
Dyon Ry Iskandar tersenyum bangga melihat pantulan wajah sangat tampan 'menurutnya' dikaca. Ia melirik Ky Minho yang telah mengenakkan tuxedo hitam disebelahnya. Pria itu juga menggunakan dasi sebagai sentuhan terakhir fashionnya saat ini dan mengusap rambutnya kebelakang.
"Gimana gue ganteng kan?" Dyon Ry Iskandar berucap bangga. "Bahkan justin bibir sampai liuran natap wajah gue."
"Serah lo Kak." Ucap Ky Minho Afleey malas.
"Iya dong, nggak ada yang bisa mengalahkan ketampanan seorang Dyon si singa raja hutan." Ucap Dyon Ry Iskandar.
"Pantes muka kakak banyak bulunya." Balas Ky Minho Afleey lagi.
Dyon Ry Iskandar memukul pelan bahu Ky Minho Afleey persis seperti ABG yang salah tingkah, ia kembali melirik wajahnya didalam kaca.
"Lo jangan ngiri Minho, seharusnya lo bersyukur punya kakak ipar setampan gue. Kurang apa lagi gue? Tampan iya, pinter iya, terkenal iya, bahkan rajin nabung iya." Ucap Dyon Ry Iskandar.
"Kurang waras." Celetuk Ky Minho Afleey.
Dyon Ry Iskandar memanyunkan bibirnya lima centi. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang saat ini ditempati mereka yaitu kamar Ky Minho Afleey, " Kita cuma berdua nih?"
Ky Minho Afleey mengangguk.
"Wah kesempatan bagus sayang. Mumpung sepi." Bisik Dyon Ry Iskandar membuat Ky Minho Afleey melototkan matanya jijik.
"Kakak mau ngapain?" Tanya Ky Minho Afleey kesel.
"Menurut lo?" Dyon Ry Iskandar menarik turunkan alis menggoda. "Ada dua cogan di dalam ruangan. Satunya hot dan satunya Sexi mana sepi gelap lagi."
Bulu kuduk Ky Minho Afleey berdiri seketika dan tepat saat Dyon Ry Iskandar menyentuh dadanya, Ky Minho Afleey berlari keluar kamar.
"Dasar kakak ipar nggak waras!!"
"Najis!!"
☆☆☆
Pintu ruangan terbuka. Menampilkan ratusan tamu undangan berpakaian elit dan serba mewah. Ky Minho Afleey dan Dyon Ry Iskandar segera berbaur ditengah suasana ramainya pesta yang terselenggara saat ini.
"Minho, yang ulang tahun siapa sih?" Bisik Dyon Ry Iskandar.
Ky Minho Afleey hanya diam tidak menanggapi.
"Cantik nggak?"
Kembali.Ky Minho Afleey hanya diam, ia enggan membalas ucapan kakak iparnya itu.
Rosita sedari tadi melirik ke arah pintu utama berdiri begitu melihat kehadiran Ky Minho Afleey. Ia menyunggingkan senyum lebar sembari mendekati Ky Minho Afleey yang tengah mengedarkan pandangan keseluruh penjuru.
"Hai, Minho."
"Dedemit? Kok lo ada disini?! Bibir lo udah kembali?!" Ucap Dyon Ry Iskandar syok.
"Baru tahu gue kalau dedemit jadi-jadian bisa pergi ke pesta mewah kek gini!!"
Rosita mengabaikan Dyon Ry Iskandar. Ia menarik lengan Ky Minho Afleey dan menyeretnya menuju kursi yang sedari tadi di tempatinya. Dyon Ry Iskandar yang bingung pun hanya mampu mengikuti langkah cepat Rosita.
"Woy dedemit!" Seru Dyon Ry Iskandar." Kakak tampan gini malah dicuekin!!"
"Jijik."
"**! Memang muka gue seperti dikatain jijik." Dyon Ry Iskandar mendengus kesal.
