KISS

KISS
Ep 30


__ADS_3

"Dyon shark doo doo, doo doo doo doo Dyon shark."


"Ship! Suara gue ganteng, seganteng orangnya.


Dyon Ry bersenandung kecil sembari berjalan menuju mobil silvernya. Ia hari ini berencana akan mengunjungi Yoshi Too, sudah beberapa hari sejak kepergian Hee Ryu ke bandung ia tidak bertemu adik tersayangnya itu. Selain karena ia sibuk mengurus kantor, Yoshi Too juga saat ini yang repot mengurusi kuliahnya.


Dyon Ry memamerkan gigi putihnya kepada orang-orang yang ia temui di bassement. Dyon Ry memang terkenal ramah, di kalangan para staff.


Dyon Ry pun membuka pintu mobilnya, dan seketika itu juga matanya membulat sempurna melihat gadis cantik yang duduk di samping kursi pengemudi.


"Lo siapa?!!" Histeris Dyon Ry. Bagaimana tidak, tiba-tiba saja di dalam mobilnya ada gadis SMA sedang menangis seperti mbah kunti. Gadis itu mendongakkan kepalanya, detik berikutnya ia kembali menundukkan kepalanya.


"Hoii!!"


"Aku bukan siapa-siapa, aku tahu aku nggak pernah dianggap oleh siapa pun" ucap gadis itu pilu.


Dyon Ry menganga mendengar penuturan gadis itu." Lo mabok micin ya ?"


"Aku tahu, semua tidak ada yang menganggapku, aku sendiri didunia ini."


"Nggak usah baper disini adek." Dyon Ry menggaruk tengkuknya, " Ntar gue disangka hamilin anak orang lagi!!"


"Siapa yang baper pea! Gue lagi nangis ini!!" Gadis itu berubah garang.


Dyon Ry semakin menganga mendengar ucapan sadis gadis itu.


"Ya udah kek, kalau mau nangis diluar aja, kenapa mesti di mobil gue! Dan kok lo bisa masuk sie?!!' Dyon ikut berubah garang.


"Ya bisalah! Tinggal buka pintu terus masuk, emang lo nggak bisa tolol?!" Sambar gadis itu lagi.


"Wah, lo jadi anak SMA nggak ada sopan santunnya sama yang lebih tua. Keluar dari mobil gue!!"


Astaga. Sepertinya Dyon Ry benar-benar gemar adu mulut dengan seorang wanita.


"SMA! Gue udah KULIAH!! Jangan sok tahu deh jadi orang!"


"Wih, makin ngelunjak nih bocah!!" Umpat Dyon Dy." Terserah lo! Intinya lo keluar dari mobil gue."


"Anterin gue!"


"Emangnya gue supir lo?"


"Apartemen Nevander."


Dyon Ry terdiam itu nama apartemen Yoshi Too dan Ky Minho.


"Nggak!! Gue nggak ada waktu buat ngurusin bocah kaya lo. Keluar!"


"Anterin gue!"


"Keluar!"


"Atau gue teriak disini, lo mau cabulin anak gadis orang!!" Ancam gadis itu membuat Dyon Ry menggeram.


"Gila! Jangan macem-macem lo ya!!"


"Masuk! Anter gue kesana!!"


"Nggak!"


Gadis itu mulai membuka kancing kemeja bagian atasnya membuat Dyon Ry memekik histeris, ia buru-buru masuk ke dalam mobilnya. Bisa tamat hidupnya jika gadis itu benar teriak dan mengumumkan berita palsu bahwa Dyon Ry mencabulinya.


Andai saja ini ada film, Dyon Ry Yakin saat ini badannya mengeluarkan aura kehitaman dangan asap di atas kepalanya. Emosinya benar-benar diujung tanduk.


Dyon Ry pun mulai menutup pintu mobil dan mulai menjalankannya keluar dari bassemant. Ia melirik singkat gadis disampingnya ini, wajahnya memang diatas rata-rata tapi sikapnya benar-benar merah.


"Panggil gue Ros!" Ucapa Rosella.


SREETTTTTTT


Dyon Ry mengerem mendadak, membuat mobil dibelakangnya seketika ramai membunyikan klakson serta mengumpatinya. Ros yang duduk di sebelahnya pun mengeluarkan ucapan sakralnya.


