi Too dan mengusap pucuk kepalanya itu pelan.


"Jika kamu ingin mempertahankan Minho, pertahankanlah. Itu terserah kamu, kamu istrinya."ucap Hee Ryu lagi.


Yoshi Too tidak tahu, apakah ia sudah menaruh hati kepada suaminya itu. Yoshi Too sendiri tidak mengetahui apa penyebab dirinya menjadi lemah dan rapuh seperti ini mendengar kabar Ky Minho bermain dengan wanita lain. Yang jelas, Yoshi Toomerasa tersakiti. Sudah itu saja.


"Pikirkan baik-baik."


Hee Ryu menepuk sekali pundak Yoshi Too kemudian keluar ruangan adiknya itu. Yoshi Too terdiam, ia menatap kosong lantai di hadapannya.


"Yoshi, bisa bicara?"


Yoshi mendongakkan kepalanya, ia melihat Hyuk He tersenyum ramah kepadanya. Yoshi tersenyum pahit, ia pun menganggukan kepalanya, Dyon dan yang lainnya meninggalkan Hyuk He dan Yoshi Too berbicara.


"Yoshi, lo baik-baik saja?" Ucap Hyuk Hee memulai pembicaraan. Ia duduk di kursi panjang yang ada disana. Yoshi menganggukan kepalanya membuat Hyuk He tersenyum.


"Jujur, gue kaget banget waktu lihat Minho hampir ena-ena sama sepupu gue sendiri." Hyuk He terkekeh," waktu kejadian dia ada disana.


"Iyakah?"


Hyuk He mengangguk," waktu itu Rosita lagi ulang tahun, gue nggak sengaja denger teriakan kak Dyon disalah satu kamar, untung pintunya tidak ditutup jadi gue tinggal masuk aja deh." Jeda Hyuk He." Gue kaget lihat kak Dyon menghajar Minho babak final.. eh belur.


"Yoshi nggak marah?"


Memang wajah Yoshi terlihat tenang seperti biasanya, itu jelas membuat Hyuk He penasaran.


Yoshi mendongakkan kepalanya sembari memainkan kukunya, "Nggak."


"Kenapa? Bukannya seharusnya lo marah, Minho suami lo dan dia malah main dengan wanita lain."


Yoshi tersenyum miris mendengar ucapan Hyuk He." Bukannya lo tahu alasan gue nikah sama Minho?"


"Gara-gara si kembar?"


"Tepat sekali, gue nikah bukan didasari cinta seperti pasangan pada umumnya. Jadi wajar aja kalau Minho, main sama wanita lain. Gue bisa maklumin."


Hyuk He terdiam mendengar ucapan Yoshi. Setelah merangkai kata-katanya ia berbicara lagi." Yoshi, lo cinta sama Minho?"


Ucapan Hyuk He sontak membuat Yoshi menolehkan kepalanya, "Cinta? Gue bahkan nggak tahu cinta itu seperti apa." Yoshi terkekeh, " Mana mungkin gue cinta Minho."


"Bukankah hati lo sakit waktu denger Minho main sama Rosita."


"Eh? Kok tahu?"


Hyuk He tersenyum," Bego. Itu namanya cinta."


Ketika lo merasa nyaman bersama seseorang, ketika kepentingan orang itu menjadi prioritas lo, ketika lo ngerasa lo harus melindungi orang itu, ketika lo ikut tersakiti mendengar atau melihat orang itu atau persis kasus lo, lo merasa sakit ngelihat orang itu bersama wanita lain. Itu yang dinamakan cinta, Yoshi."


"Kebanyakan orang tidak menyadari dirinya mencintai seseorang, lebih tepatnya menyanggah. Ya, kebanyakkan dari mereka menyanggah dan memaksa hati mereka untuk tidak mencintai seseorang. Namun pada dasarnya, cinta datang dengan sendirinya, tidak bisa dipaksakan. Hati tahu kemana akan berlabuh."


Yoshi menggigit bibirnya, ucapan Hyuk He membuatnya seketika teringat akan Minho. Benarkah dirinya mencintai Minho? Dan... apakah Minho memiliki perasaan yang sama dengannya?