"Rosita memutar bola mata malas, ia kembali menatap wajah tampan Ky Minho Afleey dengan senyum yang kembali merekah menghiasi wajahnya.
Dyon Ry Iskandar tidak lagi menghiraukan Rosita, ia kini sibuk melirik cewek-cewek cantik yang tengah bergoyang riang di lantai dansa.
Suara speaker yang tengah di tes memenuhi ruangan. Dalam sekejap ruangan mendadak sepi. Terlebih lagi saat lampu perlahan meremang dan sebuah lampu menyorot wanita cantik bergaun pink diatas panggung.
Mata Dyon Ry Iskandar melotot melihat wanita bergaun pink yang tengah tersenyum di atas sana. Siapa lagi kalau bukan Rosita, ratu sekaligus pemilik acara ini.
Mata Dyon Ry Iskandar kembali menerjap saat Rosita mulai menyampaikan sambutannya. Otak Dyon Ry Iskandar yang lelet semakin terasa tidak berfungsi.
Setelah Rosita turun dari panggung dan kembali menghampiri Ky Minho Afleey. Dyon Ry Iskandar baru meloading bahwa Rosita pemilik pesta ini. Nyali Dyon Ry Iskandar menciut seketika saat mengingat ia tadi menghadiri perayaan wanita yang sedari tadi ia ejeknya melulu.
"Gue ke toilet dulu deh, Minho." Ucap Dyon Ry Iskandar. Ini fakta loh guys!
Ky Minho Afleey mengangguk, ia kembali sibuk dengan ponselnya. Dyon Ry Iskandar pun berdiri dan mulai meninggalkan mereka.
"Minho dansa yuk." Ajak Rosita bersemangat. Ky Minho Afleey menggeleng.
Rosita tak menyerah ia meraih tangan Ky Minho Afleey dan menggoyang-goyangkan manja." Ih, ayo dong."
"Gue lagi malas."
Rosita menghentikan aksinya." Dari tadi lo diem mulu. Lo bahkan nggak nyentuh hidangan yang ada.
"Gue lagi nggak laper ataupun haus."
Rosita diam sejenak. Ia kemudian kembali berbicara." Gue ambilin minum ya?" Ky Minho Afleey menggeleng.
"Udah, gue ambilin dulu. Sebentar lagi lo juga haus."
Tanpa menunggu alasan Ky Minho Afleey terlebih dahulu. Rosita segera berdiri. Dalam detik berikutnya ia melesat pergi menjauhi Ky Minho Afleey
Tiba-tiba saja Rosita mengagetkannya dengan dua gelas berisi air berwarna merah ditangannya. Rosita tersenyum kemudian duduk ditempatnya, dihadapan Ky Minho Afleey.
"Maaf ya tadi ada urusan sedikit." Rosita menyodorkan minuman tersebut. Ky Minho Afleey sebenarnya enggan, ia sama sekali tidak berminat, namun Rosita yang terus menatapnya membuat Ky Minho Afleey mau tak mau meraih gelas tersebut dan mulai meminumnya.
"Astaga!" Rosita menepuk dahinya.
"Minho ada yang perlu aku perlihatkan padamu. Ini penting! Sangat penting!"
"Ayo, dalam waktu tiga menit kita harus sampai."
Dahi Ky Minho Afleey mulai mengerenyit namun melihat wajah Rosita meyakinkan, ia mau tak mau dengan tergesa-gesa menuju lift yang berada disana.
Disisi lain....
"Ah, legah"
Dyon Ry Iskandar menaikan resleting celananya ke atas, ia kemudian merapihkan pakaiannya sembari berjalan keluar menuju toilet.
DRRRRTTT
"Eh." Dyon Ry Iskandar merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel, Dyon Ry Iskandar tersenyum melihat nama mamanya yang terukir di layar ponsel.
"Halo, mah"
"DYON!"
Dyon Ry Iskandar menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Bused, ini telinga sexi gue."
"Kak Hee Ryu?"
