Kita Itu Apasih?

Kita Itu Apasih?
Eps 6- Mila(2) Kontes Nyanyi


__ADS_3

Sudah tiga minggu berlalu, dan besok adalah hari dimana Mila kontes. Mila cukup ragu akan keberhasilan yang akan diperolehnya, entah itu menang atau pun kalah Kita selalu memberi support yang baik untuk Mila, yaaa biar tidak demam panggung lagi. Kita pergi bersama guru ke area peelombaan tersebut, sesampainya disana terlihat jelas bahwa Mila sangat gugup.


“Mil, semangat yaa ingat jangan sampai demam panggung” Siska mengawalinya.


“he he, ii… yaa..” jawab Mila dengan gugup


“HEH jangan gugup tau! Ntar bisa kalah!” sela pembiacaraan ku sambil menggangkat semangat Mila.


“Iye tuh, ntar janji deh kita beliin bakso goreng” Lanjut Bima dengan percaya diri, padahal yang diminta pisang goreng bukan bakso goreng.


“Pisang goreng Bim!” geram Mila.


“Yasudah, yuk kita ke panggung!” seru Ago


Belum dimulai lomba kontes menyanyinya, Mila sudah terlihat basah kuyup. Yaa bagaimana tidak, karena penontonnya lebih dari dua ribu. Otomatis dia sudah tak kuasa melihatnya, seperti baterai handphone yang belum di cas. Kita berusaha meyakinkan diri Mila bahwa lawannya bukan apa apa. Guru sudah mendaftarkan diri Mila, dan Mila semakin menjadi. Dia layaknya anak yang belum di ruqyah.


“Udah lah Mil, semua ini bukan apa apa, anggap saja mereka kurcaci” Sika memberi harapan penuh kepada Mila.


“Mil, kalau kamu berani ke panggung depan itu (sambil menunjuk panggung) yang bangga Cuma tidak kami saja, ataupun sekolah. Tetapi ayahmu juga Mil!” seru ku didepan Mila.


Mila mengangguk kan kepalanya, seperti dia telah mengerti apa yang ku bicarakan. Kontes pun dimulai, dan Mila mendapat nomor seratus empat puluh lima (145) dari tiga ratus (300) kontestan. Yah luntur deh make up nya hahaha. Kami menyaksikan para kontestan bernyanyi, dan lagi lagi Mila merendahkan dirinya bahwa suara dia tidak semerdu yang lainnya. Guru pun mulai mengangkat bicara, mungkin karena lelah mendengar apa yang membuat diri Mila tidak percaya diri. Guru mengatakan “para kontestan tersebut juga pernah mengalami hal yang sama, saat berada di posisi  seperti mu, tidak cukup keyakinan, dan ragu. Padahal sebelumnya kamu belum pernah kan? Ini adalah momen terindah nak, jangan kamu sia sia kan!”. Sudah mulai dekat nomor posisi Mila, dia segera ke belakang panggung sambil mengajak diriku dan guru ku. Aku juga bingung kenapa yang diajak diriku bukan yang lainnya? Mungkin sudah tak tau harus apa.


“Ingat nak  jangan  ragu. Dan perlu dilihat saat kamu menghela nafas ya. Bapak dan temanmu akan memberi dukungan” pak guru berbicara sambil meninggalkan tempat tersebut.


“Iya pak, Ndhra aku ga percaya bisa nyanyi Ndhra”


“hitung sudah berapa kali kamu mengatakan hal yang sama? Mil kamu yang bersemangat saat kamu terpilih mengikuti kontes, ingat teman teman kita bilang apa? Bima akan tepuk tangan paling keras, Siska akan menjadi heboh dalam sekejap, Ago akan memberi dukungan yang baik, dan ayahmu menantikan mu Mil. Aku gamau hal yang tidak ku inginkan terjadi”


“Trima kasih ya Ndhra” Mila berkata dengan penuh perhatian.

__ADS_1


“Kontestan nomor seratus empat puluh lima silahkan” kata salah satu dari pantia


Aku segera meninggalkan tempat tersebut dan pergi menghampiri teman temanku.


“Gimana sob aman?” tanya Ago


“Santai sob” sambil menenangkan teman temanku.


“Yaa, peserta nomor seratus empat puluh lima dengan nama Mila Anastasia kami perkenankan untuk hadir kepanggung” kata salah satu dari Master of Ceremony atau MC.


