Kita Itu Apasih?

Kita Itu Apasih?
Eps 19- Awal Permasalahan


__ADS_3

Sementara itu di rumah Wildan.


“Bagaimana kabarmu dengan Andhra akhir akhir ini kalian jarang bertemu” sahut ibu Wildan


“Tidak ada apa apa ma, hanya saja mugkin kita terlalu sibuk mencari sekolah” jawab Wildan sambil menyantap makan malamnya


Begitu juga mungkin jawab Wildan terhadap keluarganya. Sama seperti diriku selalu menutup masalah bila urusan tersebut menyangkut hal yang sangat penting dalam diriku. Minggu ini mungin akan menjadi pengalaman yang sulit dalam diriku, padahal sebelum itu kita juga pernah bertengkar. Namun hal sekarang dengan bertengkar itu susah di pahami, karena kita dulu kalau bertengakar mempunyai alasan tersendiri untuk menjawabnya. Sedangkan sekarang? Aku yang tidak tau apa apa malah menjadi sasaran bagi Wildan. Yang ada di benakku adalah antara dia cemburu melihat ku dengan Mila, atau ada alasan tersendiri darinya yang tdiak aku ketahui.


Sebenarnya aku tidak ingin hal ini akan terjadi, namun mau bagaimana lagi? Hari terus berganti seiring jalannya waktu. Tiba saatnya ulang tahun Mila, tepat diadakan di rumahnya. Seperti biasa karena waktu siang adalah waktu orang orang bekerja, pesta ini akan diadakan malam tepatnya pukul tujuh malam ( 07.00 p.m ) Mila dengan cepat menghubungi kami seolah olah acara akn mulai lebih awal.


[ Guyss! Kalian dimana?? Ayoolahh cepat sedikit ] Mila mengirim pesan di sebuah grup


[ Sabar Mil, ini juga lagi beres beres kok ] lanjut jawab Siska


[ Pokoknya harus cepat yaa, tiga puluh menit lagi acaranya akan dimulai ] tegas Mila lagi sekali


Dan nampaknya aku ketiduran hingga pukul enam lima puluh menit ( 06.50 p.m ) maka dari itu aku langsung mempersiapkan diri dan bergegas pergi kesana. Sebelum aku pergi ke tempat Mila, aku mendengar ibuku nampaknya sedang sakit. Aku segera menghampirinya dan bertanya.


“UHUK…UHUK..” batuk Ibuku dengan dahak yang kuat


“Astaga ibu tidak apa apa? Yasudah kita ke rumah sakit ya?” ajak diriku


“Sudah lah, Uhuk… ibu ini Cuma sakit biasa uhuk.. uhuk… nanti juga sembuh. Lagi pula kamu ingin pergi ke tempat temanmu bukan ini sudah pukul tujuh  lewat Uhuk.. uhuk… Pergi saja uhuk.. uhuk..” kata Ibuku dengan menghela nafasnya


“Kalau begini bagaimana bisa Andhra meninggalkan ibu? Yasudah Andhra telfon kakak dan juga ayah ya. Agar kita bisa bergegas ke rumah sakit” kata diriku yang sangat mengkhawatirkan kodisi ibuku


Aku segera menelfon ayah dan kakak ku, untuk menjelaskan apa yang terjadi. Untung saja mereka bergegas kembali dan segera membawa ke rumah sakit. Aku yang saati itu ingin mengikuti ibu ku namun di jegat oleh kakakku.


“Ehhh mau kemana kamu?” kata kakakku


“Mau ikut ke rumah sakit lah kak” jawab ku


“Ohhh, kakak pikir kamu akan pergi ke tempat temanmu” lanjut perkataan kakakku

__ADS_1


“Sudahlah, Andhra pergi saja ke tempat Mila. Biar ibu ayah dengan kakak saja yang menjaganya” kata ayahku


Tanpa pikir panjang mereka langsung bergegas ke rumah sakit karena saat itu kondisi ibuku sedang lemah. Maka dari itu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan sebaikanya aku dan kakakku tidak memulai perdebatan dahulu. Tak kusadari ini sudah pukul tujuh lewat tiga puluh menit ( 07.30 p.m ) atau bisa dikatakan setengah delapan. Aku berangkat ke rumah Mila dan benar saja, semua sudah dipenuhi oleh banyak orang. Aku berusaha mencari teman teman ku dan nampaknya mereka sedang tidak ada dikerumunan ini.


