
“Ndhra jangan jauh jauh ya” Mila mengakhirinya dengan perkataan tersebut.
“Iya” kataku. Dan Mila segera menghapus air matanya.s
Sejak saat itu aku menyadari bahwa Mila bukan hanya orang yang kuat, namun dia orang yang pengertian. Dia tak hanya ingin merepotkan orang lain, ya lebih tepatnya aku sih huft.. tapi aku tidak kesal dengannya sedikit pun itu, ya kadang sih dia suka membuat ku marah. Saat itu hari juga sudah mau hujan, untungnya ada angkutan umum yang lewat saat itu dan aku segera menghentikan angkutan tersebut. Angkutan umum ini terlihat sangat familiar, bagaimana tidak? Karena ini adalah angkutan langganan Wildan. Pastinya dengan penumpang setia yang sama, orang orang disana langsung bergeser sedikit demi sedikit agar Mila bisa duduk. Karena aku lelaki aku harus duduk di pintu keluar angkutan. Tidak jauh beda dengan teman teman ku di kelas, ternyata orang orang yang berada di angkutan umum ini juga suka membicarai seseorang.
Pasti aku yang akan menjai sorotan utama, karena yang mereka kira Mila adalah pacar Wildan. Aku hanya bisa diam dan menerima perkataan mereka, lagi pula aku juga tidak begitu tersinggung untuk apa aku marah?. ‘Ihh ini kan Mila pacar Wildan, kenapa sama cowok lain?’ ‘Si Wildan ga marah ya?’ begitulah kata kata mereka yang terdengar di telingaku. Wildan hanya diam saja pada hari itu, dia sempat ditanyai oleh beberapa orang di sana namun dia tidak meresponnya. Karena sangkin banyaknya orang yang mengatai aku, mungkin Mila juga muak mendengarnya, dia langsung mengangkat badannya dan duduk di sebelah ku. Aneh dia bukan menenangkan masalah, malah membuat masalah.
“Kamu ngapain Mil? Duduk disana kan enak” sahut ku
“Mereka tidak bisa diam, mereka hanya memperburuk keadaan ku makanya aku pergi kesini” jawab Mila
Sudah pasti Wildan akan lebih tersakiti melihat ini, aku langsung melihat raut wajah Wildan, namun dia hanya memalingkan wajahnya. Sesampai nya ditujuan, sebenarnya kita tidak benar benar sampai di tujuan. Mila meminta berhenti beberapa meter sebelum sampai dirumahnya, dengan alasan dia tidak suka dibicarakan
“Kenapa berhenti disini Mil? Kan rumah mu lagi beberapa meter lagi dari sini” tanya diriku
“Aku sedang bad mood lagi pula aku ingin mencari angin segar” jawab Mila
__ADS_1
“Astaga kalau mau mencari angin di angkutan tadi juga kena banyak”
“Oh iya ngomong ngomong aku juga sudah tau akan kemana di jenjang Pendidikan selanjutnya” kata Mia
“Wahhh hebat, padahal ujiannya akan diadakan 2 minggu lagi. Untungnya kamu sudah memikrknanya. Pasti kamu ingin ke SMA ya Mil?” tanya ku sambil memberi sugesti padanya
“YOKS bener banget, paling tidak kita akan mendapatkan sekolah yang sama lagi” Mila berkata
Aku berjalan dengan Mila sampai benar benar di lokasi tujuan. Mila ingin di ajak bebicara karena dia ingin ada yang menghiburnya, dan mungkin yang bisa menghiburnya hanya aku (AHHHHH TERLALU PERCAYA DIRI BANGETT SIH ANDHRAAA!!). Setelah selesai aku mengantar Mila ke sarangnya, aku pergi pulang dengan segera mencari angkutan umum yang sesuai dengan tujuan.