Mila naik ke atas panggung dan bersiap untuk menyanyi. Lantunan musik telah terdengar, Mila pun bernyani. Tetapi hal yang tidak diinginkan terjadi, Mila salah memilih tempo, suara nya juga tidak pas dengan nadanya, sontak semua orang dalam ruangan itu ricuh dan membuat Mila kabur dari panggung. Aku bergegas bersama Ago ke belakang panggung, disana dia telah menangis dan seolah olah menyalahkan dirinya.


“Liat kan? Gua ga bisa” sambil menangis dia mengatakannya


“Mil, itu hanya kesalahan sedikit saja, kamu pasti bi..” belum selesai aku mengatakan dia menyela pembicaraan ku.


“Eh gembrot! Lu tau ga kenapa kita ngikutin elu kesini?! Karna kita takut kehilangan elu Mila! Ayah mu juga akan senang melihat putrinya menyanyi.” Ago membalas dengan teguran


Dari selang beberapa detik terdengar suara Siska yang berteriak sambil mengatakan


“MILA MILA MILA” Siska sangat heboh dan menjadi bersemangat


Hal itu nampaknya membuat para penonton yang ada disana ikut memberi semangat dam menyoraki Mila.


“MILA MILA MILA MILA” Sorak semua penonton


“AYO MILA KAMU BISAAAAA!”


Sementara itu di belakang

__ADS_1


“Dengar kan Mil? Mereka ingin melihat mu!” sorak ku di belakang panggung, dan para panitia juga ikut memberi semangat kepada Mila.


“Penonton harap tenang, dimohon kepada Mila silahkan ke atas panggung jikalau tidak kami akan gugurkan” kata MC


Selang beberapa waktu Mila pun naik keatas panggung. Semua penonton memberi semangat padanya. Mila pun mulai bernyanyi, kerja keras tak menghianati hasil, suara dari Mila membuat juri luluh dan penonton menikamatinya. Mila yang awalnya demam panggung kini dia mulai menguasainya. Sehabis dia menyanyi semua nya berteriak memberi applause yang besar, seolah Mila lah juaranya.


“WOOOOO MILA KUUUUUU!!!!!” teriak Siska dengan sangat heboh


Mila meninggalkan panggung dan segera kembali ke tempat duduknya. Dia menghela nafas perlahan demi perlahan, kami juga memberi ucapan hangat untuk Mila. Sisa beberapa orang lagi untuk tampil, dan sudah saatnya tiba untuk pengunguman siapa yang akan menang. Syukurnya Mila masuk ke sepuluh pilihan pemenang di acara tersebut, namun dia harus tersingkir di nomor lima, karena tidak cukupnya vote. Kami langsung bergegas pulang setelah acara tersebut selesai, dan memasuki mobil.


“Udah Mil, tidak apa yang penting kamu udah dapet juara lima, itu udah lebih dari hebat.” Ujar ku sambil memberi Mila semangat


“iya tuh Mil, siapa yang sangka kan? Padahal ini kontes pertama mu” sahut Siska


“Makasi banyak yang teman temanku, cuma kalian yang aku punya saat aku susah. Aku juga tidak masalah kok, mau menang atau pun kalah, yang penting, kalian sudah bisa membalikan kepercayaanku seperti semula , itu sudah lebih dari cukup” jawab Mila


“Nak, bapak dan teman temanmu pasti bangga, tapi tidak apa ini juga percobaan pertamamu, mana ada pertama coba langsung berhasil, lain hari pasti kamu akan menang. Yasudah begini saja, apa tadi janji dari temanmu itu jikalau kamu menang kamu akan dapet pisang goreng ya?” tanya pak Guru kearah Mila


“Ah tidak pak, ini hanya bercanda lagi pula saya tidak menang” jawab Mila sambil tersenyum


“Sudah tidak apa apa, kita ke tempat jualannya sekarang Pak Tara akan membelikan kalian semua” sahut pak guru


“Wahh beneran pakk??” Bima berkata seakan dia tidak percaya


“Iya, bahkan saya belikan kalian sebungkus sebungkus deh”


“WAHHH ASIKKKKKKK” Sorak makhluk yang tidak sabar.


‘jangan sedih lagi Mila’ bisik diriku ke Mila

__ADS_1


__ADS_2