"LO SAUDARANYA DEDEMIT?!!" Kaget Dyon Ry, wajahnya maju beberapa senti ke arah Ros.


Ucapan Hyuk He, terngiang-ngiang di kepala yang memanggil Rosita dengan sebutan 'Rosy'.


Ros mendorong wajah Dyon Ry menjauh dengan telunjuknya, ia bergidik jijik menatap wajah Dyon Ry." Dedemit siapa? Lo temenan sama jin?!"


"Itu Rosita."


"Hah?!" Alis Ros menyatu ia sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan Dyon Ry.


"Otak lo dimana sih?" Kesal Dyon Ry.


"Lo aja ngomong yang aneh!!" Balas Ros tak kalah kesal.


"Lo beneran nggak kenal Rosita?!"


"Dia siapa? Mantan lo?" Cibir Ros.


"HOEEKK" Dyon Ry berlagak ingin muntah mendengar ucapan Ros." Najis, amit-amit."


"Lebay banget lo."


"Aku bukan siapa-siapa, aku tahu aku nggak pernah dianggap oleh siapapun......" Sindir Dyon Ry dengan nada mengejek." Lebih lebay siapa?"


"Itu strategi tai!!! Biar lo anterin gue pulang."


"Aku tahu, semua tidak ada yang menganggapku, aku sendiri di dunia ini..."


"Reseh." Umpat Ros.


Dyon Ry tertawa melihat wajah Ros yang terlihat marah, menahan marah. Akhirnya, ia menang melawan gadis ini.


Merekapun sampai di depan Apartemen Nevander, Dyon Ry segera memarkirkan mobilnya dan mereka pun turun dari dalam mobil.


"Thanks." Ucap Ros sembari masuk, Dyon Ry yang memang berniat menuju kesini pun mau tak mau ikut masuk.


Rosella menggeram." Lo ngapain ngikutin gue?!"


Dyon Ry bersenandung kecil kembali ia masuk kedalam lift yang ada disana, persis seperti Rosella.


"Lo nggak usah nganter gue sampai kekamar gue segala!!" Sahut Rosella lagi.


Pintu lift terbuka, dan Dyon Ry baru menyadari kamar Apartemen Ros satu lantai dengan apartemen adiknya.


"Lo om-om mesum ya?! Penguntit?! Gue laporin ke polisi lo!" Bentak Ros, ia mempercepat langkahnya memuju kamar apartemennya.


Dyon Ry tetap tidak menyahut, ia dengan santainya berjalan dengan tangan berada di saku celana.


"Gue panggilin satp..."


Bibir Ros seketika terbungkam melihat Dyon Ry yang berhenti tepat di depan kamar yang bersebelahan dengan kamarnya. Mukanya mendadak merah menahan malu.


Pintu Apartemen Ky Minho terbuka, Dyon Ry menolehkan kepalanya ke arah Ros yang membeku di tempatnya, ia memberikan senyum paling manis kepada gadis itu.


"Om-om mesum ya?"


"Satpamnya kok nggak jadi dipanggil?"


"Neng mau panggil polisi?"


Rosella mengepalkan tangannya, ia buru-buru menekan password apartemennya, mengucapkan sumpah serapah kepada Dyon Ry dan masuk kedalam sana.


"ADUH!! KAKAK TAKUT POLISI NENG!!" Teriak Dyon Ry keras.


Dyon Ry tertawa puas, ia masuk kedalam dan menutup pintu kembali.


☆☆☆☆

__ADS_1


Ky Minho tersenyum kecil melihat Yoshi Too yang keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe. Handuk kecil pun melingkar dirambut basahnya


Ky Minho segera menyodorkan dasi warna merah maroon dan meminta Yoshi Too memakaikannya, Yoshi Too mengerjap bingung, ia sama sekali tidak tahu cara mengenakkan dasi.


Seperti tahu kebingungan istrinya, Ky Minho meraih tangan Yoshi Too membuat wanita itu sedikit kaget. Ky Minho pun segera mengajari Yoshi cara memakai dasi yang benar.


Jantung Yoshi Too berdegup keras, ia seperti merasa jantungnya pindah ke kanan saja. Entah kenapa akhir-akhir ini, ia sering merasa seperti ini.