Saat malam tiba, di sebuah video call Mila memberi kabar yang istimewa SEKALI! Tentunya hal ini ada kaitannya dengan makan makan. Yap, ayah Mila mengadakan acara pesta dirumahnya, pesta ini diperingati sebagai hari pulangnya ayah Mila. Kalau ada rejeki kenapa harus ditolak? HE HE HE. Agar info ini benar benar pasti, aku segera menanyakan Mila agar dia tidak berbohong lagi. Untungnya info kali ini benar- benar benar, ehmm maksudnya info ini benar adanya. Tak lupa dengan WIldan, Mila menyuruhku untuk memberitahunya.
yang utama sudah terblokir oleh Wildan. Aku segera mengirim pesan singkat, karena aku yakin dia akan menjawab dengan cepat. Bagaimana tidak? Aku menggunakan foto profil wanita tercantik, aku sudah tau betul bagaimana selera Wildan.
‘Wildan, aku temannya Mila 2 minggu lagi aka nada pesta di rumah Mila jam tujuh malam. Kamu harus datang’ begitulah pesan yang kusampaikan
‘Ohh iya, kamu siapa ya? Kenapa wajahnya terlihat sangat familiar?’ tanya balik darinya, mungkin dia mengenali wajah yang ku posting, karena ini adalah wajah artis yang sedang trending di saat itu.
__ADS_1
‘yang penting datang’ aku segera memblokir media sosial dia, karena jikalau tidak ku blokir Wildan akan terus menerus mengirim pesan aneh ke media ini.
Tak lama kemudian ayah menggedor pintu ku. Aku sangat kaget dan segera membuka pintu kamarku. Aku sangat takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, aku membuka pintu pelan pelan dan menundukan kepala ku
“ASTAGA kamu membuat ayah kaget saja. Keluar dengan kepala tertunduk dan dengan pintu terbuka pelan ini membuat suasana kamarmu horror sekali” sahut ayahku
“He he maaf Yah, oh iya ayah ada apa mengetuk pintu kamar Andhra?” tanyaku
“Ohh Tidak, ayah pikir ada maling di kamar mu, karena suaranya terdengar aneh”
“Astaga masa anak sendiri di katakan maling” sahut diriku dengan bercanda
Aku memang suka membuat suara aneh didalam kamar, karena aku suka menonton film action dikamarku, dan terlebih lagi aku suka memperagakan kejadian actionnya. Maka dari itu ayah pikir ada sesuatu di kamarku, hingga membuat ayah curiga. Dan perasaan curiga tersebut nampaknya tertular pada diriku, karena ada suara aneh lagi di kasurku. Aku mencoba mendekat secara perlahan lahan ke kasurku, dan BOM!! Ternyata aku lupa bahwa aku sedang melakukan video call bersama Siska, Bima dan Mila. Jadi kejadian dari aku memperagakan acting tadi dan ayah menggedor pintu terlihat oleh mereka. Mereka juga tertawa keras, karena melihat aku ketakutan untuk pergi melihat ponselku. Hari yang tidak beruntung bagiku.
Kami lansugn melanjutkan pembicaraan yang tadi, yaitu berkas yang harus di siapkan pada penerimaan siswa baru di SMA dan SMK. Padahal waktunya masih 1 bulan, tetapi kita juga harus siap siaga. Karena mungkin terlalu lama kita berbincang kita pun tertidur pulas dengan handphone yang terus menyala, alhasih wajah manis dari kita semua terlihat, namun siapa juga yang ingin melihatnya? Karena semuanya sudah tertidur pulas.
Esok hari aku memutuskan berangkat lebih awal, karena kemarin sudah diumumkam oleh guru, bahwa ada hal penting yang akan di bicarak oleh Bapak Kepala Sekolah mengenai kelulusan. Akibat dari kurangnya waktu tidur ku, semua orang sudah berdiri di lapangan sekolah. Aku berusaha untuk mengendap ngendap masuk ke barisan kelas ku. Tetapi hal mengejutkan terjadi.
__ADS_1
“Mau kemana kamu?” kata guru yang mengikuti aku sambil mengendap ngendap
“Eh ada pak guru…” sahut ku dengan tertangkap basah