Kita Itu Apasih?

Kita Itu Apasih?
Eps 17- Diam dan Lupa


__ADS_3

Bukannya aku mengikuti ujian dengan benar, tetapi malah aku membuat masalah di awal ujian dan akhir Penghujung sekolah. Ini sebuat konflik yang bagus menjadi berita yang trending, dimana lagi bisa menenumakan yang seperti ini?


“Ohh eehh iihh begini pak eh” aku menjawab dengan ragu


“APA?!” bentak dan tanya tegas dari pengawas


“ini pak, penghapus saya ada di Taka” aku terpaksa berbohong agar jati diriku tidak hilang


“Ohh, lanjutkan tugas kalian!” kata Pengawas tersebut


Untung saja aku tidak terkena musibah di saat seperti tadi, ini tidak hanya masalah pada diriku namun ada masalah juga dengan Taka. Dia sudah membuat ku ketahuan seperti ini sebanyak lima kali. Huft! Memang menyebalkan mempunyai teman seperti ini, Mila yang melihat kejadian tadi dia hanya tertawa kecil, begitu juga dengan teman teman lainnya.


Sedikit demi sedikit aku mulai mencoba menjawab nya, dan hasilnya yaa terhitung Sembilan puluh persen ( 90% ) kira kira segitulah soal yang sudah ku jawab. Sebelum waktu habis, aku lebih teliti lagi dengan soal tersebut, mungkin karena sangkin serius nya aku sampai sampai tidak mendengar bel bahwa lembar jawaban akan dikumpul. Jadi aku hanya menjawab sesuai apa yang kata hatiku bicara.


Hari pertama akan segera selesai, sebentar lagi akan ada bel pulang tentu saja suara dengungan yang sangat diinginkan siswa siswi dengar. Sebenarnya aku tidak mau mengakhiri waktu ku dengan sia sia, maka aku menjawab  soal dengan pelan pelan namun pasti. Waktu sudah habis! Aku segera pulang kerumah dan pergi lagi untuk mempersiapkan diriku.


“Halo mah!” sapa diriku di saat aku membuka pintu rumah


“Ohh nak Andhra, bagaimana ujiannya? Lancar?” tanya ibuku


“Lancar mah, semua soal sudah ku taklukan he he”


“Ohh baguslah, Uhuk.. Uhuk” batuk ibuku yang terlihat lemah kondisinya


“Loh ibu kenapa?, yasuah Andhra saja yang melakukan tugas ibu ya. Ibu duduk saja” jawab ku, karena aku memperhatikan kondisi ibuku


Aku terlihat ragu akan kondisi ibuku, tetapi aku tidak mau mematahkan semangat ibuku. Maka aku akan tetap belajar bersungguh sungguh. Hari demi hari dan seiring berjalannya waktu aku akhirnya mengakhiri ujian ini. YESS!! Hidupku kembali normal lagiiii. Banyak sekali cobaan yang ku alami setiap kali aku ujian, entah itu mencotek, melihat buku, dan masih banyak lagi. Tetapi aku berusaha menutup segala kecurangan itu.


Setelah mengakhiri ujian, proses belajar mengajar sekolah pun akan tidak efektif. Karena banyak guru guru yang akan melampirkan hasil ujian dari anak anak di sekolah itu. Sementara itu di kelas ku, saling bertukar informasi mengenai sekolah. Karena beberapa hari ini kita kan mulai mendaftarkan diri kita ke sekolah tujuan.


“Jadinya bagaimana? Kita sepakat bukan di sekolah yang sama” tanya Siska


“Aku sih maunya begitu Sis, tetapi…” kata Mila yang berhenti sejenak di akhir kata


“Tetapi apa Mil?” tanya Bima


“Tetapi… BOHONG!!! HA HAHA AHAHA” tawa Mila yang senang mengerjai temannya


“Astaga Mila ini selalu saja membuat kita jantungan” lanjut diriku

__ADS_1


“Haduhh,aku haus nih. Kekantin yuk!” ajak Mila


“lagi malas Mil, kamu saja kesana sendiri” jawab Bima dan Siska


“Yasudah deh, Ndhra ayooo kita berburu!!!” Mila bersemangat dan menarik tangan ku dengan kuat


“EHHH Milll, sakitt tauuu!” kata ku yang kesakitan, karena Mila menggenggam erat tanganku


Siska dan Bima hanya memperhatikan kita, seolah olah mereka setuju apa yang Mila lakukan.


“Eh Sis, si Mila kenapa bisa senang begitu ya? Apa karena Mila hanya keluar bersama Andhra?” tanya Bima


“Sepertinya begitu Bim lagi pula Mila di bulan depan tepat pada tanggal 27 akan ulang tahun bukan? Mungkin factor itu juga membuat dia senang” lanjut dan tegas Siska


“Wahh informasimu cukup luas ya Sis” sindir Bima


“OHH tanggal dua puluh tujuh Mei ( 27 ) Mila berulang tahun?” tanya Wildan yang mengejutkan Bima dan Siska


“AHHH!! Fyuhh kupikir apa mengejutkan saja! Memang dia akan berulang tahun pada tanggal 27. Kenapa? Kamu ingin menembaknya?” lanjut Siska


Wildan hanya mengangguk dan meninggalkan mereka.


Sementara itu aku dan Mila yang sedang berada di kantin. Melihat betapa banyaknya orang yang kelaparan, seperti sedang membagikan sembako gratis saja.