"Minho dimana? Kalian lagi dimana?" Histeris Hee Ryu Iskandar.
"Gue lagi di toilet, Minho lagi diruang pesta."
☆☆☆☆
Ky Minho Afleey melangkah kakinya dengan gelisah. Ia mengikuti langkah cepat Rosita yang berada di depannya. Ia sendiri bingung apa yang akan ia tunjukan padanya.
Ky Minho Afleey merasa ada yang aneh pada tubuhnya sejak di lift tadi. Ia merasa badanya gerah dan hatinya mulai merasa gelisah. Ky Minho pun menyusul Rosita yang sudah memasuki salah satu kamar yang berada disana.
GELAP
Ky Minho Afleey mulai curiga, ia mulai menoleh ke belakang begitu mendengar suara pintu tertutup dan seketika itu pula lampu ruangan menyala.
Ky Minho Afleey terkejut melihat Rosita hanya menggunakan dalaman saja, berpose dengan sexinya. Dengan segera Ky Minho Afleey memalingkan wajahnya.
"Rosita lo gila!" Teriak Ky Minho Afleey.
Badan Ky Minho Afleey mulai terasa aneh, nafasnya memburu cepat, Ky Minho Afleey seolah dapat merasakan matanya mulai berkabut dan tubuhnya mulai bergerak tak menentu. Ky Minho Afleey seperti berada di bawa pengaruh sesuatu.
"Tubuhmu menginginkan tubuhku Minho." Ucap Rosita dengan suara seraknya. "Tubuhmu tidak akan bisa menolak."
__ADS_1
"Ros, please... buka pintunya." Ucap Ky Minho Afleey melunak. Ky Minho Afleey tidak tahu password pintu tersebut. Rosita semakin menjadi-jadi, ia menempelkan badannya yang hampir sepenuhnya tak terlihat gaunnya. Membuat napas Ky Minho Afleey memburu.
"ROSITA" Ky Minho Afkeey menyentak kasar Rosita didadanya, buru-buru ia menjauhi wanita itu. Ky Minho Afleey berusaha mengulur waktu agar tubuh dan otaknya bisa menahan hawa nafsunya.
SHIT.. SHIT..
Ky Minho Afleey sangat jijik. Ia ingin menghentikan. " Rosita Stop..."
Tiba-tiba terlintas nama Yoshi Too Afleey dibenaknya. Suara pertanda ada seseorang yang masuk terbuka. Ky Minho Afleey menoleh ke arah sumber suara arah datangnya seseorang. Dyon Ry Iskandar berdiri dengan wajah garang..
BUGHHH
BUUUGGHH
MATI AJA LO!!MATI!!
"KAK BANTU GUE. GUE UDAH NGGAK KUAT EFEK OBAT INI BUAT." Tapi Ky Minho merasa jijik dengan tubuhnya sendiri
Tanpa belas kasih Dyon Ry Iskandar tetap menghajarnya.
"ISTRI LO BARU SAJA SELAMAT DARI MAUT DAN LO MALAH DALAM KEADAAN SEPERTI INI BERSAMA BICTH INI?"
"***"
BUGGHHH
BUGGHHH
"Kak, lo boleh bunuh gue. Gue juga jijik dengan tubuh gue. Gue ngga bisa menahan obat perangsang ini."
"Apa lo bilang? Jadi lo belum lepas perjaka lo? Tapi tetep aja gue nggak bakal maafin lo."
Ky Minho Afleey meruntuki dirinya yang sangat bodoh! Ky Minho Afleey kesal. Entah kenapa dirinya, Rosita atau pun obat tersebut!"
Ky Minho Afleey sunggu benci hal ini.
"ARGH." Dyon Ry Iskandar menarik paksa rambut Ky Minho Afleey! Pria itu meringis kesakitan.
"Lo gila Minho! Gila!" Dyon Ry Iskandar menyeka air matanya yang mulai memetes keluar. Anggaplah ia cengeng. Ia tidak peduli. Ia hanya merasa kasian melihat adiknya jika mengetahui perbuatan bejat suaminya.
