
"Yoshi.. Yoshiii."
Ky Minho Afleey menoel pipi Yoshi Too Afleey gemas. Wanita itu sedari tadi terus mengabaikannya membuat Ky Minho Afleey gemas sendiri.
"Ayolah, bicara satu kalimat saja."
"Satu kalimat?" balas Yoshi Too Afleey singkat.
"Kalau nggak ngomong cium nih." Ancam Ky Minho Afleey.
Yoshi Too Afleey menghela napas kasar, Ia menutup komiknya dan menghadap Ky Minho Afleey. "Nih,cium." tantang Yoshi Too Afleey memanyunkan bibirnya.
Cup.
Mata Yoshi Too Afleey membulat, Ia tak menyangka kalu Ky Minho Afleey benar-benar menciumnya walau hanya sekilas. Ky Munho Afleey telah mencuri ciuman pertamanya.
"Mau lagi nggak?" Goda Ky Minho Afleey.
Yoshi Too Afleey memutar bola matanya malas. Kemudian membuka lagi komiknya dan melanjutkan membacanya yang sempat terputus tadi.
Ky Minho Afleey menyebikkan bibirnya kesal. Iya menatap Yoshi Too Afleey tersenyum sendiri. Terhanyut dalam bacaannya.
"Fiiuuuuiihh." Ky Minho Afleey meniup dengan lembut tengkuk Yoshi Too Afleey.
Bulu kuduk Yoshi Too Afleey berdiri saat dirasakan Ky Minho Afleey meniup lehernya. Yoshi Too Afleey menoleh dan menatap tajam Ky Minho Afleey.
PLEEETAAAK
Yoshi Too Afleey memukul keras menggunakan komik ditangannya.
"Nggak usah ganggu!"
Ky Minho Afleey cemberut." Aku sih, Dikacangin mulu."
"Mending main sana sama Reyzan Afleey dan Reyzo Afleey."
__ADS_1
"Mereka pada tidur. mending maen sama kamu aja gimana?" ucap Ky Minho Afleey jahil.
Seling beberapa detik Yoshi Too Afleey melirik Ky Minho Afleey yang masih cemberut. Dalam hati Yoshi Too Afleey terkekeh melihat ekspresi Ky Minho Afleey seperti itu.
"Minho!"
"Apa?" Balas Ky Minho Afleey jutek.
"Jadi nggak nih?" Ucap Yoshi Too Afleey dengan nada menggoda. Ia meletakan komiknya diatas nakas dan menatap lekat pria disampinya.
"Apa?" balas Ky Minho Afleey jutek.
"Mainnya."
"Main aja sana?" namun sedetik kemudian ucapan Yoshi Too Afleey teringat kembali, "Main? beneran nih?"
Yoshi Too Afleey mengangguk.
"Disini?" Ky Minho Afleey menunjuk ke kasur. "Kalau Reyzan dan Reyzo bangun mendengar suara kita gimana?"
"Ya udah jangan ribut."
BLAAAMMM
Musnah sudah harapan Ky Minho Afleey. Ky Minho Afleey mengira, Yoshi Too Afleey akan mengajaknya main di atas kasur, persis seperti pikiran mesumnya. Namun saat ini apa? muka Ky Minho Afleey cemberut melihat Yoshi Too Afleey yang sibuk menata uang.
"Masih ingat kan yang merah itu hotel kalau yang hijau rumah. Ini dana umum dan ini kartu kesempatan.
Muka Ky Minho Afleey makin cemberut semakin kesal melihat Yoshi Too Afleey bermain monopoli saat ini. Begitu Tragiskah kisah malam pertama Ky Minho Afleey.
"Yoshi."
"Hmm.." Ky Minho Afleey mendengus melihat Yoshi Too Afleey tidak mendongak sama sekali.
"Ja..."
__ADS_1
"Iya, kamu aja yang lempar dadu duluan. Nah ini uangnya." ucap Yoshi Too Afleey seraya memberikan uang mainan ditangannya kepada Ky Minho Afleey.
Ky Minho Afleey kesal bukan main. Bagaimaan ia bisa membuatkan adik untuk Reyzan dan Rezo. Ky Minho Afleey pun melempar dadu disampingnya setelah melihat Yoshi Too Afleey berbinar dimatanya.
"Yaah. Angka Satu."
"Bagus dong!" Seru Yoshi Too Afleey. "Beli aja Soul."
"Enggak mau lah, Soul paling murah."
Yoshi Too Afleey pun mendengus. Kemudian ia melempar dadunya. Hampir satu jam ia bermain. itu pun Ky Minho Afleey yang memaksa Yoshi Too Afleey untuk lanjut bermain. Yoshi Too Afleey melihat jam yang berada di atas nakas. hampir jam 11. Setelah mebantu Yoshi Too Afleey membereskan monopolinya. Ky Minho Afleey merebahkan tubuhnya ke kasur dan disusul Yoshi Too Afleey.
"Minho."
Ky Minho Afleey menoleh."Hemmm?"
"Aku mau nanya boleh apa nggak?"
"Itu nanya?"ucap Ky Minho Afleey terkekeh. "Nanya apa?"
"Kamu merokok?"
Dahi Ky Minho Afleey mengkerut."Hah?"
"Aku pernah melihat saat rooftop SMA. juga saat dikantin kampus."
Ky Minho Afleey terkekeh geli sambil menyentil hidungnya." Itu permen kamu mau?"
"Hah." Yoshi Too Afleey terkejut.
"Emang tampang aku mirip perokok ya?"
Yoshi Too Afleey menggeleng." Tampang muka pendosa."
"Ih.. nggak pernah sikat gigi ya?" ucap Ky Minho Afleey seraya menutup hidungnya.
__ADS_1
"Lah,emang bau?" Yoshi Too Afleey pun meniup telapak tangannya." hah.. haa."
Ky Minho Afleey menggoda jahil." belum juga apa-apa udah mendesah."