
Ky Minho Afleey tidak mengerti kenapa ia bisa mengatakan bahwa ia mencintai Yoshi Too Afleey dengan sangat enteng. Jujur saja, Ky Minho Afleey sendiri bingung dengan perasaannya sendiri. Entah kenapa jantung Ky Minho Afleey berdegup sangat kencang jika bersama istrinya itu, rasanya sangat menyenangkan. Ky Minho Afleey ingin melindungi Yoshi Too Afleey, Ky Minho Afleey ingin terus bersamanya. Apakah itu yang dinamakan cinta? atau hanya Obsesi semata?Ky Minho Afleey tidak tahu.
Ky Minho Afleey menatap Renny yang berapi-api. Ky Minho Afleey tipe pria yang sangat peka. Jadi sejak lama sudah mengetahui perasaan wanita dihadapannya saat ini.
"Oh ya? Baguslah."
Ky Minho Afleey menatap datar melihat Renny yang tertawa.
"Kalau begitu.."
"Sampai bertemu diatas sana honey!"
DOORRR..
Ky Minho Afleey terkesiap melihat Renny terkapar di atas lantai. Ia menatap sekilas anak buahnya yang baru saja menembakkan peluru pistol tepat di jantung Renny.
"Ren!"
"Renny!!"
Ky Minho Afleey menatap panik wanita dihadapannya, senyuman wanita itu membuat tubuh Ky Minho Afleey merinding. Jujur saja Ky Minho Afleey menyayangi Renny seperti adiknya sendiri.
"Renny!"
"Makasih." Renny tersenyum disela-sela dirinya yang hampir kehilangan kesadarannya.
Ky Minho Afleey seperti DeJaVu.. ia langsung teringat Kendi yang berada di belakangnya.
"Makasih sudah memanggilku Renny bukan R4"
Renny memegang lembut pipi Ky Minho Afleey ia terisak melihat Ky Minho Afleey khawatir terhadapnya.
Perlahan mata Renny pun terpejam. Ky Minho Afleey terkejut ia terus menggoyang- goyangkan tubuh Renny yang mulai mendingin. Renny tetap tidak terbangun walaupun Ky Minho Afleey berteriak memanggilnya ia terus terpejam.
Dengan berat hati, Ky Minho Afleey meletakan kepalanya diatas lantai persis seperti Kendi beberapa waktu yang lalu.
__ADS_1
☆☆☆
Yoshi Too Afleey berjalan pelan menyusuri lorong yang sangat lebar untuk badannya saat ini. Ia menatap dirinya dipantulan kaca yang memang menjadi dinding lorong tersebut. Yoshi Too Afleey nampak kacau dan mirip seperti gelandangan.
Sembari memegang erat pistol yang berada di sakunya.Yoshi Too Afleey mengedarkan kesegala arah. Ia begitu was-was dan cukup yakin disana terdapat kamera CCTV.
"A2!A2! Kamu diama? Over."
Badan Yoshi Too Afleey menegang itu suara Ky minho Afleey. Sedari tadi, ia melupakan suaminya. Dan terus memikirkan keberadaan Reyzan Afleey.
Yoshi Too Afleey takut kalau Ky Minho Afleey akan menyuruhnya kembali jika iya menjawab panggilan Ky Minho Afleey tadi. Yoshi Too Afleey sudah dengar targetnya.
"A2!!"
Tanpa menunggu waktu lagi. Yoshi Too Afleey segera melepaskan earphone yang berada di telinganya. Sehingga ia tidak bisa mendengarkan ucapan atau panggilan Ky Minho Afleey.
Yoshi Too Afleey berkesiap melihat tiga pintu dihadapannya saat ini yang pertama Merah, Hijau dan kelabu. Yoshi Too Afleey mendekati pintu berwarna Hijau karena ia menyulai warna tersebut.
Cklik. Pintu terbuka dengan sangat mudah. Yoshi Too Afleey pun kembali berjalan dan memasuki pintu tersebut.
Yoshi Too Afleey sangat kaget mendengar suara seperti alarm yang sangat besar seluruh ruangan pun menjadi warna Hijau terang.
