Kita Itu Apasih?

Kita Itu Apasih?
Eps 15- Siapa dia?


__ADS_3

“Apa kabar pak guru? He he he” jawab ku yang sudah ketahuan oleh guru


Aku sudah tidak tau lagi harus berbuat apa, namun untung saja guru tersebut sangat baik. Dia melepaskan kan ku dan menuruhku menaruh tas terlebih dahulu lalu pergi mengikuti barisan yang sudah tertata tersebut.


“Cie yang terlambat” sindir dari Siska


“He he aku tertidur sangat pulas tadi” jawab ku


Untung saja pengunguman dari bapak Kepala Sekolah belum dimulai, aku sangat bersyukur akan hal itu. Tak lama kemudian Bapak Kepala Sekolah tiba, ini menjadi hal yang penting bagi kelulusan anak anak kelas akhir di Jenjang SMP ini.


“Selamat pagi anak anak” Sapa dari Bapak KepSek ( Kepala Sekolah )


“Hari ini Bapak ada sedikit pengunguman yang mungkin hanya memakan waktu selama 10 menit” lanjut dari nya


Murid murid mulai curiga dan mulai mengira ngira, bahwa sepuluh menit yang di bicarakan oleh Pak KepSekp tersebut sebenarnya tidak sepanjang sepuluh menit, melainkan satu jam.


“Ini mengenai kelulusan anak anak kelas Sembilan. Bapak harap kalian bisa mengerti ini ….. bla bla bla “ Kata kata penting yang tersampaikan oleh Bapak Kepsek


Panjang lebar Bapak Kepsek menjelaskan, bahkan hanya sedikit yang mendengarkannya. Tetapi inti dari pembicaraannya hanya diulang dengan kata yang berbeda. Kita juga mendapatkan berkas berkas yang harus dipersiapkan oleh sekolah, yang dimana berkas tersebut akan sangat berguna kedepannya. Bapak Kepala Sekolah pun mengakhiri pembicaraannya, dan kita sangat semangat untuk kembali ke kelas, karena disaat itu hari sangat panas dan terik.


Sesampainya di kelas, semua merasakan udara sejuk yang menyelimuti kita. Hawa nya juga tidak begitu panas, yaiyalah kita kan sedang berteduh di kelas. Aku dan teman teman juga tak lepas dari pembicaraan yang telah di umumkan oleh Kepala Sekolah. Kita semua bersepakat untuk mencari sekolah yang sama, yaa walaupun kita kan berpisah dengan Bima.


“Ngomong ngomong soal sekolah yang sama, Wildan bakal ikut kita kan?” tanya ku di sela pembicaraan


“Ya kamu saja yang mengajak nya, kita saja sudah tidak di perdulikan bagaimana dengan kamu? Dia juga sudah pindah tempat duduk denganmu, karena kamu dekat denga…” Siska menegaskan katanya


“Huss, jangan dilanjutkan Sis” aku berkata demikian agar tidak memperburuk keadaan


“Yaa mau bagaimana lagi? Dia juga teman dekat kita kan?” lanjut Bima


“Apakah aku perlu menyampaikan pada nya?” tanya dan tawaran dari Mila


“Tidak usah Mila, biarkan aku saja yang melakukannya” aku berusaha untuk berani menanyakannya.

__ADS_1


“Wil….. nanti mau nyari sekolah dimana? Ikut bareng kita yuk di SMA yang sama” tawar ku


“hmm iya” Wildan menjawabnya dengan anggukan sedikit dan denan suara yang pelan


Aku segera kembali ke tempat duduk dan menyampaikan bahwa Wildan menyetujui pendapatku. Beberapa hari sudah berlalu, dan kita akan lebih mempersiapkan diri ke jenjang berikutnya. Aku mulai memperbaiki sikap ku, mentalku, dan hal hal yang mengenai pribadiku. Aku tidak ingin di masa SMA nanti aku masih terlihat sebagai anak kecil yang tidak tau aturan. Dan juga, tinggal beberapa hari lagi kita akan mengadakan pesta di rumah Mila. Walaupun pesta tersebut sangat pendek waktunya dengan ujian terakhir sekolah. Namun kalau kita bisa melakukan refreshing terlebih dahulu kenapa tidak?


Aku sudah meminta ijin kepada orang tua jauh sebelum pesta ini diadakan.


