
Mata Dyon Ry yang sedikit sipit kini membulat, mulutnya pun terbuka lebar, Bahkan kalau ada tikus pun bisa langsung masuk mulutnya. Disebelahnya ada Hee Ryu yang kaget. Namun ekspresinya tidak selebay Dyon Ry.
"Yoshi... ini siapa?!!!" Panik Dyon Ry, Ia menatap ngeri yang saat itu memberikan botol susu ke dalam mulut bayi yang saat itu berada di gendongannya. Kemudian mata Dyon Ry pindah kepada pria yang tak lain adalah Ky Minho Afleey yang berdiri sembari menggendong bayi juga.
"Yoshi, itu anak siapa?" kini giliran Hee Ryu yang bersuara.
"Anak Yoshi." Jawab Yoshi Too dengan singkat.
"HAH???" Dyon Ry syok." Kamu buatnya semalem terus jadinya berapa jam??"
"Yoshi, Kakak serius!!!" Tegas Hee Ryu.
"Iya, ini anak Yoshi sama Minho." ucap Yoshi Too sembari menatap Ky Minho Afleey.
"Kamu..."
"Ceritanya panjang, kak." sela Yoshi Too." ini Ky Minho Afleey teman kuliah Yoshi, teman SMA Yoshi juga."
Setelah itu Yoshi Too menceritakan kejadian tenteng ibu dari bayi-bayi itu. Dyon Ry hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Kayak cerita-cerita sinetron ya."
"Nah.. jadi." Yoshi Too terdiam, "Selama kita kekampus, kakak berdua yang jagain Reyzan dan Rayzo."
"Maksudnya kita berdua jadi baby sister gitu?!"
__ADS_1
"Iya." Yoshi Too mendesah," Ibunya bayi ini sudah berpesan nggak boleh dititipkan ke baby sister atau pun panti asuhan."
Hee Ryu menggaruk tengkuknya dan ia kemudian berucap.
"Kan kakak sama kak Dyon Ry kerja juga."
Yoshi Too berdecak. "Apa gunanya jadi boss sih?! kakak tinggal kasih bawahan kakak saja."
"Cuma sampai tamat kuliah, ini juga udah semester akhir."
"Ya, Tapi kan.."
"Ooh jadi kakak lebih pilih kerja dari pada bantuin Yoshi? Apa kemaren nggak cukup lebih milih cewek itu dari pada jemput Yoshi?"
"Itung-itung percobaan sebelum aku punya anak kan? nggak apa-apa lah. Hee Ryu kan cowok tegar."
☆☆☆☆
"Reyzan!!!!"
"Kalau kamu nggak mau minum susu ini, aku yang minum!"
Dyon Ry menatap kesal karena Reyzan menangis padahal sedari tadi ia memberikan dot susu kepadanya. Namun Tangisannya semakin kencang.
"Oke, Fix ya aku yang minum." Dyon segera meminum dot tersebut tepat dihadapan Reyzan.
__ADS_1
"DYON!!"
UHUK...UHUK..UHUUUH
OOEEEEKKKK
Dyon Ry menepuk dadanya dengan cepat, setelah ia menatap Hee Ryu dengan kesal. Hee Ryu yang saat ini berdiri berkacak pinggang didepannya.
"Kakak gila! kalau Dyon mati sambil minum dot gimana?!" Kan nggak Elite!"
Hee Ryu menatap sebal Dyon Ry. Ia melirik Reyzan yang sedang menangis kencang sekali. Hee Ryu pun menggendong bayi tersebut dan menyumpal mulut bayi itu dengan dot yang dibawanya. Hee Ryu berdecak sebal melihat wajah Dyon yang terlihat tolol dengan dot dibibirnya itu.
"Wah, Reyzan berhenti menangis." Ucap Dyon Ry senang.
Hee Ryu memutar bola matanya malas dan berjalan menuju kamarnya.
"Kakak mau kemana?!!"
"Nyari HIU, puas kamu?!!"
Dyon menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Ia melirik Hee Ryu yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.
"HIU ada didalam kamar?!!"
Heran punya Adek cowok bodohnya kelewatan. Kesel melihat tingkah Dyon Ry tapi bukan Dyon Ry kalau tidak membuat masalah atau keributan, karena setiap harinya ada saja kelakuan Dyon Ry yang bisa membuat kepala Hee Ryu pecah. Sakit sekali.
__ADS_1