KISS

KISS
Ep 4


__ADS_3

Yoshi Too berdiri tepat di depan gerbang kampus, sudah hampir 15 menit. Ia hanya bisa mondar mandir dan melirik kanan kiri. Ia menggerutu kesal kepada kakaknya, Ky Minho Afleey dan Handphone yang mati. Benar kata Ky Minho Afleey bahwa disini tidak ada ojek satu pun atau apa saja yang bisa membawanya pulang, nggak ada yang Lewat sama sekali.


Satpam kampus yang niatnya akan dimintai tolong mengantarnya pulang juga entah kemana. Suasana kampus benar-benar sepi. Yoshi Too menatap aspal yang saat ini dipijakinya. Ia sangat takut.


DUUAAR


"UDANG KAMPRET."


Yoshi Too mengelus dadanya berulang kali. Dia menoleh kebelakang dan mendapati Ky Minho Afleey dengan wajah bodohnya menyengir seperti kuda.


"BEGO!!! KALAU AKU MATI BERDIRI BAGAIMANA? KAN NGGAK ELITE."


Ky Minho Afleey terkekeh mendengar teriakan pedas Yoshi Too. Bukannya membalas, pria itu malah merangkul wanita itu.


"Gengsinya selangit sih, tahu rasa ditinggal? Yaudah, Ayo pulang."


"Nggak."


"Kali ini aku tinggal beneran lho." Ancam Ky Minho Afleey.


"Terserah."


"Kamu pernah dengar rumor tentang kampus ini?"


"BODOAMAT."


"Katanya kalau ada wanita sendirian di kampus, saat sudah lewat jam 8, kamu tahu?"


"Apaan?" Yoshi Too mulai tertarik.


"Dia..."


"Kenapa sih?"


"Dia Jomblo."


"****." Yoshi Too mencubit lengannya yang melingkari pundaknya.

__ADS_1


"Oke, aku serius. "Ky Minho Afleey semakin erat merangkulnya, Ia mendekati bibirnya ke telingga Yoshi Too. "B...?"


"Cepetan, Jangan bikin Deg-Degan."


"Kamu deg-degan? Jangan-Jangan kamu jatuh cinta lagi sama aku."


Yoshi Too memutar bola matanya malas.


"Nggak akan."


"Cepat lanjutin."


"Oke, Aku lanjutin." Ky Minho Afleey menahan napas. "B.."


"BH-nya akan hilang!?"


"WHAT?!!!"


Yoshi Too menoleh ke arah Ky Minho Afleey yang saat ini juga telah menatapnya. Mata Yoshi Too membulat ketika menyadari hidung mereka bersentuhan.


"HEEMMM, KODOK NUMPANG LEWAT..."


"EH."


Yoshi Too buru-buru menjauhkan diri dari Ky Minho Afleey. Ia tersenyum kaku pada pak satpam yang saat ini geleng-geleng kepalanya.


Ky Minho Afleey tersenyum kepada satpan tersebut, kemudian segera tarik tangan Yoshi Too menuju mobil mewahnya. Lalu Ky Minho Afleey melaju menuju rumah Yoshi Too yang saat itu sudah mulai gelap dan sepi.


☆☆☆


"Baik, satu jam lagi, aku akan kesana."


Dahi Yoshi Too mengernyit mendengar Ky Minho Afleey yang sedari tadi bicara formal. Dan apa yang dibicarakannya sedari tadi tidak dimengerti wanita itu. Buru-buru Yoshi Too mengalihkan pandanganya dari Ky Minho Afleey begitu pria itu menoleh menatapnya.


"Ky Minho." Panggil Yoshi Too.


"Hmm?"

__ADS_1


"Kamu kerja dimana?"


"Kok nanya gitu?"


Yoshi Too mengerjapkan matanya." Ya, Kamu ngomongnya dari tadi kaya boss gitu."


"Kalau iya kenapa?" Ky Minho Afleey terkekeh.


"Iya enggak kenapa-kenapa sih. Oh iya orangtua kamu jadi apa sih?"


"Ky Minho Afleey tersenyum," Papa jadi jaksa, Mama dokter."


"Kok aku nggak pernah lihat?"


"Yeee, Memang kamu siapa?"


Yoshi Too yang Memanyunkan bibirnya.


"Kali aja kamu pernah dijemput gitu, Terus aku lewat."


Ky Minho Afleey tersenyum miris, "Mereka udah meninggal ketika aku berumur 6 tahun."


"Sorry." ucap Yoshi Too pelan. Yoshi Too mengendikan bahunya," Terus yang rawat kamu selama ini siapa?"


"Dulu sih, Ayah angkat aku, tapi beliau juga udah meninggal Dua tahun lalu."


Yosho Too mendadak bersalah lagi."Maaf."


"Oh Ayolah, Aku juga nggak apa-apa."


Ada satu lagi yang ingin dia tanyakan," Kamu udah berapa lama sama Kyrara?"


"Dua bulan mungkin, Kamu kayaknya tertarik banget sama hidup aku?" lanjut Ky Minho Afleey terkekeh.


"Kamu misterius banget. Aku nggak pernah lihat kamu deket sama wanita manapun. Terus tiba-tiba jadian gitu sama Kyrara. Terus aku juga nggak pernah lihat kamu deket sama anak lainnya selain Hyuk He." Ucap Yoshi Too Jujur.


Ky Minho Afleey menjentikan jarinya ke dahi mulus Yoshi Too," Banyak yang kamu nggak ketahui tentang aku."

__ADS_1


__ADS_2