"Yoshi.."


"Hm?"


"Jadi keputusan lo?"


"Gue bingung, gue takut sama keputusan gue sendiri. Apapun keputusan yang gue ambil keduanya beresiko? Akan ada di pihak yang terluka, entah gue sendiri atau yang lainnya." Balas Yoshi Too pelan.


Hyuk He menepuk pelan bahu Yoshi, "Benar kata Kak Hee Ryu, lo barus pikirin tentang si kembar. Lo bisa bayangin sendiri kan apa yang akan mereka berdua alami jika lo sama Minho pisah? Suami lo yang baru, atau istri Minho yang baru belum tentu menerima si kembar. Dan apakah kalian berdua rela melepaskan si kembar? Lo mau si kembar dibesarkan oleh keluarga baru Minho nantinya atau Minho mau si kembar dibesarkan oleh keluarga lo? Kalian harus memilih ataupun berjuang untuk mendapat hak asuh si kembar di pengadilan nanti. Akan lebih bahaya lagi kalau si kembar dipisahkan, Reyzan dibesarkan oleh lo dan Reyzo dibesarkan oleh Minho ataupun sebaliknya. Ikatan saudara itu kuat, apalagi mereka yang kembar, jadi gue nggak bisa bayangin jika mereka dipisahkan."


Penjelasan Hyuk He semakin membingungkan Yoshi Too. Yoshi Too sungguh dilema saat ini.


"Yoshi.."


"Hm?"

__ADS_1


Hyuk He tersenyum, ia melepaskan tangannya berada di pundak Yoshi dan berdiri.


"Jadi pikirkan baik-baik semua ucapan gue tadi. Apapun keputusan lo, semua bakalan dukung. Ini hidup lo, dan lo yang berhak nentuinnya."


"Gue ada urusan, nanti malam gue bakalan balik kesini lagi kok." Hyuk He melirik jam tangan." Bye-bye."


Yoshi Too memasakan sudut bibirnya tertarik ke atas, ia pun melambaikan tangannya ke arah punggung Hyuk He yang perlahan menjauh. Yoshi Too terdiam, ia menghembuskan napas berulang kali, tangannya terkepal kuat, sudut matanya pun sudah berair.


Sepertinya Yoshi Too sudah mengambil keputusan.


☆☆☆


Hee Ryu menggelengkan kepalanya melihat tindakan Dyon Ry saat ini. Bagaimana tidak, pria itu dengan konyolnya menempelkan telinga ke lubang kunci agar bisa mendengar percakapan Yoshi Too dan Hyuk He.


"Mereka bicarain apa sih?" Ucap Dyon Ry sembari menghentakkan kakinya berulang kali.


"Mana mungkin kedengaran bego." Balas Hee Ryu.


"Pasti kedengeran! Gue mau bantahin teori si dedemit yang ngatain gue budeg"


"Lo memang budeg nggak usah di sanggah gitu." Cibir Hee Ryu.


Dyon memutar bola matanya malas,


"HELLO! Sebenernya adiknya kakak siapa sih? Dyon atau Rosita?"


"Yoshi."


"Ih, kakak!!"


"Lo sebenernya cewek ya Dyon? Tapi nyamar gitu jadi cowok." Ucap Hee Ryu lagi.


Menurutnya Dyon sangat kekanak-kanakan dan tingkahnya seperti anak perawan saja, bahkan ia tak mempercayai umur Dyon memasuki 24 tahun. Sifatnya sama sekali tidak mencerminkan umurnya.


"Yee, enak saja. Dyon itu cowok asli. Pria gagah perkasa gini dikatain cewek!!" Ucapan Dyon membuat Hee Ryu berdecih, Dyon mengalihkan pandangannya ke arah Hee Ryu." Nggak percaya? sini lihat punya Dyon.


"Kak Dyon!!!" Ri Ah dan Zy En histeris melihat Dyon yang baru saja akan menarik celananya kebawah. Dyon ketawa keras sedangkan Hee Ryu melongo.


Tawa Dyon terhenti, mukanya berubah serius. "Oh iya, Mr.Jink sudah menyetujui proposal yang abang kirimkan dua hari lalu."