“Tidak apa apa Ndhra, oh hiya jangan lupa yaa bulan depan kerumah ku” ajak Mila


“Ajakan apa lagi ini? Memang nya bulan depan ada apa?” tanya ku yang kurang jelas akan penjelasan Mila


“bulan depaaaaan tepat pada tanggal dua puluh tujuh (27) mei kamu tidak lupa kan?” Mila berkata


demikian agar aku bisa mengingatnya lebih jelas


“Memangnya ada apa tanggal 27 Mei?” aku memang tidak tahu apa yang dibicarakannya


“Kamu lupa ya?? Hari ulang tahun aku Andhra!!” Mila menegaskan nya kepada ku, sehingga aku terkejut mendengarnya


“YA AMPUNN, Maaf Mil aku benar benar lupa he he he. Yasudah sebagai gantinya aku yang akan mentraktir dirimu deh” aku sengaja berkata seperti itu agar kepalaku tidak dipukul olehnya. Sebab bila aku sering lupa akan sesuatu Mila selalu mengetuk kepalaku.


Sesampainya di kelas Wildan hanya tersipu malu dan senang, aku tidak tau lagi apa yang sedang dipirkannya. Maka dari itu aku segera menanyakan kepada Siska dan Bima.

__ADS_1


“Eh Bim Sis, itu Wildan kenapa? Dia senyum senyum sendiri layaknya orang aneh” kataku


“Hmm, dia senang karena aku memberitahu ulang tahunnya Mila, maka dari itu dia terlihat aneh seperti itu” lanjut Siska


“Ehhh Mila, nanti jangan lupa undang kita ya, he he akum au makan makanan lezat lagi nih he he” kata Bima yang malu melanjutkan pembicaraannya


“Awas, nanti perut mu bisa sakit kembali seperti kemarin”  aku menjawabnya, sambil menyindir


“Santai saja akan aku undang kalian semua, asalkan kalian membawa hadiah bagus untuk ku ha hahaa” tawa Mila


Akhirnya akhir dari perjalanan sekolah SMP ku akan berakhir dan aku akan segera melanjutkannya ke SMA. Pengunguman kelulusan sudah dilaksanakan dan kita segera melampirkan surat penting ke sekolah tujuan. Aku meminta kejelasan lebih lanjut kepada guru dan orang tuaku, agar aku tidak salah memilih jalan.


Aku, Siska, dan Mila berada pada sekolah tujuan yang sama. Belakangan ini kita sering bersama, dan sibuk bersama. Segala cara kita lakukan agar masuk di sekolah tersebut. Memang hasil tidak menghianati pekerjaan, kita bertiga masuk di sekolah tersebut, dan ada kabar baik juga dari Bima katanya dia juga sudah mendapatkan sekolah yang dia inginkan. Namun tidak ada kabar lain dari Wildan, aku dengar dari teman teman angkutan umunya dia masih belum lolos ke sekolah tersebut.


Untungnya sekolah yang dituju Wildan sama dengan sekolah kita bertiga. Maka dari itu aku tidak segan segan  membantunya, tanpa sepengetahuan Wildan. Bagaimana cara akumelakukannya? Aku kembali berpura pura sebagai wanita yang sempat aku chat di pesta kemarin. Aku memberi tahu lampiran lampiran yang penting agar dia bisa masuk ke sekolah tersebut. Yappp aku senang ternyata dia sudah lolos dan masuk di sekolah tersebut.


Bulan Mei pun berlanjut dan hamper saat nya Mila akan mengadakan pestanya. Sementara itu di rumah Mila


“Ayah aku pulang!” seru Mila yang sehabis pulang dari tempat les


“Ohh anakku sudah pulang” kata ayahnya yang sedang berhadapan dengan laptop nya


“Yah, sebentar lagi aku akan ulang tahun, bolehkan aku mengadakan pesta” kata Mila yang membujuk ayahnya


“Hah? Ulang tahun? Siapa yang akan ulang tahun?” tanya Ayahnya


“Ayah sudah lupa ya? Mila akan ulang tahun yah” jawab Mila dengan sedih karena ayahnya


melupakan hari special anaknya.


“Astaga ayah lupa Mila, ayah mint….”


“AYAH MEMANG TIDAK SUKA DENGAN MILA BUKAN? AYAH SELALU KERJA DAN KERJA!!” teriak Mila yang menangis, dia segera pergi kekamarnya. Karena dia tau ayahya ahanya mementingkan pekerjaannya


Pak Barry menghela nafasnya dan segra pergi ke kamar Mila. Dia mengetuk pintu kamar Mila, dan masuk secara perlahan lahan.


“Mila… maafin ayah ya nak. Ayah terlalu sibuk dengan pekerjaan ayah sendiri, ayah hingga lupa berbagi waktu dengan mu. Yasudah nanti akan ayah adakan, Mila ma apa lagi?” Pak Barry berkata demikian


“Nanti lagi akan Mila pikirkan” Kata Mila yang masih sedih

__ADS_1


“baiklah,tidur yang nyenyak ya” ayah Mila mengakhirinya dan menutup pintu kamar Mila


‘Ayah saja tidak memikirkan hal lain dariku, entah itu sekolah ku, dan teman temanku. Dia selalu bekerja saja, tetapi aku senang dia mengkhawatirkan ku. Aku sayang pada mu Yah’ bisik kata hati Mila


__ADS_2