"Udah bisa kan?" Tanya Ky Minho masih dengan senyum di wajahnya. Yoshi Too mengangguk malu.


Yoshi Too sedikit merasa salah tingkah, buru-buru ia menuju meja riasnyap mengalihkan dirinya sejenak dari Ky Minho, namun baru saja ia akan mengambil hair dryer yang ada disana, Ky Minho keburu mengambilnya.


"Aku bantu" Ky Minho mulai menekan tombol on dan mulai mengeringkan rambut Yoshi.


Yoshi Too tersenyum kecil melihat perhatian Minho yang menurutnya begitu besar. Ia diam saja, melihat Ky Minho yang sibuk mengeringkan rambut panjangnya, serta menyisirnya.


"Sudah Minho." Ucap Yoshi Too pelan, Ky Minho pun mematikan hair dryer tersebut dan meletakkannya ke tempat semula.


Yoshi Too berdiri dan membalikan badannya, mereka berhadapan." Minho, keluar."


"Eh."


"Aku mau pakai baju." Lirih Yoshi Too malu.


"Ya, sudah pakai aja."


"Ih, Minho.


"Kenapa? Mau aku bantu memakainya?"


Yoshi Too berdecih, kemudian menunduk,


"Malu"


Ky Minho terkekeh melihat wajah Yoshi Too yang sudah seperti kepiting rebus, ia menoel pelan pipi wanita itu." Nggak usah malu, aku kan suami kamu."


"Ya.. Tapi kan..."


"Tapi apa?" Goda Ky Minho lagi.


"Itu..."


"Ah, keluar aja apa susahnya sih?" Cemberut Yoshi.


"Ah, ganti sekarang apa susahnya sih?" Balas Ky Minho.


Wajah Yoshi Too yang begitu manyun membuat Ky Minho terkekeh, ia mengacak rambut Yoshi gemas dan kembali merapihkannya. "Ya udah, aku kebawah dulu ya bikin susu buat si kembar.


Yoshi Too menganguk, saat Ky Minho sudah menghilang dibalik pintu, ia langsung terduduk lemas dikursi sebelumnya. Jantung Yoshi masih berdebar keras, namun entah mengapa Yoshi menyukainya.


☆☆☆☆


Ky Minho menaiki tangga dengan dua buah dot bayi di kedua tangannya. Sudah lebih dari 30 menit ia membiarkan Yoshi menyiapkan dirinya untuk pesta pertunangannya Hee Ryu.


Dyon Ry meminta Hee Ryu untuk melaksanakan pesta pertunangan secara terbuka, bukan tertutup sesuai keinginan kakaknya itu. Hee Ryu pun akhirnya menyetujui, ia mengundang sahabat-sahabatnya serta beberapa rekan bisnisnya.


Ky Minho membuka pintu kamarnya, detik berikutnya, hampir saja dot yang dibawanya terlepas. Mata Ky Minho tidak berkedip memandangi Yoshi Too yang nampak sangat cantik pagi ini.


Yoshi Too menggunakan dress warna merah maroon dengan bunga berwarna putih di bawahnya. Sepatu hak berwarna putih, yang senada dengan tas yang melingkar dibahunya. Rambut Yoshi Too dibiarkan tergerai begitu saja dan polesan make up tipis semakin menyempurnakan penampilan Yoshi Too saat ini. Penampilan Yoshi Too serasi dengan Ky Minho yang saat ini mengenakan kemeja putih, dibalut jas berwarna merah maroon.


Ky Minho meletakkan dot bayi yang ada di tangannya ke atas meja dan berjalan menuju Yoshi Too. Ky Minho dapat melihat Yoshi Too begitu gugup.


"Sudah siap?" Tanya Ky Minho lembut. Yoshi Too mengangguk.


"Cantik." Puji Ky Minho.


BLUUSING. Pipi Yoshi Too memerah seketika. Ia menunduk malu, jarinya tertaut satu sama lain.


"Nggak berantakan." Tanya Yoshi ragu.


Ky Minho menggeleng." Sangat cantik." Ky Minho menatap lekat istrinya." Ternyata bidadari itu memang nyata ya?"