"Istri lo bahkan belum lo sentuh sama sekali! Dan lo hampir main sama cewek *** itu?" Ucap Dyon Ry Iskandar menunjuk Rosita.
"Lo kira gue nggak tahu?!" Sela Dyon Ry Iskandar. "Bodoh! Gue kakaknya! Jelas gue tahu bego!"
Air mata Dyon Ry Iskandar makin menetes.
"Lo nggak punya hati, Minho."
BUUUGHHH.
"Yoshi baru sadar dan lo malah bertingkah seperti ini."
Refleks Ky Minho Afleey terduduk mendengar ucapan Dyon Ry Iskandar."Hah? Yoshi sadar?"
BUUGGHH
"IYA, ISTRI LO UDAH SADAR!! SEHARUSNYA LO TEMUIN DIA BUKAN MALAH SAMA DEDEMIT INI!!"
PLAAKKKK
Emosi Dyon Ry Iskandar mulai memuncak. Dyon Ry Iskandar melihat Rosita lalu menamparnya. Agar dia sadar apa yang sudah dia perbuat dengan perbuatan keji menggunakan obat perangsang. Baru saja ingin menamparnya lagi, sesuatu menahannya.
"Kakak."
Dyon Ry Iskandar menoleh, ia menatap tajam Hyuk He yang juga menatap tajam dirinya. Dengan sekali hentakan, tangan Hyuk He terlepas dari lengan Dyon Ry Iskandar.
Hyuk Hee yang memang menghadiri ulang tahun sepupunya itu tidak sengaja mendengar suara teriakan Dyon Ry Iskandar saat akan menuju kamarnya. Untung saja tadi Dyon Ry Iskandar tidak menutup pintu sehingga Hyuk Hee bisa masuk.
"Lo mau ngapain?! Mau bela sepupu lo?!"
"Kalian semua brengsek!"
Hyuk He menggeleng." Kita bicarakan baik-baik."
"Orang kaya mereka nggak perlu dibaikin bego!" Kesel Dyon Ry Iskandar.
Dyon Ry Iskandar mengusap wajahnya frustasi. Ia menendang keras Nakas di hadapannya membuat lampu tidur disana bergetar.
PLAAAKKK.
Buru-buru Hyuk He berdiri mencegah Dyon Ry Iskandar yang akan kembali menampar Rosita. Beruntung saja cafe yang sedang sepi sehingga tidak ada yang memperhatikan mereka.
"Lo dengan sengaja naburin minuman Minho obat perangsang?" Tangan Dyon Ry Iskandar sangat gatal ingin sekali mencakar wajah Rosita." Lo udah ngancurin rumah tangga adik gue baangsat!!"
"Lo pantes mati!"
"Dan lo!" Dyon Ry Iskandar menunjuk Ky Minho Afleey, " Lo nggak pantes sama adik gue! Adik gue terlalu baik buat lo sakitin!"
"Lo harusnya bisa menahan! Lo tergoda sama body kurus kerempeng kayak dia?! Bahkan body kodok yang melar lebih sexi tahu nggak?" Kesel Dyon Ry Iskandar.
"Gue nggak bisa maafin kalian berdua."
Ky Minho Afleey mendongakkan kepalanya, pikirannya sungguh kacau." Kakak, please nggak usah beritahu Yoshi."
"Lo kira gue bisa ngelakuin itu?!" Dyon Ry Iskandar mendelik tajam." Gue jelas tahu Yoshi bakal terpuruk ngedenger kabar suaminya ena-ena sama wanita lain."
"Oke gue nggak bakalan beritahu Yoshi, tapi...."
"Ceraikan adik gue secepatnya!"
Mata ky Minho Afleey melebar mendengar ucapan Dyon Ry Iskandar, ia dengan tegas menolaknya.
"Nggak! Gue nggak bisa!"