BRAAAKK
Pintu mulai tertutup sendirinya. Jantung Yoshi Too Afleey berdegup sangat kencang. Entah dari mana datangnya ruangan mulai di banjiri air yang semakin lama semakin meninggi dengan sangat cepat. Yoshi Too Afleey panik ia berlari tak tentu arah.Mata Yoshi Too Afleey berbinar melihat ada dua belokan. Tanpa pikir panjang Yoshi Too Afleey segera berbelok ke kiri.
"Waaah!"
Dihadapannya ada robot beruang berwajah seram yang sangat besar. Yoshi Too Afleey segera membalikan badanya dan berjalan lurus kearah belokan kanan. Air semakin meninggi sekarang berada sepinggang Yoshi Too Afleey.
Yoshi Too Afleey sangat panik buka main ia terus melangkah tampa melihat kebelakang. Air kini seleher Yoshi Too Afleey langkah wanita itu pun sekarang melambat tenaganya semakin terkuras.
Dengan napas terengah-engah.Yoshi Too Afleey dapat menyimpulkan antara pintu merah, hijau dan kelabu saling berhubungan berharap ia menemuka jalan keluar.
BRAAKk
__ADS_1
saat pintu merah Yoshi Too Afleey lewati ia kembali diseperti semula. Yoshi Too Afleey tersenyum singkat saat mengetahui ia berada di tiga pintu pertama kali.
Hanya satu pintu yang belun dilalui Yoshi Too Afleey. Pintu berwarna kelabu. Yoshi Too Afleey merogoh sakunya ia menatap miris mengambil roti nya. Lepek,basah dan sudah tidak sedap dipandang. Ah itu roti yang sebelumnya diberikan oleh Ky Minho Afleey.
Dengan terpaksa,Yoshi Too Afleey pun memakan roti tersebut. Sedari tadi perutnya sudah lapar. Setelah 10 menit duduk dan tenaganya mulai kembali. Yoshi Too Afleey pun perlahan mulai berdiri.
"Yoshi!!"
Yoshi Too Afleey kaget badannya mulai linglung dan segera ditahan oleh dua tangan kekar dibelakangnya.
"Kamu nggak kenapa-napa?!" Ky Minho Afleey panik melihat istrinya yang begitu pucat.
"Minho." Air mata Yoshi Too Afleey menetes. Ia balas membelai lembut pipi Ky Minho Afleey. Yoshi Too Afleey khawatir melihat sebelah pipi lembam dan luka berdarah di dahinya.
Aaww..
Mata Yoshi Too Afleey melebar ia tak sengaja menyenggol lengan Ky Minho Afleey membuat ia meringis. Yoshi Too Afleey menyadari lengan Ky Minho Afleey mengeluarkan banyak darah.
"Minho? Kamu tertembak?" Tanya Yoshi Too Afleey panik.
Ky Minho Afleey menggelengkan kepalanya. "Peluru baja bukan peluru sungguhan Yoshi."
Yoshi Too Afleey ikut menggeleng. Ia segera melepaskan tangannya dipipi Ky Minho Afleey dan menyobek ujung kemejanya.
"Yoshi."
"Minho!! Cela Yoshi Too Afleey tegas. "Nanti infeksi." lanjut Yoshi Too Afleey merendahkan suaranya. Ky Minho Afleey hanya menghela napasnya saat melihat Yoshi Too Afleey yang tengah mengikat luka di lengan dengan kain yang baru saja wanita itu robek.
"Biar darahnya nggak ngalir."
Ky Minho Afleey tersenyum kecil melihat Yoshi Too Afleey yang tampak khusuk. Ia berdecik. "Gue rela deh luka setiap saat kalau kek gini."
Setelah selesai ia segera mendudukan suaminya. Yoshi Too Afleey membiarkan Ky Minho Afleey sejenak beristirahat.
Dalam hati, Yoshi Too Afleey merasa yakin. Ky Minho Afleey juga menyadari ada yang aneh. Sedari tadi tidak ada musuh yang menghampiri mereka. Ini pasti bagian rencana dari Mr. Naga.
__ADS_1