Ky Minho tersenyum, ia mengelus lembut rambut panjang Yoshi Too. Ky Minho meraih wajah Yoshi Too,mengangkatnya. "Hei, lihat aku."


Yoshi Too begitu malu, jujur saja ini pertama kalinya ia berdandan seperti ini. Selama pergi kemanapun, Yoshi Too sama sekali tidak mengenakan make up, kecuali saat perpisahan sekolah dan pernikahannya bersama Ky Minho itu pun bukan dia sendiri yang merias wajahnya. Ia hanya menggunakan sabun muka dan bedak bayi saja. Walau bagaimanapun Yoshi Too tetap terlihat cantik, imut dan menggemaskan. Dan Ky Minho tahu itu.


"Yoshi..." panggil Ky Minho.


Seketika itu pula, pandangan Yoshi Too juga terkunci oleh iris coklat Ky Minho. Yoshi Too berusaha mengalihkan pandangannya, namun tetap saja tidak bisa.


"I am with you." Lirih Ky Minho. Ia meraih tanggan Yoshi Too dan menggenggamnya. "Jangan gugup."


"Aku malu, Minho.."


"Kamu terlihat cantik, sangat cantik."


"Iyakah?"


Ky Minho mengangguk." Akupun rasanya ingin menikahimu kembali."


"Gombal." Cibir Yoshi Too.


Minho terkekeh. "Belajar Make up nya dimana?"


"Youtube."


"Belajar masak nggak mau?"


Yoshi Too memanyunkan bibirnya." Susah Minho!"


"Nanti aku ajarin."


"Benarkah?"


Ky Minho tersenyum menggoda." Belajar main disana juga boleh." Goda Ky Minho melirik kasur disebelahnya.


Yoshi Too refleks memukul dada Ky Minho, namun sama sekali tidak tersa."Tuh kan mulai mesum lagi."


Ky Minho terkekeh." Mesum sama istri kali, bukan sama wanita lain."


BLAM.


Hening. Ky Minho dan Yoshi Too sama-sama teringat tentang Rosita. Perasaan bersalah seketika muncul dihati Ky Minho.


"Yoshi... maaf... aku..."


Yoshi meletakkan jari telunjuknya dibibir Ky Minho, menbuat ucapan pria itu terhenti. Yoshi Too menggeleng, mengisyaratkan kepada Ky Minho untuk tidak melanjutkan ucapannya.


Yoshi tersenyum, ia berjinjit sedikit dan menggesekkan hidungnya dengan hidung Ky Minho." Nggak usah dibahas."


"Yaudah, berangkat yuk?"


Ky Minho pun mengangguk pasrah, ia pun mengiyakan ucapan istrinya itu.


☆☆☆☆


ASTAGA!! ADIK GUE UDAH BISA DANDAN SENDIRI" heboh Dyon Ry, membuat ia menjadi pusat Perhatian.


"KAKAK TERHARU DEDEK!!"


Dyon Ry memeluk Yoshi Too dan seperti biasa, ia menggoyang-goyangkan adiknya itu kekiri dan kekanan.


"Kakak, dilihatin banyak orang tahu." Yoshi Too merasa risih." Lepasin."


Dyon Ry melepaskan pelukannya, dengan bibir maju lima senti." Nggak suka dipeluk kakak nih?"


"Suka kok kak, tapi nggak kayak gini juga kali." Ucap Yoshi Too menarik pipi Dyon Ry pelan.


Dyon Ry manyun, ia ikut menarik pipi adiknya kemudian mengalihkan pandangannya ke arah si kembar.

__ADS_1


"Aduh, ucul-ucul sekali keponakkanku. Mirip om-nya." Dyon Ry menoel-noel pipi Reyzan dan Reyzo yang berada didalam kereta dorong.


"OM-OM MESUM!!"


Dyon Ry mendongakkan kepalanya, ia kaget melihat Rosita tiba-tiba sudah berada didepan mereka. Bahkan Ky Minho dan Yoshi Too tidak menyadari keberadaan wanita itu.


"Lo ngapain disini." Bentak Dyon Ry garang.


Rosita memutar bola matanya malas.


"Menurut lo?"


'Lo om-om mesum ya?!'


Ucap Rosella terngiang-ngiang dikepala Dyon Ry, pria itu seketika mendekati Rosita dan menunjuk-nunjuknya.