"LO HARUS BISA MINHO!" Teriak Dyon Ry Iskandar kalut, emosinya semakin naik. "Semakin lo bersamanya, dia semakin sakit!"
Seketika mata Ky Minho Afleey melemah, ia menatap nanar gelas dihadapannya.
"YOSHI!!"
Ky Minho Afleey berlari tergesa-gesa menuju kasur Yoshi Too Afleey. Ia menoleh kepalanya ke arah Ri Ah yang berada di sampingnya.
"Dia tadi sadar, tapi cuma beberapa detik abis itu tidur lagi." Ucap Ri Ah.
Ky Minho Afleey kembali mengalihkan perhatiannya. Ia meraih tangan Yoshi Too Afleey dan menggenggamnya.
Seluruh manusia yang berada diruangan pun mundur keluar ruangan. Memberikan ruang privasi untuk Ky Minho Afleey.
"Yoshi..."
"Bangun..."
Air mata Ky Minho Afleey menetes, sekelebat ingat perbuatannya dengan Rosita membuatnya merinding.
"Yoshi... Maafin aku.."
Genggaman tangan Ky Minho Afleey semakin mengerat.
"Yoshi, aku tahu kamu bakalan jijik sama aku... tapi aku mohon..."
"Bangun.."
"Aku minta maaf Yoshi.."
'Oke, gue nggak bakal bilang sama Yoshi atau siapapun soal ini, tapi..'
'Lo harus ceraikan Yoshi.'
Ucapan Dyon Ry Iskandar tadi terngiang-ngiang di otaknya. Air mata Ky Minho Afleey semakin deras berjatuhan.
"Aku nggak mau..." Ky Minho Afleey menggelengkan kepalanya berulang kali, "Maafin aku Yoshi... aku salah"
"Aku minta maaf..."
"Aku nggak mau pisah dari kamu... aku nggak mau."
__ADS_1
"Aku minta maaf sayang."
"Please, forgive me..."
Ky Minho Afleey menenggelamkan wajahnya diatas kasur. Punggungnya terus bergetar karena isak tangisnya tak kunjung berhenti.
Deg
Tubuh Ky Minho Afleey menegang begitu merasakan tangan yang digenggamnya sedikit bergerak, Ky Minho Afleey mendongakkan kepalanya sembari menyeka air matanya. Senyum merekah diwajah Ky Minho Afleey kala melihat mata Yoshi Too Afleey perlahan terbuka.
"DOKTER!!"
"YOSHI SADAR!!"
Sahabat serta keluarga Yoshi Too Afleey yang berada diluar segera tergesa masuk mendengar teriakkan Ky Minho Afleey. Hyuk He Iskandar segera berlari pergi memanggil dokter.
"YOSHI!!"
Mata Yoshi Too Afleey sepenuhnya terbuka. Semuanya menatap Yoshi Too Afleey dengan was-was.
"Mama.." panggil Yoshi lemah.
Tangis Rita Too Iskandar keluar, ia menatap haru putrinya. "Iya, ini Mama sayang."
"Kak Hee Ryu, kak Dyon."
Hee Ryu Iskandar mengusap lembut rambut Yoshi Too Afleey sedangkan Dyon Ry Iskandar tersenyum lembut ke arah adiknya.
"Ri Ah..., Zy En..."
Ri Ah dan Zy En berpelukan mendengar Yoshi Too Afleey memanggil mereka, mereka refleks memeluk sahabatnya itu.
"Lo berhutang penjelasan ke gue" ucap Zy En, "Lo nggak bakalan bisa lolos kali ini."
Yoshi Too Afleey tersenyum kecil, ia menolehkan kepalanya, menatap seorang pria di hadapannya yang tampak sangat berantakan. Yoshi Too Afleey menatapnya bingung.
"Minho..."panggil Yoshi Too Afleey pelan.
Ky Minho Afleeu tersenyum kecil.
"Lo ngapain disini?"