"Iyakah?" Hee Ryu menyomot kentang di hadapannya." Terus giman?"


"Meeting selanjutnya dua hari lagi, dia meminta kakak datang."


"Nggak bisa diwakilkan? Tahu sendiri kan lusa rapat pemegang saham di singapura."


Dyon mendesih." Itu kakak handle aja. Survei tempatnya lebih penting."


Hee Ryu menghembuskan napasnya pelan." Baiklah."


"Ah, iya satu lagi." Ucap Dyon, senyum sumringah terbit diwajah tampannya. " Mr. Jink juga menawarkan putrinya buat kakak!"


"Hah?"


"Umurnya sama seperti Yoshi..."


BRAAK


Dyon terpental ke belakang. Ia mengusap pantatnya yang terasa nyeri akibat berciuman dengan lantai. Yoshi Too yang membuka pintu tidak menyangka Dyon berdiri tepat di sana hingga saat ia membuka pintu, Dyon terpental kebelakang.


"Kakak nggak apa-apa?" Yoshi Too menghampiri Dyon Ry dengan segera. Ia membantu kakaknya itu berdiri.


"Pantat gue semakin menipis." Ucap Dyon Ry dengan nada dramatis, semua yang berasa disana memutar bola matanya jengah.


"Hyuk He mana?" Tanya Zy En, Yoshi menolehkan kepalanya. "Katanya ada urusan."


"Iyakah?"


"Awas pacar lo selingkuh." Bisik Ri Ah membuat Zy En melotot.


"Enak saja, Hyuk He itu orangnya setia."


"Selingkuh yang tertunda? Atau sepik-sepik wanita muda?" Kompor Ri Ah.


Zy En memanyunkan bibirnya kesal, ia menolehkan kepalanya ke arah Yoshi Too dan kakaknya yang tengah berbicara.


"Jadi, gimana keputusan kamu? Udah dapat?" Tanya Hee Ryu pelan, ia membantu Yoshi Too naik ke atas ranjangnya lagi."


"Yoshi mau mempertahanin Minho."


"HAH?!!" Histeris Dyon Ry." Yoshi!! Kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan?!"


"Yoshi sadar kak! Yoshi serius, Yoshi mau mempertahanin Minho."


"Dia jahat Yoshi! Dia nggak cocok sama kamu!!" Bantah Dyon Ry, ia menatap tak percaya Yoshi.


"Minho berhak mendapatkan kesempatan kedua. Bukankah begitu kak?" Yoshi menoleh kepalanya kearah Hee Ryu, "Yoshi nggak boleh egois..."


Yoshi memeluk kuat Hee Ryu di hadapannya. Amarah Dyon Ry sirna seketika melihat kondisi Yoshi saat ini.


"Minho juga ngelakuinya nggak sengaja. Dia dibawah pengaruh obat perangsang. Minho pasti tertekan kak.." Ucap Yoshi pelan. "Yoshi juga nggak mau itu terjadi.."


"Tetap saja Yoshi. Dia udah nidurin wanita lain, saat istrinya sedang diambang kematian" ucap Dyon Ry, nada suaranya melemah.


"Kalau kakak ada di posisi Minho gimana? Apa kakak bisa tidak terpengaruh juga?"


Skakmat. Dyon Ry bungkam seketika.


"Yoshi egois kalau Yoshi pisah sama Minho. Si kembar bagaimana? Ini pasti akan menimbulkan masalah saat di pengadilan nanti, Yoshi dan Minho pasti bersaing mengambil hak asuh si kembar. Mereka dipisahkan juga nggak mungkin. Semua pasti terluka." Peluk Yoshi semakin mengerat." Kakak... Yoshi harus gimana? Yoshi takut..."


Hee Ryu mendongakkan kepalanya, ia tak tahan melihat Yoshi seperti ini. Yoshi memang terliat kuat diluar, namun Hee Ryu tahu adiknya ini sangat rapuh dan lemah aslinya. Yoshi hanya berpura-pura tegar.


"Kalau mau menangis, jangan ditahan." Ucap Hee Ryu pelan.