"Lo ngapain?!" Rosita mundur selangkah tatapan Dyon Ry begitu horror.


"Jujur, ada hubungan apa lo sama Ros?!" Tuding Dyon Ry.


Alis Rosita tertarik keatas."Ros?


"Nggak usah pura-pura nggak tahu?!!"


"Ros siapa sih? Mantan lo?"


'Dia siapa? Mantan lo?'


Astaga, ucapan Rosita semakin membuat Dyon Ry curiga.


"Mantan? Najis banget gue pacaran sama cewek blagu plus rese gitu." Ketus Dyon Ry.


"Lah, cocok kali sama lo raja blagu plus rese di dunia!!!"


"KAK DYON!! MINHO!!! BANTUIN PINDAHIN MEJANYA!!"


Dyon Ry menghembuskan napas kasarnya, selalu begini ada saja orang yang menghentikannya membalas ucapan Rosita. Ah, Dyon Ry benar-benar kesal.


"Awas lo!" Dyon Ry menunjuk-nunjuk kembali Rosita sembari menjauh.


"ZY EN, YOSHI!! MAKANANNYA DITATA DULU!!" Hyuk He kembali berteriak. Ia terlihat sedang sibuk berbicara dengan pria berbaju hitam di pintu masuk.


"WAIT BABY!!"


Yoshi Too mengedarkan pandanagnnya ke seluruh arah, berusaha mencari sumber ke suara Zy En. Yoshi tersenyum kecil melihat sahabatnya itu memberikan makan kelinci peliharaanya.


"ROSITA!! SAMPAH YANG ADA DI BAWAH POHON, BUANG KE TONG SAMPAH!!" Pekik Hyuk He lagi, membuat wajah Rosita garang seketika.


MAMPUS.


"HAHAHAHAHA." Dyon Ry puas, ia tertawa terbahak-bahak diujung sana. Membuat Yoshi dan yang lainnya tertawa


☆☆☆


Tamu-tamu mulai berdatangan. Memang pertunangan Hee Ryu diadakan di belakang rumahnya yang sangat luas. Yoshi Too dan yang lainnya tampak sibuk mengurus semuanya.


Hee Ryu sengaja mengurangi jumlah staff yang membantu, jelas itu membuat yang lainnya kesal. Jika ditanya kenapa, Hee Ryu pasti menjawab." Bukankah itu guna kalian berada disini?" Untung saja Hyuk He sangat pintar mengatur semua agar tidak berantakan.


Hee Ryu tampak sangat tampan menggunakkan kemeja putih dan jas berwarna hitam. Ia saat ini sangat sibuk menyalami para tamu undangan. Beruntung saja ia sudah mengantisipasi agar wartawan tidak hadir disana.


Hee Ryu tersenyum melihat Dyon Ry, Ky Minho dan Yoshi Too yang tampak sibuk diujung sana, sedangkan di ujung lainnya Rosita sedang ribut dengan Zy En.


Ponsel Hee Ryu berdering, menandakan ada sebuah pesan yang masuk. Tanpa membukanya, Hee Ryu sudah tahu apa dan siapa pengirim SMS itu. Ia segera pergi menjemput calon tunangannya.


Pintu menuju halaman belakang terbuka lebar menampilkan dua pasangan dengan pakaian yang begitu serasi dan mesra. Suasana yang riuh seketika mereda, hanya terdengar bisikan-bisikan, orang-orang yang berada disana.


Yoshi Too dan lainnya, yang sudah dikursi panjang seketika berdiri. Mulut mereka tenganga lebar, terlebih lagi Zy En, ia *** lengan Hyuk He, membuat pacarnya itu pasrah begitu saja.


"What?! Demi Tai kuda yang mirip muka Rosita!!" Pekik Zy En tertahan.


"Loh... Ri Ah...itu...?" Seketika Yoshi Too juga menyadari, Ri Ah sedari tadi tidak ada bersama mereka.


Hee Ryu tersenyum lebar menggandeng lengan Ri Ah di sebelahnya. Ri Ah begitu cantik dengan balutan dress hitam putih yang menjuntai ke mata kakinya.