DEG
DEG
DEG
Seluruh kegiatan yang ada diruangan terhenti, semua menatap ke arah Yoshi Too Afleey yang berwajah bingung. Wajah Ky Minho Afleey pucat pasi, bibirnya sedikit terbuka menatap Yoshi Too Afleey.
"Minho?" Panggil Yoshi Too Afleey lagi.
"Hah?"
"Lo ngapain disini? Kok tahu gue lagi sakit?"
Semua semakin melongo, bahkan mulut Zy En sudah penuh oleh lima puluh ribu tawon.
Mama Rita Too Iskandar berucap cepat." Yoshi, Minho suami.."
"SUAMI TAKUT ISTRI WOI!" Dyon Ry Iskandar bernyanyi keras. "SUSIS uwuwuw SUSIS. SUAMI TAKUT ISTRI!"
"Hah? Minho sudah punya istri?" Kaget Yoshi Too Afleey. "Siapa?"
Dyon Ry Iskandar mengangguk cepat, sembari tangannya menunjuk wanita berambut hitam legam disisi Zy En.
"Ri Ah? What?!" Yoshi Too Afleey semakin bingung.
"Terus itu anak siapa?" Tanya Yoshi Too Afleey lagi. Ia menatap Reyzan Afleey yang di gendong Hee Ryu Iskandar dan Reyzo Afleey di gendong Dyon Ry Iskandar.
Dyon Ry Iskandar segera menunjuk Zy En membuat wanita itu melongo seketika.
"Nggak bukan anak gue" Zy En menggeleng cepat.
Dia anak yang di adopsi Hyuk He!" Seru Dyon Ry Iskandar, Hyuk He yang baru datang dengan dokter dibelakangnya menatap aneh.
Hee Ryu Iskandar segera mendekati dokter, membisikan beberapa kata dan segera mengajak semuanya keluar. Tersisalah Yoshi Too Afleey dengan dahi mengkerut yang menatap aneh semua.
☆☆☆
BUUGGHH
Ky Minho Afleey meringis pelan, ia memegang pipinya yang baru saja digebukin kakak iparnya itu. Ia paham, Hee Ryu Iskandar begitu marah dengannya setelah mendengar cerita dari Dyon Ry Iskandar .
Dyon Ry Iskandar baru saja menceritakan peristiwa Ky Minho Afley dengan Rosita kepada Hee Ryu Iskandar, Ri Ah, Zy En dan Hyuk He. Dyon Ry Iskansar sengaja tidak memberitahukan Mamanya karena ia tahu, Mama Rita Too Iskandar akan marah dan khawatir. Dyon Ry Iskansar sengaja menceritakan hal ini agar yang lain bisa menentukan hukuman kepada Ky Minho Afleey karena sudah tergoda dengan dedemit bule itu, walaupun Ky Minho Afleey tidak sepenuhnya bersalah.
"Brengsek." Umpat Hee Ryu Iskandar.
Hyuk He hanya diam. Ia tahu sepupunya itu pantas disalahkan dan di hina.
"Cabe di pasar saja nggak semurah dia kali." Kesel Ze En." Itu bicth takut kecoa terbang nggak sih?"
"Lah ngapain?" Tanya Ri Ah.
"Pengen gue seludupinlah dikamarnya. Biar tahu rasa!! HAHAHAHA."
Ri Ah menggeleng, ia menolehkan kepalanya ke Dyon Ry Iskandar." Terus apa kak?"
Dyon Ry Iskandar mendecak. Ia menatap tajam ke arah Ky Minho Afleey. Kemudian beralih lagi menatap semuanya.
"Kalian lihat tadi kan? Gimana kondisi Yoshi." Semua mengangguk. "Gue nggak bisa maafin lo Minho. Gue nggak bisa ngasih keperawanan adik gue kepada cowok yang hampir nggak perjaka." Lanjut Dyon Ry Iskandar, ia tersenyum sinis. "Yoshi nggak pantes dapet barang bekas.