Aku mencoba menelfon teman teman ku, namun tidak ada satu pun yang menjawab termasuk Mila. Mungkin karena sangkin serunya di acara ini menjadi susah untuk berkomunikasi. Tak lama kemudian ada seorang wanita yang berani memukul kepala ku dari belakang. BAK!! Sontak karena aku kesal aku segera menanyainya, namun orang tersebut adalah..


“HEII!! Sakit tauu, siapa yang berani memuk…..” aku berkata sambil menoleh ke arah wanita itu dan ternyata


“APA?!! BERANI APA??!!” teriak Mila didepan wajahku


“ehhh he he he ngga Mil, aku pikir tadi bukan kamu he he maaf” jawab ku


“HMM! Yasudah sini ikut aku” Mila mengajakku dengan cengkraman tangan yang cukup kuat


Sesampainya aku di lokasi nampaknya aku di ajak ke meja bundar yang dimana teman teman ku sedang asik berbicara di sana.


“Ini dia Andhra, yang terlambat sekitar empat puluh lima ( 45 ) menit” Kata Bima dengan tangan yang membentang ke arah samping


“Ngapain saja kamu dirumah Ndhra? Kita sudah menunggu dari tadi” lanjut Siska


“banyak juga ya alasanmu, sebentar aku jak Wildan dulu ya” kata Mila


“Lohh Wildan juga ada disini? Dimana dia?” kataku sambil menoleh ke arah samping sembaru mencari Wildan


“Kenapa kamu takut ya? Atau kamu ingin berkelahi dengannya?” kata Siska sambil menyindir


“sudahlah aku menjemputnya di depan dahulu ya” kata Mila yang segera pergi meninggalkan kita


Perbincangan diriku dan teman teman mulai berlanjut, sampai kita menunggu kehadiran Mila dan Wildan. Kita bercanda seperti biasa hingga kehadiran Wildan pun muncul yang membuat kita gagal fokus lagi. Wildan lagi lagi tampil menawan di hadapan para makhluk hidup itu. Dia terlihat rapi dan mapan, maksudnya tampan.


“Astaga apakah kita tidak salah melihat??” tanya Siska dengan mulut yang terbuka lebar


“sepertinya tidak Sis” jawab Bima dan diriku

__ADS_1


“Hay guys” sapa Wildan dengan cool


Para wanita disana pun mulai terpesona kembali melihat wajah orang ini. Kami berusaha memalingkan pandangannya dan mulai fokus kembali ke acara. Master of Ceremony atau biasa di sebut dengan MC sudah naik ke atas panggung dan sudah pasti acara akan dimulai.


Acara berjalan dengan mulus, dan hingga akhirnya pemotongan kue dihadirkan kepada Mila.


“Untuk nona manis kita Mila, silahkan naik ke atas panggung” MC berkata


Mila menaiki panggung dan mengucapkan banyak terima kasih kepada teman teman dan para hadirin yang sudah datang.


“Terima kasih atas para hadirin dan teman teman yang sudah hadir di pesta ulang tahun Mila, Mila sangat senang akan kehadiran kalian semua” kata Mila


“Yasudah mari kita hitung mundur untuk meniup lilinnya” Mc memulai perkatannya untuk acara tiup lilin


“SIAP SEMUANYA?!!”


“SIAP”


“1… 2… 3….”


DORRR!! Ehh maksudnya Mila meniup lilinnya dengan haru. Semua bertepuk tangan dan mulai memberi kado ke  pada Mila. Satu per satu orang orang memberikan hadiah yang terbaikbagi Mila. Sudah pasti Mila akan mendapat hadiah kejutan dari ayahnya. Namun saat itu ayahnya tak kunjung datang menaiki panggung. Maka dari itu kita segera menaiki panggung, agar tidak mebuat suasana acara sedikit ricuh


“HEII SELAMAT YAA” Siska berkata sambil memeluk Mila


“Ini kado ku Mil, memang tidak seberapa sih. Namun aku hanya bisa memberikan itu saja maaf ya” kata Bima


“Tidak apa apa kok Bim, kamu sudah datang saja aku sangat bersyukur” kata Mila


“Ini Mil kado ku, ingat makin tua artinya kamu harus makin dewasa yaa” aku berkata sambil memberikan kado yang sudah ku persiapkan


“Iya iya bawel!” Mila berkata mungkin karena dia cukup tersinggung akan hal itu


“Ini kado ku Mil, mohon diterima ya ini special untuk mu” kata Wildan yang membuat kita terkejut

__ADS_1


“Special?? Maksudnya” tanya Siska dengan sinis


__ADS_2