Terakhir kali Hee Ryu melihat Yoshi menangis, saat ia terluka kecil dilututnya dulu. Yoshi selalu menagis saat mempunyai masalah, sekecil apapun. Dan Hee Ryu lebih menyukai Yoshi yang seperti itu dari pada berpura-pura tegar seperti ini. Hee Ryu tahu, Yoshi butuh menangis saat ini.


Benar saja, tangisan Yoshi pecah seketika. Dyon Ry memalingkan wajahnya ke arah lain, ia juga tak sanggup melihat adiknya bersedih seperti ini. Zy En dan Ri Ah memilih keluar dari ruangan.


"Semua keputusan ada di kamu, Yoshi. Itu terserah kamu." Ucap Hee Ryu membelai lembut rambut adiknya.


Dyon mengusap wajahnya frustasi.


"Yoshi, kamu rela ngasih keperawanan kamu buat Minho?"


Isak tangis Yoshi semakin terlihat, Hee Ryu dapat merasakan bajunya sudah basah oleh air mata Yoshi. Ia sungguh tak mempermasalahkan itu, yang penting adiknya bisa lebih tenang.


"Kamu lebih baik cari pria lain di luaran sana Yoshi, yang lebih baik. Kamu cantik, pasti banyak yang mau sama kamu." Ucap Dyon Ry lagi.


"Tapi hati Yoshi nggak mau sama mereka. Hati Yoshi maunya Minho."


Ucap Yoshi sontak membuat Hee Ryu dan Dyon Ry terdiam seketika. Dyon Ry mengerjapkan matanya berulang kali. Ia berjalan mendekati Hee Ryu dan Yoshi Too.


"Yoshi jatuh hati pada Minho, Yoshi... mencintainya."


Hee Ryu tersenyum kecil, sementara Dyon melongo mendengar ucapan Yoshi Too.


"Bukankah cinta menerima apa adanya? Menerima kekurangan dan kelebihan pasangannya?" Yoshi melepas pelukannya, "Yoshi nggak masalah, Minho masih perjaka atau tidak. Itu bukan kemauan Minho, Minho tidak menginginkannya." Yoshi menatap Hee Ryu dan Dyon Ry bergantian. "Apa salah Yoshi mempertahani pria yang Yoshi sukai? Yang Yoshi cintai?"


Air mata Yoshi Too kembali berjatuhan.


"Kakak, Yoshi sekarang bukan anak kecil lagi. Yoshi nggak boleh egois, Yoshi juga mesti memikirkan Reyzan dan Reyzo."


Yoshi beralih memeluk Dyon Ry yang berada disamping Hee Ryu." Yoshi tahu niat kakak itu baik. Yoshi tahu kakak sayang sama Yoshi. Yoshi tahu kakak itu nggak mau Yoshi tersakiti, iya kan?"


Dyon Ry balas pelukan adiknya itu, dan tepat seperti dugaan Hee Ryu. Dyon Ry menangis memeluk Yoshi.


"Yoshi makasih banget, Yoshi bersyukur punya kakak seperti kalian." Isak Yoshi menenggelamkan wajahnya di dada Dyon Ry." Kalian selalu ada buat Yoshi, menggantikan mama yang selalu sibuk dengan kerjaannya. Dan menggantikan....Papa."


"Yoshi."


"Sekarang, posisi Yoshi bukan hanya adik kalian, Yoshi sekarang berstatus sebagai istri Minho... Yoshi juga harus ngertiin kondisi suami Yoshi..."


Yoshi melepaskan pelukannya, ia menyeka air matanya yang selalu saja jatuh, "Yoshi sayang sama kalian, begitu pula sama Minho... Yoshi menyayanginya."


"Yoshi nggak mau pisah dari Minho...kakak."

__ADS_1


Dyon Ry menyeka air matanya, ia menarik kembali Yoshi ke dalam pelukannya, membiarkan adiknya itu kembali menangis. Dyon Ry mengusap pelan pucuk kepala Yoshi, dan menciumnya berkali-kali.


"Pertahankan Minho, kembalilah kepadanya." Bisik Dyon Ry pelan.


__ADS_2