Ky Minho tersenyum, ia sudah menduga kalau Ri Ah yang akan menjadi pasangan Hee Ryu saat mengetahui wanita itu tidak ada bersama mereka. Ky Minho menjulurkan tangannya menutup mulut Dyon Ry yang tak kunjung tertutup, masih setia mengundang lalat untuk masuk kedalam mulutnya yang terbuka lebar.


"Mereka cocok banget ya?"


Semua menoleh seketika kearah sumber suara. Wanita berambut kuning, yang terlihat sangat manis dengan jumpsuit yang senada dengan rambutnya.


Mata Dyon Ry membelalak, mulutnya yang sudah tertutup kembali terbuka bahkan lebih lebar lagi. Dan wanita yang berada disamping Yoshi Too, tak kalah terkejutnya melihat kehadiran Dyon Ry.


"Lo ngapain disini?" Pekik mereka bersamaan.


"Kakak kenal?" Tanya Yoshi Too bolak Balik memandang mereka bergantian.


"Lo mau balas dendam?!" Dyon melotot tajam.


"Balas dendam? Nggak level?" Balas Rosella tak mau kalah.


"Ini maksud lo cewek belagu itu?" Rosita ikut menyaut." Haha cocok sama lo! Kalian sama-sama belagu!"


Rosella menoleh." Apa lo bilang?!"


"Nggak denger? Belagu, budeg lagi! Mirip tuh seperti Dyon!


"Wah, gue diemin lo makain ngelunjak!" Dyon Ry maju dan berhadapan dengan Rosita.


"Terserah gue lah, bibir gue!!"


"Lo ngapain disini?!!" Dyon Ry menatap Rosella.


Rosella menyilangkan tangannya di dada. "Seharusnya gue yang tanya!! Ini pertunangan sepupu gue."


"Ini pertunangan kakak gue!" Telak Dyon Ry, ia menatap Rosita." Lo juga belum jawab pertanyaan gue tadi!"


"Suka-suka gue lah." Cibir Rosita


"Lo kesini mau numpang makan kan?!" Rosella tertawa keras." Pengemis!!"


"Hah?! Jaga tuh mulut lo cabe kurang belaian!!! Itu rambut lo warnai pakai tai ya?"


"Ini namanya trendi, bodo! Tante -tante kayak lo tahu!!" Ucap Rosella mengkibaskan rambutnya." Cocok tuh sama Om-om mesum, bodo! Pintu mobil aja nggak di kunci."


Standar kesabaran Dyon Ry hampir melebihi batasanya." Lupa itu manusiawi!! Lo ya nggak ada sopan santunnya masuk mobil orang sembarangan!


"Lebih nggak sopanan tuh tante kali!!" Bales Rosella menunjuk Rosita." Pakaian aja kurang bahan segala."


"HEH!! LO AJA YANG NGGAK TAHU NAMANYA FASHION!!"


"GUE INI CALON DISEINER YANG TERKENAL TAHU!!


"Minho, itu pisahin mereka. Malu tahu, semua ngelihatin kita." Bisik Yoshi Too, baru saja ia mengalihkan pandangannya. Matanya membulat sempurna melihat adegan di hadapannya.


Rosita, Rosella, Dyon Ry saling menjambak. Beruntung saja bagi Dyon Ry karena memiliki rambut paling sedikit, namun kemejanya jadi sasaran.


"LEPASIN!! GUE CAPEK-CAPEK KESALON SELAMA 4 JAM DAN LO MALAH NGERUSAKIN?!"


Mereka berasil mengacaukan pesta pertunangan Hee Ryu. Mereka menjadi pusat perhatian seluruh orang yang ada dihalaman.


"MUKA MIRIP MIMI PERI DIKATAIN DEWI?!! OTAK LO DIMANA??!!"


Tangisan Reyzan dan Reyzo menambah kekacauan suasana.


"HAHA!! GEBETAN LO ADA SATU?! IYA, SATU DI LINE, SATU DI FACEBOOK, SATU DI WHATSAPP, SATU DISANA SINI. DASAR PLAYER!!"


"DARI PADA LO? TANTE HAUS BELAIAN!!! SUAMI ORANG DI INCAR PULA!!!"


Keributan terus berlanjut sampai akhirnya, lima orang satpam datang menggiring mereka bertiga.

__ADS_1


__ADS_2