“Apakah kamu tidak takut kalau waktunya sangat mepet dengan ujian?” tanya ayahku


“Iya sih Yah, Andhra juga masih memikirkan hal itu”


“Yasudah tidak apa apa asalkan kamu bisa memberikan ke orang tua mu ini dengan harapan yang terbaik” Lanjut ibuku


“Mamah?! Kenapa Andhra diberikan keluar?” pendapat ayahku yang tidak setuju


“Halah tidak apa apa lah Yah, dulu kamu juga begitu kan?” balik kata ibuku yang membuat ayahku tersipu malu


“OHH berarti dulu ayah pernah…..” aku mengatakannya yang disela oleh ayah


“Siapp AYAHH!” jawabku dengan semangat


 Beberapa hari telah berlalu dan akhirnya tiba saatnya hari pesta ini. Memang sih pesta ini tidak semewah seperti diadakan di hotel bintang 5, namun biaya yang ku perkirakan juga sangat banyak. Aku datang kesana dengan kemeja pink favoritku, aku pergi bersama Bima, karena Bima sudah lupa lupa ingat jalannya. Aku hanya takut Bima datang terlambat dan tidak dapat memakan santapan enak, hanya karena tersesat.


[Kalian ada dimana?] tanya Mila di group chat


[Sebentar lagi aku dan Bima akan samapai] jawabku


[Tunggu ya Mil, aku sedang memilih baju] lanjut dari Siska


[AHH pasti lama] Mila menutup percakapan


Akhirnya aku dan Bima sampai dengan waktu yang tepat. Tak kusangka sangka ternyata Siska lebih dulu dari pada kita selama 3 menit yang lalu.

__ADS_1


“Lohh Siska sudah disini?” tanya ku dengan heran


“Iya DONG, aku memakai jin untuk pergi kemari” sahut Siska


“Yasudah yuk kita masuk dulu” ajak Mila


Seketika aku masuk ke dalam pestanya, aku merasakan hawa orang kaya, ehh maksudnya hawa keramaian. Memang banyak orang yang diundang disana, mulai dari orang orang berjabat, orang orang yang memiliki pangkat, dan juga orang yang mengenakan jas. Nampaknya hanya orang orang elite yang pergi kesini. Aku merasakan keraguan begitu juga dengan Bima, karena kita sudah tidak percaya diri.


“Haduh aku malu Mil” sahut ku


“Kenapa mesti malu?” tanya Mila balik


“Iya Mil, coba deh liat anak anak seumuran kita, mereka terlalu tampan dan cantik Mil” lanjut Mil


“Ya ampun, biasa saja bisa tidak? Lagi pula disekolah juga sama seperti disini kondisinya” lanjut Siska sambil mengembalikan percaya diri kita


“Iya tuh benar kata Siska, untuk apa kalian malu? Kalian kan sudah malu maluin UPS he he” canda Mila


“DASAR!” kataku dan Bima secara bersamaan


Kami mulai berbicara seperti biasa di sekolah, tentunya juga dengan sedikit menyantap makanan yang ada disana. Ditengah pembicaraan kita juga sempat lupa kalau Mila mengundang Wildan namun sampai detik ini Wildan masih belum muncul juga.


“Ohh iya si Wildan kemana ya?” tanya ku yang sadar bahwa kita lupa akan kehadiran Wildan


“Astaga aku lupa menelpon nya, sebentar yaa” Mila segera membuka ponsel nya dan segera menghubungi Wildan


Namun ponsel Wildan saat itu tidak aktif. Entah dia yang sengaja menonaktifkan ponselnya, atau memang dia tidak bisa hadir ke pesta ini. Tak lama kemudian datanglah seorang idol yang wajah nya tampak familiar. Dia menggunakan kemeja dan dengan dasi yang rapi. Memang jelas orang ini pasti jodoh masa depan Mila, eitsss sebentar saat kita perhatikan lebih jelas dia adalah….


“Astaga tampan banget, siapa dia?” tanya ku kepada Bima, Siska, dan Mila. Mereka hanya menggelengkan kepala mereka saja


“Itu kan….” Bima meneruskan dengan patah patah


“Hai guys” sapa Wildan

__ADS_1


“WILDAN??!!!” Sontak kita semua.


__ADS_2