Jleb. Ucapan Dyon Ry Iskandar menusuk tajam Ky Minho Afleey. Bibir Ky Minho Afleey bungkam, ia tidak tahu harus bilang apa. Ini memang salahnya dan ucapan Dyon Ry Iskandar benar.
"Yoshi belum disentuh Minho?" Mata Zy En mengerjap.
"Untuk saat ini, biarkan seperti ini." Hee Ryu Iskandar membuka suaranya.
"Saat kondisi Yoshi baikan, kita harus memberitahunya. Lebih menyakitkan lagi baginya jika ia tahu dari orang lain. Tidak ada yang bisa menjaminkan, Rosita tutup mulut? Yoshi nanti yang akan memutuskan sendiri bagaimana hubungannya dengan Minho. Dan kondisi Yoshi kalian lihat sendiri, kita dengar saja apa kata dokter sekarang. Tapi, yang jelas. Minho tetap harus berpura-pura menjadi suami Ry Ah dan si kembar menjadi anak angkat Hyuk He. Seperti kata Dyon. Nanti gue yang akan jelasin detailnya kepada Yoshi. Agar Yoshi tidak kebingungan."
"Dan untuk sekarang, lebih baik lo jangan temui dulu adik gue. Dan iya, untuk soal Mama nanti gue yang kasih penjelasan juga" Hee Ryu Iskandar mengakhiri ucapan panjang lebarnya.
Ky Minho Afleey terdiam. Tidak ketemu Yoshi? Saat Yoshi tidak berbicara kepadanya itu bahkan menyiksanya dan sekarang?
Dyon Ry Iskandar masih dengan mata berapi menatap Ky Minho Afleey. Ia sungguh kesal, sangat-sangat kesal. Terlebih lagi yang bersama Ky Minho Afleey saat itu Rosita, si bule keganjenan yang sungguh Dyon Ry Iskandar benci.
"Minho" panggil Dyon Ry Iskandar.
Ky Minho Afleey menoleh.
BUUGGHH.
"Sakit kan?" Dyon Ry Iskandar mengambil jaketnya yang ada di atas meja dan berlalu pergi keluar kantin rumah sakit.
☆☆☆
Ky Minho Afleey dan lainnya segera mendatangi Mana Rita Too Iskandar yang baru saja datang. Ah, mamanya baru saja selesai menerima penjelasan dari pak dokter.
"Gimana, Ma?"
"Dokter bilang ini efek dari komanya biasanya emang gitu" wajah Mama Rita Too Iskandar terlihat sedih. "Bentar lagi ingatan Yoshi kembali pulih. Kita harus membuatnya perlahan-lahan ingat, tapi jangan sampai memaksa."
Semua mengangguk paham.
"Oh iya, kak, tan, Zy En mau pulang dulu ya, besok ada kelas pagi. Nggak apa-apa ya?" Ucap Zy En.
Hee Ryu Iskandar mengangguk." Iya, ini sudah malam. Kalian semua mending pulang saja. Hyuk Hee antar Ri Ah sekalian juga ya? Dan Mama Hee Ryu yang antar."
Mama Rita Too Iskandar mengangguk, badannya sudah lemas sedari tadi." Reyzan dan Reyzo gimana?"
"Ntar Dyon Ry urus, Mama duluan ke mobil ada yang mau Hee Ryu bicarain sama Dyon."
Mama Rita Too Iskandar kembali mengangguk, ia kemudian berjalan keluar rumah sakit bersama Zy En dan yang lainnya
Hee Ryu Iskandar menoleh menatap Ky Minho Afleey. "Oke kali ini gue bolehin. Sekarang lo diem disini sama Dyon, urus si kembar. Tapi besok pagi gue nggak mau lihat lo disini oke?"
__ADS_1
Ky Minho Afleey mengangguk patuh, tidak ada alasan baginya untuk menolak. Ia pun mengikuti Dyon Ry Iskandar yang sudah berjalan lebih dulu, mendorong kereta bayi si kembar.